Tuesday, 27 December 2016

362/365

Tuesday, December 27, 2016 0 Comments
Assalammualaikum Tibalah dihujung tahun yang penuh pembelajaran ini, alhamdulillah beberapa hal bisa diambil, disimpan, diolah lalu diamalkan. Oke 2016, penuh arti, penuh drama, penuh tekanan, penuh tangisan, penuh pemahaman. Its okay because I am Harumi Paramaiswari wkwkwk Febuari yang diawali dengan perjalanan KKL yang melelahkan dan penuh arti, udah niat mau nulis tetang KKLnya elektronika 2014 tapi apalah arti niat tanpa ide. Hahah. Perjalanan yang panjang, sebelas hari tidak lepas dari jerat kursi bus pariwisata, badan pegel-pegel, aku yang sudah pasti sulit memejamkan mata, nafsu makan yang hilang setiba di Pulau Dewata. Di pulau yang terkenal keindahannya, ku tak nafsu makan. Semua air, makanan terasa aneh dilidah. Aku menderita, butuh nasi padang. Berat sekali, terasa lama sekali. Tapi..... menyenangkan karena ada orang-orang yang ngakunya anak teknik tapi selalu nelpon mama kalo mau beli sesuatu wkwk. Ah, what a trip. Dari mood yang udah mulai berantakan sesampainya di Jogja, maklum yaaa. Maafkan daku ya man-teman yang nyusahin, yang sok-sokan pengen dimengerti, aku suka aneh kalo udah lelah. Ini satu hal yang aku wanti banget, kalo capek mood suka drastis berubah dan pecahlah peperangan. Dalam diam, ku berusaha memahami diri ini kok. Terima kasih Elektronika A’14. Di perjalanan keliatan banget kan kalo kita itu sebenernya saling peduli satu sama lain, kita itu saling sayang dan merasa saling memiliki. Iya memiliki sebagai teman, saudara seiman. Waktu di Kuta berasa norak banget minta foto sama bule wkwk, tiba-tiba ada gunanya juga bahasa Inggris, gerombolan orang-orang palembang yang baru liat bule, aduhhhh pengen lagi! Sok-sok berani naik segala wahana ya rum waktu di Dufan padahal ya Allah ya Rabb mejem doang, ngucap mulu, maunya gak naik, stop tapi apa daya temenku sok lebih berani lagi. Waktu pertama ke Dufan, emang nyari aman banget cuma keliling rumah boneka dan wahana apa lupa. Tapi yang kedua bareng anak teknik coy, anak teknik! Naik kicir-kicir? Inget tobat. Semuanya dicoba, dengan memejamkan mata. Iya, aku takut. Kehilanganmu. Eh salah, takut ketinggian. Maret penuh keceriaan, perayaan ulang tahun Save Steet Chil Palembang yang ke-4. Salah satu komunitas yang baru aku selami, perayaan dengan tema edufun-trip. Belajar memahami anak-anak, ketemu relawan-relawan yang penuh keihlasan. Sip, belajar lagi! Adit dan Adam lahir di bulan Mei, iya 7 Mei 2016. Btw, Adit dan Adam itu nama kucing yang lahir dari rahim ibu mereka wkkw. Setelah jalan satu bulan lebih Adit meninggal karena digigit kucing dewasa tapi gak bertindak dewasa. Poor kitten. Adam masih sehat sampe sekarang tapi udah tinggal di rumah tetangga. Dam, lu punya dua adik perempuan loh dirumahku. Entahlah, yang dulu paling gak suka kucing tapi di tahun ini mulai suka banget. Pertama kalinya punya kucing itu kitten yang nemu dipinggir jalan. Sepulang les yang dilalui dengan jalan kaki, ngeliat kucing yang ngerengek-rengek dipinggir jalan, aku lewat aja kan gak suka kucing tapi kepikiran, terus dua hari kemudian pulang les lagi ngeliat lagi dan aku coba ambil dia anteng banget. Terus dirawat, my first kitten Deepy, bertahan dua minggu kemudian hilang. Mei, pertama kalinya nonton Sheila On 7 lived.   Dibulan yang sama aku kehilangan nenekku, orang yang dengan cintanya aku tumbuh. Ah, sesuatu yang tak pernah inginku ingat. Kehilanganmu, kerinduanku, semoga tenang disisi-Nya nek. Semoga cucumu ini bisa menjadi salah satu amal jariyahmu. Agustus, pertama kalinya ngekost hehe tinggal di Tanjung Enim. Ketemu dek abbay, ketemu banyak orang baru dan kenal dunia kerja lebih dekat. Terima kasih PTBA dan segala ceritanya. Dunia perkuliahan mulia menanjak tajam, tapi keseluanku semakin menjadi. Aku terlahir seperti ini, mengertilah. Selesai kerja praktek, sidang kerja praktek, pembagian pembimbing Laporan Akhir, pencarian judul, judul fix, tunggu hasilnya Juli yaaaaaa. Ngecamp di kaki Gunung Dempo di awal November, jadi hal yang paling ampuh ngebuang semua ketegangan sidang kp. Merasakan lagi dinginnya salah satu dataran tinggi di Sumatera Selatan. Ketemu orang baru, ngeliat alam lebih dekat dan mawas diri. Metik bongkahan kubis langsung, yang jalannya penuh liku. Ahhh, yuk kapan lagi? Ngerasain dinginnya Pagaralam, ngeliat kerlap-kerlip lampu jam satu pagi, main pelosotan langsung dari batu dengan air brrrrr dingin banget. Kalo di rumah aja, emang susah numbuhin rasa Cinta untuk negeri ini, bangsa dan negara ini. Yokkkkk. *sokudahkemanaajarum Desember... dari ikut jadi netizen di acara diskusi bareng MPR. Keborosan yang kuhadapi, sampe perayaan Hari Ibu dengan Save Street Child Palembang di Sukawinatan, melepas penat dengan bakar ayam di rumah Raja sebelum libur. Bulan yang baik untuk mengakhiri tahun ini, mengawali mimpi di tahun yang akan datang. Semoga 2017 jauh lebih baik, bakalan lulus di bulan Juli, kerja, beli handphone, laptop, makeup, pake uang sendiri. Jalan-jalan pake uang sendiri. Nonton konser pake uang sendiri. Can’t wait, untuk lulus dan meluk orang tua dihari wisuda. Untuk hidup ngerantau dan belajar mandiri. Untuk lebih bermanfaat lagi, untuk melihat lebih luas lagi, untuk membaca lebih banyak lagi, untuk melangkah lebih jauh sebelum nantinya akan bercerita ke anak-anak sebagai anugrah seorang perempuan yang dipanggil Ibu. Duhhhh. Wassalammualaikum.    

Wednesday, 14 December 2016

Be Good Netizen

Wednesday, December 14, 2016 0 Comments
Assalammualaikum...
Candid!
       Ceritanya minggu tanggal 11 Desember kemarin dapet tawaran baik banget, untuk dateng ke diskusi bareng MPR RI mengenai 4 pilar MPR RI dan Netizen. For the first time! hehe
       Karena aku ini salah satu pecinta mata kuliah kewarganegaraan, jadi diskusi seperti ini ya angin segar benget buatku. Aku seperti dikelilingi energi-energi positif and feel free untuk nangkep kepositifan. 
       Sebagai pengguna sosial media dan manusia yang sedang mengenyam pendidikan tingkat tinngi, wajib bagi kita untuk menjadi good netizen. Menyebarkan energi-energi positif, percaya bahwa pemerintah itu punya konsep yang baik dalam bernegara. Yaaaaa, tau kan kalo ngelakuin, praktek itu emang lebih susah. Jadi, jangan selalu berburuk sangka and be the one who always trying your best!
Bersama Sek Jend MPR.
        Jangan pernah berhenti percaya kalo pemerintah selalu berusaha untuk menerapkan sistem pemerintahan yang berdasar pancasila sebagai ideologi, UUD sebagai konstitusi, NKRI dan bhineka tunggal ika. Tugas kita sebagai netizen, haruslah mendukung penuh dan bersikap sesuai dengan identitas nasional Indonesia, jangan menyerah untuk percaya dan berusaha mewujudkan Indonesia yang luruh Pak! doa kami selalu bersama ribuan niat baik kalian. 
       Wassalammualaikum

Monday, 31 October 2016

Hidup dan Kehidupan.

Monday, October 31, 2016 0 Comments
Sebagai “makhluk hidup” yang terus berusaha memahami makna hidup dan kehidupan. Entah, apakah kelak aku akan menjadi paham atau terus penuh kebingungan seperti saat ini.

Hidup, kehidupan dan makhluk hidupnya. Manusia, akal dan perasaannya. 

Dipuncak pencarian jati diri, sungguh, ribuan sesal yang terpendam kadang datang menghujam. Sesal, siapakah dirimu? Kenapa menakhlukanmu begitu melelahkan. Apakah aku begitu salah? Ataukah aku terlalu lemah untuk berpindah?

Teringat percakapan dengan teman yang sudah lama tidak bersua, bicara tentang “memperbaiki diri” yang tak kunjung membaik. Lagi, dimana salahnya diri ini. 

Dari sekian banyak keinginan, impian, harapan, kewajiban, masih saja rasanya diri ini belum sepenuhnya menjadi dirinya sendiri. Gejolak yang mungkin seharusnya sudah mereda kian bergejolak. Alter ego.

Lalu, seluruhnya aku pendam. Karena siapakah yang bisa mengerti?, saat diri sendiri gagal memahami.

Itulah kenapa, aku butuh, aku ingin seseorang yang hebat. Seseorang dengan pemahaman yang kuat. Seseorang yang tak hilir-mudik menunjukkan kebolehan, tapi cakap dalam bertindak. 

Kenapa ini jadi kode rum?

Dunia perkuliahan semakin rancu, apakah yang didapat dari perginya aku dari pagi hingga siang kadang sore malahan bisa hingga larut malam. Semoga kuat rum, hanya orang kuat yang bisa menemukan makna dari hidup dan kehidupan.

Semangat dan selamat belajar rum.
Jangan lupa membaca, lebih banyak mendengar dari bicara.
Jangan lupa kewajibanmu sebagai hamba.

Semoga berbahagia!

Saturday, 10 September 2016

Pulang dan Rindu.

Saturday, September 10, 2016 0 Comments
Apakah rindu bagian dari kebahagiaan?
Mungkinkah bukti dari rasa syukur?
Rasanya, mahal sekali.
Setiap rindu yang datang selalu mampu mencekam bagian tebaik, yang meninggalkan kesan indah. Dari keseluruhannya tak akan satu detik pun terulang.
Ini rindu. Bukan rindu kekanakan.
Rindu yang berawal dari perasaan yang aneh, perasaan yang menghilangkan nafsu makan. Rindu yang membuat diri tak ingin sendiri. Rindu yang berawal dengan kesedihan yang sulit dideskripsikan.
Waktu selalu mampu menyediakan ribuan hal indah, lalu perlahan merenggutnya atas nama "ini bagian dari kehidupan". You have to moving forward. You need to grow up.
Ketika pulang, bukanlah pulang. Karena perlahan kusadari sepotong demi sepotong hatiku tak pernah ikut pulang. Potongan itu bersemayam dengan cantik bersama kenangan yang tertinggal.
Lalu, mampukah untuk menjadi kuat dengan potongan yang tertinggal?
Rum, kenapa harus menjadi begitu sensitif? Kenapa terlalu mudah? Rum, kenapa perasaanmu terlalu kau campurkan dengan hal-hal yang sudah pasti di dunia ini?
Pulang pertamaku.
Rindu ketigaku.
Rindu pertama, rindu anak kecil akan kunjungan kakek yang selalu hangat penuh kasih.
Rindu kedua, rindu seluruh waktu untuk wanita yang telah menjadi bagian dari setiap kebaikan diri.
Lalu.
Rindu ketiga, rindu anak yang seketika menemukan keluarga yang jauh dari rumah. Di desa jauh dari kemacetan.
Hidup terasa berarti dengan kerinduan.
Hidup terasa bermakna dengan potongan-potongan hati yang tertinggal.

Harumi.
16/9/10
Saba Indah, Palembang.

Tuesday, 23 August 2016

Curhatan dari Tanjung Enim

Tuesday, August 23, 2016 1 Comments
Assalammualaikum...
Hallo. Hai.
Sekarang lagi di Tanjung Enim di kosan yang super hangat. Rasanya beruntung sekali bisa tinggal disini dan menemukan keluarga baru. Hidup selalu punya kejutan untuk orang yang gak neko-neko kayak aku wkwkwk bohong banget
H-7 berakhirnya Kerja Praktek di PTBA. Such an honor to be here, met a good people. Surrounded by Pembimbing-pembimbing keren. Feeling so good to know how the industries work. How professional work out. Yeayyyyyy I'm lucky. Alhamdulillah ya Allah.
Di sela-sela penulisan laporan Kerja Praktek dengan Judul "Slip Monitoring pada Conveyor Excavation 41 di UPTE PTBA" ku rinduuuuu menulis asal-asalan di blog iniiiii. Mencurahkan isi hati. Eh, emang punya hati? haha
Learning by doing. Life always has a ton of something that I need know more more and more.
Wahai kehidupan, aku cawan yang kosong. 
Aku siap diisi.
Wahai kehidupan, meskipun kosong. 
Aku cawan yang terbentuk dari ribuan benturan.
Aku dibentuk dengan prinsip-prinsip yang kuat.
Wahai kehidupan...
Rasamu, inginku bermandi disetiap warnanya.
Agar aku tau, syukur yang sebenarnya.
Udahhh ah, yang gak sengaja baca jadi males kan. Gaje banget wkwk. 
Di Indonesia lagi up banget masalah rokok yang akan naik. Dedek gemesh gak ngerti kenaikan rokok itu punya dampak negatif gak sama rakyat kecil penjual tembakau dan karyawan-karyawan pabrik. Ah, semoga Indonesia lebih sehat!!!!
Pemimpin Filipina keren banget sih ya. Kapan Indonesia punya yang kayak gitu?
Pembantaian di Aleppo, sebenernya dimana sih orang-orang baik yang punya power? 
Jadi pelajaran banget, saat kita mau seneng-seneng dengan karoke makan-makan. Harus diinget lagi kalo ada saudara kita yang menjalani hari dengan keterbatasan dan rasa was-was. 
Semoga kelak bisa menjadi orang yang lebih bermanfaat. Keep on Jannah track. 
Bye...
Wassalammualaikum:)

Sunday, 19 June 2016

Perpisahan.....

Sunday, June 19, 2016 0 Comments
Ketika mereka mulai menghitung mundur, aku pun mulai menyimak. Foto yang berserakan dimana-mana, menambah haru dihati. Caption-caption yang menyentuh, menambah semangat di jiwa. Mereka menginspirasi, memperlihatkan bahwa impian untuk menjadi PM bukan mimpi gila. Bukan cita yang bodoh. Sebenernya belum tau mau nulis apa. Tapi, beneran mau berterima kasih sama semua PM X SUMSEL yang sudah mengabdi satu tahun di 12 desa di SUMSEL. Untuk pengalaman yang dengan gamblangnya dibagi, untuk cerita-cerita yang belum selesai, untuk kunjungan yang belum semuanya terlaksana. Semoga nanti bisa menjadi penerus langkah-langkah pengabdian kalian “Ibu, Bapak Guru”.
Terima kasih untuk tulisan yang menginspirasi, tulisan yang memberi pelajaran tersendiri untuk jiwa ini. Rasanya, sungguh indah. Perpisahan. Berpisah dengan insan-insan yang penuh kebermanfaatan untuk kembali merajut impian-impian yang tak kalah mulia. Terima kasih juga untuk kerja nyatanya, untuk sikap-sikap yang selama ini. Yang selalu menjadikanku wajib belajar lagi, wajib baca lagi. Terakhir, terima kasih lagi. Terima kasih untuk sesuatu yang tak ternilai, perasaan yang bahagia mengenal kalian. Perasaan yang bahagia sekaligus sedih harus berpisah dengan kalian. Keep writing, keep inspiring Mbak Mas....
Lagi-lagi bandara jadi tempat terakhir pertemuan, yang entah kapan lagi diizinkan. 

Sunday, 15 May 2016

15 Mei 2016

Sunday, May 15, 2016 0 Comments
Akankah semuanya akan sama setelah hari ini?
Aku rindu dengan semuanya.
Dengan pagi yang sibuk.
Dengan siang yang selalu teringat waktu.
Tuhan, kini tubuh itu terbaring tak berdetak di depanku.
Tuhan, kini semua penderitaan telah usai.
Tapi ada segelumat ketakutan dihatiku.
Ada ribuan kesedihan disanubariku.
Tuhan, aku takut bahwa kenyataannya mulai saat ini beliau akan sendiri.
Tuhan, kenapa dengan mataku? Air mataku.
Padahal sudah terlalu sering kutumpahkan sejak tubuh itu mulai lemah.
Tuhan, aku takut bahwa beliau akan kegelapan.
Aku takut bahwa beliau akan merasa sempit.
Aku takut bahwa beliau harus menerima siksa kubur.
Tuhan, bisa Engkau ringankan semuanya? Untuk wanita yang telah membesarkanku.
Tuhan, bisa Engkau mudahkan jalannya? Untuk wanita yang tidak ada kebaikan padaku tanpa campur tangannya.
Tuhan, bisa Engkau berikan tempat terbaikmu? Untuk wanita yang mengajarkanku banyak hal.
Hatiku, sudah lama hancur.
Melihatnya terkurung penyakit sejak 6 tahun lalu.
Hatiku, sudah lama rusak.
Melihatnya lemah, gugur dalam kewajiban.
Hatiku, lalu hatinya.
Tuhan, aku hanya ingin Engkau berikan yang terbaik untuk wanita yang selalu menjadikanku baik.
Tuhan, dengan segala kemurahanmu telah Engkau usaikan 10 hari yang sangat menyiksa.
Engkau gugurkan dosa-dosa.
Engkau ajarkan kami banyak hal.
Tuhan..  Terimalah wanita yang kusayangi ini.
Kan kurindu...
Kan kurindu....
Kan kurindu....
Tempatmu tak akan terganti....
Terima kasih.

15516
7:09AM

Sunday, 24 April 2016

Nenek Kesayangan....

Sunday, April 24, 2016 0 Comments
Assalammualaikum....
Hari ini gagal ketemu dedek-dedek gemesh di Sukawinatan, cuma karena nggak sanggup harus jalan kaki kesana *lebay. Apalah dayaku sebagai nebengers. Rasanya kecewa banget karena gagal ngerecharge untuk satu minggu kedepan. Gagal ngeliat muka-muka lucu Ica, Aurelie, Rafika dan yuppp satu lagi aku lupa siapa namanya. Padahal sudah pernah nulis nama mereka satu-satu tapi apalah daya.  Padahal jadwalnya mereka nulis huruf D-E-F hari ini, ngoreksi PR berhitung yang minggu lalu dikasih.
But, here we go!
Jumat kemarin, aku nyempetin melipir ke rumah nenek di Pelabuhan Dalam. Ada yang nggak tau dimana itu Pelabuhan Dalam? Pelabuhan Dalam adalah salah satu desa yang ada di Kecematan Pemulutan. Iya, yang itu loh! Yang gerbangnya ada patung buaya hihihi
Karena selepas kumpul sama temen, jadi baru sampe di simpang Pemulutan itu kira-kira 7:30 pm. Sebenernya takut, tapi harus berani dong naik ojek dimalem hari yang notabene ojeknya ndak dikenal. Sepanjang jalan kenangan, eh jalan menuju rumah nenek sih. Jalannya bergelombang banget, baru sedikit bagian jalan yang sudah di aspal itupun sudah rusak. Yang mirisnya lagi nggak ada lampu jalan!!!!!! What a fact. Sepanjang jalan, kira-kira 2KM yang kiri-kanan jalan cuma pohon pisang, sawah, sungai, peternakan ayam itu bener-bener nggak ada penerangan selain lampu motor. Jalan sepi, cuma aku dan mamang ojek yang amanah itu.
Tapi, Allah Maha Adil. Malam itu langit sungguh indah meski tak berbintang. Langit dipenuhi sinar terang sang bulan yang purnama. Terasa dekat, mungkin karena pencahayaan yang kurang dan air sungai yang sedang pasang. Ini logikanya kemana ya... wkwkw
Sampailah di rumah nenek tercinta. Rumah yang dulu tegak dengan gagah kini terlihat ringkih. Yang dulu didalamnya kami bisa hulu-hilir kini tinggal sepetak. Dalam hidup, semuanya silih berganti tapi yang paling penting bagaimana kita menikmati dan belajar dari setiap prosesnya. Asik. Setelah masuk, ternyata nenek lagi bermalam dirumah Bik Kopek (adeknya papa). Fyi, nenek tinggal bersama Bik Nir (adik papa), suaminya dan anaknya. Disambut dengan hangat oleh Bik Nir, terus diantar ke rumah Bik Kopek and met her. My lovely one, nenek kesayangan. Sudah beberapa hari Bik Kopek sakit dan dirawat oleh nenek.
Kenapa aku suka sekali meluangkan waktu hanya untuk bermalam disini?
Karena aku butuh keluarga yang lebih dari sekedar ikatan darah.
Lagi, aku ingin belajar untuk bersyukur. Aku ingin mengukur diri, jikalau aku terlalu jauh kufur nikmat. Bermain bersama sepupu, tertawa, marah, menonton dan terlelap bersama. Dimana lagi bisa didapat?
Karena jadwal les di sabtu malam, baliklah diriku ini di sabtu sore dan selalu tiga adik sepupu bilang “ayuk, agek kesini lagi yo yuk”.
Dimana lagi kehadiran diharapkan?
Sebagaimana kekagumanku pada papa, sebesar itulah aku kagum pada keluarga papa terutama alm. Kakek dan nenek. Hal-hal kecil yang selalu mereka berikan, tak ternilai. Menjadi bagian dari keluarga ini adalah hal yang selalu aku syukuri.
Oke.... selesai sudah cerita Jumat yang berharga. Can’t wait for next Sunday. Rindu ke Sukawinatan.
Tugas sismin belum kelar, proposal Alarm Panas masih jauh, laporan Pak Destra baru ngegaris pinggirin A4, catetan Buk Yurni belum disentuh dan belum solat magrib.
Bye.
Wassalammualaikum.

Thursday, 21 April 2016

Untukmu, yang tak mampu Ku eja

Thursday, April 21, 2016 0 Comments
Jika angin selalu mampu menyapu sapa
Jangan pernah biarkan waktu mengikis rasa
Boleh untuk terus diam
Biar lebih nikmat candu dalam temaram
Biarlah disimpan, lalu hilang
Aku tak ingin menjadi kisah yang tak teraksarakan
Aku tak ingin menjadi kasih yang tak tersuratkan
Aku ingin, diam ini kian kuat
Aku ingin, tatapan itu hanya milikku
Aku ingin, kau tau.
Itu saja.

Harumi, 20 April 2016
17:46

Thursday, 24 March 2016

Lentera Sekolah, Menerangi Pendidikan Lewat Aksi

Thursday, March 24, 2016 4 Comments
Lentera Sekolah adalah komunitas baru yang berdiri atas dasar rasa keterikatan para anggotanya pada tanggung jawab untuk turut serta mewujudkan janji-janji kemerdekaan. Salah satunya turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. 
Lentera Sekolah
Beberapa Relawan Penggerak Lentera Sekolah. (Kunjungan Pertama Lentera Sekolah ke SD Empat Tunggal)
Lentera Sekolah
Siswa-siswi SD Empat Tunggal.
Lentera Sekolah adalah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan. Adapun visi dari Lentera Sekolah adalah membantu peningkatan kualitas pendidikan di Sekolah Dasar dengan cara menjejaringkan serta memfasilitasi pihak Sekolah Dasar tersebut dengan stakeholders agar terciptanya SDM yang lebih mumpuni dari sisi rasa cinta terhadap dunia pendidikan serta kualitas yang semakin berkembang. Untuk membantu terciptanya Sekolah Dasar yang lebih mampu bersaing Lentera Sekolah memiliki 4 Program Kelas, yaitu:
1. Kelas Baca
Di Kelas ini Lentera Sekolah membantu pengadaan Ruang Baca dengan menyalurkan buku-buku donasi dari para relawan ke pihak sekolah. Besar harapan bahwa akan kembali tumbuh generasi dengan minat baca yang tinggi karena bukan hanya kata melainkan kebenaran yang mutlak bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca kita mampu melatih otak agar lebih peka serta memperluas pengetahuan Mata Pelajaran maupun umum.
Dalam Program Kerjanya¸ Kelas Baca juga akan bekerjasama dengan beberapa pihak agar dapat mendatangkan Pustakawan, Pendongeng ataupun Para Ilmuan agar anak-anak SD Empat Tunggal dapat mengenal lebih lagi mengenai buku dan pentingnya membaca.
2. Kelas Bermain dan Belajar
Di Kelas yang pelaksanaannya sudah berjalan 1 kali di SD Empat Tunggal ini. Konsep dari kelas ini adalah mengajak anak-anak bermain atau bereksperimen dengan materi yang telah dipelajari di dalam kelas agar lebih paham dan ingatan jangka panjang. Adapun pelaksanaannya, setiap kelas dari kelas 3, 4, 5 dan 6 akan digabung lalu dibagi perkelompok. Kemudian setiaap kelompok tersebut akan melalui pos-pos yang telah disediakan. Keempat pos tersebut terdiri dari:
Pos 1, Pos Penjernihan Air
Disini Penanggung Jawab Pos adalah Bapak Adi. Pak Adi akan menjelaskan bagaimana mekanisme air yang keruh dapat menjadi jernih dengan membuat alat penjernihan air.
Pos 2, Pos Pencemaran
Pada Pos ini Ibu Regha Regita sebagai penanggung jawab menjelaskan tentang apa-apa saja yang bisa memcemarkan lingkungan dan dampak dari pencemaran tersebut. Disini ditekankan ke anak-anak bahwa sanya Mencintai Lingkungan itu adalah suatu kewajiban manusia. Media yang digunakan Ibu Regha adalah baskom yang berisi air dengan perbandingan baskom dengan sampah dan baskom yang bersih kemudian dibeberapa sisi diberi lubang. Terlihat jelas bagaimana air di baskom dengan penuh sampah tidak bisa mengalir dengan lancar.
Pos 3, Pos Sifat-sifat Cahaya
Pada pos ini Ibu Dwi Imelda menjelaskan beberapa sifat-sifat cahaya dengan media cermin dll. Bagaimana cahaya bisa dipantulkan.
Pos 4, Pos Metamorfosis
Pos ini bermain menggunakan Puzzle Metamorfosis yang dibuat sendiri oleh Pak Khoirul. Disini siswa diberikan waktu untuk menyusun Puzzle kemudian menjelaskan gambar pada Puzzle tersebut. Ada 2 macam metamorfosis yang diajarkan disini yaitu: metamorfosis sempurna dan tidak sempurna. Terlihats sekali seiswa-siswi sangat tertarik di Pos ini.
3. Kelas Kurikulum
Kelas Kurikulum akan bergerak atau membantu pihak sekolah dengan menghubungkan para Relawan Pengajar untuk mengisi kekosongan Guru Mata Pelajaran tertentu di Sekolah. Di Palembang sendiri, banyak Sekolah Dasar yang kekurangan tenaga pengajar. Seperti Pengajar Bahasa Inggris dan Kesenian. Masih banyak Guru yang merangkap demi terpenuhinya kebutuhan siswa-siswi sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di Sekolah.
4. Kelas Profesi
Kelas Profesi adalah kelas dimana Lentera Sekolah akan menjejaringkan para Profesional untuk berbagi cerita mengenai profesi agar anak-anak mampu memiliki semangat yang lebih lagi dalam menggapai impian mereka.
Kelas Profesi ini sudah berlangsung 1 kali di SD Empat Tunggal dengan 5 Inspirator dari berbagai profesi. Adapun data singkat Para Inspirator, yaitu:
1.    Efendi Agus Waluyo (Peneliti Kehutanan)
2.    Insyira Safriza (Engineer)
3.    Rika Setyowulan (Pegawai Pajak)
4.    Rinda Harmanita (Bidan)
5.    Amita Desmarani (Staf IT Pertamina)
Penulis (*cielah) sendiri adalah fasil dari The Great Inspirator Mbak Amita. Dalam tugasnya, Mbak Amita memperkenalkan perangkat-perangkat Teknologi Informasi kepada siswa-siswi SD Empat Tunggal. Apa itu Teknologi Informasi, untuk apa dan bagaimana. Terima kasih para Inspirator. ^^

Dalam perjalanannya yang baru seumur jagung, Lentera Sekolah sudah banyak mendapat support dari berbagai pihak. Baik dalam bentuk moril atau donasi. Besar harapan, bahwa Pemerintah akan mendukung komunitas ini. Karena Lentera Sekolah dan para Relawan adalah anak-anak negeri, putra-putri daerah yang merasa terpanggil untuk beraksi nyata melalui pendidikan.

Lentera Sekolah
Penggerak LS menanyakan CITA-CITA siswa SD Empat Tunggal

Lentera Sekolah
Diskusi
Great things never came from comfrot zone!
Come on Join us!!!!
ps: So, what you guys waiting for? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?
untuk lebih lengkap silahkan melipir ke http://lenterasekolah.weebly.com/ kami menunggu semangat kalian!!!

Wednesday, 2 March 2016

RINDU

Wednesday, March 02, 2016 0 Comments
Tiba-tiba keinget kenangan main banjir di Tanjung Putus dengan temen-temen SMA. What a great moment, can’t replay even just for a minute. Waktu SMA itu kita punya mamang beben gitu (Mamang Bentor) yang setia mengantar kemana pun jam berapa pun. Dari awal sampe akhir manggilnya ya itu mamang beben.. It means I never really know his name wkwk.
Dulu... kalo gak salah pulang sekolah dan punya ide main ke rumah kalo gak Eva yaa rumah Bibah yang mengarah ke Pasar. Waktu itu musim hujan dan kebetulan rute favorit kami ya harus ngelewatin Tanjung Putus, biar lama biar lama biar bisa ngerempong lama-lama. Eh sampe di Tanjung Putus malah banjir dan karena kebiasaan kami yang selalu naik bentor overload wkwk jadi Mang Ben mengintruksikan kami untuk turun, terus terjadilah main-main air dan foto-foto.
Rasanya indah...
Bisa mengenang sesuatu di masa lalu, dengan rasa rindu yang memuncak.
Jika rindu bisa mempererat, mungkinkah ada waktu untukku?
Jika jarak bisa membuktikan, mungkinkah ada luang untukku?
Apakah teman-pertemanan itu hanya berlaku di kurun waktu tertentu? Di dimensi ruang lingkup tertentu? Aku mungkin tergilas, tapi tidak dengan kalian. Kadang, sering terasa perih saat sangat sulit ku dapat waktu kalian. Saat aku hanya menjadi second choice sometime last choice.
Tapi... aku rindu.
Dengan candaan.
Dengan khayalan.
Dengan kenakalan.
Dengan meja makan.
Dengan tugas.
Dengan drama.
Dengan keegoisan.
Jika jarak dan waktu jauh lebih hebat dari kita. Jika jarak dan waktu mampu memisahkan dan menyulitkan. Maka biarkan doa yang mengalir mengiringi hari-hari kalian. Hal-hal yang tidak aku suka masih sama dan kalian masih melakukannya. Semoga dipercepat pertemuan dengan pintu penutupan dosa, karena kekeliruan yang terus dijalani. Semoga hidayah itu datang dan tertanam.. semoga kuat, karena dunia lebih kejam. disela tugas yang mengejar, dini hari yang sepi.. mungkin aku benar-benar rindu.