Sunday, 24 March 2019

An Introvert Man

Hallo..
This is special for you.
Untuk kekuatan yang tumbuh dari hatimu.
Untuk kerja keras yang selalu kau rawat.
Hari ini kesedihan datang, dari segala sudut yang mungkin terbentuk di muka bumi ini. Tapi, tak seorang setan pun tahu, penyebab luruhnya air mata.


Dear, an introvert man.
Mungkin bertemu denganmu tahun lalu menjadi salah satu hal yang sangat patut aku syukuri. Kemudian menyadari bahwa kau juga menyukai buku, lalu penulis yang sama. 

Kau selalu sederhana dalam pandangku. Selalu saja bersahaja. Aku ingat saat pertama bertemu, kau dan jam tanganmu itu, selalu membuatku "APAAN SIH NIH ORANG?" Maklum aku baru di dunia itu, jangankan mengenalmu, namamu yang tenar itu tak pernah terdengar walau samar. 

Kemudian menghabiskan waktu bersama, dan kau masih saja tampak menyebalkan. Entah, angin tak pernah membawa kabar tentangmu atau kau terlalu pandai menutupi sinarmu.

Ternyata.. Kau pantas untuk hal baru itu. 

Hari ini, aku sadari seberapa kuat kau bergelumat melawan dirimu sendiri.
Untuk menyadari kita hanyalah manusia yang fana dan hina.
Hari ini, terima kasih sudah menceritakan perang-perang yang pernah kau lalui. Bukan karena kau selalu menang, tapi cinta selalu mampu menyeleksi orang-orangnya.

Kebanggaanlah untuk Ayah dan Ibumu.
Semoga terus menginspirasi anak manusia.

Ditengah hiruk-pikuk dunia yang merobek banyak prinsip pemula seperti kita.
Semoga jalinan saling membangun ini kian kuat.

No comments:

Post a Comment