Tuesday, 28 May 2019

Ramah Tamah Yamaha Thamrin Brothers, Pendaftaraan Yamaha Engineering School Masih dibuka!

Tuesday, May 28, 2019 1 Comments
Salah satu agenda wajib saat Bulan Ramadan adalah buka bersama. Senin, 27 Mei lalu, Yamaha Thamrin Brothers Palembang mengadakan buka bersama sekaligus ramah tamah untuk semua karyawan, media dan blogger. Hal ini sangat baik untuk mempererat silaturahmi.

Acara ini dilaksanakan di Emilia Hotel. Selain berbuka, pihak Yamaha Thamrin Brothers juga menyampaikan beberapa pengumuman menarik. Apa aja itu? Yukkk simak!

Keseruan buka bersama Thamrin Brothers dan Media

50 Tahun Yamaha Thamrin Brothers, Beli Motor Gratis Motor

Untuk membahagiakan para pelanggannya, Yamaha Thamrin Brothers menyiapkan 5 motor yang akan dibagikan secara gratis untuk yang melakukan pembelian Motor Yamaha tipe apapun di dealer Yamaha Thamrin dengan periode pembelian 1 April - 31 Mei 2019. Setelah kamu beli motor, kamu akan mendapatkan kartu undian untuk mendapatkan salah satu motor Yamaha gratis! Yuk, beli sebelum 31 Mei!

Nah, kalo kalian beli motornya cash, saat itu pula kupon undiannya akan diberikan. Pengundingan menggunakan komputer, jadi terjamin tidak ada kecurangannya. Info detailsnya langsung aja ke http://www.yamaha.thamrin.co.id.

Yamaha Engineering School

YES atau Pelatihan Teknologi Sepeda Motor Yamaha sudah ada sejak 2009 dan terus terlaksana dengan baik hingga 2018. Saat ini sedang dibuka  untuk YES 2019.

Agus Suryanto - Trainer Yamaha Thamrin Brothers

Setiap tahunnya hanya ada 20 siswa yang akan mengikuti program pelatihan selama 4 bulan. Untuk peserta yang berprestasi akan langsung direkrut sebagai teknisi di Yamaha Thamrin Brothers. Asik kan, udah dapet pelatihan gratis, eh langsung direkrut kerja.

Program pelatihan ini sebagai salah satu bukti bahwa Yamaha Thamrin Brothers peduli dengan peningkatan soft skill para alumni SMK. Bahkan 13 diantara 20 peserta pelatihan tahun 2018 sudah bekerja di Yamaha Thamrin Brothers lho! Jadi beneran rejeki nomplok.

Pendaftaran YES 8 Mei - 8 Juli 2019. Para calon peserta bisa langsung datang ke PT Thamrin Brothers A Rivai di Jl Kapten A. Rivai No. 9 Palembang untuk melakukan pendaftaran dan pengambilan formulir dengan syarat sebagai berikut:

1. Fotokopi KTP/ KTP Sementara
2. Fotokopi SIM C (Bila ada)
3. Foto Copy Ijazah SMK sederajat tahun 2016 – 2019
4. Foto Copy Raport Terakhir
5. Pas Foto 2(Dua) Lembar ukuran 3x4 (Warna)
6. 1 (Satu) lembar materai Rp. 6.000
7. Surat Keterangan sehat dar Rumah Sakit
8. Mengikuti tes tertulis dan wawancara

Setelah melakukan pendaftaran, test tertulis akan dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2019 dan pelatihan dimulai 14 Juli 2019 sampai 4 bulan kedepan. Asik kan? Kalo ajaaa aku baru lulus, mau banget nyoba!

Acara buka bersama seperti ini, mencairkan suasana, tak jarang menumbuhkan ide-ide cemerlang saat berbincang dengan rekan sejawat. Dari event ini juga, aku bahkan temen-temen blogger bisa lebih mengenal Yamaha Thamrin Brothers. Terima kasih undangannya Yamaha Thamrin Brothers!

Saturday, 25 May 2019

#NgabuburitKuat saat Ramadan Bersama IM3 Ooredoo

Saturday, May 25, 2019 2 Comments
Ramadan bulan yang penuh berkah. Selain meningkatkan ibadah, hal yang paling ditunggu adalah kesempatan bersilaturahmi bersama teman-teman. Momen buka bersama menjadi agenda rutin, yang tak kalah seru adalah ngabuburit bareng, menghabiskan waktu dengan kegiatan bermanfaat sembari menunggu Azan Magrib. 

Hari Jumat dan Sabtu, tanggal 17 dan 18 Mei pekan lalu, IM3 Ooredoo mengadakan #NgabuburitKuat dengan tema Eratkan Silaturahmi di Era Digital. Tentu dong, sebagai pengguna aku gak mau ketinggalan.  Bersama teman-teman Blogger Palembang lainnya, kami menghadiri event ini sekaligus untuk silaturahmi dan bikin #RamadanMakinKuat. 


Dibuka dengan keseruan lomba rebana di hari pertama #NgabuburitKuat sangat menginspirasi dengan lagu-lagu islami dan salawat yang dibawa oleh peserta lomba. Kegiatan ini juga mengundang anak-anak panti asuhan untuk merasakan sensasi Ramadan yang berbeda, bersama IM3Ooredoo.


Salah satu favorit saya adalah bisa mencicip beragam penganan khas Palembang untuk berbuka di Ramadan Food Market yang disediakan. Bahkan ada yang menjual pakaian, pas nih sebagai alternatif bagi pengunjung yang ingin berbelanja busana untuk lebaran nanti. Selain itu #NgabuburitKuat juga dipenuhi oleh banyak hadiah. Saat pertama datang, kita akan mengisi nama dan nomor handphone, yang nantinya diundi disetiap akhir acara. Hadiahnya bervariasi, mulai dari power bank, handphone bahkan televisi. 


Keseruan #NagbuburitKuat bertambah dengan photobooth berwarna menyala khas anak muda pengguna IM3 Ooredoo yang ceria. Banyak yang antre untuk megabadikan kebersamaan. Tentu saja kami gak mau ketinggalan dong, lumayan kan untuk upload di feed instagram, bisa menang hadiah lagi..hehe.

Yang paling ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Digital Talkshow bersama Zaskia Sungkar. Beneran rame dengan penggemar Zaskia Sungkar. Zaskia berbagi tips untuk tetap produktif di bulan Ramadan. Sebagai content creator yang lagi fokus untuk berkarya melalui youtube, Zaskia membenarkan bahwa untuk melahirkan karya yang diminati oleh pengguna youtube, Zaskia harus rajin menonton video-video di youtube, karena mood masyarakat selalu dinamis, berubah-ubah. Selain itu Zaskia juga memiliki clothing line dan usaha kuliner yang fokus ke digital promotion. 


Untuk memenuhi kebutuhan kuota yang mencapai ratusan GB perbulannya Zaskia Sungkar menggunakan beberapa paket yang ditawarkan #IM3Ooredoo salah satunya #PaketNewFreedom dengan benefit sampai 60 GB dan nelpon ke semua operator sebagai modal silaturahmi. Lumayan kan, untuk bangunin doi sahur. Telponan sama keluarga dan teman-teman yang diluar kota. Yuk cek dan temukan info paketnya di http://im3ooredoo.com/newfreedom 
IM3Ooredoo sendiri memiliki banyak pilihan paket untuk memaksimalkan kebutuhan pelanggannya di Bulan Suci Ramadan. Aku sendiri sangat terbantu dengan adanya paket malam yang bisa aku maksimalkan penggunaannya.

Acara dilanjutkan dengan ceramah agama dan berbuka bersama anak-anak panti asuhan. #NagbuburitKuat bukan hanya seru tapi juga penuh makna untuk menjadikan #RamadanMakinKuat melalui kegiatan positif, berbagi ilmu juga kebahagiaan bersama. 

Keseruan #NgabuburitKuat berkahir, terima kasih #IM3Ooredoo sudah memfasilitasi Ramadan masyarakat Palembang dengan kegiatan yang penuh keceriaan dan manfaat.

Tuesday, 14 May 2019

Berkunjung ke BRSPDF Budi Perkasa di Palembang

Tuesday, May 14, 2019 0 Comments
Hallo-hallo Pelangi!

Assalammualaikum teman-teman. Apa kabar? Semoga selalu sehat dan produktif yaa. Marhaban Yaa Ramadan^^

Aku mau cerita tentang kunjunganku beberapa minggu lalu, ke Panti Bina Daksa. Berawal dari ajakan temen "bulan puasa ini buat kegiatan yuk". Diskusi-diskusi singkat pun dilakukan, draft kasar kegiatan tersusun berantakan. Hari berkunjung ke panti-panti untuk menentukan tempat kegiatan tiba...

Dari awal kami sudah menentukan untuk berkunjung ke Panti Disabilitas yang ada di Jl. Sosial. Bermodal tahu Jl. Sosial, bada Asar kami menelusuri jalan untuk sampai ke sana dan tibalah di Panti Bina Daksa.


Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik "Budi Perkasa". Panti ini berada di Jl. Sosial No. 441, tidak jauh dari Yayasan Karya IBU. Berdiri sejak 1971 dengan nama Lembaga Rehabilitasi Penderita Cacat seluas 5 Ha. Kemudian 1994 berganti menjadi Panti Sosial Bina Daksa Budi Perkasa Palembang (PSBD Palembang). 

Panti Budi Perkasa ini memberikan banyak layanan sosial kepada teman-teman disabilitas, yaitu:

Bimbingan Mental dan Sosial
Bimbingan ini mengajarkan nilai-nilai agama, kepribadian, kedisiplinan, terapi kelompok dan widyawisata.

Bimbingan Fisik
Kegiatan-kegiatannya berhubungan dengan fisik, seperti olahraga, fisioterapi dan bimbingan alat bantu. Beberapa teman yang aku ngajak ngobrol kemarin, banyak yang mendapatkan tongkat, kaki palsu dan juga alas kaki yang sesuai dengan kaki mereka. Mereka sudah menggunakannya dengan nyaman dan percaya diri. Untuk olahraga, panti ini memiliki lapangan futsal dan bulutangkis indoor! Wenak tenan!

Bimbingan Keterampilan
Nah.. Ini sih yang buat aku takjub, jadi setiap teman disabilitas disini diwajibkan mengikuti bimbingan keterampilan yang sesuai dengan minat serta kemampuannya. Ada elektro, komputer, service hp, penjahitan pria, penjahitan wanita, salon, las, otomotif dan pertanian.

Ruang bimbingan praktik menjahit
Karya dari siswa yang ikut bimbingan penjahitan wanita
Kumbung Jamur
Salah satu teman disabilitas yang mengikuti bimbingan pertanian budidaya jamur

Saat mengelilingi panti yang luas dan rindang itu, aku menahan haru juga bangga. Walau mungkin tak sebaik yang ada di negara luar, tapi fasilitas panti ini sudah cukup menggambarkan kepedulian pemerintah dengan teman-teman disabilitas. Tempatnya asri dan bersih. Ada yang seperti ini di Palembang.


Kemudian disambut baik oleh beberapa teman disabilitas. "Dari mana Kak?" tanya mereka. Obrolan pun jauh. "Rasanya mau nangis, saat pertama sampai di sini. Jauh dari keluarga. Tapi, demi masa depan harus tahan. Sertifikat dari sini sangat membantu Kak, kalau nanti mau membuka usaha di daerah masing-masing." Kata teman yang berasal dari Medan.

Setelah itu kami diajak keliling, melihat kolam ikan, kamar-kamar asrama, media hidroponik dan kumbung jamur.

Bimbingan Kewirausahaan

Karya dari kreasi kerajinan
Teman-teman disabilitas dilatih untuk tumbuh mandiri, hasil karya biasanya diikutkan bazar untuk dijual. Dijamin deh, karya mereka bersaing banget.

Praktik Belajar Kerja
Nah kebetulan sekali, saat berkunjung, teman-teman disabilitas ini lagi di tahap magang. Mereka mengikuti magang sesuai dengan konsentrasi keterampilan yang dipelajari, otomotif ke bengkel terdekat, las di tempat pembuatan pagar dll. Untuk beberapa teman yang mobilitasnya susah, maka akan praktik di panti saja.

Bimbingan Ekstrakulikuler
Selain keterampilan, juga difasilitasi kelas-kelas musik dan tata boga sebagai ruang untuk menyalurkan bakat.

Teman-teman disabilitas ini berasal dari seluruh pelosok nusantara, ada yang dari Medan, Jambi, Lampung, pun Palembang. Mereka berangkat dari daerah masing-masing, lalu seluruh biaya transportasi akan diganti. Satu tahun belajar dan difasilitasi oleh pemerintah. Kelak saat sudah selesai mereka akan diberikan modal, sesuai dengan konsentrasi bimbingan masing-masing.

Mendengarkan selalu memberikan nilai lebih. Banyak energi positif yang terserap. Kunjungan yang penuh makna. Semoga Indonesia semakin ramah dengan disabilitas, terutama manusia-manusianya. 

Yup, kita akan melaksanakan buka bersama di Panti Bina Daksa pada tanggal 18 Mei 2019. Dengan mengusung tema Ramadan Ceria, kami berharap bisa memberikan suka cita, pun merasakan indahnya berbagi. 

Sebaik-baik manusia ialah mereka yang bermanfaat bukan? Yuk, jadi bermanfaat! Minimal untuk dirimu, untuk jiwamu! We care to share! Wassalammualaikum!

Thursday, 2 May 2019

Empat Tahun Pertemanan: Terima Kasih!

Thursday, May 02, 2019 0 Comments
Jika teringat, lalu syukur membanjiri sanubari. Hallo teman, terima kasih!

Bertahun lalu, saat dunia tak semudah pun sekelumit ini. Sebuah taman kota mempertemukan kita dengan alasan yang berbeda. Walau samar, aku, si pelupa ini masih mengingatnya. 

Tahun demi tahun berlalu, kita tumbuh. Iya, aku masih seperti dulu. Si moodie yang sering membuat banyak orang bingung kemudian naik darah. Haha. Terkadang sulit sekali untuk kontrol emosi atau apa ya yang lebih tepat. I cant fake a smile. Kalo capek, sensitif. Kalo capek, sensitif, terkadang merasa too much giving (perasaan) kayaknya cuma aku yang sayang kalian, yang perhatiin kalian, kayak bertepuk sebelah tangan gituuu. Bilang aja belom bisa ikhlas Rum.


Sudah berapa purnama? Kita saling menjalin rindu, yang kelak menghantui masa tua. 

Banyak proses dalam diri ini, karena mengenal dan dibersamai oleh kalian. Tidak ada yang ingin aku ubah, tentang aku di mata kalian. Tidak ada yang ingin aku perbaiki, tentang aku di hati kalian. (semoga ada yaaa).

Aku, tak pandai bermanis-manis. Jika marah, aku marah. Sekadarnya. Saat lelah, aku diam, bersembunyi di wajah yang sulit tersenyum. Jika tidak setuju, aku bicara, terkadang aku tidak mau kalah. 

Sudah berapa langkah kita bersama? Belajar dan berbagi. Tidak terhingga dukungan yang diterima.


Jika ada yang baik saat ini, sebelum semuanya, kalian lah yang menemani. Jika ada yang baik saat ini, jauh daripada itu, kalian lah salah satu alasannya. 




Enam karakter yang begitu berbeda. Anak Ibu yang manis dan Anak Mama yang bebas. Seorang mandiri dan pejalan yang pemberani. Lalu anak tunggal yang suka dandan. Tanpa kalian, banyak nilai yang akan kurang. 

Terima kasih, sudah ada dan membawa kabar bahwa aku layak untuk dijadikan teman. Yhaaa, aku hanya terlalu senang setelah empat bulan tak bertemu! Jarak adalah alat ukur, betapa berartinya kalian.

Agar kalian tak lupa. Aku tuliskan. Bahwa tanggal 2 Mei 2019, kita bertemu, lengkap berenam, setelah berpisah sejak malam ketiga kepulangan alm. Kakekku. Hari Kamis, Niken sedang off dan lainnya bisa menyesuaikan. Setelah survey tempat makan beberapa hari sebelumnya, dengan usulan Selvy dan kesepakatan bersama kita makan seafood. "Ingin makan kepiting, kata Selvy" Seperti biasa Selvy terlambat, belum sembuh juga penyakitnya. Aku datang menyusul Shinta dan Niken yang terlebih dulu sampai. Mempertimbangkan lamanya proses memasak, kami bertiga memesan duluan dengan maksud Dinna dan Selvy datang, yaa langsung makan.

Fish in Fun, tempat makan lucu. Menjadi saksi, betapa pecah si rindu.

Kita belum berenam, Bu Guru masih mengajar. Eh.. Hari ini hanya menghadiri acara perpisahan di Sekolah.

Menerobos terik, kita melewati jembatan Ampera. Ingin main boling katanya. Ada yang ingin mencoba, ada yang rindu, pun mengambil haknya untuk berlatih.

Serasa kurang, Anak Ibu yang manis menyepakati untuk singgah ke kedai kopi. Cerita belum habis.

Cerita-cerita mengalir adanya. Sedikit nostalgia tentang aku di malam hari yang dulu, membuat runyam suasana. Bukan karena lapar, teman, tapi nyatanya hatiku sensitif.

Kita yang mulai sibuk, rindu memiliki kegiatan. Bermain bersama anak-anak, berbagi kasih. Lalu lahir sebuah konsep kegiatan untuk memeriahkan Ramadan tahun ini. Rasanya waktu tak pernah sia-sia.


Lihat senyumku? Paling manis, tanda syukur memiliki kalian.

Friday, 26 April 2019

Scooter Elegan: Wong Kito Pilih Honda Scoopy atau Yamaha Fino 125?

Friday, April 26, 2019 9 Comments
Hidup di kota dengan lalu lintas yang padat membuatku memilih untuk bisa mandiri menggunakan motor, menerobos jalanan demi datang tepat waktu di setiap kegiatan. Yuhuu, tepat waktu harus dibiasakan dan diusahakan ya.

Saat ini sudah banyak pilihan motor dengan spesifikasinya. Dari awal kemunculannya, aku sangat suka sekali dengan Honda Scoopy eSP. Tampilan yang lucu dan terlihat dinamis, motor ini digandrungi oleh banyak kaum hawa karena tampilan yang fashionable. Yamaha juga meluncurkan Yamaha Fino 125 Blue Core dengan tampilan stylish dan klasik elegan, sangat cocok digunakan untuk anak muda.
Dok: Honda Scoopy

Dok: Yamaha Fino 125
Kedua motor ini memiliki spesifikasi serta keunggulannya masing-masing, yukkk kita bedah!

Pilihan Warna dan Tampilan

Untuk pilihan warna, Honda Scoopy memiliki 7 varian warna banyak sedangkan Yamaha Fino 125 hadir dengan dua warna andalannya, yaitu luxury red dan royal blue.

Dua scooter ini memiliki tampilan yang sangat stylish, Yamaha Fino 125 memiliki tampilan retro yang menarik.

Lampu Depan Honda Scoopy 

Lampu Depan Yamaha Fino 125

Selain tampilannya yang elegan Yamaha Fino 125 hadir dengan Diamond Cut Lens, desain ini memberikan kesan anggun pada lampu depan dengan sinar yang lebih fokus dan tajam, sangat membantu saat berkendara pada malam hari.

Mesin Motor

Honda Scoopy esp memiliki mesin 108.2 cc dan Yamaha Fino memiliki kapasitas mesin 125 cc. Eits, tunggu dulu, kapasitas mesin tinggi tidak menandakan motornya boros loh ya!  Mesin Yamaha Fino 125 dijamin lebih irit karena sudah dibekali dengan teknologi BlueCore dan Start & Stop System (SSS) yang menjamin efisiensi BBM.

Dengan mesin 125 cc, Yamaha Fino 125 lebih bertenaga dan sangat cocok untuk menyalip jalanan Ibukota yang macet seperti Palembang. Selain itu suara mesin Yamaha Fino 125 sangat halus.

Kapasitas tangki BBM pada Honda Scoopy esp sebesar 3.7 L dan Yamaha Fino 125 memiliki kapasitas tangki sebesar 4.1 L. Keduanya juga memiliki kapasitas bagasi yang luas, sangat penting karena bisa menempatkan barang-barang berharga agar aman dan nyaman saat berkendara.

Harga

Setelah tampilan dan spesifikasi motor, harga gak kalah penting dong untuk menentukan.. Motor mana yang akan terparkir dibagasi rumah. Hehe.





Kesimpulan

Scooter milik Honda dan Yamaha memiliki spesifikasi tersendiri dengan tampilan yang sangat stylish. Untuk mendukung mobilitas yang tinggi dengan padatnya jalanan Kota Palembang, Yamaha Fino 125 cc sangat cocok untuk menemani hilir-mudik saat menghadiri berbagai kegiatan blogger.

Cerita Pendampingan Psikososial: Desa Karawana

Friday, April 26, 2019 0 Comments
Hallo! Assalammualaikum teman-temanku! Hehe

Mari kita lahirkan sesuatu hari ini! Yha, belum bisa melahirkan bayi yang lucu, hangat dan menggemaskan, kita lahirin karya yuk! Cuzzzz!

Kali ini aku mau cerita tentang Desa Karawana! Yup, salah satu desa dampinganku saat melaksanakan pendampingan psikososial bersama Yayasan IBU. 

Desa Karawana terletak di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Desa Karawana berjarak sekitar 23 km dari Ibukota Provinsi, yaitu Kota Palu, jarak tersebut bisa ditempuh sekitar 50 menit menggunakan mobil atau motor. Karawana adalah salah satu desa yang terdampak oleh gempa yang terjadi pada 28 September 2018. Banyak rumah yang rusak berat, serta rusak ringan di desa ini.

Masih teringat hari pertama berkunjung ke Desa Karawana, disambut dengan cerita hangat oleh Sekertaris desa. Mulai dari karakter masyarakat yang sangat agamis, pemuda yang aktif serta betapa besarnya Kuasa Tuhan karena Desa Karawana masih berdiri dan kuat untuk bangkit setelah bencana yang menimpa. 

"Nak, tidak jauh dari kantor desa sementara ini. Dibelakang sana, ada satu desa yang hancur. Ada satu rumah ibadah yang bergerak jauh karena likuifaksi. Alhamdulillah kami semua selamat." cerita Pak Hasan didepan kami.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan, kami berjalan mengelilingi desa untuk lebih mengenal desa yang akan kami dampingi beberapa bulan kedepan. Baru beberapa langkah, terdengar seorang Ibu yang memanggil. "Istirahat disini Nak, makanlah dulu di dapur umum ini." ajak beliau. 

Kaledo
Bersama dengan temanku, kami menikmati makanan khas daerah Sulawesi Tengah. Kaledo namanya, lumayan mirip dengan pindang tulang, salah satu makanan favorite dari Sumatra Selatan. Yang berbeda, kaledo kuahnya cukup bening dan rasa asamnya yang lumayan kuat serta disajikan juga dengan ubi rebus atau singkong rebus. 

"Ibu.. di Palembang ada juga makanan yang tebuat dari daging-daging dengan tulang seperti ini. Pindang tulang namanya." aku bercerita tentang salah satu makanan kesukaanku.

Mata pencahariaan masyarakat Karawana adalah bertani. Sepanjang desa terlihat, hamparan luas pohon kelapa yang indah. 

"Mbak, di desa ini matahari itu satu orang satu." ujar salah satu pemuda pecinta alam Desa Karawana.

Gaes, aseli Karawana ini hot sekali. Panase pol. Ternyata Allah adil, di desa ini, berdasarkan info dan pengalaman, matahari dibagi satu persatu untuk setiap warga dan pengunjungnya. Haha.

Selama berkegiatan kami dibantu oleh Komunitas Pecinta Alam dan Karang Taruna Desa Karawana.

Banyak hal yang berubah, bertumbuh, berkembang. Rasanya, aku tak pernah melihat ada sekumpulan pemuda atau pemudi di tempat tinggalku, yang masih berkumpul di sore hari untuk merencanakan suatu kegiatan. Yha.. Sesuatu yang baru bagiku.

Before
After
Selain melakukan pendampingan psikososial yang terfokus pada remaja, Yayasan IBU juga membangun RUMAH KENCANA (Ruang Ramah Anak Pasca Bencana) untuk memfasilitasi kegiatan dan seterusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat desa.

Proses mendirikan Rumah Kencana di Desa Karawana ini cukup lancar, luncur, melalui Ridho-Nya. Dari penentuan titik, lalu urusan surat-menyurat dan pembangunan venue yang aman terkendali. 


Pemandangan dari Rumah Kencana
Selama lima bulan melaksanakan kegiatan pendampingan, banyak sekali memori yang terajut. Beberapa terekam rapi menjadi ribuan gambar di handphone, beberapa masih lekat diingatan. Agar abadi, mari menulis! 

Mulai dari mengenalkan diri serta program, lalu sosialisasi dengan masyarakat desa, seperti pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda. Bersama kami berusaha untuk kembali memiliki semangat seperti dulu, saat kegiatan-kegiatan selalu rutin diadakan di desa.

Lomba Makan Kerupuk
Pengenalan Makanan Sehat
Proses Menghias Rumah Kencana
Malam Puisi
Dari berbagai kegiatan yang dilakukan untuk mengembalikan rutinitas masyarakat, remaja khususnya. Kami melakukan banyak kegiatan, seperti perlombaan, sosialisasi, kerja bakti dan yang paling berkesan adalah Malam Puisi. Akhirnya bisa mengadakan kegiatan yang akuuu banget hehe, yang pasti semua kegiatan memiliki nilai tersendiri.

Malam Puisi menjadi wadah bagi masyarakat untuk berekspresi, mengeksplorasi perasaan melalui rangkaian aksara yang dibacakan. Banyak yang terpingkal, tertawa mendengar puisi jenaka dan terdiam bahkan menangis saat ada yang membacakan puisi tentang orang tua.


Anak-anak bermain di Rumah Kencana
Desa Karawana sangat khas dengan kudapannya, pisang goreng dengan sambal yang gurih. Nyaris setiap berkunjung kemi menyempatkan diri membeli pisang goreng.

Desa Karawana..
Kami bukan sekadar membangun Rumah Kencana
tapi kami menanam bibit semangat
untuk kembali bangkit

Kami tidak hanya meninggalkan untaian kenangan
harapannya setiap kebaikan akan terus berlanjut

Kelak perjalanan singkat ini, akan begitu manis ku kenang. Tempat belajar banyak hal, tempat bertemu banyak muka. Tempat melihat banyak keindahan. Tulisan ini hanya mewakili sedikit sekali dari ratusan hari yang aku lalui di Karawana, keindahan dan rasa syukur yang semestinya tidak akan bisa digambarkan dengan kata-kata.

Sampai jumpa!

Monday, 8 April 2019

5 Alasan Kamu Sulit Menangis

Monday, April 08, 2019 0 Comments
Hallo!! Assalammualaikum pembaca setia hehe

Kali ini Rumiiii mau nulis tentang menangissss, iya, menangis.

Salah satu "kegiatan" yang sangat ampuh melegakan hati. Terkadang kesibukan dunia sering membuat kita tidak ada waktu untuk menangis. Padahal manfaatnya sangat besar, menurutku loh yaaa.

Menjadi orang yang paling gak mau nangis didepan makhluk hidup, bukan karena gak mau terlihat lemah tapi yaaa emang gak boleh terlihat lemah didepan makhluk kan ya? Menangis selalu nikmat saat sendiri, tersedu dengan pemilik hati.

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ » . فَقَالَ بِهِ هَكَذَ
“Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang”. (HR. At-Tirmidzi, no. 2497) (sumber)
Ibadah yang selama ini wajib sering sekali dilaksanakan dengan waktu sisa dari kesibukan dunia, mengambil sela diantara urusan dunia yang fana. Meraih khusyuk seakan ingin memeluk bulan. Iya, karena dunia masih memenuhi relung hati. 
Beberapa hal yang membuat hati keras dan sulit menangis, diantaranya:

1. Banyak Bicara

Semakin dewasa, salah deng, semakin bertambahnya usia, angka dalam hitungan dan kompleksnya kehidupan yang dihadapi, menjadi pribadi yang bicara seperlunya sangat baik. Bukan berarti diem melulu ya, kalo memang dibutuhkan untuk bicara, menjelaskan ya harus dan yang paling penting kata-kata yang keluar dari diri tidak menyakiti orang lain. Buat apa kesehariannya pendiam tapi sekali bicara menyakiti orang lain, ya kan?

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berimana kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam,” (HR. Muslim, Baihaqi dan lainnya) (Link)
Menurutku komunikasi itu nomor satu dalam menjalin hubungan sesama manusia, pun sama Allah SWT. Bagaimana bisa kita menuntut sesuatu tanpa pernah menyampaikannya? 

2. Banyak Tertawa



Dunia panggung sandiwara. Gelak tawa, sering lepas tanpa mengingat bahwa diri berlumur dosa. Padahal banyak tertawa itu mematikan hati. Banyak hal lucu, konyol atau yang sering kita sebut receh, pengundang tawa namun juga mematikan hati.


(( وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَفَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ.))

Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.” (sumber)

3. Banyak Makan

Yang ini beneran berasa banget sih!!! Salah satu hal yang terjadi sangat signifikan dalam hidupku. Banyak makan menyebabkan pola tidur berantakan, sering mengantuk, saat waktu tidur tidak bisa tidur, susah bangun sebelum subuh, ibadah seadanya. 

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan,

لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة

“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”. (Link)

Seorang teman pernah mengingatkan,

"Barang siapa yang ingin sehat secara fisik dan mental maka dia harus berlatih mengurangi makan dan minum. Jika kamu ingin memiliki jiwa yang kuat, lembut, terkendali dan menjadi yang paling tenang maka kamu harus mengurangi tidur. Jika kamu ingin menjadi manusia yang mulia dihadapan tuhan dan semua makhluk baik di dunia maupun akhirat, maka kamu harus mengendalikan nafsu seksual. Kegagalan mengendalikan hasrat seksual adalah jalan paling mudah untuk membuat seorang menjadi hina. Pengendalian seksual dimulai dari mengendalikan makan dan tidur."

Makan dan tidur ini sepele banget ya? Padahal dampaknya cukup signifikan, sedih banget karena sering dan masih suka banyak makan. Apalah diri ini tanpa ilmu dan hidayah dari Allah.

4. Dosa

Sejatinya perbuatan kita, hanya diri kita sendirilah yang benar-benar tahu dan hanya Allah yang berhak memberi penilaian. Tanpa terasa, ibadah hanya sekadarnya saja, yaaa karena tumpukan maksiat dan dosa yang kita lakukan. Perlahan tapi pasti, kualitas ibadah berkurang.

Kita menginginkan surga dan seisinya, tapi menjalani kehidupan dengan hina. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka kami laknat mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. [al-Mâ-idah/5:13] (read more)

5. Lingkungan

Rasulullah saw bersabda:
” المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل “
“Seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya,” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud, dihasankan oleh Al-Albani) (read more)

Berasa banget gak sih, kalo ibadah jadi lebih mudah kalo kita berada di lingkungan yang juga menjalankannya? Saling mengingatkan, memberi contoh bahkan memberikan motivasi untuk terus meningkatkan ibadah. Kualitas ibadah.

Selesai marah, nangis. Merasa ketinggalan dan gagal dalam urusan duniawi, nangis. Rindu orang tua dan seluruh orang yang berjasa, nangis. Tapi, yang paling nimat kalo nangis minta disempatkan kelak ada hidayah untuk bertaubatan nasuha, diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Minta semoga bisa banggain orang tua, jadi jembatan bagi orang tua menuju surga, bisa ngelindungin adek atau dapet jodoh yang super duper keren! Apalagi kalo inget sering melakukan dosa dengan sadar. 

Semakin bertambah usia, dunia semakin sulit. Tempat singgah, jangan sampai terjebak kenikmatan sesaat.

Dunia mungkin berjalan diluar ekspektasi kita, dunia nyatanya tak bisa bersih layaknya dongeng pengantar tidur. Tapi, ingatlah. 

"Doa adalah perisai dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa."

Mari belajar agama, perbanyak membaca, mendengarkan dan datang ke kajian!

Wassalammualaikum...









Sunday, 24 March 2019

An Introvert Man

Sunday, March 24, 2019 0 Comments
Hallo..
This is special for you.
Untuk kekuatan yang tumbuh dari hatimu.
Untuk kerja keras yang selalu kau rawat.
Hari ini kesedihan datang, dari segala sudut yang mungkin terbentuk di muka bumi ini. Tapi, tak seorang setan pun tahu, penyebab luruhnya air mata.


Dear, an introvert man.
Mungkin bertemu denganmu tahun lalu menjadi salah satu hal yang sangat patut aku syukuri. Kemudian menyadari bahwa kau juga menyukai buku, lalu penulis yang sama. 

Kau selalu sederhana dalam pandangku. Selalu saja bersahaja. Aku ingat saat pertama bertemu, kau dan jam tanganmu itu, selalu membuatku "APAAN SIH NIH ORANG?" Maklum aku baru di dunia itu, jangankan mengenalmu, namamu yang tenar itu tak pernah terdengar walau samar. 

Kemudian menghabiskan waktu bersama, dan kau masih saja tampak menyebalkan. Entah, angin tak pernah membawa kabar tentangmu atau kau terlalu pandai menutupi sinarmu.

Ternyata.. Kau pantas untuk hal baru itu. 

Hari ini, aku sadari seberapa kuat kau bergelumat melawan dirimu sendiri.
Untuk menyadari kita hanyalah manusia yang fana dan hina.
Hari ini, terima kasih sudah menceritakan perang-perang yang pernah kau lalui. Bukan karena kau selalu menang, tapi cinta selalu mampu menyeleksi orang-orangnya.

Kebanggaanlah untuk Ayah dan Ibumu.
Semoga terus menginspirasi anak manusia.

Ditengah hiruk-pikuk dunia yang merobek banyak prinsip pemula seperti kita.
Semoga jalinan saling membangun ini kian kuat.

Wednesday, 6 March 2019

Rumah Kenangan

Wednesday, March 06, 2019 0 Comments
Hari itu aku lebih dulu menuju tempat dimana suara panggilan biasa berkumandang lima kali dalam satu hari. Langkah kakiku tak jauh, karena tepat didepan pekarangan aku baru turun dari mobil, dengan rasa lelah, aku berharap akan lillah. Setelah membersihkan diri dan sepenuh hati berharap niatku akan ikut bersih. 

Duduk di rumah yang masih sepi, setalah memberikan salam dengan dua rakaat salat sunnah. Aku tertegun, berlomba, berlintasan, seribu satu peristiwa, tentang rumah ini. Rumah Kenangan. Ayat-ayat dari pengeras suara menemani lamunan. Menyimak hidup anak kecil yang nakalnya tak sudah. 

Belum genap pukul 17.30 WIB, dia sudah rapi menggendong seperangkat kain penutup aurat, menunggu sang teman untuk bersama mengelilingi kampung dengan langkah-langkah kecil. Mengukur jalan kata warga yang setiap sore melihat sekawan yang tak pernah alfa berjalan sambil menyapa. Tepat sebelum sampai di rumah yang belum memanggil, mereka akan berhenti persis dipertigaan, untuk membeli kudapan. Pempek panggang namanya, makanan khas kota ini. Tempat dua sekawan ini dibesarkan, mereka sama-sama lahir jauh dari sana. Tapi, menekuni langkah, bermain dan belajar di Palembang. 

Sesekali, mereka bertemu Kakek dari si anak kecil atau Ayah dari teman si anak kecil. Berkali-kali, mereka diperdengarkan dengan pertanyaan "kalian mau ke rumah atau mau jajan?"

Si anak kecil sangat suka kudapan itu, "Mang, yang pedes ya."



Sesekali mereka menjadi yang pertama, membuka rumah yang melantunkan ayat-ayat suci. Mengambil wudu, lalu bercerita menunggu satu-persatu orang datang, dengan bercerita entah apa. Mereka sangat menikmati kebiasaan ini, setiap hari. Setelah menunaikan ibadah tiga rakaat, mereka akan duduk, bahkan berbaring untuk menunggu waktu selanjutnya. Mendengarkan Ibu-ibu mengaji. Iya, mereka berdua, berbagi banyak cerita. Saat ada pembacaan yasin, mereka akan sangat senang, biasanya ada kudapan yang dibagikan. 


Tak jarang, saat suara takbir diperdengarkan, itu adalah suara laki-laki yang serumah dengan mereka. Terlebih Bulan Ramadan, aktivitas ke rumah ini akan ditemani oleh lebih banyak teman lainnya dan yang pasti mereka akan bertambah banyak tingkah. Seperti membawa seabrek jajanan, mie sakura mentah biasanya menjadi menu wajib. Omelan Ibu-ibu sudah sangat akrab, berdesakan, berhimpit-himpitan. Seperti itulah, saat rumah sedang banyak tamu. Padahal biasanya, mereka bisa berlarian, hingga terjatuh dan bangun lagi.

Bertahun-tahun memiliki lebih dari tiga rute untuk sampai ke rumah, akhirnya kebiasaan itu hilang. Lebih baik di "rumah". 

Berpindah, si anak kecil terkadang iri dengan adik bungsunya, selepas salat sang Ayah hanya membiarkan si bungsu untuk melipat sajadah. Sedangkan anggota keluarga lain, harus menyebut nama Nya, duduk hingga rapalan-rapalan harapan selesai. 

Anak kecil itu terkadang masih menyempatkan untuk berkunjung saat jadwal kuliah merumahkannya sebelum senja. Bedanya, dia hanya akan pergi saat mendengar panggilan dan langkahnya tak lagi bertemankan sepasang kaki. Tapi, sibuk lebih sering membuatnya berkunjung seadanya. Benar, sekarang dia sudah berkunjung ke banyak rumah. Tapi selalu singkat, dia tak pernah lagi menunggu, berlama-lama, berbaris untuk bersalaman. 

Anak kecil, yang dulu nakal, ternyata sekarang semakin nakal. Dia kerap diam saat waktunya berkunjung tapi masih bepergian dengan makhluk. "Pasti si ini akan keberatan, kalo aku minta berhenti sebentar" pikirnya. Panggilan itu sering tak terpenuhi, tiang dari kehidupan terlampu sering gugur hanya karena kewajiban, diakhir waktu, dengan peluh.

Si anak kecil, mulai berharap bisa mengunjungi banyak rumah disetiap langkah kakinya yang semakin jauh pun semakin entah arahnya. Dia ingin bersujud dibanyak tempat, mengenang Ayah, alm. Kakek dan masa kecilnya. 

Panggilan itu datang, ternyata rumah ini mulai ramai. Aku masih terduduk, mendengarkan suara merdu pengingat kewajiban, betapa berharga semuanya. Tuhan, aku tak ingin ingatan seindah ini hilang, aku ingin hidup dengan rindu yang seperti ini, aku ingin mengulangi rindu ini setiap hari. 

Bagaimana bisa aku membuka, saat hatiku terlalu sibuk merawat rindu yang kian rimbun? Pastilah, kau harus yang terbaik.

Belajar Membuat Hidroponik

Wednesday, March 06, 2019 1 Comments
Hallo! Hai! Assalammualaikum.

Beberapa minggu lalu mendapatkan ilmu mengenai hidroponik melalui kegiatan learning by doing, hydroponic bersama teman kerja. Belajar sekaligus praktik tentang penyemaian serta keseluruhan langkah dalam proses penanaman dengan metode hidroponik. Sangat menarik, sangat menarik sekali, batinku. Ternyata cukup simple untuk mengisi waktu luang, terlebih sangat bermanfaat dan menyenangkan. 

Rencananya setelah kami belajar, kami akan memfasilitasi masyarakat desa dampingan untuk belajar cara pembuatan hidroponik. Singat cerita, rencana naik tingkat, sudah ada jadwalnya. Lalu, aku dan tim mulai mempersiapkan segala bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan hidroponik. Mencatat semua kebutuhan dan membelinya sendiri.

Bahan-bahan untuk pembuatan hidroponik tahap 1:
  • Rockwool (media tanam, terbaut dari batuan yang disentrifungal membentuk serat-serat)
  • Air
  • Gergaji kecil (alat potong)
  • Bibit sayuran (kangkong, bayam, sawi)
  • Wadah plastik
Saat membeli semua bahan diatas, aku kembali mendapatkan edukasi mengenai hidroponik. Langkah-langkah yang harus dilakukan lebih details. Tapi tetep aja saat besoknya harus jadi fasilitator aku masih ragu dan menanyakan teman kerjaku apakah punya waktu untuk menjadi fasilitator, mengingat ilmuku sangat minim. Setelah dikonfimasi bahwa beliau berhalangan, dua jam sebelum kegiatan, aku sempatkan membaca mengenai hidroponik. 

Hidroponik adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air. Nutrisi yang ada pada tanah akan dicampurkan di air, jadi airnya itu sudah mengandung semua kebutuhan tanaman yang ada pada tanah. 

Keuntungan hidroponik, yaitu:
  • Efisiensi lahan, karena tidak menggunakan tanah
  • Kuantitas dan kualitas meningkat
  • Penggunaan pupuk dan air lebih efisien
  • Pengendalian hama dan penyakit lebih mudah
Dengan ilmu seadanya, aku pun mulai membuka acara sore itu. Dengan  peserta sekitar tiga puluh orang. Diawali dengan rasa gugup, karena ternyata ada beberapa mahasiswa pertanian. Awalnya besar harapan kalo meraka paham tentang hidroponik, lalu aku bias mundur bertahap. Haha. "Bukan, kosentrasi saya, Kak" jawab mahasiswa yang lagi KKN itu.

Menerangkan secara singkat mengenai hidroponik dan pengenalan bahan-bahan untuk penyemaian

Peserta memotong rockwool

Setelah mengenalkan hidroponik secara singkat, kami langsung mempraktikannya. Seluruh peserta dibagi menjadi lima kelompok, setiap kelompok diberi tanggung jawab untuk mengisi 3 potong rockwool dengan tiga macam bibit yang berbeda. Mulai dari membagi rockwool menjadi kotak-kotak kecil, kemudian membasahinya dengan air.

Peserta meletakkan bibit tanaman ke rockwool

Rockwool diletakkan diwadah yang penuh dengan air lalu diangkat atnpa diperas, dipindahkan ke wadah plastik, kemudian dari setiap kotak kecil rockwool sedikit ditekan menggunakan jari kelingking dan taburkan bibit sayuran yang akan ditanamkan. Untuk satu kotak kecil, kita bisa menanamkan lima butir bibit sekaligus. Proses ini memerlukan kesabaran, karena bibit yang digunakan cukup kecil.

Proses penyemaian ini akan berlangsung selama kurang lebih tujuh hari atau lebih, rockwool akan dipindahkan ke media hidroponik jika akar-akar dari tanaman sudah bermunculan. (ini akan aku tulis, setelah praktik yang kedua yah).



Details rockwool yang sudah ditanami bibit
Rockwool yang telah ditanami bibit akan menjadi tanggung jawab setiap kelompok untuk terus dijaga dan dirawat hingga minggu depan saat pemindahan ke media hidroponik.

Ilmu akan bertambah saat dibagikan, if you never try you'll never know. Do everything Rum, try it, with your heart, try your best, you can, yes you can!

Jadi tidak sabar untuk tahapan selanjutnya, lalu tidak sabar untuk pulang dan mencoba di rumah. Mengisi halaman rumah dengan hidroponik, menghias waktu kosong dengan bercocok tanam. Membayangkannya saja aku sudah sangat senang, membayangkannya saja sudah merimbun rindu, tentang Ayah yang seorang pecinta tanamanan, lulusan pertanian. Membayangkannya saja, aku sekelebat kembali, mengingat almh. Nenek yang rajin merawat aneka kembang hias. Ah, apa kabar pekarangan sempit rumah kita? Kini, cucumu terjebak rindu dan rasa ingin tahu yang sesak. Jalan buntu, antara ingin pulang dan terus berkelana.

Aku ingin kembali menulis.
Tentang syukur, mengenai pohon rinduku.

Selamat malam dari Indonesia bagian tengah.
Wassalammualaikum!


Saturday, 2 March 2019

-----

Saturday, March 02, 2019 0 Comments
Tidak pernah terfikir, hingga akhirnya bertemu. Semua nampak jelas, bagaimana ingin kuhabiskan waktu. Terlalu singkat, tapi benih itu tumbuh dengan cepat, menjalari tembok yang kubangun dalam hening. 

Tidak pernah terfikir, hingga akhirnya kudengar suara dari isi kepalamu. Hatiku seperti terketuk, aku tahu dengan siapa waktu ini ingin aku lewati. Sangat singkat, namun tatap pertama saat aku melihat langkahmu masih teramat jelas. Sesekali terulang.

Membangun hal kecil dengan ilmu dan iman. Membangun kebahagiaan. 

Kita akan menghabiskan waktu dengan diskusi-diskusi ringan, aku akan mendengarkan penjelasanmu dengan setumpuk rasa ingin tahu. Atau aku akan membacakanmu beberapa puisi sebelum tidur. Aku akan berbisik membangunkan saat azan subuh kan jelang. Lalu, kau akan menyimakku mengaji saat pulang dari masjid. Aku akan membuatkanmu sarapan, lalu kau akan menciumku dengan ridho saat akan pergi bekerja.

Kita akan bergantian terjaga untuk memperhatikan bayi kecil, anggota baru keluarga. Kita akan bergantian mengaji didalam kamar, bergantian mengekspresikan buku-buku cerita untuk si bayi. Aku akan sering mengajak si bayi bicara, menceritakan sang Ayah, sedari kecil, bercerita tentang kakek, nenek nya, serta semua orang hebat lainnya.

Kita akan pergi berlibur, memasuki museum-museum, berlarian di pesisir pantai, sesekali mendaki gunung untuk sampai di puncak bersama. 

Kita juga akan mendidik anak-anak dari masjid ke masjid. Mendengarkan anak-anak praktik cinta dan kasih sayang. 

Kita akan menikmati kehidupan sebagai ibadah. Aku akan .... Aku akan.

Tapi beriring waktu, jauh sebelum khayal ini mampu hidup. Aku tak lagi mampu membayangkannya. 

Satu-satunya yang kukira akan berhasil. 
Satu-satunya yang kupastikan bisa.

Wednesday, 6 February 2019

Turun Gunung Nokilalaki Tengah Malam

Wednesday, February 06, 2019 0 Comments
Halloooo! Assalammualaikum, apo kabar wong kito galo?

Ternyata jauh dari rumah dalam waktu yang cukup lama itu lumayan buat mood jadi tidak terkontrol sekali. Swing. Masih dari Palu, jauh dari keluarga dan juga teman. Keluar dari zona nyaman to find another comfrot zone. Awalnya terasa sulit, kemudian kian sulit lalu mulai bisa mengikuti alur. Ternyata dunia penuh dengan warna lain, perbedaan yang berharga. 

Dua bulan sudah berkegiatan di Palu, dengan orang yang selalu sama dari rumah, kantor, lapangan dan seperti itu terus. Kegiatan yang padat, hiburan yang sulit, apalagi waktu ME TIME yang langka, terkadang membuatku sulit mengekspresikan rasa lelah. Penyendiri yang tak lagi punya ruang~

Sudah-sudah, mari cukupkan keluh kesah ini. Kali ini aku mau cerita tentang perjalanan keduaku mendaki gunung lewati lembah demi menemukan jodoh wkwk. Sangat mendadak, persiapan yang kurang dari 24 jam. Hanya karena rindu sensasi berjalan mendaki, hanya karena rindu, merasakan lemah-selemah-lemahnya diri. 

Saat ajakan mendaki itu datang, aku sedang sangat lelah dengan tugas yang menumpuk dan rencana kegiatan yang tak kalah menumpuk. Berhubung, hari libur dan letak gunungnya tidak jauh dari tempat tinggal aku tidak berpikir dua kali untuk ikut. Tanpa mencari tahu karakteristik si gunung, jarak dll. 

Mendaki Gunung Nokilalaki

Gunung Nokilalaki adalah gunung yang terletak di Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Indonesia. Ini memiliki ketinggian 2.355 meter. Gunung ini termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Lore Lindu. Gunung Noki ini cukup populer di Sulawesi Tengah, sebagai tujuan pendakian para pecinta alam atau penikmat sepertiku.

Rumi dan Alyssa



Kami berangkat dari Palu sekitar jam 10 pagi, masih harus mampir ke pasar untuk membeli logistik. Perjalanan menuju Karawana untuk menjemput teman-teman Komunitas Pecinta Alam Desa Karawana. Sampai sesaat sebelum Azan Zuhur, kami ditemani  Bang Fajar dan Bang Mato selama perjalanan menuju Gunung Nokilalaki dan kembali lagi di Karawana. Perjalanan menuju kaki gunung hanya satu jam dari Desa Karawana, sesampainya kami langsung melanjutkan perjalanan menuju titik yang lebih tinggi.
Sesaat sebelum perjalanan dimulai


Perjalanan menuju shelter 1 sangat menguras tenaga, kebayang banget kaki yang sudah lama banget gak diajak jalan apalagi olahraga, harus jalan menanjak. Debar jantung benar-benar berasa sampai pipi, I was thinking like, kalo langsung makan duren bisa langsung berpisah dengan makhluk dunia ini. Setiap lima menit sekali, aku selalu minta untuk istirahat dan tanpa basa-basi setiap istirahat langsung duduk bahkan rebahan. Perjalanan hari pertama membesitkan, jangan-jangan aku tak lagi mampu.

Setelah berjalan sekitar satu jam, kami pun sampai di tanah yang cukup lapang, tidak jauh sebelum shelter 1.  Karena cuaca yang mulai turun hujan dan akan gelap sebentar lagi, kami sepakat untuk mendirikan tenda di tanah lapang ini. Sebelahnya aliran air yang langsung dari gunung. Sungguh anugerah Tuhan. Setelah tiga tenda didirikan, kami pun mulai memasak untuk makan malam.



Suasana Memasak di dekat Shelter 1
Untuk sampai di tempat kami mendirikan tenda ini, aku dan teman-teman bermandikan peluh. wkwk. sebelum magrib, yang awalnya hanya ingin berbesih diri di aliran air terdekat, akhirnya kami memutuskan untuk mandi. Air dingin yang menyegarkan, what a great moment to remember. Efek terlalu lelah, habis makan malam dan selesai solat isya aku pun turuuuuu. Bangun-bangun udah berganti hari aja, jauh-jauh untuk numpang tidur doang.


Hari kedua kami lanjutkan perjalanan setelah makan pagi rangkap siang, menuju Shelter 2 terasa lebih manusiawi. Mungkin efek hari pertama yang sudah berjalan, pernafasan mulai teratur dan rasa lelah bisa dikondisikan.






Muka lelah

Perjalanan kali ini benar-benar ingin aku nikmati, tanpa keluh, tanpa tanya, tanpa kata-kata yang dulu berlarian di kepalaku. Aku ingin menyatu dengan rasa lelah, dengan segala keterbatasanku. Bersama orang-orang baru, aku bisa percaya. Bersama orang-orang baru, aku bisa pergi sejauh itu. Iya, bersama orang-orang baru. Berjalan didepan, sesekali hanya sendiri, aku menikmati sekali. Sendiri.

Hari menjelang sore, tapi kami tak kunjung sampai. Persediaan cemilan pun menipis dan daku tak lagi punya permen. Rasa lelah, haus dan tak ingin mengeluh menjadi satu.



Puncak Nokilalaki
Akhirny.a sampe puncak!!! dan yang kulihat hanya ratusan batang pohon yang menjulang, tak ada sunset, hanya dingin yang menusuk. Karena suhu yang dingin, kami harus segera turun. Perjalanan panjang, sampai puncak, foto-foto, kemudian turun.

Turun gunung adalah salah satu hal yang sangat sulit. Dengan sisa tenaga yang ada, kami melanjutkan perjalanan. Sepanjang jalan menuju Shelter 3, kami disuguhi matahari yang mulai meninggalkan sisi bumi tempat kami berpijak. Hari pun gelap dan perjalanan harus terus dilanjutkan, dengan kehati-hatian, aku berhasil membuat semua orang melambat. Wkwk.

Gelap, lelah, lelah, lelah, takut jatuh, lemah. Terima kasih Bang Mato yang sudah bersedia menemani. Menuntun dari atas gunung sampai Shelter 1. Dalam perjalanan turun ini, aku hanya terdiam. Menyadari bahwa, saat lemah kita butuh seseorang. Saat takut, kita perlu untuk yakin, tetap hati-hati. Bahwa semua orang penting, bagi diri mereka sendiri, terlebih orang lain. Bahwa mengeluh, sungguh, tidak ada gunanya. Bahwa dalam keterbatasan, kita masih bisa mencapai tujuan. Yang paling penting adalah cara kita menikmati setiap tapakannya.

Kami akhirnya tiba di Shelter 1 jam 3 pagi. Semua rasa lelah langsung dibayar tuntas dengan tidur. Menunda rencana awal yang ingin langsung turun dan pulang. Setelah istirahat, kami turun ke perkampungan jam 9 pagi dan sampai setengah jam setelahnya.

Cant wait for next adventure!