Saturday, 26 October 2019

Keseruan Mengunjungi Museum Nasional dan Museum Sejarah Jakarta

Saturday, October 26, 2019 20 Comments
Sebutkan hobi kamu? 

Hobi saya banyak Pak, salah satunya jalan-jalan. Terutama mengunjungi tempat baru. 

Pertanyaan yang selalu keluar kalo lagi interview, dan jawaban yang selalu sama, yha jalan-jalan, bertemu orang baru, foto-foto, berniat menuliskan keceriaan dan khidmat-khidmatnya, bagian terakhir ini bukan main sulitnya. 

Diawal tulisan ini, aku mau mengucapkan selamat, semangat dan terima kasih secara bangga kepada teman-teman blogger yang sangat aktif menulis. Percayalah, walau perlahan, link-link yang kakak-kakak bagikan dan masuk ke pemberitahuanku membakar semangatku untuk terus produktif menulis. Apalagi yang menyempatkan hadir, membaca dan meninggalkan jejak di komentar postinganku. Terima kasih~

Memilih pindah dari Palembang dan mencari kerja di Ibukota dan sekitarnya, sebenarnya bukanlah pilihan utama. Rasanya cukup berat, apalagi setelah dijalani. Bukan main. Tapi tawaran dari kota metropolitan ini juga bukan sekadar basa-basi. Ada ribuan kesempatan untuk belajar, pun mengenal banyak orang. Akhirnya memulai karir di sebuah perusahaan kontraktor di Bekasi, kemudian bertemu teman satu frekuensi tentang jalan-jalan. 

Kesepakatan simpel, setiap Sabtu, kami membuat jadwal untuk jalan-jalan, entah ke museum, taman atau toko buku. Jalan-jalan ini harus ramah kantong dan juga ramah dengan bumi. Sedemikian rupa. 

Menikmati Transportasi Umum

Perjalanan kali ini kami sangat memaksimalkan moda transportasi publik, menuju Stasiun Juanda menggunakan KRL (Kereta Rel Listrik) dari Stasiun Bekasi. Sehari sebelumnya kami sudah mempersiapkan emoney biar saat perjalanan bisa langsung tap-tap. Sebenarnya juga bisa menggunakan Tiket Harian Berjamin, hanya dengan deposit 10K dan ditambah uang perjalanan sesuai destinasi, kamu sudah bisa naik KRL. Untuk menghindari antre dan kelupaan refund ya lebih baik menggunakan emoney, walaupun jarang digunakan. 

Setelah sampai di Stasiun Juanda, kami menyebrang untuk menaiki City Tour Bus, bus bertingkat yang melayani penumpangnya untuk mengelilingi Kota Jakarta. Bus ini gratis, tis, tis!

City tour bus

City tour bus

Tidak lama menunggu, bus pun datang, kami memilih duduk di lantai dua bus. Biar lebih kelihatan. Hehe. Selain gratis, bus ini juga dilengkapi dengan guide serta supir yang bersertifikat. Bukan kaleng-kaleng lah guys. Selama perjalanan, kami diberikan informasi mengenai bus dan lingkungan sekitar. Nah bus ini jam operasionalnya sampai malam di hari weekend. Selain informatif, mas guide yang kulupa namanya, amatlah lucu dan menghibur.

Belajar Hal Baru, Mengenal Pahlawan


Setiap ada monumen di jalan yang kami lewati, maka mas guide akan menjelaskannya secara singkat. Yha, tugasku mencatat untuk kemudian mencari tahu. 

Monumen di atas adalah patung pahlawan, Mohammad Husni Thamrin. MH. Thamrin adalah tokoh Betawi pada saat nama Jakarta masih Batavia. MH. Thamrin aktif dalam politik, memperjuangkan suara-suara orang tertindas, beliau pula mengusulkan pembangunan tempat penyimpanan air bersih untuk minum, yang kemudian disetujui pemerintah Belanda, Saluran Air Minum Kanal Ciliwung. Kini dikenal dengan Penjernihan Air Pejompongan. 

Monumen ini diresmikan oleh Bapak Fauzi Bowo sebagai Gubernur DKI jakarta pada masanya. 

Nyasar ke Museum Nasional

Rute ngebolang hari itu adalah Galeri Nasional dan Museum Fatahillah di Kota Tua. Entah terlalu asik menikmati perjalanan, aku yang sebelumnya mendengar kalo ingin ke Galnas berarti turun saat bus berhenti di depan Perpusnas. Tapi kedua temanku tidak mendengar hal yang sama, kupikir aku salah mendengar. Jadi kami melanjutkan perjalanan. Sampai akhirnyaaaa berhenti di Museum Nasional atau Museum Gajah. 

Museum nasional

Rasanya bahagia bisa kembali lagi ke Museum Nasional. Tempat yang pernah aku kunjungi secara singkat beberapa tahun yang lalu. Ikon Museum Nasional yang selalu terniang-niang ini merupakan karya seniman asal Bali, Nyoman Nuarta. Pusaran dengan detail orang-orang di dalamnya, seolah tertarik dan juga bertahan sekuat tenaga. Karya ini memiliki makna ketahanan budaya yang terus menggelora sepanjang masa. Budaya yang tetap luhur dan menginspirasi, sejalan dengan kemajuan. 

Museum nasional

Museum nasional

Biaya masuk Museum Nasional 5000,- rupiah untuk pengunjung dewasa. Museum ini dibuka dari Selasa - Minggu. Seperti kebanyakan museum yang tutup di Hari Senin. Di meja registrasi, setelah membeli tiket, kita akan mendapatkan peta museum dan juga peta tempat-tempat wisata di Kota Jakarta. Pokoke lengkap! 

Dari pintu masuk, lurus saja dan kita akan disabut dengan patung-patung dari banyak tokoh perwayangan. Aku sedikit bingung karena ada beberpa patung yang tidak utuh, memang seperti itu bentuknya atau luput dari perawatan yaaa. Setiap patung juga dilengkapi dengan penjelasan singkatnya. 




Aku selalu suka membaca lagi sejarah melalui kunjungan ke museum,  siapa tahu kan keluar di soal test cpns. Mayan cuyyy! 


Setelah puas melihat patung-patung, aku berjalan ke sisi lain museum, melewati ruangan dengan peta Republik Indonesia dan ragam suku, bahasa yang hidup di dalamnya. Kaya sekali tanah air ini.



Sisi berikutnya menjelaskan asal-usul manusia di Indonesia. Wajah-wajah perempuan Indonesia. Di sisi ini juga ada replika tulang-belulang orang yang telah meninggal.





Saat naik ke lantai dua museum, kita akan disambut dengan gambar-gambar yang menjelaskan kehidupan zaman dulu.  Wanita-wanita Indonesia yang mandiri dan kuat tergambar nyata, pun anak-anak yang bahagia dengan permainan seadanya. Yang selalu membuat hatiku hangat adalah foto wanita dengan senyuman di bagian Pulau Jawa, sekilas beliau mirip sekali dengan Almh. Nenekku. Pun senyumnya. Aku sampai bergumam, seharusnya latarnya adalah Pulau Sumatra, karena dari silsilah yang ku tahu, keluarga kami adalah orang Sumatra yang berasal dari Pagaralam.

Pameran "Japanese Design Today 100"

Seingatku, Museum Nasional sering sekali mengadakan event-event yang menarik, kebetulan sekali saat kami berkunjung sedang berlangsung pameran karya seni dan koleksi dari Jepang. 



Ada sekitar 100 foto, maket ataupun pakaian yang dipamerkan. Program ini bertujuan untuk mengenalkan Jepang pada dunia. Tentu saja didalam bidang seni, baik seni tradisional maupun kontemporer. Sebagai penyelenggara, The Japan Foundation telah bekerjasama dengan banyak museum di seluruh dunia. Keren ya?

Apakah kita juga sudah melakukan hal ini untuk mengenalkan budaya, sejarah serta para seniman Indonesia ke seluruh penjuru dunia melalui pameran karya seni di museum lain di luar negeri. Pastilahhh hal ini terpikir oleh Bapak-Ibu yang di posisi nya, yang memiliki kuasa dan kemampuan untuk mewujudkannyaaa. Hihi.

Belajar Sejarah Kota Jakarta di Museum Fatahillah

Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta ini terletak di Kota Tua. Biaya masuknya 5000,- rupiah untuk pengunjung dewasa. Yang aku suka dari museum ini adalah keteraturannya, petunjuk yang cukup jelas membuat pengunjung sangat mudah untuk melihat sejarah secara runut. 




Museum ini menceritakan penampakan Batavia dengan para tokohnya hingga menjadi Jakarta. Dari Balai Kota hingga resmi menjadi Museum Sejarah Jakarta. Juga menceritakan peristiwa-peristiwa bersejarah, seperti wabah penyakit yang pernah terjadi hingga kebangkrutan VOC.


Museum ini dilengkapi dengan furniture-furniture khas zaman dulu yang terbuat dari kayu. Sangat terawat.



Banyak juga lukisan-lukisan sarat makna. Salah satunya seperti latar foto di atas.


Dari lantai dua Museum Sejarah Jakarta, kita bisa menyimak keramaian Kota Tua. Di museum ini juga terdapat penjara bawah tanah.

Menikmati Selendang Mayang

Selain suka jalan-jalan ke tempat baru, aku juga suka jajan. Hehe. Kalo Palembang kaya sekali kulinernya, teman-temanku terkadang bingung kalo aku minta diajak makan makanan khas Bekasi. Hehe. Nah, selain kerak telor, aku akhirnya bisa mencicipi Selendang Mayang. Konon, minuman ini khas Jakarta. Rasanya segar, manisnya pas. Harganya murah! 


Setelah duduk sambil berselendang mayang, kami pulang melalui Stasiun Jakarta Kota. Langsung menuju Bekasi. 

Untuk KRL pulang pergi kami mengeluarkan 8000,- rupiah, 10000,- rupiah untuk masuk dua museum, 5000,- jajan Selendang Mayang, oh iya karena terlalu lama menunggu kami menggunakan bus berbayar dari Museum Nasional ke Kota Tua 3500,- rupiah (aku lupa nama busnya) dan jajan cilok selagi nunggu City Tour Bus (akhirnya nyerah) 5000,- rupiah. Untuk makan siang dan air minum kami bawa dari rumah, sudah ada isi ulang air mineral di Museum Nasional. 31.500,- rupiah, ramah kantong kan? Pun ramah lingkungan.

Perjalanan itu hanya butuh niat. Jangan lupa untuk membekali diri dengan informasi, baca-baca, bawa bekal hehe, lalu eksekusi. Capek ga??? Wah karena ini hobi dan emang suka jalan kaki, capeknya standar aja, bahagianya banyak! Yuk ke museum! 

Nantikan cerita perjalanan selanjutnya yhaaa!

Monday, 14 October 2019

Hal Yang Harus Dihindari Saat Pengajuan Kartu Kredit CIMB Niaga

Monday, October 14, 2019 4 Comments
Banyaknya produk kartu kredit membuat begitu banyak orang berupaya untuk mengajukan aplikasi ke berbagai bank, termasuk Bank CIMB Niaga. Meski prosesnya cukup mudah dan singkat, ternyata ada hal yang harus dihindari saat pengajuan kartu kredit CIMB Niaga loh! 

Pihak bank tentu akan melakukan validasi dan verifikasi setelah kamu mengajukan aplikasi kartu kredit. Hasil analisis tersebut akan menentukan lolos atau tidaknya pengajuan yang kamu lakukan. Atau, jika pun lolos, bank juga yang menentukan limit kartu kredit yang akan kamu miliki kelak.

Mengajukan kartu kredit CIMB Niaga memang mudah. Namun demikian ada beberapa hal yang sering menyulitkan proses aplikasinya.

Hal Yang Menyulitkan Proses Pengajuan Kartu Kredit CIMB Niaga

Kartu Kredit CIMB Niaga

Sama seperti melamar pekerjaan, beberapa orang rela melakukan berbagai cara supaya aplikasi kartu kredit terlihat sempurna, dengan harapan pihak bank akan meloloskan aplikasi tersebut.

Nah ini ada beberapa hal yang perlu kamu hindari saat mengajukan kartu kredit, yaitu:

Memalsukan Nominal Gaji

Sudah pasti dong untuk pengajuan kartu kredit CIMB Niaga kamu diharuskan melampirkan slip gaji.  Nah, ada anggapan beberapa orang bahwa semakin besar nominal gaji maka semakin besar pula peluangnya untuk lolos. Padahal, tidak sepenuhnya demikian.

Nominal gaji digunakan pihak bank untuk menentukan limit kartu. Misalnya, gaji yang besar dianggap mampu untuk membayar tagihan kartu kredit yang juga relatif besar. Sehingga, pihak bank akan lebih longgar dalam memberikan limit yang besar. Jadi slip gaji itu sebagai data penyesuaian.

Sebaiknya tetap mencantumkan nominal gaji yang sebenarnya. Supaya kamu mendapatkan limit kredit yang juga sesuai batas kemampuan. Selain itu, semakin besar limit kartu kredit, maka semakin besar pula iuran tahunan yang diberlakukan dan yang paling dasar, jujur itu sangatlah penting! 

Kredibilitas Tempat Kerja

Meskipun gaji yang kamu terima besar di sebuah perusahaan, bukan jaminan bahwa aplikasi yang kamu ajukan akan mudah disetujui. Pihak bank tentunya bisa mengamati kredibilitas tempat kerja kamu. Jika perusahaan tersebut dianggap kredibel, maka peluang lolosnya besar.

Sebaliknya, jika kredibilitas kantor kamu tidak begitu baik di mata perbankan, aplikasi kamu memang tidak serta merta ditolak. Biasanya akan ada syarat tambahan yang diberikan oleh bank. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan bank bahwa kamu berada dalam kondisi stabil dalam hal pekerjaan.

Yang dikatakan stabil termasuk juga status kamu sebagai karyawan tetap dengan masa kerja lebih dari 2 tahun. Akan timbul poin negatif di sisi analis bank, jika riwayat pekerjaan menunjukkan bahwa kamu sering berpindah tempat kerja dalam tempo yang cukup singkat. Ingat ya berpindah-pindah kerja bukan jadi poin negatif di mata HRD tapi juga oleh analisis bank. 

Riwayat Keuangan

Sebelum mengajukan aplikasi kartu kredit, sebaiknya kamu pelajari dulu kesehatan keuangan kamu. Misalnya, apakah kamu memiliki tanggungan perbankan yang sedang berjalan atau tidak. Jika ada, apakah nominal tagihan tersebut masih dalam batas yang sehat atau tidak.

Pihak bank tentu akan lebih paham tentang cashflow yang kamu miliki. Jika perbandingan pemasukan dan cicilan kamu sama besar, maka peluang aplikasi kamu untuk disetujui akan semakin kecil. Sebab dalam menerbitkan kartu kredit, pihak bank menggunakan prinsip risiko kredit macet.

Beberapa bank terkemuka mensyaratkan kamu untuk menyertakan fotokopi sisi depan kartu kredit lain yang sudah dimiliki. Hal ini untuk memantau riwayat pembayaran tagihan kartu kredit kamu. Pastikan kamu tak pernah terlambat membayar tagihan atau mengalami masalah lainnya dengan kartu kredit terbitan bank lain.

Mengajukan Banyak Kartu Kredit Sekaligus

Memang tak ada salahnya mencoba peruntungan mengajukan aplikasi kartu kredit sekaligus ke banyak bank. Harapannya, salah satu aplikasi tersebut akan lolos. Namun, cara ini sebaiknya dihindari.

Perlu diingat, bahwa pihak bank bisa mengetahui aktivitas pengajuan kartu kredit yang kamu lakukan. Jika kamu ketahuan mengirimkan permohonan sekaligus ke banyak bank, maka akan muncul kecurigaan. Akibatnya, aplikasi pengajuan kartu kredit CIMB Niaga kamu akan ditolak.

Untuk menyiasatinya, jangan lakukan pengiriman aplikasi kartu kredit secara serentak. Berikan jeda waktu sekitar 4 atau 5 hari setelah mengajukan aplikasi ke bank yang satu, baru kemudian dilanjutkan ke bank yang berikutnya.

Gagal Verifikasi

Setelah aplikasi kartu kredit CIMB Niaga kamu sudah dikirim, dalam jangka waktu 5 hari kerja pastikan kamu bisa dihubungi. Sebab, dalam kurun waktu tersebut pihak analis bank akan melakukan verifikasi lewat telepon. Bukan cuma kamu yang akan dihubungi, tetapi juga kerabat dekat yang kamu cantumkan pada lembar aplikasi. Baiknya kamu memberitahu kerabat yang nomernya dicantumkan untuk verifikasi.

Jika analis bank gagal menghubungi kamu hinga 2 atau 3 kali percobaan, maka aplikasi kartu kredit kamu akan dibatalkan atau ditolak. Sederhana saja, pihak analis bank memiliki setumpuk data calon nasabah yang harus diverifikasi. Jika satu gagal, mereka akan melanjutkan pekerjaan ke calon nasabah lainnya.
Setidaknya, beberapa hal tersebut membuat Anda sedikit sulit untuk lolos dalam proses pengajuan kartu kredit, khususnya dari Bank CIMB Niaga.

Untuk mengetahui persyaratan lengkap pengajuan kartu kredit, kamu bisa mengunjungi CekAja.com.

Situs CekAja.com menyediakan banyak perbandingan produk perbankan, yang disajikan secara netral. Sehingga kamu dapat memilah mana produk yang paling tepat untuk kamu sesuai dengan kebutuhan kamu. CekAja.com juga sudah berafiliasi dengan kartu kredit Bank CIMB Niaga, untuk proses pengajuan kartu kredit lewat link https://www.cekaja.com/banks/cimb-niaga/kartu-kredit

Tuesday, 1 October 2019

Jika Menebakmu adalah Judi

Tuesday, October 01, 2019 7 Comments

Tebakanku, kau adalah segala yang aku inginkan dan semua yang aku butuhkan. Aku tingkatkan tebakan menjadi sebuah untaian kata yang kurapal dengan sedikit harap. Iya, hanya sedikit. Orang menyebutnya doa. Tidak, kau hanya sekadar sesuatu yang aku idamkan. Iya, sesaat.

Tebakanku, kau hanya suara yang merdu. Sebuah lagu baru yang bermakna aku. Kan kuputar seribu kali dalam seribu empat ratus empat puluh menit. Iya, kau amatlah singkat. Tapi itu, kau kuputar seribu kali dalam delapan puluh enam ribu empat ratus detik. Jika tak sengaja  aku putar lagu lain, maka aku bergegas kembali memutarmu. Hanya kau, lagu yang memiliki nyawa, lagu yang memilikiku.

Tebakanku, kau adalah jalan setapak. Yang di kelilingi aroma tanah basah. Tentu saja padi kuning atau ilalang yang tajam. Kau jalan setapak yang lurus. Aku selalu memandangmu jauh, tebakanku kau akan panjang. Kulalui sambil sesekali melambaikan tangan pada padi yang merunduk atau ilalang. Aku akan berjalan sambil bersuka cita, entah jalanku bertuju, atau sekadar berharap aroma dan indah kanan-kiri ini, berujung sebuah pondok dengan  rumbia cokelat. 

Tebakanku, kau adalah secangkir kopi yang dibuat dengan takaran yang pas. Uapnya saja membuat jatuh cinta. Hirup pertama, menjadi cecap yang tak ingin usai. Nyatanya kau dingin lebih cepat. Pekat warnamu tak melambangkan rasa hirup pertama akan sama dengan tegukan terakhir yang tak lagi hangat. 

Tebakanku, kau adalah puncak gunung. Ingin ku rengkuh walau terjal. Jalan-jalan menanjak yang hanya ada aku untuk selemah-lemahnya diriku. Atau jalan landai, walau hanya sekian meter selalu melegakan lelah. Mungkin saja kau adalah hamparan indah awan yang amat dekat namun tak bisa kusentuh apalagi kujadikan tempat bersandar. Ah, jangan-jangan kau ini ranting pohon yang kokoh, ciri khas pohon-pohon yang dirawat oleh alam, menjadi tangan yang membantuku turun agar tak terjatuh.

Baca juga: Quarter Life Crisis: Rumi dan Isi Kepalanya

Katanya tebakan sering salah. Walau sudah kurapal. Tetap saja, karena itu hanya sekadar tebakan. Jika menebakmu sama hal nya seperti bermain judi. Aku berjanji saat menang, aku tak akan main lagi. Aku tak ingin kaya, aku hanya ingin tebakanku benar.