Sore ini begitu macet, setelah nyaris dua jam perjalanan menggunakan ojek online dan Trans Jakarta, akhirnya beberapa menit lagi aku sampai rumah. Belum juga sampai, aku sudah memikirkan, sajian untuk berbuka puasa nanti. Apakah cukup hanya satu jam? Untuk memenuhi semua keinginanku.
Di pinggir jalan aku melihat kaki
yang melangkah tanpa alas, tentu terlihat begitu kotor namun juga kuat. Pikiranku
melayang, barang kali bertelanjang kaki adalah kenyamanan, atau tak memiliki
pilihan untuk dapat menggunakannya. Sedangkan aku, dengan segala kemacetan di
hari Senin ini, terselip rasa penasaran dan suka cita menyambut sendal yang
barangkali hari ini sampai di kontrakan kami. Padahal Sepatu yang saat ini aku
gunakan, belum genap dua bulan aku beli.
Alas kaki berganti-ganti, sesuai suasana
kegiatan atau keinginan hati. Bisa memilih, atau menabung sebentar untuk
membeli yang baru. Sedang aku pun paham, bahwa nilai sesuatu itu baru “aktif”
saat iya digunakan atau memberikan manfaat.

Comments
Post a Comment