Wednesday, 3 May 2017

[Review] Di Bawah Langit yang Sama

Hello fellas!!!!!!!
Kali ini aku mau nyoba ng-review buku yang baru selesai dibaca. Hanya dua kali menutupnya! Buku yang sangat asik dan keren banget.
Pertama, buku Di Bawah Langit yang Sama karya Helga Rif. Buku ini wajib baca deh! Lumayan kan menyelami Ubud dengan gratis, singkat tapi dapet feelnya. Sebenernya aku udah lama baca buku pertama, Perempuan-Perempuan Tersayang karya mba Okke yang bersetting di Soe!!!! Akh! Setiap denger nama kota itu disebut, aku berasa seakan tau banyak! Seakan aku perlu berkunjung (lagi). Novel dengan kisah dari sudut-sudut penjuru Indonesia ini sendiri punya temenku, Kahfi. Kahfi yang dengan inisiatif menawarkan buku kedua dan ketiga dari seri Indonesiana. Kahfi, kamu baik sekali. Oke, iklannyaa selesai. Nuhun. 

            “Saat kamu menyakiti seseorang, dan dia memaafkanmu, kamu akan menanggung semua sakitnya.”
“Jangan pergi untuk kukejar. Karena aku tidak mengejar yang pergi meninggalkanku.”
Hematnya. Aku udah ngurangin banget baca novel romance. Selain udah mulai bosan, kesini udah kerasa banget aku gak punya banyak waktu lagi untuk baca. I need to spend my time into the worth something in the right way. Yihaaa. Hihi.
            Di Bawah Langit yang Sama.
            Ubud yang pesonanya menjuru sejak dulu. Ubud memiliki sebenar-sebenarnya yang diharapkan semua orang tentang Pulau Dewata, tentang Bali. Yang buat aku tertarik membaca buku ini, tentu saja karena ada pengetahuan yang berharga didalamnya. Ada Ubud didalam buku dengan cover ungu dengan corak batik dan sepasang kupu-kupu. Sebenernya aku sudah tau sedikit tentang kehidupan di Bali. Tentang tanah yang disewakan bukan dijual, tentang kasta-kasta disana, tentang pencalang dll. Tapi keindahan (yang beneran indah) dan adat yang kental belum pernah aku dengar dan saksikan melalui trip setahun lalu ke Bali. Pertama kali tau Ubud dan sangat ingin berkunjung itu karena melihat postingan dari anak Pak Prabowo, Mas Didiet yang sepertinya sangat suka berkunjung ke Ubud kalo dilihat dari postingan photo beliau di Twitter maupun Instagram.
            Novel ini sendiri menceritakan mengenai kisah cinta gadis puri bernama Indira yang berkasta Ksatria. Gadis puri ini hanya memiliki saudari perempuan. Sebagai gadis yang lahir dan dibesarkan di Bali dan lingkungan puri, Indira mengemban tanggung jawab untuk meneruskan garis keturunan ayahnya. Indira diharuskan menikah dengan laki-laki dengan tingkat kasta yang sama untuk mempertahankan garis keturunan keluarganya. Namun, dalam cintanya pada Bali dan keseluruhan adat yang ada. Indira juga mencintai laki-laki yang tumbuh dan hidup di Singapura. Max, adalah atasan Indira selama bekerja di Perusahaan Tekstil disana.  Kepulangan niangnya, megembalikan Indira ke Ubud dengan segala adat-istiadatnya yang istimewa dan juga membelenggu beberapa impian Indira...
Bagaimana kelanjutan hidup Indira? Silahkan membaca buku ini! Sangat disarankan.
Buku ini sendiri menumbuhkan rasa... Rum you need to stay there for a short while. You need it. One month or more! I hope someday, aku bisa ikut serta menyaksikan upacara ngaben dan upacara-upacara yang dilakukan sebelum pembakaran jenazah dimulut lembu. What a nice trip, mbak Helga!!!!!!! Thank you.
8/9 for this book.
Next book on next post! See ya!
Wassalammualaikum..

No comments:

Post a Comment