Wednesday, 14 February 2018

[Trip to Lampung] Wisata Alam yang Komplit


Hellooo fellas!!
How are you? I’m fine.
Oke, aku balik lagi menceritakan perjalanan hari kedua dan ketiga di Lampung kota sejuta siger. Lampung adalah salah satu provinsi dengan 2 kota dan 15 kabupaten dan Ibukotanya Bandar Lampung.
Hari kedua ini kami rencanakan untuk mengunjungi salah satu museum yang ada di Lampung. Sudah menjadi kewajiban bagiku untuk membedah habis museum disetiap kota yang aku kunjungi. Sejarah tak kalah mempesona dari hamparan alam yang asri. Setuju?
Temanku yang asli Lampung, sangat kebetulan belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya di museum Lampung. Jadi, berdasarkan pengalamanku, biasanya museum akan tutup jam 5 sore. Kami memilih berangkat sehabis zuhur, menggunakan mobil salah satu jasa aplikasi online. Ini salah satu yang aku suka dari Lampung, alam yang asri didukung dengan kemajuan-kemajuan yang mempermudah. Kita mungkin akan kesulitan kalo berlibur ke kabupaten dengan pilihan transportasi yang minim, sedangkan tempat-tempat wisata biasanya jauh. Apalagi wisata alam.
Museum Lampung Tampak Depan
Pergi pukul 1 siang, kita tiba di Museum Lampung pukul 1:15 WIB dan museum sudah tutup. Rasanya kecewa sekali. Apa memang jadwal museumnya seperti itu ya?  Padahal aku sudah pengen banget tau sejarah Lampung. Tapi ya, kalo belum berjodoh ya gimana.
Sempet kebingungan harus kemana dan ngapain, akhirnya kita melipir ke salah satu mall yang tidak terlalu jauh dari museum. Boemi Kedaton. Rencana mau nonton atau sekedar ngabisin waktu menunggu magrib. Kita memutuskan untuk ngemilin ice cream di AW dan akhirnya aku menyendiri di gramedia. Membaca beberapa buku puisi Aan Mansyur dan Sapardi. Kekecewaan terbayarkan. Terima kasih, gramedia!
Pusat Oleh-oleh Lampung
Setelah asar kita menuju Askha Jaya untuk membeli oleh-oleh khas Lampung. Yup, berbagai aneka olahan pisang. Dari keripik aneka rasa hingga pie. Harga keripik pisang Rp.50.000,- per kg. Keripik Talas Rp.40.000,- Untir-untir ubi ungu Rp.40.000,- Kita bisa beli ¼ kg aja dan Pie Pisang Rp.38.000,- Disini kita bisa mencicipin keripik pisang sepuasnya. Haha. Kalo bicara Indonesia, bicara daerah-daerah yang ada di Indonesia, keripik pisang dengan rasa susu coklat itu kesukaanku sekali. Kalo temen dari Yogya, Bandung, Bali, Padang, bingung mau oleh-oleh apa (makanan) tapi kalo mereka dari Lampung, selalu minta bawain keripik pisang coklat. Askha Jaya ini terkenal sekali keripik pisangnya yang kaya akan bumbu, jadi kalo rasa susu coklat itu beneran deh tumpeh-tumpeh susunya. Karena membeli cukup banyak kami diberikan bonus untir-untir ubi ungu. Oh iya, Askha Jaya ini gak jauh dari Mall Boemi Kedaton.
Hujan rintik-rintik, dingin. Kami melanjutkan perjalanan menuju Masjid Al-Furqon, ini Masjid Agungnya Lampung nih! Disini, kami menunaikan Ibadah Solat Magrib dan janjian bertemu Sri Rejeki. Temen kuliah yang sudah sukses kerja di Kementrian Keuangan Lampung. Berjalan kaki menyusuri malamnya Lampung, meniti langkah dan membangun kata, perjalanan yang indah. Kami menuntaskan rindu sambil menyantap Ayam Pak Gembus. Sudah pasti, ditraktir pekerja. Haha. Thanks Jek!



Hari ketiga! Ya! Kita ke Pantai Sari Ringgung. Ini salah satu plan yang sebenernya sempet diragukan dan tidak bisa Mei pastikan. Karena jarak yang jauh dan kendaraan yang abu-abu. Berbekal sok akrab dengan driver go-grab yang mengantar kami drai Stasiun Tj. Karang ke rumah Mei, si Bapak berkenan mengantarkan kami ke Pantai Sari Ringgung. Janjian dengan Bapak jam 10, Mei, Salsa, Niken, sempat ragu awalnya. Tapi, aku percaya si Bapak tak mungkin ingkar. Haha. Jam 10 kami pergi, karena ingin dapet sunset di pantai, kami memilih ke Villa Gardenia terlebih dulu. Dengan kesepakatan dua rute, ditunggu, Bapak hanya meminta Rp.250.000,- terjangkau sekali. Coba kalo nyewa mobil? Nyetir sendiri, belum bensin. Ah, rejeki dari Allah memang bentuknya unik-unik. Si Bapak baik lagi, berasa jalan sama keluarga sendiri. Mau kontaknya? Bisa PM aku.
Villa Gardenia. Ini tempat keren parah, instagramable banget deh ya. Warna-warni dan natural juga. Keren.... Lampung udah punya tempat yang komersil gini, biaya masuknya Rp.10.000,- per orang. Villa Gardenia menawarkan kita banyak spot-spot foto yang ciamik! Ada yang free dan berbayar, bayarnya juga gak mahal Rp.5000,- per orang sepuasnya. Bunga warna-warni menemani langka sepanjang menanjak menuju tempat yang lebih tinggi biar keliatan laut. Lokasi Villa Gardenia ini sejalur dengan Pantai Sari Ringgung nih, jadi buat yang mau ke pantai bisa kesini dulu tanpa harus muter-muter memperpanjang rute. Ajaib kan ya. Seneng aja sama kenyataan ini. Haha.  
Selepas solat Dzuhur kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Sari Ringgung. Biaya masuk ke pantai Rp.50.000,- per mobil. Harga itu sepertinya hanya berlaku untuk hari biasa, kalo temen-temen ke Pantai Sari Ringgung di hari libur bisa Rp.100.000,- untuk satu mobil. Sampai dipinggir pantai kami menggelar tiker yang sengaja kami bawa, karena kalo harus nyewa itu sekitar Rp.10.000,- untuk tiker dan Rp.100.000,- untuk pondoknya. Dipinggir pantai yang sejuk kami memakan bekal yang sudah dibawa dari rumah Mei. Selesai makan kami pun menaiki bukit yang menghadap ke pantai. Perjalanan menanjak jauh, menyisihkan aku dan Niken untuk sampai puncak. Saat berjalan kami berbarengan dengan Sedan yang ikut naik. Haha. Sedan loh! Ternyata ada cewek cantik dengan heels didalamnya. Pantai dari puncak, indah sekali. Seketika Mamas pengemudi Sedan nanya, “mbak, capek gak jalan turun?” Karena grogi (HAHAHA) dan bingung juga pertanyaannya, kita kan belum turun. Aku hanya jawab “lumayan”.
Perjalanan menuju puncak
View dari puncak



Rencana untuk main air di pantai pun harus aku batalkan karena takut hitam. Haha. Suka pantai tapi takut panas.
Kami masih ditawarkan untuk singgah kebeberapa spot wisata alam sama Bapak Driver, tapi karena lelah, kami memilih untuk pulang.
Jumat pagi, waktunya pulang ke Palembang. Menghadapi kota yang sedang sibuk membangun. Terima kasih keluarga Mei. Terima kasih atas keramahan dan segalanya. Ah, Lampung bakalan jadi tempat yang selalu ingin aku kunjungi lagi.
Wassalammualaikum






7 comments:

  1. Sip mbaakk... Langsung aku save nih..
    Kebetulan adek bontotku dapat penempatan kerja di Lampung. Lumayan dapet penginapan gratis.. hehe

    ReplyDelete
  2. ah cantik sekali ya lampung ;)

    ReplyDelete
  3. Keripik pisang Lampung itu memang sedap. Pantai Lampung banyak yang cakep dan masih tidak begitu ramai. Jadi pengin ke sana lagi dulu baru dua pantai yang didatangi.

    ReplyDelete
  4. wahh keceh banget tuh pantai sari Ringgung difoto dari atas yaa..
    jadi kangen pengen main ke lampung lagi euy..

    ReplyDelete
  5. Lampung kayaknya emang wajib dieksplor selain pulau jawa sini, apalagi lautnya juga bagus2. Aku belum pernah menjejakkan kaki ke sumatera, mudah2an bisa next main ke lampung.

    ReplyDelete
  6. duh jadi pingin banget ke lampung, makin keren sekarang tempat wisatanya, dulu aq suka titip oleh-oeh pisang coklat ke temen yang dari lampung..

    ReplyDelete
  7. Semoga kesampaian bisa nyebrang ke Lampung terus jalan-jalan disana, keren banget kak pemandangannya :D

    ReplyDelete