Friday, 18 January 2019

2018 Dengan Ribuan Kenangan

Friday, January 18, 2019 0 Comments
Sepertinya tahun ini sudah menjadi tahun terbaiknya. Tahun dimana kesempatan bertubi-tubi datang, pun keberhasilan yang nyaris, ribuan menghampiri, ditutup kehilangan yang pedih. 2018.

Sunset di Pantai Tanjung Karang, Donggala

Berkelebat serangkaian syukur, tapi rimbunnya rindu, sedetik jauh lebih menyiksa. Tuan, dalam sibuk, rindu tak pernah alfa menghampiri. Sepanjang tahun. Setiap hari, dibalik senyum, dihela tangis, nama tetap tak mampu terucap. Kemungkinan garis itu tak akan pernah bertemu. Ini yang terbaik, tapi tak sebaik saat itu. 

Proses belajar banyak hal baru. Belajar agama, belajar untuk ikut mendengarkan kajian, belajar untuk memahami, untuk mencari jalan terbaik. Hadiah terbaik terlahir sebagai muslimah, menerima segala edukasi agama yang terpenuhi, diberikan kemurahan untuk sadar, digerakkan untuk menunaikan. Tapi, bertahun hidup tak pernah haus akan ilmu dan pengetahuannya, hingga akhirnya salah satu teman mengenalkan dengan kajian, mengajak ke masjid, mendengarkan ilmu yang ajaib, bertukar pikiran tentang hal-hal indah. Tuhan, agama ini sungguh indah, tidak ada kebencian yang diajarkan didalamnya, dengan ilmu yang sedikit, keyakinan ini penuh. Bahwa nilai rahman dan rahim itu harus ada di setiap kalbu.

Ada tumpukan risau, saat usia bertambah, hari berlalu, pencapaian tak kunjung nyata. Tapi, rezeki tak melulu tentang uang, pekerjaan.. Terus apa??? Pilihan untuk menikmati waktu setelah lulus menjadi boomerang, tak pernah terpikir akan berlama-lama di rumah. Tak pernah terkira harus kesana-kemari. Dalam tahap belajar, ada beberapa hal yang dihindari dalam mencari jalan untuk mandiri ini. Menolak sesuatu yang buruk tidak salah bukan? Ternyata sulit. Meneguhkan hati. Tetap bersabar, yakin bahwa Tuhan Maha Asyik dalam merencanakan segalanya. 

Lalu, Tuhan beri kesempatan untuk mengenal banyak orang hebat. Berada ditengah kepositifan yang tak henti tapi pasti berakhir, karena dunia ini, fana. Melihat dan merasakan bagaimana orang-orang berusaha keras untuk impian, tersadar, tersungkur, ternyata kemalasan adalah teman terburuk. Beberapa pencapaian kembali tertunda karena kelalaian dan selalu menggampangkan sesuatu.

Bertemu orang dengan kerja keras yang sungguh nyata, memandu atlet dari India, berpanas-panas demi totalitas. Asian Games 2018, menjadi bagian dari mengharumkan nama bangsa, walau hanya sebatas relawan, kesempatan yang sungguh luar biasa.

Ada seribu.

Ada seribu.

Tapi hanya teringat satu.

Kemudian, khawatir mulai tumbuh. Tanya mulai bercabang, menanyakan keadaan diri. Menanyakan posisi hidup dikehidupan ini.

Tersadar, berusaha sadar, menjalani dengan kesadaran. Tapi, Tuhan punya rencana lain. 

Akhir tahun, impian yang mulai pudar, yang mulai samar, yang ingin ditinggalkan, memberikan nafas baru. Menginjakkan kaki di Palu, diberi kesempatan terbaik untuk belajar sebagai program officer. Jika berhasil dihari itu, pun nyatanya berhasil dihari lainnya, tak akan pernah, tak akan mampu memaknai perbedaan sedalam ini, pun lebih menghargai dan mencintai diri. 

Mengenal banyak orang baru, harus hidup dengan keramaian, setiap hari, nyaris tak henti. Belajar, tak pernah menjadi hal yang mudah keluar dari zona nyaman. 

Berpulang satu. Orang terbaik. Yang menjadi contoh dalam hidup, yang selama ini waktu banyak dihabiskan bersama, membuatkan kopi, memasak makanan kesukaan, hidup bersama, memaknai cinta, kasih dan sayang dengan cara yang sedikit berbeda. Kematian, menjadi pisah yang larut. Kematian, menjadi akar baru, untuk pohon rindu lainnya. Terima kasih telah melukis anak kecil ini, dengan penuh teladan yang baik. 

Tuan.
Jika kelak cerita terbaikmu tidak berakhir dipangkuan saat malam tiba, maka seperti itulah yang terbaik.

Tuan.
Jika kelak ilmu tak berakhir dilembut tanganmu, maka seperti itulah akhirnya.

Tuan.
Sepanjang tahun, sepasang mata, mencari tutur yang lebih baik, nyatanya tak ada yang lebih menarik dari kecerdasan.

Tuan.
Berhentilah, berlarian dikepala yang sempit ini.

Mengakhiri tahun dipinggir pantai, ditengah kermaian, menyambut matahari dengan terjaga, pikirku melayang, tentang ilmu yang tak bertambah, tentang waktu yang kian berkurang, tentang rasa yang kadang goyah. Tuhan, terima kasih atas kemurahan-Mu, tidak satupun kewajiban terlaksana tanpa izinmu, terlepas mereka ragu akan-Mu, kesunyian masih sanggup menjadi tempat bertahan terbaik.

Halo, salam kenal orang baru. Jika bagimu, penyendiri ini aneh. Jika bagimu, membaca buku saat orang berbincang itu aneh. Jika bagimu, semua itu sama. Sadarilah, hak menilai hanya milik Tuhan. Sadarilah, kata tak laku tanpa ilmu ditelinga. Rupa tak akan tampan, tanpa tutur yang cerdas dimata. Mari membaur, engkau makhluk hidup, manusia dengan kesempurnaannya.

Wassalammualaikum.

Palu, 19 Januari 2019.

Wednesday, 26 December 2018

[REVIEW] YOHMO SPRAY TONIC

Wednesday, December 26, 2018 2 Comments
Sebagai manusia kita memiliki naluri untuk merawat setiap titipan yang diberikan kepada kita, terutama the one and only, tubuh tercinta ini. Kesehatan kulit selalu menjadi prioritas selain menjaga pola makan serta pola hidup agar memiliki tubuh yang sehat. Rasanya semua bagian kulit ditubuh kita memerlukan perhatian dan perawatan khusus serta berbeda. Saat ini saja, kulit tubuh yang terdiri dari kulit lengan dan kaki, kulit wajah dan kulit rambut. Dari ketiga bagian kulit tersebut, semuanya memiliki perlakuan yang berbeda.

Sejauh ini, kulit tubuhku cukup dengan menggunakan sabun dan lotion yang tepat maka kesehatannya akan terjaga dengan baik. Kulit lembab dan halus sepanjang hari. Begitu pula dengan kulit wajah, jika pola makanku teratur dan sehat, maka penggunaan pencuci muka jensi apapun tidak terlalu berpengaruh. Yang menjadi masalah semenjak beberapa tahun terakhir adalah kulit rambutku selalu saja gersang dan berketombe, hal ini menyebabkan tiada hari tanpa rambut rontok. Berbagai cara sudah dilakukan untuk kembali memiliki kulit kepala yang sehat, karena kulit kepala yang sehat adalah awal dari rambut kuat serta sehat. Otomatis rontok akan berkurang dan kesedihan pun lenyap. Kalo rambut sudah rontok, selain sedih stress akan menjadi eh si rambut malah tambah rontok. Suatu hubungan yang kompleks memang.

Demi memiliki kulit rambut yang sehat, jauh dari rontok, perjalananku dalam mencari shampo, masker, hair tonic, sungguh amat panjang dan melelahkan. Sampe akhirnya aku menemukan hair tonic yang bisa menyehatkan kulit kepalaku kembali.

Yohmo hair tonic atau yang lebih akrab dengan Yohmo tonic adalah hair tonic yang berasal dari perusahaan farmasi terbesar di Jepang dengan formulasi terbaik.

Apa sih yang terkandung di Yohmo tonic?

Yohmo Spray Tonic 

Jelas ya masalah awal dari kerontokan itu adalah kulit rambut yang tidak sehat. Jadi langkah awal kita perlu mengembalikan kesehatan kulit kepala, Yohmo tonic hadir dengan Castor Oil atau Minyak Jarak yang bisa mengatasi infeksi kulit kepala dan ketombe serta mempercepat pertumbuhan rambut dan menjadikan rambut lembut. Minyak Jarak sangat baik untuk mengembalikan kesehatan kulit kepala.

Yohmo Spray Tonic

Ethanol dan Benzethnomium Chloride, dua bahan ini membantu membersihkan kulit kepala secara efektif, berupa minyak yang mengeras  dan tidak dapat dibersihkan oleh shampo. Juga membunuh bakteri yang ada di kulit kepala.

Vitamin E

Setelah masalah utama terselesaikan, Yohmo tonic tidak berhenti disitu dalam memberikan khasiatnya. Vitamin E sangat baik untuk menguatkan dan membuat rambut berkilau. Melembutkan dan melembabkan kulit kepala. Vitamin E akan menyatu dengan Minyak Jarak untuk menyehatkan rambut.

Yang paling aku sukai dari Yohmo tonic adalah kemasannya yang praktis dan mudah dibawa bepergian. Yohmo tonic mengeluarkan 2 produk, yang pertama dalam bentuk tube dengan isi 200 ml dan Yohmo 120 ml spay. Sudah pasti dong, aku memilih yang spray, selain harganya yang lebih terjangkau yang pasti pengaplikasiannya juga lebih mudah. Untuk Yohmo 200 ml tube harganya 280k sedangkan Yohmo 120 ml spray dengan harga 170k.


Yohmo Spray Tonic


Cara penggunaan Yohmo tonic yang nggak ngejelimet juga buat aku jatuh hati dengan produk ini. Setelah keramas dengan shampo dan rambut mulai kering, kita bisa mengoleskan atau menyemprotkan cairan Yohmo tonic diseluruh bagian kulit kepala. Untuk lebih rileks dan Yohmo tonic lebih menyerap, lakukan pijatan setidaknya selama satu menit diseluruh bagian kulit kepala, dijamin adem. Aliran darah juga lancar dan rambut harum seharian. Untuk hasil optimal Yohmo tonic bisa digunakan sebanyak dua kali dalam sehari selama setidaknya tiga bulan.

Jangan tunggu rusak dulu, yuk rawat kulit kepala dan rambut dengan Yohmo tonic. Rasakan nikmatnya punya kulit kepala yang sehat serta rambut tebal yang berkilau. Yohmo tonic tersedia di Aeon, Waston, Century, Lulu, Yogya dan Hypermart atau yang menyukai kepraktisan seperti akuuu, bisa langsung melipir ke JD.ID, Bukalapak atau Shopee. Let’s take an action now, save our sclap!

Sunday, 16 December 2018

Tepat, Saat Ku Jauh

Sunday, December 16, 2018 0 Comments
Aku ingin kau abadi, pasti, terukir sama dalam rangkaian kataku, meski payah dan selalu nampak lemah, sebentar, aku tak ingin kurang dalam mengekspresikan engkau dalam kata, yang pasti payah dan selalu terlihat lemah. 

Aku tak menangis saat membaca pesan singkat dari cucumu yang lain, tapi tanganku gemetar, bicaraku rancu, dalam hatiku, Tuhan, kenapa saat aku jauh. Pagi itu, akhirnya tangis pecah, kutahan, kuredam dalam derasnya guyuran air... 

Mendengar kabar kau sakit tepat seminggu yang lalu, hatiku lemah, Tuhan, kenapa saat aku jauh. Pikirku melayang, siapa yang merawatmu, kembali kupastikan, dan menantumu yang kupanggil papa itu, mengabarkan bahwa kau sehat, yah penyakit orang tua ujarnya. Risauku berkurang, kupikir, segera kau kan pulang. Kembali ke rumah yang sepi, ditemani tv dan bergelas-gelas kopi. 

Ternyata, Tuhan telah menakdirkan kepergianmu. Tepat, saat aku jauh. 

Hari itu aku pulang, perjalanan panjang yang melelahkan. Tapi, aku punya banyak waktu, untuk menangis tersedu tanpa khawatir ada yang melihat. Aku tidak menangisi kepergianmu. Aku mensyukuri setiap hal yang pernah terjadi dan khawatir seberapa lebat rindu kan tumbuh. Di mushola Bandara Sultan Hasanuddin, silih berganti orang asing mendengar senyap tangisku. 

Tuhan, aku selalu berharap kau anugerahi ingatanku, agar kuingat setiap keindahan yang telah kulalui bersama kakek dan nenekku, dua pasang malaikat yang telah merawatku, membesarkanku. 

Tuhan, aku ingat, saat-saat dulu, beliau menjemputku dengan vespanya. Saat beliau mulai pelan membawakan motor ketika aku beranjak mengenakan rok biru. Aku ingat, seberapa dihormatinya beliau. Aku ingat, dengan guru-guru ngaji yang dibawanya ke rumah, aku ingat dengan kebiasaannya terlelap saat fajar. 

Tuhan, beberapa tahun terakhir kami menghabiskan banyak waktu bersama. Dia tampak lemah dan tua. Dia tak segagah dulu. Dia tak setiap hari lagi ke masjid. Kaki sakit, katanya. Dia menua, dia sakit, dia lemah... 

Subuh menjelang, biasa kudengar suaranya memasak air lalu menyeduh segelas kopi. Lalu, kakinya mulai sering sakit, dia menungguku untuk memasakkan air. Dari kecil, dia selalu enggan membangunkanku. 

Harinya begitu membosankan, tapi dia enggan kuajak berlibur keluar kota. Dia tak gagah lagi untuk bermain badminton apalagi menonton sepak bola ke stadion. Temannya sudah jarang berkunjung, sejak dia turun dari amanatnya. Hanya berteman TV, karena cucunya tak suka mengobrol. Bicara seperlunya. 


Aku hapal betul makanan kesukaannya. Aku suka sekali memasak, saat sadar beliau selalu lahap memakannya. Di 40 hari terakhir hidupnya, aku tak sempat melihat wajahnya, mendengar panggilannya, memasak untuknya. Berkali dia sampaikan, tempatku terlalu jauh. Berkali pula aku yakinkan, bahwa tak jarak yang jauh, sampai akhirnya, aku tak sempat melihatnya.

Tuhan, tidak ada manusia yang sempurna. Tapi, sepasang yang telah pergi ini telah menanam banyak kebaikan. Gilanya mereka menyemai ribuan bibit kerinduan, dan akan terus lebat sepanjang hayat ini. 

Tuhan, rinduku semoga dapat kukelola dengan baik. Menjadi baik kemudian bermanfaat, karena aku telah dirawat dan dibesarkan dengan kasih sayang dan contoh yang baik. 

Tuhan, perpisahan itu nyata adanya. 
Sepi, senyap, gelap itu pasti.
Tuhan, rawat ingatanku. 
Agar aku tahu bagaimana aku dirawat dan harus seperti apa kelak aku harus menemani penerusku tumbuh. 

Friday, 30 November 2018

Hari pertama di Palu

Friday, November 30, 2018 0 Comments
Haloooo! Assalammualaikum.

Yeay. Kali ini aku mau berbagi c-e-r-i-t-a langsung dari Palu. Iya, Rumi lagi di Palu teman-teman. Mungkin akan sejenak rehat dari blogger gathering

Kok bisa sampe Palu sih Rum?

Sebenarnya, Rumi yang tak pernah mempunyai target secara duniawi, materi dan tidak realistis ini, akhirnya sadar dunia terus berputar dan dibeberapa sisi kehidupan, aku selalu berada ditempat yang sama, bahkan mengalami kemunduran. Kayaknya aku sudah mulai mengalami krisis kehidupan dalam artian yang lebih sempit. Perihal masa depan. 

Setelah sadar, penuh dengan kematangan aku mulai serius untuk mencari kerja, walaupun akhirnya aku masih mangkir kalo yang memanggil bukan yang benar-benar hatiku sukai. Padahal aku mau kerja apapun loh. Mau. Kenyataannya, terikat, berkomitmen, sangat sulit.

Akhirnya, aku fokus untuk ikut CPNS 2018. Gak perlu, tapi tahulah ya kalo sudah fokus, gaya belajarku bakal kayak apa. Wkwk. Hari test pun tiba, masyaallah, soal TWK, TIU nya mudah, semua diperlancar dengan Kuasa Allah, sampe TIU gak aku toleh lagi saat waktu ujian masih ada sisa. Aku yakin. Tapi nervous untuk submit. Sepuluh menit terakhir, aku gunakan untuk untuk membaca ulang soal TWK. TKP??? Ya, gak muluk namanya juga kepribadian. Memang kenapa sih kepribadianku? Toh jawabnya ya sesuai karakter dan formasi yang aku daftar. Ternyataaaaa. Setelah submit, nilai TKP nya kurang sist. Lucu. Bingung. Hahahahaha. Kepribadianku, tidak cocok untuk jadi ASN. Oke sip.

Rencana ke Bandung aku tunda, gak lulus test eh mau jalan-jalan. Aku masih punya hati kok.

Aku bingung, karena gak ada plan B untuk masa depanku yang abu-abu ini. Berusaha tetap yakin kalo semuanya sudah diatur Allah. I pray harder, I ask him with patient. Allah lebih tahu yang aku butuhin. Tapi tetap aku terkadang kumat, galau lagi. Padahal urusan dunia ini, kecil sekali bagi Nya.

Akhirnya teman baikku, mengirimi pesan. 

Mi, tertarik jadi relawan ke Palu? Tapi waktunya lumayan lama.”

Karena sepertinya ini tawaran... jadi aku bales. “Ada jalan? Kalo diizinin ortu aku mau.

Kenapa aku mau? Karena aku sempet ngerasa, udah bukan waktunya lagi membagi fokus di dunia kerelawanan. Bukan, I need to build my own career. Tapi, nyatanya, sekelas TKP aja aku gagal. Yaaa gagal, soalnya gak sulit dan kepribadianku, tidak ada masalah sepertinya yaaa. Allah gak ridho aja. Allah gak ngizinin lulus. Udah itu aja.

Singkat cerita, aku serahin semua urusan dunia ini dan berusaha setenang mungkin biar suara hatiku kedengeran. Sudah. Fix, aku mantep mau ke Palu dan sebagian orang yang tidak berkepentingan mulai mempertanyakan kewarasanku. Sabar, tunggu cpns dulu. Nilainya lumayan. YHA.

Bergabung dengan IBU Foundation

Sejak hari pertama ikut workshop bersama pihak donor, aku mulai merasa. “Wah, ternyata seperti ini. Child protection itu sedetails ini.” Selama ini aktif di SSCP, aku gak ada ilmu sejauh itu dalam memenuhi hak-hak dari anak. Banyak sekali rasanya ilmu yang bisa aku pelajari.

Dunia kerelawanan yang selama ini aku tekuni, ternyata memiliki konsep yang jauh lebih sistematis dan teratur. Sangat memperhatikan dan bertanggungjawab.

Hari Pertama di Palu




Tiba-tiba keinget tahun lalu, kepengen daftar program buat ke Sulawesi, tapi lebih milih Kalimantan karena tiket yang mahal :( sekarang Allah kasih rejeki untuk bisa ke sini. Perjalanan dari Bandung menuju bandara Soekarno-Hatta ditempuh dengan menggunakan Kereta Api yang kemudian dilanjutkan dengan naik damri. Sampai di Bandara 1C lepas Magrib dan harus menunggu penerbangan 2.30 pagi. Menghabiskan waktu dipelataran bandara. Terbang selama dua jam duapuluh menit, akhirnya kami sampai di Bandara Sis Al Jufri Palu. Hari pertama kami gunakan untuk beristirahat.

Hari Pertama ke Desa 

Kemarin, adalah hari pertama aku berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal yang ada di Sulawesi Tengah. Perjalanan selama satu jam dari basecamp menuju desa, kami disuguhi pemandangan yang indah sekali. Langit biru bersih, pantai yang panjang dan bukit-bukit yang menampakkan bahwa udara diluar sejuk nan dingin, tetapi tidak teman-teman. Di sini lumayan hangat. Yha, aku sudah pasti tidak kedinginan dan tak butuh pelukan. Wkwk.




Disambut ramah oleh pihak Desa, kami memperkenalkan diri dan mengenalkan program kami. Melihat keadaan di sini, rasanya, seluruh orang sedang bahu-membahu dalam kebaikan, membantu sebaik mungkin saudara di sini. Setelah pamit dengan pihak Kantor Desa, kami menyempatkan diri berkunjung ke salah satu dusun, yang kebetulan teman laki-laki harus menunaikan Salat Jumat. Sejak awal kedatangan, ada beberapa anak yang mulai mengikuti, dengan senyum simpul malu-malu di wajah masing-masing. Masih teringat, betapa fasihnya mereka memperkenalkan diri. Dengan malu-malu menjabat tanganku. 

Perkenalkan, nama saya Loli.

Kalimat perkenalan itu dilafalkan tanpa jeda, begitu yakin walau dibarengi rasa malu bertemu orang baru. Aku cukup takjub dengan anak-anak di sini. Kesopanan dan kepercayaan diri mereka. Ternyata di Desa ini TPA wajib diikuti untuk semua siswa SD. Rasanya hal yang sudah sulit ditemukan di kota-kota besar. Orang tua sangat peduli dengan nilai-nilai agama. Ketika Salat Zuhur di masjid, semua adik-adik perempuan yang dari tadi bermain dengan Hilma, mengikuti kami untuk menunaikan salat.

Mereka menularkan kehangatan, senyum penuh rasa ingin tahu. Hey, would you be nice? I’ll try my best.

Dear, Allah. I am here cause I am normal. I am human. 

Selama Engkau ridho, urusan dunia akan terasa mudah dan menyenangkan.

Selamat Pagi dari Palu.
Wassalammualaikum. 

Tuesday, 27 November 2018

Curhat

Tuesday, November 27, 2018 0 Comments
Hallo. 


Kali ini edisi mau curhat, belum bisa tidur karena galau. Bukan. Ini penting, tentang arah jalan yang akan ditempuh selanjutnya. 

Banyak hal, ternyata sangat tidak cukup, selama ini hanya berusaha bersyukur. Setelah akhirnya sadar harus melakukan apa, tapi harus sabar menanti. Yang terbaik. Rasanya cukup panjang. Hingga satu kesempatan datang, namun dengan lucu kesempatan itu terlewat dengan menggemaskan dan sedikit nyeri. 

Tuhan Maha Baik. 

Doa sejak lama, mulai diberikan jalan. Kehidupan yang didambakan mulai dihadirkan, mulai terlihat. Lalu, kesempatan yang menggemaskan itu menawarkan diri lagi. Dengan slogan jangankan masa depan, masa tua pun akan aman. Aku yang tak pernah peduli, yang selalu idealis sedikit ketir saat kuingat lagi lamanya pintu-pintu ini terbuka. 

Satu tawarkan seragam yang cantik. 
Tawarkan kepastian.
Pun, yang dipilih adalah sesuatu yang menantang dan mungkin akan aku suka. 
di tengah Kota. 
Ilmu-ilmu baru. (eksak) 

Yang terpilih. 
Tawarkan kehidupan, nilai hidup. 
di sunyi malam, bintang bertabur. 
Bebas mengekspresikan diri, yang pasti aku masih bisa tetap cantik. 
Pertemuan-pertemuan hebat.
Mungkin berbatas, tapi jika pantas siapa yang tahu jauhnya(?)

Rum, jangankan kehidupan yang jauh didepan. Tarikan nafas, detik jam yang berdenting, semua seizin Allah. Terlalu jauh, mengkhawatirkan semuanya. Jika memang tertulis untukmu, siapa yang mampu mengambilnya darimu. 

Rum, pilihlah, yang hatimu tak ragu, walau kelak kau mungkin mengenang, dulu... Rum, pergilah, jauh, tulislah ribuan perjalanan yang kau pilih ditengah sanggah dan cegah. 

Bandung, 27 November 2018

Monday, 19 November 2018

[REVIEW] Raiku Brightening Series

Monday, November 19, 2018 0 Comments
Hallo! Assalammualaikum, balik lagi, kali ini aku mau ngerivew salah satu produk lokal yang cakeppp abis. Serangkaian brightening series dari RAIKU ini cocok banget sama muka aku dan setelah dua minggu pemakaian mulai terlihat hasilnya.

RAIKU Beauty adalah produk skincare yang diformulasikan dengan bahan berkualitas tinggi tanpa kandungan paraben dan senyawa berbahaya. Paraben sebagai bahan pengawet dalam dunia kosmetik dan farmasi bisa menjadi pemicu sel kanker, RAIKU sangat konsen memberikan kualitas terbaik untuk perempuan Indonesia. Raiku memiliki 2 rangkaian produk, yaitu Brightening dan Anti Aging Series. Rangkaian produknya sama tetapi dengan formulasi serta manfaat yang berbeda.

Raiku Brightening Series

Raiku Brightening Series
Raiku Brightening Series

Saat ini kebanyakan perempuan memilih untuk bisa tampil bare face tapi tetep cantik dan enak dipandang. Dari itu, banyak brand kecantikan yang berlomba-lomba mengeluarkan inovasi-inovasi terbaiknya demi melahirkan produk yang dibutuhkan oleh pasar. Di Indonesia sendiri persaingan antara brand lokal sangat ketat, salah satunya Raiku Beauty.

Raiku Brightening Series
Raiku Cleansing Cream Brightening Seri

Double cleansing atau pembersihan ganda (dua kali) harus dijadikan rutinitas ya man-teman, karena hal ini sangat efektif untuk membersihan sisa-sisa makeup biar mula kita beneran bersih. Raiku memiliki 2 cleanser, pertama cleasing cream yang bisa digunakan untuk membersihkan makeup. Cream pembersih dioleskan keseluruh bagian wajah lalu dihapus menggunakan tisu, untuk membersihkan wajah, aku pribadi tidak menyarankan penggunaan kapas ya man-teman. Dari tisu itu kita bisa ngeliat kotoran yang diangkat dengan cleasing creamnya.

Cleansing cream dari Raiku Brightening Series ini menganndung chamomile extract dan Vitamin E. Chamomile extract yang berasal dari bunga Chamomile memiliki khasiat sebagai anti bakteri, melembabkan kulit dan bisa mencegah timbulnya jerawat. Sedangkan Vitamin E berfungsi sebagai penyamar bintik-bintik gelap, merawat wajah dari sengatan matahari serta memudarkan bekas luka.

Raiku Brightening Series
Raiku Cleansing Foam Brightening Series

Setelah menggunakan cleansing cream, tahapan pembersihan wajah kedua menggunakan cleansing foam. Penggunaan cleansing foam untuk memastikan jika wajah kita benar-benar bebas dari sisa kotoran. Cukup usapkan cleansing foam pada muka yang terlebih dulu sudah dibasahi, lalu lakukan gerakan memutar pada kedua belah wajah menggunakan tangan, kemudian bilas deh!

Raikku Cleansing Foam mengandung ekstak beras yang sangat baik sekali untuk mencerahkan kulit, menyamarkan kantung mata yang gelap serta dapat membantu melawan penuaan.

Raiku Brightening Series

Raiku Brightening Series
Raiku Brightening Toner

Raiku Brightening Toner! Yup, sampe ketahapan ini. Toner adalah salah satu produk skincare favoriteku. Brightening Toner dari Raiku mengandung niacinamide merupakan salah satu jenis Vitamin B. Niacinamide berfungsi untuk mengatur produksi minyak alami wajah, meningkatkan imunitas kulit serta membantu mengatasi hiperpigmentasi. Mengandung AHA yang berfungsi mengurangi luka bekas jerawat dan safflower untuk menjaga kelembaban kulit wajah.

Toner sendiri memiliki berbagai fungsi, untuk menyeimbangkan pH agar kulit produksi minyak pada kulit tetap normal dan alami. Mengencangkan pori, menghidrasi dan menutrisi kulit. Aku menggunakan toner bukan lagi sebagai pembersih wajah, jadi saat ingin menggunakan toner pastikan wajah kita sudah sangat bersih dan aplikasikan toner dengan mengusapkan cairan toner keseluruh bagian wajah hanya menggunakan tangan. Dijamin segernya berasa banget! Mulai kurangi penggunaan kapas untuk wajah yaaa.

Raiku Brightening Series

Raiku Brightening Series
Raiku Brightening Serum
Penggunaan toner sangat mempermudah agar serum bisa terserap dengan maksimal dan cepat. Raiku Brightening Serum memiliki kandungan yang sama dengan Brightening Toner. Raiku Brightening Series sangat konsen dengan bahan-bahan yang terkandung di setiap produknya agar hasil yang didapatkan maksimal dan memuaskan.

Raiku Brightening Cream

Setelah serum terserap oleh kulit wajah, kita bisa mengoleskan Raiku Brightenig Cream. Raiku Brightenig Cream terdiri atas morning cream dan night cream. Perbedaannya ada pada waktu penggunaan, morning cream dan night cream terbuat dari bahan yang sama, hanya saja pada morning cream ditambahnkan spf 15 untuk melindungi kulit dari sinar UVB.

Bare Face with Raiku Brightening Serum

Setelah penggunaan serangkaian produk Raiku, secara singkat kulit akan terasa segar dan lebih kenyal. Untuk pemakaian rutin sendiri, jidatku yang sedikit lebih hitam dari bagian wajah lainnya berangsur-angsur menyamarkan perbedaannya. Hehe.


Kesimpulan!!!
Prooduk lokal, harus support produk lokal dong, apalagi produk yang berkualitas, bukan kaleng-kaleng. Kualitasnya, sudah dirasakan sendiri, bakalan nerus nih kalo udah habis, harga cukup terjangkau. Oh, Raiku! I’m fallin in love with you.

Salam hangat, dari Bandung.
Wassalammualaikum!


Wednesday, 14 November 2018

Noera Slimming Tea, Teh Herbal Pertamaku!

Wednesday, November 14, 2018 0 Comments
Hello! Assalammualaikum...
Gak berasa sudah jalan dua minggu mengkonsumsi Noera Slimming Tea. Khasiatnya mulai terasa sejak pertama kali minum teh hangat dari Noera Slimming Tea. Gak langsung turun berat badan 2 kg gituuu, enggak. Tapi pencernaan rasanya bersih aja. Selama ini, tubuhku bukan tipe yang punya masalah di sistem pencernaan, semuanya lancar, tapi semenjak konsumsi teh herbal ini, perut terasa lebih plong dan enak. Noera Slimming Tea aku konsumsi sebanyak 2 kali dalam sehari setiap sebelum makan. Rasa dari teh ini masih bisa dinikmati walau tanpa gula. Harus tanpa gula yaa teman-teman. Hehe. 
Noera Slimming Tea

Noera Slimming Tea adalah teh herbal yang terbuat dari bahan herbal alami berkualitas tinggi, 100% herbal terbuat dari green tea, senna leaf dan honey. Green Tea atau teh hijau memiliki manfaat sebagai pencegah resiko diabetes serta dapat menurunkan berat badan. Senna Leaf atau lebih dikenal dengan Daun Jati Cina, memiliki nama latin Cassia Angustifolia. Senna Leaf memiliki banyak manfaat beberapa diantaranya adalah sebagai rem untuk kolestrol tinggi, bahkan bisa menurunkan kolestrol dengan konsumsi yang rutin. Senna Leaf juga dapat membantu membersihkan sisa kotoran yang tertinggal di dinding-dinding usus, sebagai detoksifikasi dan mampu membantu regenerasi sel. Madu sebagai bahan pelengkap berkhasiat untuk mencegah obesitas dan madu memiliki banyak manfaat, terutama bagi sistem imunitas tubuh. 

Teh herbal, Noera Slimming Tea

Secara keseluruhan Noera Slimming Tea memilili manfaat sebagai berikut, yaitu:
1. Membantu penurunan berat badan
2. Membersihkan darah kotor
3. Mengurangi kolestrol
4. Membuang racun dalam tubuh
5. Meluruhkan lemak
6. Membantu proses pembuangan kotoran dalam tubuh
7. Menyegarkan tubuh. 

Teh ini dapat dikonsumsi setiap hari sebanyak 2 kali sebelum makan dan diajurkan diminum sesudah makan untuk teman-teman yang memiliki mag. Satu sachet teh bisa diseduh dengan air hangat sebanyak 150 ml dan sangat enak diminum selagi hangat. Aku pribadi sangat suka dengan rasa teh herbal satu ini. 

Dalam satu bungkus Noera Slimming Tea, terdapat 60 sachet. Berarti cukup untuk konsumsi selama satu bulan dong, manfaatnya begitu terasa karena memang, pribadi, aku mengkonsumsi teh ini secara teratur sejak pertama kali paketnya sampe rumah! Hehe. Utuk berat badan sih belum nimbang dan emang niat awalnya bukan untuk menurunkan berat badan. Biar lebih sehat aja gitu! dan ternyataaa perut rasanya enak, badan terasa ringan wkwk (sugesti ahhh), mungkin karena Noera Slimming Tea sendiri memiliki manfaat untuk melancarkan peredaran darah kali yak. 

Menurutku lancarnya sistem pencernaan sangat berpengaruh bagi kesehatan keseluruhan tubuh, jadiii jangan mau menumpuk sisa-sisa kotoran di usus, terlebih badan jadi slim, yang pasti kita bisa menikmati hidup sehat dengan pola hidup yang sehat, olahraga dan minum teh herbal Noera Slimming Tea. 

Bye! 
Wassalammualaikum!