Thursday, 31 December 2015

1 Januari 2016

Thursday, December 31, 2015 0 Comments
            Pedih memang kehidupan ini, gemerlap cahaya yang membias, mengabu dilangit yang tak lagi hitam pekat. Redup, nyala campuran bahan kimia berlomba mewarnai lalu meninggalkan kesan yang hampa. Iya, ada kehampaan dihati ini. Entahlah, aku sangsi dengan dentam-dentum suara dilangit ataupun orgen yang tak jauh dari tempatku berdiri. Aku diam memandangi langit. Beberapa teman mulai bersorak saling memberi selamat. I keep my hands. Aku merasakan kehancuran. Kehampaan.
Dalam diam, aku berusaha mengeja apa yang sebenarnya bergantung menari-nari dipikiranku. Aku ingin tau, siapa aku ini, untuk apa aku ini. Tanpa sadar terlintas dan dengan sadar aku sangat ingin mewujudkannya.
“Suatu saat, secepatnya, mungkin tahun depan. Aku sudah mulai meninggalkan gemerlap dunia ini. Aku ingin sederhana, aku ingin bersahaja. Aku ingin adil, sejak dalam pikiran.”
Setelah aku menulis kalimat diatas, hatiku kembali bertanya.
“Gemerlap? Meninggalkan? Mampukah?”
Aku ingin mengabdi untuk bangsa ini, aku ingin hidup dengan mereka yang penuh semangat. Yang selalu akan menungguku. Ah, khayal ini. Maklum, baru saja nonton film Di Timur Matahari.
Aku mungkin bisa meninggalkan “cita” demi cita-cita tapi untuk meninggalkan cinta demi cita-cita. Aku tak sehebat itu.
“Tinggalkan Ayah, Tinggalkan Ibu
Izinkan kami pergi berjuang
Dibawah kibaran sang merah putih”
Semoga salah satu cita-cita menjadi Pengajar Muda bisa terwujud, meski butuh waktu dan butuh banyak pengorbanan.
“Kuliah rum, kuliah lagi.”
Setinggi apapun itu dan #akumahapa saat ini, cita-cita harus berani diucapkan. Ditanamkan dalam hati, mungkin ditulis. Karena pasti ada hati yang juga tak henti mendoakan.

Monday, 23 November 2015

Hujan Juga Turun di Hatiku

Monday, November 23, 2015 0 Comments
Hujan deras yang membasahi atap rumah, menyejukkan tidur siang penuh kelelahan dan kehampaan-ku. Rarum memang, selalu ada saja decak kagum atas anugrah Tuhan yang satu ini. Pemberi keluasan dalam memandang, pembawa kenangan yang tersusun rapi disudut hati yang telah ditinggal pemeran utamanya. Entah dari mana kehampaan ini berasal, dari masalah yang dibicarakan namun tak menemukan titik temu? Atau dari ego yang merasa bahwa “tidak ada yang mengerti aku”. Entahlah. Selalu saja “entahlah”. Mungkin memang harus melapangkan dada, selapang-lapangnya.
Aku mulai meraba yang aku impikan dulu. Yang aku bayangkan tentang ke-dewasa-an. Ahhhh, rasanya jauh sekali dari ekspektasi.
                When she was just a girl,
                She expected the world,
                But it flew away from her reach,
                So she ran away in her sleep.
        Kehidupan penuh warna, penuh tawa, penuh dengan semangat, penuh dengan keyakinan. Iya, memang hal itu tak pernah hilang. Selalu ada saja yang silih berganti menjadi “Ibu Peri” dalam hidup ini. Time to time. Everything flies away and how about me? Why I’m still here? Bagaimana? Tolong ajarkan aku untuk  tidak mengutuk kegelapan ini? Ajarkan aku menjadi lilin yang memberi cahaya, yang menerangi, iya jiwa ini sangat butuh itu. Mungkinkah semua ini palsu? Dimanakah sebenarnya aku? Haruskah aku seperti ini? Bermandi tangis, berteman keluh di dalam pekatnya hati. Haruskah seperti ini? Tersenyum dihadapan makhluk dan menahan sakit dipenghujung hari. Biarlah aku terlihat lemah didalam tulisanku, karena memang nyatanya aku tak pernah kuat.
        Di sore yang ranum, aku yang selalu berusaha memendam habis semuanya. Aku harap kau sangat kuat, untuk ku ajak berbagai setiap inch sayatan-sayatan ini. Aku harap kau sangat kuat, untuk ku bersandar. Untuk bersyukur bahwa sujudku tak pernah tak dihitung. Untukmu, meski masih minor kau tak pernah kulupa. Selalu kuperjuangkan. Aku tau aku mendambakan yang kuat, setidaknya aku tak berbagi kelemahan dengan orang yang salah. Agar aku pantas untuk doa-ku. Untukmu, yang entah dimana. Biarlah hujan yang turun dihatiku, deras sederasnya. Karena itu dihati, kupastikan tak akan ada yang melihatnya. Tak kubiarkan seorangpun menghela lelahku ini, aku menantimu penuh harap.

Tuesday, 3 November 2015

Kelas Inspirasi Palembang

Tuesday, November 03, 2015 3 Comments
Assalammualaikuuuuuuum.....
Sudah lama sekaliiii tidak post wkwk
Sharing foto aja kali ya

Dengan salah satu Inspirator yang mendaftar secara offline.
Bartender juga daftar Kelas Inspirasi loh! 


Muka-muka lelah dijalan yang Insyaallah bermanfaat 
Panita Lokak Kelas Inspirasi beserta Bang Ucok! 

You can choose who is around you. 

Banyak hal yang bisa aku dapet dari hal-hal kecil yang selama ini cuma aku tahan. Gimana dalam suatu gerakan kita tidak boleh terpikir tentang "kontribusi". Gimana jadi relawan yang serelanya, karena memenangkan semua hati itu tidak mungkin. Daripada mengutuk kegelapan, marilah menjadi lilin yang walau sedikit tapi menyinari.Yeeeeeaaaaaaaah, kulihaku belum juga selesai.

Saturday, 12 September 2015

Curcol Sabtu Malam

Saturday, September 12, 2015 0 Comments
Hei..... Assalammualaikum, selamat bermalam minggu! Malam minggu gak harus ngepel atau apalah itu yah... itu tidak boleh. Haram. Hihi. Malam minggu, kuliah libur sih tapi subuh keep goin kan? So, theres no reason untuk "yep, bisa bangun siang" kecuali cewek-cewek yang lagu menikmati keistimewaannya. Tapi sakit. Hiks.
Abis ngimelin tugas ke temen. Tumben banget malem minggu grup Lin* rame akan penuntut ilmu haha mungkin karna shock liat khs.. dosen pada nyebar C dimana-mana:(
Kemarinn adekku habis ikut test brigadir kalo gak salah sayang banget doi gagal di pantohir....mungkin sesuatu yang lebih baik sudah menunggu. Yayayaya aamiin dan ini lagi ikut test tni-ad dan tadi mama blang kalo ndak lulus tahun depan bakalan kuliah. Aku jadi bingung, ip semester ini kecil. Gimana mau cari beasiswa, kan banyak banget kalo aku dan adikku kuliah plus si bungsu tahun depan masuk sma. Mana akuuu mau kkl-_- ya ampuuun. Ya fattah, Ya Razaq. Stop.
Kelas semakin sayang untuk ditinggal, es-es sudah mencair. Tinggallah dosen-dosen yang ...... bertebaran di semester 3 ini. Semoga tidak memakn korban jiwa. Besok sih rencana mau ke Kif sosialisasi mengenai Hari Inspirasi. Semoga kegiatan ini lancaaaar. Aamiin.
Dalam keterbatasan aku harap aku tak pernah henti untuk mencoba berbagi. Aku rasa aku-lah yang selalu haus akan inspirasi, aku butuh agar aku tau bahwa luka-luka memiliki obat.
Wasaalammualaikum.

Thursday, 20 August 2015

[Curhat] Hidup Untuk Keabadian

Thursday, August 20, 2015 0 Comments
"Menulis adalah hidup untuk keabadian-seseorang."
Assalammualaikum. Hai! Hallo!
Banyak hal-hal baru dalam hidupku kini, alhamdulillah ya~ hihihi Akhirnya gadis kecil itu bisa keluar dari perangkap paradigma yang kian kelam. Membuka lembaran-lembaran yang jauh lebih berarti. Menorehkan sesuatu yang lebih apik dari sekedar tulisan tak berpembaca. Huhu.
Langkah yang selalu saja memiliki titik-titik jenuh.. manusia-manusia yang selalu saja sama.. tingkah, laku, aku sudah muak. Aku rindu suprise dari jiwa yang penuh ketulusan, yang bermuka seribu terlalu biasa di usiaku kini.... Aku harap jiwa ini tak pernah letih berbaik hati meski tak berbalas dihadapan. Selalu memaafkan tanpa pernah menyakiti. Aku harap aku tahan dengan dunia ini dan seisinya yang mengidamkannya.
For the first time in forever... aku yang cupu ini ikut sesuatu iya sesuatu.. insyaallah bermanfaat. Mungkin dari postingan terdahulu aku sering bilang aku punya cita-cita kepengen jadi Pengajar Muda. Iya. Sekarang sih belum sejauh itu tapi yaa alhamdulillah.
Gini. Entah kapan aku pertama kali tau tentang Indonesia Mengajar, sangat mungkin sekali sejak sma dan aku langsung "aku harus nih, kapan lagi bisa habis-habisan berbagi dan belajar" tapi we knows perjalanan setelah lulus sma tidak bisa disebut perjalanan melaikan perangkakan. Aku milih buat untuk mengulang belajar lagi. Ikut test lagi di tahun 2014 dan entahlah memang sudah takdir dan rezeki untuk jadi mahasiswi polsri meski yaaaa... aku gila saat itu tapi aku harus yakin ini pilihan terbaik. Lupakan, no regret. Aku sempet patah semangat kebingungan karena yang aku tau untuk jadi PM minimal harus strata 1, lah aku cuma bakalan dapet diploma 3 tahun lagi. Kalo mau nyambung, itu ribetttt dan waktu waktu waktu. Sempet gila. Hampir gila. Mau nyoba sbm15 tapi aku gila. Cukup. Sampailah suatu hari aku nemu akun KIPalembang di twitter berkat rajin ngestalk akun PM hehe bener-bener aku tungguin kapan OR hehe dan akhirnya ada bukaan untuk jadi panlok aku isi formulirnya, aku tunggu, aku dapet sms, aku dateng ke KIF, abis kumpul aku langsung pulang(maklum aku pemalu di awal dan for the first time tcoy hehe) pas kumpul kedua aku gak ikut(aku nyesel karena gak bisa ketemu orang-orang keren KIP kedatengan kakak PM tcoy) terus ada kumpul 3 yeayy aku dateng and i feel something that i never feel before haha asikkk banget.
Yang keempat aku dateng ke KIF meski harus ngalamin peristiwa menyebalkan di angkot tapi aku seneng. Abis pulang diskusi aku gak langsung pulang, nyempetin makan bareng dulu sampe ngobrol ngakak-ngakak. Hari itu pecah dan buat aku feelin alive haha. Aku bersyukur karena bisa kenal sama mereka.
Yang kelima kumpul di rumah Kak Adi disini aku mulaiii ngilmu dan tau banyak hal. Aku gak malu nanya kalo emang gak tau. Kak Adi bilang kalo lulusan D3 bisa daftar jadi PM aku bersyukurrr setidaknya aku punya kesempatan untuk mencoba. Yippiiii. Terus aku belajar dari cerita Kak Yuri yang ngajar di Sibolga(semoga gak tyoo) cerita hidup Kak Yuri elaah hehe. Menginspirasi. Aku merasa aku mah apa atuh, selama ini aku baru dan cuma niat dan orang-orang sudah jauh merealisasikan janji jiwa untuk berarti bagi sesama. Ternyata Kak Adi juga relawan gerakan turun tangan! wah! dan Kak Adi bilang kalo nanti bakalan ada kunjungan ke SD di mana para PM ditempatkan, aku beneran gak sabaaaar. Bertemu orang yang keren. Bertemu orang dengan impian sederhana untuk membantu "mencerdaskan kehidupan bangsa".
Aku jadi sadar kalo diluar sana ada ribuan orang yang jauh lebih baik.lagi dan lebih usaha buat jadi PM dan seleksinya emang mantep hehe Aku bersyukur meski kecil aku sudah jadi bagian dari Kelas Inspirasi Palembang.
Belajar, belajar, belajar.
Berbagi, berbagi, berbagi.
Semoga kegiatan-kegiatan kedepan lancar dan penuh ridho dari-Nya.
Apa kabar kuliah(?) Apa kabar semester 3(?) hehe
Besok kunjungan pertama ke SD 4 Tunggal OPI. SD itu bakalan jadi tempat pertama aku belajar untuk berbagi, melihat dan bersyukur atas banyak hal. Hari Sabtu tanggal 22 bakalan jadi hari yang menyenangkan!
Wassalammualikum.

Tuesday, 4 August 2015

[Curhat] Lah, Ngapain Kuliah?

Tuesday, August 04, 2015 0 Comments
Assalammualikum. Wr. Wb.
Maka, nikmat Tuhan-mu yang manakah yang bisa engkau dustakan?

Aku mungkin bukan orang dengan penerapan islam yang baik, tapi bukankah kita sesama muslim wajib saling mengingatkan. Ya meski aku tau tulisan ini tulisan tak berpembaca. 

Seiring berjalannya waktu dan bumi yang tak pernah henti berputar.. semakin banyak pula ilmu-ilmu yang mampu dikembangkan. Disatu sisi membawa kemudahan di sisi lain mengundang murka.
Aku sebagai wanita, yang benar-benar dihargai oleh Agamaku. Aku pun tak luput.. aku pun berkeinginan.. aku pun sangat ingin. Tapi, selalu aku ingat lagi kodratku. Aturan agamaku, itu mutlak. Allah bukan penjual, Allah itu pencipta. Aku ingin tampil lebih menarik, aku ingin “showing up” tapi semakin banyak mata memandang maka semakin menumpuk pula dosa-dosa itu dibuku amalan burukku. Semakin besar pula pertanggungan Ayah dan Saudara laki-lakiku kelak.
Aku ingin... yah punya alis yang rapi. Tapi aku sadar bahwa mencabut satu helai rambut alis itu dosa. Merubah bentuk ciptaan-Nya itu mengundang murka.
Aku bahkan sangat tertarik untuk menyulam bibir. Biar tak perluuu lipstik dan more natural. Tapi itu dilarang. Aku bosan dengan rambut hitamku, tapi apakah solatku diterima dengan pewarna yang entah berbahan apa. Aku bahkan takut saat tubuhku memiliki aroma yang menjadikan seseorang mengingatku. Aku mungkin baru bisa menjalankan hal-hal kecil..
Aku berjilbab untuk menutupi aurat, dan seluruh tubuh wanita itu aurat kecuali wajah, telapak dan punggung tangan. Jadi saat berjilbab tapi masih menggunakan lengan baju yang dilipat.. Ukhti itu belum menutup auratmu.
Dan aku paling benci.. saat ada yang bertanya nanti mau jadi apa? “Ibu Rumah Tangga, full time mother” terus ada yang bilang “Lah ngapain kuliah?” Sungguh Allah menyebar ilmu dimana pun maka bukalah mata hati.(ini apa sih haha) Emaang aku kuliah mau kerja aja? Bagi aku tujuan utama kuliah itu nyari ilmu! Bukan cuma ilmu Matematika Terapan, Fisika, dll. Mengenal orang dengan berbagai karakter, bukankah itu pelajaran yang lebih menarik? Bertemu bahkan berkenalan dan dekat dengan orang-orang hebat.
Jadi istri.. jadi Ibu.. aku rasa itu hal yang paling membahagiakan. Aku yakin, jodohku adalah cerminan diriku. Ketika aku baik maka aku akan mendapatkan yang baik. Aku selalu inget salah satu tweet Ust. Yusuf Mansyur yang aku Fav. Beliau bilang “Mintalah dengan Allah serinci-rincinya, jangan malu karena kita minta langsung sama Pemilik Jagad Raya.” Ya Fattaah. Ya razaaq. Pengen yang soleh? Yang cakep? Yang baik? Yang bertanggung jawab? Yang pinter? Yang kaya raya? Yang bakal sayang sama Mama Papa? Yang cuek-cuek keren gitu? Mintalah sama Allah. Jodoh itu ditangan Allah, tinggal kita usaha. Bukan pacaran sana-sini tapi memperbaiki diri. Kalo kita lebih cinta sama manusia dari Sang Ahad? Wajaar dong kita selalu bahkan mudah risau.
Tapi.. aku menyakini bahwa hidayah itu benar-benar di tangan Allah. Allah akan memberikannya kepada siapapun yang Dia kehendaki dan tidak akan memberikannya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Walau niat tapi no action? Apa bener Allah belum kasih hidayah? Apa mungkin kita sendiri yang menghalang-halangi kebaikan itu dengan alasan yang bahkan tak logis. Bener. Itu rum. Kenapa kamu belum juga mensyar’i???????
Curhatanku. Aku bingung, tau yang baik tapi sulit sekali beranjak.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt.
Oh iya tadi aku iseng mau ngelamar kerjaan, eh malah dimana-mana gak ada lowongan. Cari kerja sangat susah bro! Syukuri hidup dengan tidak mengeluh dan terus berbagi...
Oh iya aku juga sudah jadi a part of Panlok Kelas Inspirasi Palembang, semoga 3-4 tahun lagi bisa jadi salah satu Pengajar Muda di Indonesia Mengajar. Aamiin.
Wassalammualikum. Wr. Wb.

Tuesday, 7 July 2015

Dear Papa

Tuesday, July 07, 2015 0 Comments
Dear My Favorite Man Ever,

Hai Pa, apa kabar Papa diperantauan? Jauh dari wanita yang sangat Papa cinta? Jauh dari putra-putri yang Papa sayang. Aku putrimu, sangat merindukanmu.
Aku mungkin tak mengenal Papa dengan baik. Tapi aku sangat tau bahwa Papa adalah satu-satunya orang yang sangat pantas untuk selalu aku rindu. Satu-satunya laki-laki yang akan selalu menjadi pemilik hati ini. Pa, aku tak lagi remaja. Aku beranjak dewasa, namun kita sama-sama mampu menghitung berapa banyak waktu yang baru kita lewati bersama. Pa, aku sangat merindukan Papa.
Hari ini aku dirumah, bersama istri Papa dan kedua anak lakl-laki Papa. Pa, aku bangga. Bahkan sangat bangga bahwa Papa adalah Papaku. Bahwa Papa adalah pemimpin dari keluarga ini. Pa... Papa adalah cahaya yang Allah berikan untukku. Meski jauh, cahaya itu selalu tampak terang dan berarti. Cahaya yang selalu mampu menemani dan menguatkanku melewati malam-malam yang sepi. Pa... sungguh aku tak tau bagaimana aku harus mengungkapkan semuanya. Aku merindukan Papa. Aku mencintaimu Pa, aku kagum dan selalu bangga menjadi putrimu.
Pa, aku tak ingin berandai bahwa aku punya banyak waktu denganmu di-masa-lalu atau pun kelak di-masa-depan, karena dengan kenyataan bahwa Papa adalah Papaku itu sudah membuatku menjadi lebih kuat dari yang aku harapkan. Semua ini sudah menjadikan aku lebih manusia dari yang aku inginkan. Pa, terima kasih karena darahmu yang mengarili tubuh dan jiwa ini.
Pa, aku sangat bersyukur karena kau adalah putri Papa. Papa adalah sosok yang menjadikn aku tak menginginkan hal-hal yang dikejar semua orang. Pa... aku sangat bangga.
Pa, aku tau bahwa kebiasaanku menulis ini adalah kebiasaan Papa dulu. Saat hidup Papa sulit dan Papa selalu jadi pemenang. Pa, tak peduli apa yang aku miliki dan apa yang akan aku miliki. Papa tetaplah harta yang paling berharga untukku. Pa, aku saat ini adalah karena doa-doa yang tak pernah berhenti dari hati Papa yang kuat. Pa... terima kasih sudah menjadi guru terbaik dalam hidupku di dunia yang kejam ini. Pa.. terima kasih telah menjadi Pria yang begitu baik untuk Mama. Pria yang tak pernah berpaling, yang selalu sabaar dan bertutur lembut. Pa, aku tau, aku adalah saksi dari jatuh, jatuh, jatuh dan bangunnya kehidupan Papa. Aku merasakan perihnya, tapi semua hal yang terjadi hanya membuatku bersyukur bahwa Papa adalah Papa kami.. Pa, aku selalu belajar,  belajar dan belajar dari sosok Papa yang begitu mengagumkan. Pa, terima kasih telah menjadi Papa bagi aku dan kedua adikku.
Pa, aku tak berharap bahwa aku bisa menjanjikan sesuatu didunia ini. Tapi, aku akan selalu berusaha menjadi jembatanmu menuju Syurga.
Pa, meski Papa tak pernah sempat memelukku. Terima kasih telah mengajarkanku untuk merasakan dan percaya bahwa Allah selalu ada dan memelukku.
Pa, meski Papa tak punya waktu untuk mendengar keluhku. Terima kasih telah meyakinkankku bahwa Allah maha mendengar.
Pa, ayah dan ibu Papa pasti sangat banggaa melahirkan dan membesarkan Papa.
Pa, mama adalah wanita yang paling beruntung karena telah dan akan menghabiskan banyak waktu dengan Papa. Menjadi wanita yang kau cinta pasti Mama sangat berbahagia.
Pa, Papa adalah idola yang nyata untukku dan adik-adikku. Pa, Emir & Afif pasti selalu ingin menjadi sebaik Papa. Lebih baik dari Papa.
Pa, kami akan selalu mengusahakan syurga untuk Papa dan Mama.
Pa, kami akan menjadi anak yang mampu kau banggakan.
Pa, terima kasih untuk semuanya.
Pa, aku bangga memiliki Papa.
Pa, aku sangat mengagumi Papa.
Pa, aku mencintai Papa.
Pa, aku sangat merindukanmu Pa.


Dari putrimu yang beranjak dewasa. Dari putrimu yang mendewasa dengan jutaan doamu. Semoga Papa selalu sehat dan selalu dalam lindungan serta ridho Allah swt. Aamiin. I love you my man.

Monday, 18 May 2015

Sekarang, Giliranku.

Monday, May 18, 2015 0 Comments
Assalammualaikum...
Apa ada hal yang lebih berharga dari jadi orang yang berguna baagi sesama? Saat ini gue bener ngerasa sedih, belum bisa ngasih yang terbaik untuk nenek yang sudah ngerawat gue selama ini. Entah, gue masih aja gak bisa apa-apa. Ga tau kenapa udah sebulan terakhir ini nenek kultnya gatel-gatel. 2 minggu lalu sempet dibawa ke dokter dan sembuh, habis obat eh kambuh lagi. Beli obat lagi habis lagi kambuh lagi... dengan keterbatasan nenek yang stroke hati gue beneran sakit. Kemana sih orang dirumah ini???
Karena tugas matematika, gue pulang mepet magrib. Baru masuk rumah, denger suara tangisan wanita baik hati yang selalu mandiin gue dulu. Nangis? Kenapa? Capek sih tapi.. siapa lagi. Disamperin,
“nek, ngapo nangis?”
“baru balek?”
“iyo, banyak tugas. Sudah jangan nangis lagi. Ngapo gatel-gatel lagi?”
.....
“yo sudah tunggu bentar yo, lap pake aer anget. Kasih bedak, besok ngomong samo Makcik bawa ke dokter kulit”
Selesai... terus gue mandi, solat dan mau istirahat bentar terus oom gue manggil.. ternyata nenek nangis lagi. Gatel lagi. Ya Allah, gue mau bawa ke dokter tapi gimana. Kenapa oom gue gak langsung nanyain atau langsung bawa ke dokter sih??? Gue mah bawa kendaraan gak bisa, uang gak ada. Panik, liat nenek nangis. Obat yang ada udah dikasih dan mash gatel.:( Akhirnya gue browsing di internet obat gatel alami, setidaknya untuk meredakan rasa gatel itu sampe besok pagi. Di cari, bahan apa yang ada dirumah dan gue putusin buat ngasih minyak sayur+garem ke bagian gatel-gatelnya.
Gue gak pernah bisa banyangin.. saat gue udah tua, sebagan tubuh gue lumpuh.. Anak-anak gue sibuk nyari uang. Mereka Cuma bisa ngerasain rasa lelah mereka, mereka lupa kalo ada orang yang dikamar Cuma bisa tidur yang seluruh bagian kanan tubuhnya lumpuh dan sekarng sekujur tubuhnya lagi gatel-gatel. Gue gak tau gimana rasanya. Nangis dibilang berisik tapi selain ngasih makan gak bakal pernah nengokin.. apa mereka pikir seseorang bisa bahagia hanya dengan fasilitas bintang lima?
Kenapa, kenapa keluarga ini seperti ini. Mereka selalu mengatasnamakan sibuk lalu mengabaikan yang sangat butuh teman. Yang butuh perhatian. Apa mereka gak punya waktu sebentar aja buat peduliii, sampe-sampe harus nangis dulu baru ada yang nengok.
                Kalo kesibukan bakal ngebuat gue lalai akan orang-orang yang gue sayang.. kalo uang jadi alasan gue terlalu capek buat ngurus orang-orang disekeliling gue. Gue lebih milih terus kayak hari ini. Mahasiswa kupu-kupu, yang gak punya pengalaman organisasi tapi bisa ngajakin nenek ngobrol setiap sore. Mahasiswa tanpa ambisi muluk-muluk yang selalu pulang cepet buat mandiin nenek. Nek, biarlah waktu libur dihabiskan dirumah.. biar kalo nenek nangis ada yang cepet tanggep. Ndak marah, karena memang haarus bagaimana lagi mengekspresikan rasa kesepian, rasa ditelantarkan, rasa bosan dan rasa sakit. Nek, bertahanlah dan lekas sembuh.
                Dari cucu yang kau rawat dengan penuh kasih, dari cucu yang waktu kecilnya selalu kau mandikan. Nek, sekarang giliranku. Semoga aku mampu seikhlasmu.
                Wassalammualaikum.

Tuesday, 28 April 2015

[Curhat] Bersyukur, Karena Kita Beruntung

Tuesday, April 28, 2015 0 Comments
Assalammualaikum orang-orang beruntung.....
Gue malu. Malu banget, dengan semua yang gue milikin tapi gue belom bisa ngasih apa-apa. Makan tinggal makan, mau jajan tinggal jajan, mau beli sesuatu tinggal nabung. Duuuuh rasa pedih banget ngeliat dua adek cowok yang kumel tadi nyapa “Hei”. Gak sempet ngeliat kirain yang negor bapak-bapak tauuunya anak kecil. Kira-kira udah 15 tahunan kali ya, mereka udah harus kumel-kumelan, capek-capekan, banting-bantingan nyari uang. Rasanyaa pediiiiiiih banget ngeliat tatapan mereka waktu sama-sama lagi beli rujak. Kayak ada rasa malu, takut atau apalah. Kalo kalian mau tau, orang-orang kayak kalian tuh hebat banget dimata gue. Kalian hebat. Badan kalian aja masih kecil banget buat kerja jadi tukang bangunan. Kalian hebat ya bisa beli rujak pake uang sendiri.
Gue bingung harus berharap apa sama dunia ini. Semua orang bahagia? Gak mungkinlah ya. Gue selalu berharap kebahagiaan datang untuk setiap yang memperjuangkannya. Untuk yang sabar atas cobaan. Untuk yang bekerja keras untuk setiap rintangan. Untuk yang selalu menyertakan Allah disetiap urusan. “Ya Allah jangan engkau biarkan mereka berjalan sendiri. Ya Allah berilah mereka hidayah agar mampu mereka sertakan Keagungan-Mu disetiap urusannya. Ya Allah jangan biarkan kami berputus asa atas pertolonganmu. Ya Allah engkau Maha Adil.”
Gue bener-bener pilu. Saat seumuran mereka apa yang gue lakuin? Nonton drama korea? Ngeblog? Males-malesan! Sedangakan mereka yang berusaha lebih keras. Mereka kumel-kumelan menyatu dengan debu. Mengangkat yang bahkan lebih berat dari tubuh mereka. Apa yang harus gue lakuin? Gue mesti gimana? Ya Allaaaaaaaaaaaaaaaaaah. Mungkin mereka gak sekolah lagi. Lah gue malah punya rencana buat pindah lagi(?) Gue merasa hidup ini kejem. Nah mereka gimana? Sadar diri kurang banget bersyukuuuur, gue malu.
Banyak banget orang yang punya kemauan yang kuat, kesabaran yang hebat, tapi malah harus gugur karena ketentuan. Lah yang tinggal nikmatin malah lupa cara bersyukurrrr, yang paling sederhana pun. Lantas, apa yang gue dapet dari rasa malu sore ini?
Rummmm, gue tau lu siapa. Gue tau kemauan lu. Gue tau kemampuan lu. Gue rasa lu hanya butuh berusaha untuk cinta dengan semua ini. Gue rasa lu harus berusaha yang terbaik. Terlalu dini untuk mengeluh. Rum, inget lu orang yang beruntung. Inget mereka yang harus panas-panasan, mereka yang harus kehilangan waktu bermain, mereka yang harus keringetan, mereka yang harus putus sekolah. Elu harus bisa menghargai mereka dengan mensyukuri kehidupan yang ada sekarang. Sampe nanti elu bener-bener bisa ngebantu mereka dengan waktu, kasih dan materi. Untuk semua itu eluuuuu harus belajar yang rajin jangan ngeluh rum.
Come on guys, kita hanya berbeda takdir. Namun kehidupan yang mereka jalani begituuuu berbeda. Begitu keras dan menyakitkan. Jadilah kuat dan tolonglah yang lemah.

Wassalammualaikum.

Sunday, 19 April 2015

Curhatan Anak Elektro

Sunday, April 19, 2015 0 Comments
Oh My... gak tau kenapa dan kenapa kenapa kenapa ngejob kali ini sial bangetttttttt... gagal gagal dan gagal lagi. Padahal udah usaha semax mungkin, udah ikhlas udah aku udah pake cinta tapiiiii kenapa gagal lagi?
Pertama salah cetak yang seharusnya lima kali lima malah empat kali enpat, ya ic nya gak muat... jleb
Kedua salah ngebor, terus nyetrika lagi ehhhh gagal waktu ngeperit.. peritnya malah berbusa dan panas... salah aku apa sih? Harus aku bilang kalo aku slah jurusan? harus ya? aku harus sedih, ngeluhh dan semua menghilang hitam..
Ini sih job kelompok tapi, kok aku merasa ini berat.. kemana sih  dua partner aku? kemana coba? hilang dimakan setan.
Kalo selama semester dua bakalan gini, gak tau deh harus bilang apa.. yang satu ngomong seenak jidat yang satu duhhh no comment...
Semoga next job aku bisa ngerjain sendiri, bisa berhasil nyetrika ngeperit ngebor nyolder sampe nyala....
Overthinkin'? maybe. Oh.. kalo hidup sekedar hidup ya.. tapi ya kalo bisa hidup jangan nyakitin orang, gak suka orang itu wajar tapi remember.. everybody makes a mistake and no body is perfect, you too.

Wednesday, 8 April 2015

Harapan

Wednesday, April 08, 2015 0 Comments
Berharap setinggi langit... mengasa seluas cakrawala.. hal yang lumrah. Asalkan Allah swt lah yang menjadi tumpuan. Setiap orang pasti punya impian, ketulusan. Setiap orang berhak atas setiap mimpi mereka, dengan usaha dan pengharapan yang ikhlas.
Seorang pemimpi, haruslah yakin atas mimpinya. Mimpi akan nyata. Mimpi pasti terwujud, mintalah sedetail mingkin dengan pemilik jagad. Dia tak pernah pelit. Dia tak menghitungmu. Dia menjawab setiap doa. Mintalah dengan lembut, karena Dia adalah Maha pengasih. Karna Dia ya fattah, pemberi jalan. Karna Dia ya razzaq, pemberi rezeki.
Cukuplah keraguan hanya milik manusia terhadap sesama, untuk Sang Maha.. rebahkanlah segalah risau.. letakkanlah kepalamu dengan manjaa dipangkuannya.. Dia pasti selalu menyambut, lembut berkata "Aku mencintaimu hambaku".
Mengakulah lemah, menangislah agar kita sadar bahwa Dia selalu memberikan kekuatan. Memberikan sejuta alasan untuk bertahan, untuk bersyukur.
Istimewakanlah Dia.. Cukupkalah keluh kesah hanya kita sampaikan padanya. Bahwa kita hanya bertumpu pada Nya. Jangan sampai ada yang lebih kita cinta dari Nya, sedangkan nikmat Nya sungguh takkan pernah mampu kita dustakan.
Berharaplah, sedalam mungkin, sekuat mungkin hanya kepada Maha Bijaksana.

Thursday, 26 March 2015

I love you ZAYN!!!!!

Thursday, March 26, 2015 0 Comments
Hallooo. World is blue. My heart just broke to a million.. Zaynnnnnn Zayyyynn Zayyyyyn... do you hear me??? Oh, come on clear it.. say its just a joke. Zayn please, zayn we love you i love you Zayn. You are a part of my life, you save me every single day, I'm just don't know what to say. I'm so damn sad.
Zayn Malik, ahh nama dengan ribuan cerita. Zayn, I'm so sorry. Deep in my heart I really know who's much feel hurt.. I know its hard for you too. You not just leave a band, but a friend, a world, and I believe you never leave us. I still try, I try to understand your choice. I wish you a happy life Zayn, stop tattos, drugs. Just be happy with Perrie, just enjoy your day with your big family and your friends. Just promise me, you'll be healty, you'll be okay, you'll be happy. Zayyn, I hope someday I will meet up with you. I just wanna say you are one's of my livesever.
Zayn, I love you. I do.
Sorry for hurting you.

Wednesday, 4 February 2015

[Curhat] Pacar, Mana Pacar?

Wednesday, February 04, 2015 0 Comments
Pacar mana pacar????

Yak! Udah beberapa hari ini setiap ketemu tetangga selalu ada yang nanya "mana pacarnya?" - Kalo pempek sih tau, makanan kesukaan soalnya :D

"Ibuk, gak pernah liat pacarnya kamu nih" - Tunggu aja undangannya buk! :D
"Siapa yang nganter tadi? Pacar?" - Bukan pakde, Aurora jalan kaki kok biar tambah sexy :D
Hahahahaha emang penting ya? Kok? Hm. Sudahlaaah para tetangga biar kami *gue&imut tetep single. We are single, sexy and happy. Haha

Kalo tetangga nanya ke gue pasti nanyanya sepaket, "kok pacar kamu sama imut gak pernah keliatan ya" wth :p

"Mana sih pacar kalian" Alaaaaah. Kuliah aja kecapekan gini. -_-"

Gue shock aja pertanyaan kayak gini keluar dari mulutnya Ibu-ibu, nenek-nenek, pakde-pakde yang rumahnya mengelilingi rumah kami. Apa sih yang mereka tau tentang pacaran? Gue sama Imut aja "ngeri". Alhamdulillahnya pertanyaan itu gak terdengar dari keluarga kami. Itu artinya keluarga masih waras. Kalo ada yang bilang jones (jomblo ngenes) sebenernya yang ngenes itu yang punyaaaa pacar loh. Bukan muhrim tapi pengangan tangan, berantem" gak jelas, jealous" gak mutu, galau"an. Aissssh. Itu sih yang keliat doang ya, yang dibelakang layar alias yang didalem kamar. Hayoo ngapain. Wkwk. Numpuk dosa? Ntar dinasehatin. Aurora dibilang primitif lagi.:( Aurora kuno ih.:( Sekarang sih Agama fleksible, ya gak? Iya kan.:(

Tapi kalo mati mau masuk surga? Iya kan? :D
Pacaran itu mendekati bahkan zina. Maaf. Gak sok suci tapi itu yang ada dipikiran gue.

Monday, 26 January 2015

I will be

Monday, January 26, 2015 0 Comments
Suatuuu saat, impian-impianku akan tercapai dengan cara yang penuh ridho dari pemilik jagad raya ini.. menjadi bagian dari alam semesta, merasakan bahagianya keterbatasan, hanyut dalam lembaran kesibukan.
Sujud ini... doa ini semoga semakin menguat hingga kepuncak, semakin kuat karna tercapai dari dasar yang terjal.
Hati ini, niat ini semoga selalu setulus hari ini.. karna semua yang ada hanyalah titipan dari sang Maha Pengasih.
Pengabdian, akan menjadi bukti cinta dan rasa syukur akan hidup yang sangat penuh dengan gejolak ini.
Harta, tahta bukanlah tujuan dari semua ilmu yang diselami. Kebijaksanaan dan kedermawananlah tujuan-tujuan utama dari setiap langkah kaki yang kian kuat ini.
Bangunan-bangunan kokoh, pantai-pantai yang ranum, tempat yang asing akan menjadi bayaran akan kelembutan hati ini kelak.
Pria yang tampan penuh dengan kasih dan tanggung jawab akan menjadi jawaban atas sujud yang begitu lekat.
Bayi-bayi lucu akan menjadi bagian kehidupan indah yang Esa janjikan.
Anak-anak yang soleh akan menjadi bayaran akan penjagaanku atas masa remajaku.
Keluarga yang sakinnah, mawaddah, warrahmah adalah doa-doa yang terwujud dengan indah. Aamiin.

Sunday, 25 January 2015

[Curhat] Everytime I don't, I almost do!

Sunday, January 25, 2015 0 Comments
Assalammuaikum...
I just wanna tell you, it takes everything in me not to call you. #apa iniiiih!!!!

Udah satu semester almamater belum pernah gue pake ^^
Meskipun cuma almamater ini, cuma jas lab ini.. Gue harus kudu wajib bersyukur dan bertanggung jawab. Inget.. dulu yang milih siapa. Alesannya apa. Bismillah, tetep keputusan hati insyaallah bakalan nyelesain pendidikan disini.

Tempat ini mungkin gak sehebat kampus impian gue, diisi dengan ratusan anak-anak pilihan dari penjuru negeri. Satu yang pasti disini, mereka punya usaha yang kuat.

Kelas ini, gak pernah sekalipun terlintas bakalan jadi bagian dari kehidupan kuliah yang gue tunggu-tunggu. Tapi, mereka ada biar gue bisa belajar banyak.

Huaaaaaaaaaa bye TI bye kampus impian di bandung bye bye bye

Bersyukur, banyak yang lebih pinter yang udah usaha jauh lebih keren berdoa lebih lemah tapi belum ada jalan untuk kuliah. Nah gue, mungkin usaha doa perjuangan gue masih cemeeen banget dibandingin ribuan orang diluar sana. Kudu sadar diri nih. Gak boleh putus asa, kali aja Allah gak ngebayar kontan gitu dari usaha gue. Iya nyicil gitu, kuliah dapetnya poltek ntar laki dapetnya lulusan FK wkwk #aamiiin

Passion... hati..  gak tau deh dimana sebenrnya. Jalanin yang ini, bukan karna terpaksa tapi bentuk tanggung jawab gue. Apa yang udah gue lakuin, apa yang udah gue pilih, apa yang udah gue tinggalin, iya giniii kehidupan yang gue pilih dengan naifnya haha

Kalo inget alesan milih poltek dari unsri & depkes kok gue berasa gak punya otak ya? Udah jalannya kali. Wkwk

Pcb, solder, timah, kaki-kaki kecil komponen, matematika, fisika... Menyatulaaaah denganku yang tak punya hati ini.

Manusia angkuh pemimpi nilai baik pengharap IP tinggi, sikutlah semaumu. Bermimpilaaaah, berharaplah dengan makhluk, maraaaahlah, kalian begitu menjijikkan!
Wassalammualikum.

Monday, 12 January 2015

[Curhat] Tahun yang Berharga

Monday, January 12, 2015 0 Comments
Menjadi berani adalah impianku.. Menjadi berbeda adalah keinginanku..
Cieeee gue sok! Hahahaha
Assalammualaikum..
Gue habis ketemu sama temen" gue bimbel dulu. Temen" seperjuangan. Cieillaaaah. Hahahaha Entah kenapa saat ngobrol atau ngabisin waktu bareng mereka gue ngerasa nyaman bangetttt. Padahal kan cuma deket berapa bulan doang. Mungkin karna kami punya tujuan yang sama kali ya. Sama kuatnya, sama tulusnya. Iyaaaaa. Gue ngerasa gak ada yang salah harus menunggu satu tahun, toh dalam satu tahun itu gue belajar  banyak hal bukan cuma madas doang. Gue belajar ngeliat siapa sebenernya gue. Seberapa malasnya gue, seberapa bodohnya gue, seberapa selalu pengen seneng-senengnya gue, seberapa beraninya gue, seberapa hebatnya gue, seberapa kuatnya gue. Upss narsis. Beneran gak gampang saat kebanyakan orang keliatannya maju selangkah dan gue malah dengan gampangnya yakin buat berhenti sebentar. Aaah sayang takdir gak buat gue ngelangkah mendahului mereka. Wkwkw. Mungkin orang nilai gue bodoh karna mau-maunya "nganggur" setahun... tapi mereka belum tentu seberani gue sehebat gue haha buat keputusan untuk nunggu usaha lagi setahun itu yaaa keren ya haha lah daripada yang kuliah cuma kuliah? Gue cuma berusaha ngewujudin apa yang hati gue pengen. Wkwk.
Ketemu mereka, yang punya mimpi sama. Niat, usaha, doa yang kuat. Gue ngerasa beruntung dan ini nih kenapa gue harus banyak nerima kata maaf di 2013 karna mereka. Karna gue mesti ketemu mereka. Cewek-cewek sejuta mimpi, pribadi yang beda.. Ada yang pendiem, bicara seperlunya, sampe yang heboh. Belajar bareng, makan bareng, solat bareng, ke panti bareng, tidur bareng, usahaaaaa kita emang gak terpungkiri loh. Semangat ya tings kejer impian masing-masing. Jadiii diri sendiri gapai kebahagiaan. Bahagia itu bukan apa yang terlihat oleh orang tapi apa yang sebenernya kita rasa. Untuk saat ini, ditempat ini, dengan semua rasa yang ada, gue cuma bisa bilang semangaaaaaat!!! Pasti bisa!!!!!!! Terutama untuk gue sendiri.
Wassalammualaikum.

Thursday, 1 January 2015

[Curhat] Mereka Menilai, Tapi Salah

Thursday, January 01, 2015 0 Comments
Assalammualaikum......

Salah satu temen gue sering banget bilang "kau tu belom bae rum" seriiiiiing banget. Gue jadi penasaran gimana kalo gue jadian sama orang gue cinta? Apa gue bakalan kayak mereka? Mendahulukan pacar dari temen? Jadi bodoh? Jadi bohongin orang tua? Jadiin temen alesan buat pergi sama pacar? Gue bakalan gitu? Nyebelin. Bakalan?

Gue rasa sih.... enggak. Gak ngebela diri sih tapi gue gak punya pacar emang karena gue gak pengen punya pacar. Gue gak pengen ribet. Gue gak muna, gue sih kalo punya pacar ya punya kalo enggak ya alhamdulillah. Kalo sampe punya lagi berarti tu orang hebat wkwk emang gue siapa yak? Hiks. Semoga gue bisa ngejaga kesuciaaaan ini hahaha

Kan bego ya bohongin orang tua cuma buat pacar yang gak jelas hehe Gue gak tau gimana Zzzzz yang gue tau cinta itu suci.. cinta itu agung.. agung itu kating gue yang ganteng(?) *salah fokus.. cinta itu sederhana gak ribet.. Kalo pacaran ribet kan ya? Apalagi sama orang yang salah. Gitu.

Kalo kita punya agama, tapi kita selalu sinis sama ketetapannya. Apa mungkin kita ini beragama? Gue sih bukan orang baik. Kalo gak kita terus siapa lagi? Sorrrryyyyy.

Gue sih on my track. Elo ya elo. Kan dosa masing-masing. Don't let human take our Allah place in your heart in your soul in your mind. Kalo ada yang ngira hidup gue mulus, you wrong at all guys! Gue punya segudang masalah.. Gue gak nutupin, tapi gak semua orang pengen denger kan? Gak semua orang peduli kan? Bahkan orang terdekat kita(ini bukan suudzon). Ini prinsip. Kalo tulisan. Mungkin yang baca emang orang yang pengen tau. Entah peduli enggaknya. Haha yang pasti saat masalah bertubi-tubi Allah always there for us. Udah tau kekuatan ikhlas? Udah ngerasain nikmatnya sujud? Udah nyoba leganya habis tadarusan? Duluuu, cukup dulu gue biarin orang ngeliat gue nangis sekarang cukup Allah. Sebenernya hidup ini sederhana, terkadang overthinkinglah yang buat leher berasa tercekik. Suudzon yang buat hati gak pernah tenang. "Allah itu apa yang hambanya pikirin" Calm aja. Selagi masih bisa sabar kenapa harus nguras tenaga emosian? Selagi bisa diem kenapa harus menyebabkan polusi udara? Selagi bisa belajar dengan ngeliat dan memperhatiin kenapa harus gaduh?

Beda orang beda cara. Terkadang kebaikan tak terlihat baik karena Allah tak mengizinkannya. Allah pasti punya alesan. Terkadang keburukan dianggap gaul dan boleh karena lagi trend Allah Maha Mengetahui sedangkan kitaaa hanyalah pendosa.

Wassalammualaikum.