Saturday, 16 December 2017

Suatu Hari di Kalimantan

Saturday, December 16, 2017 0 Comments
Tak pernah terfikir olehku kembali menginjakkan kaki di bandara Tjilik Riwut, hari itu setelah melalui perjalanan yang aku sengaja perpanjang, melalui Palembang singgah di Bandung, lalu 2 hari bermalam di Yogyakarta kemudian singgah di Surabaya untuk sampai Juanda menuju Palangkaraya.

Bandara yang sunyi, jadi terbayang keadaan belasan tahun silam. Disambut dengan etalase penuh hasil alam khas Borneo. Siang yang terik, diadu dengan kebingungan kami tentang zona waktu. Apakah masih sama dengan Surabaya atau sudah masuk WITA.

Keluar dari bandara menuju Universitas Palangkaraya, jalan yang sepi, panjang, kiri-kanan hanya lahan kosong tanah kuning. Ibukota Provinsi yang sunyi. Aku bertanya-tanya, dimana para pemudanya. Masuk areal kampus, masih disambut sunyi.

Singkat cerita, aku harus pergi ke salah satu desa yang berjarak 7 jam waktu tempuh dari Palangkaraya. Perjalanan malam yang entahlah, terasa biasa saja. Sampai di Desa Ujung Pandaran sesaat sebelum fajar, hari itu tepat Hari Raya Idul Adha. Karena dini hari, tidak ada yang menerima secara langsung. Aku dan teman-teman mengistirahatkan tubuh di bagunan yang ternyata adalah pasar. Kami menumpuk menjadi satu bagian, aku lelah sekali. Takut serta kedinginan.

Tapi, malam itu langit sangat indah.
Angin yang langsung dari laut, mengaburkan semuanya.
Sebagai pengagum langit dan penikmat hamparan bintang, aku bahagia.

Menunggu pagi dengan keanehan. Mandi di kamar mandi masyarakat sekitar dengan air laut yang tak jernih, alhamdulillahhh seluruh tubuhku bisa diajak negoisasi. Berkumpul diruang yang dipinjami pihak desa untuk kami tempati selama beberapa hari kedepan, aku merenung. Kenapa orang-orang ini menyetujui keberangtan H-1 Hari Raya, apakah mereka tidak ingin merajut kisah di Hari Raya dengan keluarga besar? Aku terheran-heran.

Hari Raya yang dilalui dengan duduk manis, melingkar sambil beradu kata-kata yang mungkin lucu. Entahlah, biasanya makanan terhidang sangat banyak. Hari itu, aku tak bisa menceritakannya.

Pantai Ujung Pandaran, Kalimantan Tengah

Orang asing, tempat asing, keadaan asing, ini yang kamu inginkan?

Menjelang siang kami pergi ke kantor kepala desa, dengan maksud menyampaikan tujuan kedatangan kami. Perkenalan singkat, lalu setelah modus-modus para lelaki, kami bisa menempati kantor kades selama melakukan Ekspedisi di Desa Ujung Pandaran. Selain itu, kami juga dipinjami pick up untuk memindahkan barang-barang.

Tiba-tiba perutku sakit sekali, hal ini jarang terjadi dan aku tau itu bukan karena lagi menstruasi. Aku sudah berkhayal ini pasti karena kurang minum dan kurang buah selama seminggu kebelakang. Aku mulai lebay dan minta obat penghilang sakit. Karena memang sakit sekali. Usut punya usut, setelah makan mie sakitnya hilang. Ternyata sakit tadi adalah bentuk terparah dari telat makan. Haha.

Hari-hari berlalu cepat, singkat.

Sesekali aku kagum kepada semuanya. Setiap orang dari kelompok ini. Kenyataan yang pahit, sejak awal bahwa bersama mereka aku tidak bisa merasa muda.
Drama dalam kelompok pasti ada, tapi aku tak pernah peduli.

Sesekali aku mendapati hal yang lucu.
Sangat lucu dengan orang yang tak kalah lucu.
Beberapa kali aku mendapati sepasang mata yang mengekor.
Jauh sebelum perjalanan dimulai, hanya saja aku tak akan peduli.

Banyak hal baru yang aku pelajari, bertemu dengan belasan orang dengan perbedaan. Aku bersyukur bertemu dengan semuanya. Terbentur dengan keadaan dan waktu yang ajaib. Aku tak ingin mengulanginya, karena beberapa hari itu. Walau singkat, seperti itulah seharusnya. Itu sudah sempurna, dengan beberapa hal yang aku bawa pulang.

Akhirnya aku harus pulang, di Sore yang kuharap tak pernah datang. Aku sedih harus meninggalkan, karena aku biasanya ditinggalkan. (WKWKWK)

Perjalanan menutup senja di dalam Avanza. Menebas rimbunnya sawit. Entahlah apa yang dituju. Di Pulau dengan bahasa yang beda, seorang diri menuju kosan teman yang baru dikenal seminggu lalu. Ajaib hidup ini.

Aku enggan terpejam.
Lalu, aku enggan menatap.

Delay pesawat menuju Jakarta ditambah delay lagi di Soetta, dari jadwal, bada magrib sudah di SMB jam 10 baru sampe. Alhamdulillah...

Padahal aku ingin mengelilingi Kuala Kapuas tempat adikku lahir, berziarah ke makan Kak Shan. Padahal, aku ingin mengenang Kalimantan dengan banyak objek. Mungkin nanti... Perjalanan kali itu sudah sempurna.

Btw, ini perjalanan aku saat ikut ENJ 2017. Untuk cerita Ekspedisinya mungkin bentar lagi aku post. Ini curhatan doang, sebenernya aku mau pointin ke sore menuju malem saat pulang ke Palangkaraya sendirian. Tapi, ternyata perasaan saat itu tidak bisa dideskripsikan. Ambigu.

Wednesday, 13 December 2017

IRT Paling Banyak Mengidap HIV, Kenapa?

Wednesday, December 13, 2017 0 Comments
Tau gak? Dari sekian juta pengidap HIV AIDS itu paling banyak adalah Ibu Rumah Tangga, loh. Bukan mereka yang bergelut dengan dunia malam yang bebas dan remang-remang. 

Kenapa sih? Kok bisa?
Ibu yang di rumah, ngurusin suami, anak dan rumah dengan baik. Keluar rumah dengan izin suami dan jelas arahnya. Kenapa bisa menjadi ODHA? Beberapa point udah aku bahas dipostingan sebelumnya ya. Gimana HIV bisa menular dan cara mencegahnya.
Hal ini karena kurangnya pengetahuan IRT akan HIV. Kebetulan sekali aku habis bincang-bincang faedah dengan salah satu temen favoriteku wkwk, dia beneran tau banyak tentang HIV AIDS dan masyarakat. Mungkin bagiku, meskipun awam dan kurang membaca artikel-artikel kesehatan, HIV AIDS tetap jadi salah satu hal yang aku tau (sebelum ikut acara Memperingati Hari AIDS Sedunia dengan Kemenkes RI) tapi, beneran ada loh Ibu dengan "Apa sih HIV? Kenapa tiba-tiba aku positif HIV? Gimana bisa? Selama ini aku setia dengan pasanganku."

Sungguh mengiris sembilu, medengar temanku dengan antusias bercerita. Hal yang benar-benar terjadi. Seorang Istri yang tanpa sadar telah mengidap HIV, tertular langsung oleh Suami yang memiliki masa lalu belum tercerahkan. Hal seperti ini tabu memang, melakukan test kesehatan, pergi ke dokter, disaat tubuh terlihat fit. Tapi lihatlah dampaknya. Nyata dan menyakitkan buatku. Aku langsung menanyakan. "Anaknya, anaknya gimana positif?" Rasanya sedih sekali, anak yang harus menerima HIV hanya karena ketidaksadaran Orang Tua. Harus meminum obat sejak dini.

Disini kita harus belajar, harus terus haus akan ilmu. Karena ilmu memberikan perlindungan yang lebih. Lakukan test HIV dan test kesehatan lainnya. Kalo kamu ODHA dan sadar hal itu, tolong jangan sembunyi dan menularkan HIV. Terbukalah, even itu bakalan berat serta sulit. Percayalah pasti ada yang mau menerima dan menemani. Jangan sampe persembunyian kamu (dengan alasan takut gak diterima) menyakiti orang yang kamu sayang apalagi itu anak. Yang seharusnya akan meneruskan estafet kehidupan, gen-gen terbaik milikmu. Jangan biarkan, seorang yang sabar menemanimu, tiba-tiba harus menangis dihadapan dokter dengan penuh kebingungan. 

Lakukan Test HIV sebelum menikah!
ODHA sangat bisa menjalani hidup senormal mungkin, memiliki hubungan sehat, pasangan tanpa HIV AIDS, anak yang tanpa HIV AIDS. Hal ini hanya bisa terjadi jika kita terbuka dan terus belajar. Melakukan serangkaian Test kesehatan sebelum menikah sepertinya masih belum dilakukan oleh keseluruhan pasangan akan menikah di Indonesia, padahal itu penting sekali. Hal ini sedang gencarnya dikampanyekan Pemerintah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan SAYA BERANI SAYA SEHAT. Jika kamu berani mendeteksi dini keadaan tubuh kamu, maka kondisi dari tubuh kamu akan segera diketahui dan akan cepat mendapatkan penanganan. Kembali sehat bukan hal yang sulit jika memang diusahakan. 

Sudah Menikah? Maka setialah! 
Jika selama ini kata setia hanya identik dengan persaan. Hanya memiliki respon dari hati. Tapi, setia itu sebuah keharusan yang perlu dijaga. Ketika kesetiaan rapuh bukan hanya menghancurkan hati dan kepercayaan, tapi juga membawa serta virus. Apa hal itu pantas dipersembahkan untuk orang yang kamu sayang? Perkuat Iman dan Takwa, dunia memang selalu menawarkan kenikmatan. Tapi selalu semu jika cara kita salah menjemputnya. Terbuka dan hargailah pasangan, bicaralah, bicarakanlah. Komunikasi adalah kunci dari sebuah kelanggengan. (Ini kok aku sok banget yak! Haha) 

Jauhi Virusnya bukan Orangnya!
HIV bukanlah virus yang mudah menular sebenarnya, selain melalui hubungan seks tanpa pengaman dan kontak darah baik melalui jarum suntik, donor darah dan organ. Kita gak akan tertular HIV melalui minum es dogan dengan cangkir yang sama dengan ODHA. Dogannya juga bakalan tetep enak dan seger kok diminum bareng ODHA, bahkan kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari ODHA yang survive. Kita gak akan tertular melalui skinship atau air liur kok. Jadi ingat ya teman-teman, jauhi virusnya bukan orangnya.

Ingatlah Allah SWT dimana pun kita berada, jauhi larangannya. Hubungan yang tidak halal, konsumsi obat-obat haram dan hal-hal yang tidak sesuai SOP.

Kembalilah ke Allah SWT saat ujian datang merundung, sungguh Allah selalu ada untuk hambanya yang ingin terus berusaha memperbaiki diri. Jangan bersedih, semangat melawan semua rasa sakit dan penyakit. Bertahanlah, bersinarlah dengan karya bermanfaat.


Monday, 11 December 2017

HIV dan AIDS itu Beda Loh!

Monday, December 11, 2017 4 Comments
Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS Sedunia. Kenapa sih hari AIDS harus diperingati? Sejak tahun 1988, 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Hal ini penting untuk mengkampanyekan agar setiap orang menjauhi hal-hal yang dapat menyebarkan virus penyebab AIDS. Memerangi bersama Human Immunodeficiency Virus. Virus yang hanya ada pada manusia ini menyerang langsung kekebalan tubuh atau sistem imunitas. Hal ini jika tak terdeteksi dalam kurun waktu tertentu dapat meyebabkan AIDS. 
Pita Merah sebagai lambang memerangi HIV dan AIDS

Gimana? Bingung ya? 

Jadii gini, HIV dan AIDS itu berbeda ya teman-teman. HIV merupakan virus yang penularannya bisa terjadi melalui hubungan seks yang tidak baik. Dalam hal ini, pasangan suami istri sudah seharusnya setia dan tidak melakukan hal-hal yang sebenarnya sudah bertentangan dengan ajaran agama. Yang belom nikah, sudah pasti no free sex ya. Penggunaan jarum suntik bekas, jarum suntik adalah alat untuk memasukkan zat kimia kedalam tubuh dan hanya sekali pakai. Penggunaan jarum suntik biasanya disalahgunakan oleh oknum yang kurang paham mengenai bahaya laten dari penularan-penularan virus melalui jarum suntik. Donor darah dan organ, penerima donor darah atau organ dapat tertular HIV apabila pendonor terinfeksi HIV. Ibu dengan HIV, anak kemungkinan HIV. Hal ini tidak menutup kemungkinan bayi lahir tanpa HIV. Ibu dengan HIV bisa memiliki anak tanpa HIV dengan menjalani serangkaian program kehamilan untuk Ibu dengan HIV. Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali kelahiran bayi tanpa HIV dari Ibu dengan HIV.

HIV sudah, sekarang AIDS. Apasih sebenernya AIDS? 

Oke, AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndromesekumpulan gejala dan infeksi akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh. AIDS merupakan dampak terparah dari infeksi HIV. Orang dengan HIV belum tentu orang dengan AIDS. AIDS terjadi apabila jumlah sel T CD4+ di dalam darah menyusut hingga 200 per mikroliter serta adanya infeksi tertentu.

Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) adalah korban dari kurangnya pengetahuan mengenai HIV dan AIDS hingga akhirnya terinfeksi HIV dan AIDS. Padahal hal-hal ini bisa untuk dicegah dengan menjauhi penularan-penularan HIV dan menjalani hidup sehat, seperti:

  1.   Melakukan olahraga setiap harinya minimal 30 menit. Olahraga sebenarnya bukan kegiatan yang wah, bisa disempat-sempatkan. Seperti jalan kaki setiap hari, ikut menyapu atau bersih-bersih rumah atau meluangkan waktu dengan lari pagi/sore.
  2. Setiap hari makan buah dan sayur. Konsumsi serat sangat penting untuk metabolisme tubuh. Yok budayakan makan sayur dan buah dengan baik.
  3. Deteksi dini penyakit. Kalo udah ngerasa kurang fit, segerakan periksa ke dokter. Saya berani memeriksakan kondisi tubuh, penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin, saya sehat.
  4. Jangan merokok. Merokok dapat menyebabkan banyak penyakit dan sangat tidak baik bagi lingkungan sekitar.
  5. Menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman dan ketenangan. Selain baik untuk kesehatan tubuh juga kesehatan psikis.
  6. Menjaga kebersihan toilet. Toilet salag satu tempat berkembang biaknya bakteri, kebersihan sebagian dari iman ya teman-teman jadi wajib bersih.
  7. Yang paling penting nih, Ibu yang punya bayi harus memberikan ASI Esklusif agar debay memiliki sistem imun yang prima. ASI yang diberikan pada 1000 hari awal kehidupan bayi, sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi saat masa selanjutnya.
Hidup sehat adalah salah satu cara memerangi berbagai macam penyebab penyakit. Membudayakan gerakan masyarakat hidup sehat demi tercapainya Individu, Keluarga, Lingkungan dan Indonesia Sehat.

Apa yang harus dilakuin kalo udah terinfeksi HIV? AIDS

Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) adalah sebutan untuk mereka yang terinfeksi HIV AIDS. Kita harus paham dengan sebutan ODHA, setidaknya mulai saat ini. Habis baca ini, siapa sih yang mau terinfeksi? Gak ada.

Untuk ODHA hal pertama yang dirasakan mungkin hancur dan putus asa. Tapi, dunia selalu membentangkan pilihan-pilihan untuk kuat. Boleh merasa sedih, tapi setelah itu wajib bangkit untuk melawan HIV AIDS. Bisa dengan melakukan terapi antrivirus atau ARV. ARV bisa menekan HIV sehingga tidak terdeteksi oleh tubuh, banyak ODHA yang bisa bertahan tahunan melawan HIV AIDS dengan ARV. Mereka terlihat sama produktifnya, malah karyanya keren-keren. Salah satunya Mbak Ayu asal Bandung, yang berhasil melewati masa awal shock menerima kenyataan bahwa beliau HIV, tertular langsung oleh alm. Suami. Mbak Ayu, membagikan kisahnya melawan HIV melalui tulisan di blog pribadinya. Bagaimana kekuatan keluarga yang selalu mendampingi Mbak Ayu dan keinginan pribadinya untuk terus berkarya. Kehidupan normal dimilikinya, suami tanpa HIV AIDS dan pernah melahirkan bayi tanpa HIV AIDS. Mbak Ayuuuu, kali Mbak membaca tulisan ini.
Mbak Ayu salah satu ODHA dan Emak-emak Blogger 

"Hari itu Rumi benar-benar terpesona mendengar perjalanan istimewa yang Allah takdirkan dengan Mbak. Semangat Mbak."

Untuk KITA, sebagai masyarakat. Ketahuilah yang perlu dijauhi hanya virusnya saja dengan menjauhi cara-cara penularannya. ODHA yang ada disekeliling kita, tidak perlu dijauhi apalagi dihujami stigma-stigma yang tidak ada kebenarannya.

Blogger Palembang pada Acara Saya Berani Saya Sehat memperingati Hari AIDS Sedunia.

Perangi HIV dengan sadar akan hidup sehat dan berani memeriksakan diri sedini mungkin.

HIV AIDS hanya bisa diketahui melalui test kesehatan, tidak bisa dilihat melalui tampilan pipi orang yang peyot atau tampilan yang seksi. So, be brave to do a HIV Test.

#sayaberanisayasehat
#gerakanmasyaraka

Friday, 8 December 2017

[Review] Kali Code Pesan-Pesan Api, Pemenang Persaingan Buku dan Gadget

Friday, December 08, 2017 2 Comments
Membayangkan Kali Code, membayangkan kehidupan yang keras dan hitam, rasanya tidak terlalu sulit. Kita tidak bisa mengubah gambaran realistis itu kepada suasana fiktif, tampaknya. Oleh sebab itu, novel ini tidak bisa lari dari kenyataan tersebut. Meski tak bermaksud mempermainkan jabatan walikota, siapa bilang tukang becak tak berani mencalonkan diri jadi gubernur? Dalam kehidupan bernegara yang demokratis, tak perlu heran bila Mustofa menceritakan seorang walikota berasal dari profesi penarik becak. Itulah yang terjadi pada tokoh cerita ini, dengan segala persoalannya, yang diceritakan dengan lugas. Cerita menarik, justru tak banyak pengarang mengambil rah tersebut. (Arwan Tuti Artha, wartawan)

Seperti kejatuhan durian runtuh, sore itu saat sedang menuju mushola untuk solat asar disalah satu mall sekitaran Bekasi. Aku melihat tumpukan majalah-majalah bobo yang dijual murah. Sekilas, hanya ada majalah-majalah yang usang isinya tapi tampilannya cukup baik. Setelah solat, untuk menunggu waktu magrib, aku dan temanku memutuskan untuk menjelajah toko buku tersebut. Kebetulan teman sangat butuh buku bacaan. Aku melihat, mencari, barangkali ada yang menarik. Saat itu aku sangat tertarik dengan buku yang membahas perjalanan seseorang keliling Eropa. Karena kondisi fisik yang sudah terbuka dan kotor, aku memutuskan untuk mengikhlaskan.

Sepertinya ada yang kurang jika tidak membeli buku. Setelah bertanya apakah ada buku-buku sastra, yang ringan namun penuh makna. Dalam deretan buku, aku melihat buku degan cover hitam, pria dan topinya, becak kokoh yang terjungkit, Kali Code Pesan-Pesan Api. Aku langsung tertarik dan membaca komentar para pembaca yang dituliskan dibelakang buku. Oke, sangat menarik. Harus dibaca dan di rumahkan.

Sekarang aku mulai kesulitan dalam membaca, selain waktu yang sepertinya sangat sulit luang. Lalu, persaingan buku dengan gadget yang terlalu sering dimenangkan oleh ngobrol-ngobrol lucu via WA. Kemudian, kelemahan yang kian kusadari. Disela akifitas yang banyak, menumpuknya hal yang harus dimengerti. Terkadang aku sulit sekali untuk diajak bercerita atau diskusi kembali mengenai buku-buku yang aku baca. Aku sulit mengingat dengan detail. Sedih sekali, saat seharusnya bahagia karena bisa berbagi sudut pandang. Aku malah berusaha keras meraba, cerita yang mana ya... Apakah kalian pernah diposisi seperti itu? Atau kalian punya tips agar semuanya tersimpan rapi?

Buku ini terlihat berbeda dan menarik. Terlebih setting tempatnya di Yogya. Aku selalu suka dengan buku yang setting tempatnya sangat kuat. Saat itu, aku berharap penulis menampilkan Yogya dengan apik.

Aku membeli dua buku penulis lokal yang namanya tak pernah kudengar. Buku terbitan 2005 dengan harga nyaman, dikala itu aku sebagai jobseeker yang ikhlas merantau.

Beberapa hari di Jakarta, aku membeli 6 buku dengan debat yang kumenangkan. "Rum, ini juga investasi. Daripada uangnya entah kemana. Buku tidak termasuk ke pemborosan kok."

Kali Code, Pesan-Pesan Api.

Gimana cerita sih, tukang becak jadi Walikota? Dari lembar pertama aku selalu penasaran.

Mustofa W Hasyim berhasil megemas kehidupan keluarga sederhana dengan begitu lugas.

Good Cover
Tris. Mas Tris, adalah walikota lulusan SMA. Tukang becak yang pernah mengenyam bangku perkuliahan. Harus ikhlas di Drop Out, alhamdulillah selamat dari eksekusi di Nusakambangan. Mas Tris adalah suami yang membantu istri berjualan lotek dan gado-gado siang hari kemudian mengayuh becak saat hari gelap. Caranya berteman luar biasa, kematian pelanggannya membuatnya mengayuh sepeda hingga ke desa sebelah untuk berziarah. 

Isterinya seorang pedagang rumahan. Khas sekali isteri-isteri perempuan Jawa. Yang sangat hati-hati. Yang sangat tahu diri tapi juga kuat untuk diajak melangkah lebih jauh. Penyeimbang yang sempurna untuk Mas Tris.

Dua anak terdidik, bahkan terkenal vokal dan kritis. Bukti Mas Tris dan Isteri adalah orang tua yang baik.

Kisahnya sangat nyata. Imajinasi yang langsung kudapat saat lembar-lembar awal berkembang dengan baik seiring cerita yang sarat pelajaran. Tukang becak lulusan SMA dengan beraninya mencalonkan diri sebagai walikota. Isteri dan anak yang selalu mendukung Ayah dengan akal sehat dan hati tulus. Cara berpolitik yang mungkin segar jika hadir saat ini. Pandangan baru di dunia yang sering terlihat keji. Partai yang naif, meloloskan tukang becak menjadi bakal calon anggota DPR. Lalu melenggang menjadi orang nomer satu, walikota. 

Setelah kesusahan ada kemudahan. Setelah kemalangan hadirlah keajaiban dengan jawaban-jawaban atas kemalangan selama ini. 

Buku ini menyajikan kehidupan bahagia keluarga tukang becak yang penuh syukur. Tukang becak yang meminjamkan uang pada teman, tukang becak yang berlibur, tukang becak yang berbelanja, tukang becak yang mendidik anak dengan baik sampai keperguruan tinggi, tukang becak dengan kemampuan sosialisasi yang membumi, tukang becak yang terpilih menjadi anggota dewan dan mulus menuju kursi walikota.

Karena beberapa percakapan menggunakan Bahasa Jawa, sedangkan terjemahannya ada dihalaman akhir. Aku cukup sulit untuk membolak-balik.

Kepercayaan diri itu mahal. Terlebih dukungan dari orang sekitar. Keluarga adalah harta yang sebenarnya dan kerendahan hati telah membuktikan kelanggengan nikmat Allah. 

#KaliCodePesanPesanApi
#bokkreview
#penulisIndonesia
#akucintabuku
#KaliCode
#Yogyakarta

Wednesday, 6 December 2017

Beat The Movement: Palembang Siap Menyambut 25000 Atlet

Wednesday, December 06, 2017 9 Comments
Assalammualaikuim^^
Minggu pagi yang cerah kali itu aku ingin menjadi bagian acara Beat The Movement di depan Rumah Dinas Walikota. Ketika sampai, sisi kanan Kambang Iwak sudah padat oleh para pemuda dan banyak juga kaula yang tak lagi muda sudah pada posisi siap ikut senam bersama. Sungguh bersemangat mengikuti serangkaian acara Beat The Movement dari awal. Senam selesai setelah beberapa kali diulang karena semangat yang semakin menggebu-gebu dari setiap peserta.
Serangkaian acara dilangsungkan untuk terus dan tetap menjaga semangat serta rasa tanggung jawab akan kesuksesan Asian Games 2018. Salah satunya Beat The Movement yang mengajak lebih dari 500 pemuda untuk mendukung kesuksesan Asian Games 2018 melalui konten digital yang positif. Beat The Movement, menyalurkan semangat nasionalisme dikalangan pemuda dengan menghadirkan beberapa Komunitas Positif di Palembang, diantaranya:
1. Palembang Runners
2. Lelarian Sana-sini
3. Ampera Running Club
4. PMR Palembang
5. Kompasiana Palembang
6. Cosplay Ankamen
7. UKMK Seni & Budaya Teater Arafah
8. Violicius Palembang
9. Karnaval Palembang
10. Charity Community
Pelepasan Ratusan Balon oleh seluruh peserta
Acara Beat The Movement dibuka secara simbolis dengan menerbangkan balon bermacam-macam warna ke udara secara serentak. Sekilas langit Kota Palembang menjadi penuh warna, melambangkan semangat dan suka cita menyambut Asian Games 2018. Palembang akan menjadi salah satu tuan rumah dari perhelatan akbar ini setalah 62 tahun lalu pernah menjadi tuan rumah. Asian Games 2018 akan diikuti oleh 25.000 atlet yang berasal dari 40 negara di Asia. Hal ini menjadi salah satu kehormatan bagi masyarakat Palembang untuk menerima dan menyambut para tamu Asian Games 2018 dengan penuh suka cita.
Dilanjutkan dengan penampilan marching band  yang diikuti langsung oleh parade busana dari seluruh komunitas yang hadir. 
Penampilan Marching Band yang menambah semangat semua peserta. Beat The Movement!
Parade Busana
Makin siang makin semangat!!!
Lebih dari puluhan parade cosplay menampilkan busana dan karakter terbaik mereka. Para runners Palembang juga mengikuti parade dengan pakaian lari masing-masing.
Kemudian Minggu yang terik itu dilalui dengan melihat penampilan para dancer cantik, Arash Buana yang imut dan suaranya enak bangettttt, semakin terik aliran musik yang ditampilkan makin oke. Penampilan Midnight Quickie dan Dipha Barus berhasil membuat semua peserta Beat The Movement ikut bergoyang dengan semanagat.
Palembang siap menjadi tuan rumah untuk Asian Games 2018 mulai dari hari ini hingga terlaksananya perhelatan akbar Asian Games 2018 ditahun depan. Kaula muda yang aktif sebagai pengguna media sosial diharapkan dapat membangun serta menjaga semangat menyambut Asian Games 2018 melalui konten positif. Menyatukan Energi untuk Indonesia Juara.
Ambil bagianmu, dukung Asian Games 2018 untuk Indonesia Juara.
Wassalammualaikum.

#BeatTheMovement
#RoadToAsianGames2018
#AsianGames2018
#DukungBersama
#SatukanEnergiIndonesiaJuara

Wednesday, 29 November 2017

Thank You!!!

Wednesday, November 29, 2017 2 Comments
Huaaaaaaaaaaaaaaa

Pernah merasa meleleh? Merasa melayang? Sekarang aku sedang merasakannya. Bukan, bukan karena baru ditembak cowok impian. Bukan.

Karena dilamarnya? Belum juga.

Tapi, karena orang yang selama ini, menyatakan perasaannya. Mengirimi Voice Note yang, masyaallah. Aku tambah bersyukur, karena darimu aku juga belajar banyak sekali. Aku menerima banyak sekali, aku merepotkan setiap hari.

Terlahir dengan tingkat keegoisan yang lumayan ambigu.

Tumbuh dengan segala sok kemandirianku.

Aku terlalu sering gagap berteman.

Aku mencontoh banyak darimu.

Huuuuu, ini perasaan lagi meleleh semelelehnya Bil! Thank you for your beautiful words, its mean a world to me.

Dari kamu aku belajar bagaimana dan kenapa orang-orang yang sudah ada dalam hidupku tidak ada yang boleh lepas lagi. Aku tidak boleh meninggalkan siapapun hanya karena beberapa hal bertentangan denganku.

Dari kamu aku belajar gimana caranya basa-basi. (penting banget haha)

Dari kamu aku belajar banyak hal! Terima kasih.

Yesterday I heard your voice with tears in your eyes. Itu karena aku. I was wrong. I’m so sorry. I was wondering if you no longer believe in me. I was so scared cause I know, I know you so well.

Our first funny and lovely drama.
Aku cuma mau bilang, kamu juga berlian. Aku sangat beruntung mengenalmu, mengenal keluargamu. Menjadi bagian dari kisahmu, menjadi bagian dari perubahanmu. Aku juga berubah banyak. Lebih baik. Lebih manusiawi, lebih menghargai.

Terima kasih telah ada disaat terjatuh, terima kasih telah menjadi dirimu.

Terima kasih telah melihatku dengan sebaik itu. Terima kasih...

Jika orang lain pergi meninggalkanku, I hope you stay forever even someday I’ll forget to ask. Please stay. I really know myself, I’m jerk at friendship. But, I’ll do my best to keep you safe and sound.
I’m with you with all your perfection and imperfection.


I’m so lucky to grow with you, Salsabilah Ratu Lele.

[Review] Lip Matte Terbaik!

Wednesday, November 29, 2017 8 Comments
Haiiii Ladies..
Assalammualaikum ^^
Semakin dewasa kita semakin sadar kalo melindungi semua yang dititpin Allah itu penting sekali. Melindungi hati dari para lelaki, melindungi diri dari lingkungan serta melindungi tubuh dari segala bentuk tekanan. Bagian tubuh yang rentan sekali terhadap lingkungan, salah satunya adalah kulit. Kulit enjadi bagian tubuh yang responnya terhadap lingkungan bisa sangat instan. Kulit harus dirawat dengan baik dan benar.
Kulit bibir yang sensitive sekali sangat perlu diperhatikan. Sudah menjadi umum bahwa lipstick atau lipcream tidak hanya berfungsi sebagai perona atau pemberi warna pada kulit bibir tapi juga mengandung banyak vitamin-vitamin yang dibutuhkan kulit bibir. Aku sendiri memiliki kulit bibir yang sangat mudah sekali kering. Yang gak bisa lama-lama di depan AC, apalagi AC mobil. Singkat kering, lalu bibir pecah-pecah perih. Untuk mengurangi kulit bibir yang rentan pecah-pecah ini aku rutin mengoleskan vaseline sebelum tidur kadang juga sebelum mengoleskan lipstick atau lipcream.
Karena kulit bibirku yang sensitive, aku sangat teliti dalam memilih lipstick atau lipcream apa yang akan aku gunakan untuk sehari-hari. Pemilihan warna pun harus tepat, karena kulit bibirku yang cenderung gelap. Jika menggunakan warna yang terlalu nude bisa-bisa keliatan pucet. Dibanding lipstick aku lebih prefer lipcream. Sudah pasti yang matte! Sejauh ini aku punya favorite matte lipcream.

1. Longlasting Matte Lip Cream
Rasanya aku sudah klik sekali dengan lipcream satu ini, selain sangat ringan dibibir teksturnya juga sangat lembut. Lipcream ini memiliki tingkat kenyamanan yang sangat tinggi di kulit bibirku. Untuk warna aku baru nyoba nomer 07 dan itu udah jatuh hati banget, udah nyaman. Hanya saja jika dibandingkan dengan lipcream matte dari Make Over, lipcream ini sangat mudah hilang jika terbasuh air. Tidak terlalu masalah memang, karena kita bisa mengoleskannya lagi. Tapi, terkadang males juga kalo udah diluar dan sibuk untuk meluangkan waktu sekedar touch up.
LT Pro Matte Lipcream 07
Di Palembang sendiri, LT Pro bisa dibeli di toko Linda, John atau Matahari. Kalo aku lebih suka belanja perlengkapan make up di John, selain harga yang lebih murah pelayanan John menurutku cukup baik. Harga satuan dari lipcream ini sekitar 90K.

2. LIP Gradation Maybelline
            Naksir sama salah satu produk Maybelline ini karena mantengin salah satu beuty vlogger yang diendorse oleh maybelline. Cara pengaplikasiannya yang seru dan sepertinya ringan sekali dibibir. Lipgradation yang matte, cocok parah di bibirku. Cuma masih berasa aja make sesuatunya. Haha.
rumi
            Aku beli ini di Matahari Deprt Store dengan harga sekitar 100K, dari beberapa variasi warna, aku memilih Mauve1 yang cenderung gelap tapi soft elegan. Seharusnya aku punya lebih dari satu lip gradiation agar pengaplikasinnya lebih pas buat di mix-match.

3. Wardah Exclusive Matte Lipcream
            Wardah adalah produk pertama yang aku pilih saat dulu pertama kali mau menggunakan lipstick. Lipstick dan lipcream wardah belum pernah mengecewakan menurutku. Untuk kuasnya, aku lebih suka bentuk kuas dari lipcream wardah. karena lebi panjang dan bentuk yang pas untuk pengaplikasian.
            Dibanding LT Pro dan Maybelline, harga produk Wardah lebih bersahabat bagiku. Mahsiswa yang baru diwisuda ini. Keunggulan lipcream ini dbanding LT Pro adalah keawetan yang lebih lama. Bahkan jika tidak tersenth air, lunturnya pun tak terlalu parah.
            Aku sengaja membeli nomer 14 yang best seller, nude tapi masih cukup cocok untuk bibirku, Harga dari lipcream ini 62K di Matahari Deprt Store.
Untuk Setahun terakhir, ini adalah lipcream yang aku gunakan. Harga memang tidak pernah bohong dan untuk diriku sendiri mana boleh coba-coba. Ketiga lipcream itu selain ringan dan cocok dalam segi warna dan harga, juga tidak membuat kulit bibir kering dan pecah-pecah.
Jika harus memilih. Pilihanku sejauh ini, dengan kapasitasku. Aku selalu memilih LT Pro Matte Lipcream untuk menemani hari-hariku.
So ladies, grab yours!

Wassalammualaikum ^^

Tuesday, 28 November 2017

[Trip] Jakarta Tempat Belajar; Monas yang Mempesona!

Tuesday, November 28, 2017 0 Comments
Tiba di terminal Lebak Bulus, memesan Go-Grab untuk sampai ke depan Kampus UIN Syarif Hidayatullah. Kampus UIN yang sudah lama namanya kudengar. Siang yang panas dan keadaan yang kurang nyaman karena sedang halangan dan sudah duduk lebih dari dua jam. Sampai di sebrang Halte Kampus UIN langsung bertemu dengan Ros, teman satu kos Anita yang dengan baik hati menjemputku untuk kemudian diantar ke kosan mereka.

Drama kebingungan menuju lokasi test kembali aku mulai dengan segala kelebayan. Pertanyaan berulang aku tanyakan dengan Nadia, dirincikan semua rute yang harus kutempuh melaui KRL. Ada rasa gugup saat harus naik KRL dengan rute yang cukup padat menurutku. Dengan kemanjaan diri, akhirnya aku memutuskan untuk pergi menggunakan Go-Grab. Entahlah, sialnya set pick up ku selalu salah, driver yang didapet selalu dengan jarak yang jauh. Frustasi. 

Keinget gimana cara Mei bertahan hidup dimanapun dia berada. Dengan segala hal yang tak pernah aku lakukan sebelumnya, aku beranikan diri menyetop seorang driver grab untuk kemudian minta diantarkan ke lokasi test. What a trick. Ternyata di grab ada fitur grab now yang memang untuk mendapatkan driver terdekat dengan cepat. Jadi aku tetep memesan driver dengan aplikasi. Dalam perjalanan aku bertanya, "kok susah ya mas dapet drivernya?". "Drivernya banyak yang milih mbak". Perjalanan diselesaikan dengan menahan kelelahan diatas motor, karena ternyata jauh sekali. Tanggerang Selatan ke Jakarta Timur dengan motor. I dont wanna feel it, no more. 

Alhamduilah sampai dengan selamat di Maria Hall hanya bermodalkan Google Maps, sampai dengan kelelahan yang tak terdeskripsikan. Far from home, aku langsung sok asik menegur dua cewek yang aku temui tak lama setelah aku memasuki gerbang. Sialnya, aku lupa nama mereka. 

Kami menunggu waktu registrasi dengan sabar, ternyata waktu test diundur dari awalnya pukul 18.30 menjadi 19.30 atau bahkan 20.00 baru dimulai waktu itu. Pelayanan dari panitia test sangat baik sekali, orang dengan berkebutuhan khusus didahulukan. Panitia juga tidak bosan mengingatkan untuk mengambil wudhu terlebih dulu agar saat Magrib menjelang bisa segera menunaikan solat. berulang-ulang. Rasanya nyaman sekali walau lelah, ada yang peduli dengan ibadahmu.

Memasuki proses registrasi. Semua berjalan dengan lancar.

Aku mengambil posisi di barisan paling depan. Sepanjang menunggu semua peserta memasuki ruangan test, hari itu ada seribu lebih peserta dan aku adalah dua puluh orang pertama yang masuk ke ruangan test. Aku berdoa. Selemah mungkin, selembut mungkin. Dengan rendah hati aku berkata, aku menginginkan ini Ya Allah karena Ayah Ibuku menginginkannya. Aku menginginkannya. I'll do my best.

Ujian dimulai. Lelahku tak lagi tertolong. Soal yang aku hadapi, jauh sekali dari yang aku pelajari. Andai aku tidak mengingat Papa dan Mama. Mungkin akan aku submit sedini mungkin test malam hari itu. Tapi, meskipun aku harus gagal. Aku perlu berjuang hingga akhir. 20 menit terakhir aku sudah menyelesaikan 100 soal, biasanya aku selalu PD untuk mengumpulkan ujianku duluan. Tapi, meski lelah dan ingin cepat pulang. Aku terlalu takut untuk menerima kenyataan jika harus menemui angka-angka kecil. Aku kembali mencoba membaca beberapa soal, hingga akhirmya peserta disebelahku men-submit test miliknya dan aku mencoba melihat hasilnya. Tidak memenuhi, kepercayaan diriku meningkat. Wah gpp nih kalo gak memenuhi juga. Wkwk. Submit.

Entahlah.... seperti doa Mama sedang dikabulkan. Sepertinya Mama selalu mendoakanku dengan segala ketulusan dan kelembutannya. Angka yang muncul membuat mataku berkaca-kaca. Aku yang kelelahan, aku yang tidak maksimal, aku yang tidak percaya diri. Semua ini hanya karena Allah selalu baik, karena Allah selalu tidak pernah mengecewakan saat kita berdoa. Aku bahagia sekali. Hari itu hanya doa yang pantas dibilang berperan sangat penting. Ketika kamu merasa tidak pantas, tapi Allah mengabulkan doamu. Its the best feeling. 

Rasanya aku belum pernah berjalan sebahagia hari itu. Keluar dari ruangan ujian dengan mata berkaca-kaca karena bahagia dan rasa syukur. 

Orang pertama yang aku kabari tentang kelulusanku adalah Kak Dedi. Menunggu di kursi sambil mencharger Hp, Kak Dedi dengan baik hati memberi tahu rute pulang menggunakan KRL karena terlalu lelah kalo harus pulang menaikki motor. Meski takut dan gak pernah naik KRL sebelumnya, dengan beberapa transit dan menaiki semua KRL terakhir. Pukul 1 malam sampailah aku di kosan temen yang gak ada orangnya. 

Karena lelah, sehabis mandi aku langsung tidur.

Keesokan harinya, aku diajak teman dari Depok untuk jalan-jalan. Tujuan belum jelas. Setelah bertemu kami memuuskan untuk ke Monas, hari itu Jumat. Hari yang kata kebanyakan orang hari pendek. -_- 

Orang Depok gak paham jalan Jakarta. Menuju Monas berasa jauh sekali. Muter-muter, kelelahan, polusi yang yahhhhh. Tapi, membelah jalanan Ibukota dengan motor memasuki Jakarta Pusat, aku memiliki kesan berbeda tentang Ibukota. Tertata, rapi, megah dan lumayan lenggang. Aku sempat berpikir, gapapa menetap di Jakarta asalkan Jakarta Pusat. Hahahah. 

Sampai di pelataran Monas tepat adzan Solat Jumat. Menunggu teman Solat Jumat. Selesai solat, kita makan. Kebetulan hari itu aku lagi gak solat. Jakarta selalu hanya jadi kota persinggahanku. Ini pertama kalinya aku menetap. Ke Monas pun pengaalaman pertama. 

Karena temen juga kurang paham dengan Monas, jadilah kita dari gerbang Monas ke pintu masuk Monas jalan kaki yang lumayan banget. Untung loh ya yang diajak ini gak cengeng dan gak suka ngeluh wkwkwk. Karena weekday, kita bisa masuk ke puncak Monas tanpa antri yang terlalu lama. Sebenernya aku gak terlalu gimana dengan puncak atau cawan. Aku lebih terhipnotis dengan Museum Sejarah Indonesia yang ahhhhh aku suka sekali. Aku suka ke museum, apalagi kalo sama kamu. Kamu kapan ngajak aku ke museum?

Untuk ke Monas kita bisa naik Trans Jakarta dan turun di Halte Monas yang kemudian jalan kaki menuju gerbang Monas yang menurutku tidak terlalu jauh. Terus mengantri kereta wisata yang disediakan oleh pihak pengelola Monas untuk sampai ke Pintu masuk Monas. Untuk pelajar atau mahasiswa, kita perlu membayar 15K agar bisa sampai ke puncak Monas. Itu sudah bisa mengakses keseluruhan Monas. Museum Sejarah Indonesia, Gedung yang ada di sebelah lift untuk ke puncak (aku gak tau apa namanya). Di ruang itu ada gambar Burung Garuda yang besar, tulisan proklamasi dll. Untuk sampai ke pucak, kita perlu memperhatikan hari berkunjung dan jam berkunjung karena antriannya bener deh kalo weekend. Saranku waktu sore hari adalah yang paling pas menuju cawan. Bisa ngeliat sunset menyela diantara tingginya gedung-gedung kementrian.

Di dalam museum aku menikmati sekali waktu, sampai lupa kalo temen harus pulang jam 3 sore. Semua monumen aku foto beserta keterangannya. Ah, jadi tau sedikit kan tentang sejarah Indonesia.

Keluar dari Monas dengan menggunakan kereta wisata. Menuju parkiran. Karena hari belum gelap, aku pantang pulang. Hahaha. Minta dianter ke Kwitang untuk memebeli buku. Ini lagi, Monas-Kwitang harus muter-muter karena gak tau jalan dan lalu lintas Jakarta. Padahal di maps maupun hasil bertanya sama petugas Dishub, Monas-Kwitang deket. 

Sampe Kwitang. Sepi. Karena setelah beberapa hari di Jakarta, aku baru tau kalo sore Kwitang gak serame di film AADC. Gak serame adegan Cinta yang dilepas pergi oleh Rangga. Jadi aku males banget, akhirnya aku minta dianter ke stasiun terdekat. Karena masih soreeee banget dan kebetulan ada sejenis mall di deket stasiun mampirlah aku kesana. Mencari buku alibiku pada nuraniku. 

Yak berkeliling seorang diri. Hampir khilaf membeli sepatu yang lagi diskon. Hari itu aku membeli satu buku yang keren sekali. Buku murah, tapi harus selektif karena mau hemat. Jauh dari rumah, jauh dari keluarga. Makan aja harus keluar kosan dulu dan beli. Setelah merasa bosan aku pulang.

Berjalan kaki menuju Stasiun Manggarai. Mengalahkan rasa takut, memecah padatnnya lalu lintas Jakarta seorang diri. Aku merasa bahagia.

Wednesday, 8 November 2017

[Trip] Jakarta Tempat Belajar

Wednesday, November 08, 2017 0 Comments
Sudah dua minggu menetap di Ibu Kota. Menyaksikan bagaimana Jakarta bergulir dari tengah malam ke malam lagi. Ada beberapa hal yang harus diikuti dan diurus di Ibu Kota. Beberapa hal yang mungkin akan membawa kebahagian untuk Ayah dan Ibu, lalu memperkaya diri ini dengan pengalaman hidup mandiri. 

Karena sudah cuek dari lahir dan malasnya berpikir cerdas, aku harus sadar bahwa aku harus pergi saat jadwal test kurang dari 36 jam. Buru-buru menelpon Papa untuk keberangkatanku. Memesan tiket yang sempat hangus karena waktu pembayaran lewat beberapa detik saja. Ketika memesan ulang harga sudah naik. Waktu adalah uang man. 

Untuk pemesanan tiket pesawat, aku selalu menggunakan aplikasi Airy yang dulu hanya memiliki fitur pemesanan kamar. Harga di Airy cukup bersahabat dan untuk perjalanan jauh ada kode promo yang bisa digunakan untuk meringankan. Sayangnya, aplikasi ini belum melayani pembelian tiket kereta. Haha. Overall, thank you Airy untuk beberapa tiket pesawat yang sudah sering aku dapatkan.

Pertama, aku mempertimbangkan untuk berangkat malam hari tanggal 24 Oktober. Karena pakaian yang masih banyak kotor dan kebetulan ada Mei dan Salsa lagi berkunjung ke rumah. Hari itu kami sibuk menemani Mei mengikuti ujian online salah satu BUMN. Sambil menemani dua temen gilaku, aku sempatkan mencuci baju, menjemur dan berharap kering di sore hari. Karena masih dalam keadaan yang membingungkan, aku belum sempat memesan tiket. Saat adikku menanyakan jam berapa akan berangkat, aku hanya menjawab mungkin nanti malam. Setelah, ditelaah lagi karena test yang diiukuti adalah sesi terakhir. Aku sangat mungkin untuk terbang di penerbangan paling pagi besok. Ya, I think is a good choice. Tiket dipesan. Hangus. Memesan lagi. Terbayar. Siap berangkat.

Setelah kedua temanku pulang, perasaan sedih yang merundungku sejak tadi pagi mulai kembali merayapi hariku. Aku sedih karena lagi-lagi aku tidak memaksimalkan usahaku untuk belajar. Aku terlalu sibuk menyenangkan diri yang mungkin tidak penting untuk masa depanku. Setiap hari selain pekerjaan rumah, aku selalu berkeliaran di mall untuk sekedar membeli barang baru, karoke, nonton atau makan-makan. Hal yang dulu sangat bukan aku. Hedonisme broke my soul and I’m paralyzed. 

Sehabis isya aku mulai belajar. Dengan sangat serius. Dengan ditemani secangkir kopi hitam favoritku. I know I can. Tapi, rasa bersalah masih saja menggangguku. Aku takut mengecewakan banyak orang. Pada seseorang, kubagi rasa resah gelisahku. Tapi, bercerita memang tak pernah mengurangi beban bagiku. Hari itu, aku halangan dan baru sadar di waktu Magrib. Lengkap sudah. Saat kamu ingin merayu Allah dengan mesranya tapi kamu tidak berdaya untuk mendekat dan memperlihatkan ketulusan kalian. Benar-benar perasaan yang menyebalkan.

Belajar Pendidikan Kewarganegaraan. Bukan hal yang menyebalkan mempeajari negara ini tapi sulit sekali rasanya hanya punya waktu sedikit. Materi ini belum pernah aku sentuh. Berbekal MK Civic Education yang aku jalani sepenuh hati saat semester 5, semuanya cukup membantu. I love this country and I need to know all about it. Terkendala untuk menghafal pasal-pasal. Aduhhh, tapi bukan Rumi kalo gak percaya sama kemampuan diri sendiri dan menyerah sebelum perang. Belajar hingga larut malam, lalu menyiapkan pakaian yang akan dibawa ke Jakarta. Mengangkat baju dari jemuran lalu menyetrika, melipat dan meletakkannya dikoper sendiri. Aku merasa sedih. Biasanya Mama ada. Hari itu aku hanya mempelajari TWK karena untuk TIU dan TPA sudah sering aku pelajari.

Jarum jam mulai bergeser, menunjukkan subuh kan segera genap. Aku mulai menyiapkan sarapan untukku serta adikku. 2 bungkus mie goreng dan nasi goreng. Semalaman tidak tidur dengan satu gelas kopi di lambungku, aku sadar tubuhku butuh asupan yang cukup untuk bisa maksimal.

Penerbangan pukul 7.10 WIB. Di pesawat, sialnya aku tidak mendapatkan kursi favoritku. Kursi dekat dengan jendela. Aku duduk di perbatasan lorong pesawat dengan anak sma yang ramai sekali. Saat pesawat mulai mengintruksikan untuk menonaktifkan Hp mereka masih cekikikan berfoto. Karena pernah mempelajari pensinyalan, aku benar-benar sadar betapa bisa fatalnya Hp yang menyala dengan aktifnya sinyal provider. Minimal plane mode is on girls. Karena masih saja nervous, aku kembali membuka buku untuk belajar. Lumayan nyaris seratus soal gambar terjawab. 

Landing di Soetta 8.06 WIB. Ada janji untuk bertemu dengan teman yang akan pulang ke Kalimantan Barat. Dia harus naik pesawat pukul 12 dan aku harus ada di tempat test jam 4. Bertemu lalu mengobrol dengan ditemani Ice cream strobery yang secara gak sengaja dibayarin temen. Haha. Thank you Kak Shihab! Ngarul-ngidul ngomongin kehidupan job seeker. Karena kesedihan yang melandaku sepanjang hari kemarin, aku tidak sempat untuk membawakan pempek untuk teman-temanku di Jakarta. Jadilah, indomie khas Sumatera Selatan “Mie Celor” aku bawa untuk aku berikan kepada mereka. Diajarin gimana untuk sampai di kosan Anita dan berkelana menggunakan KRL. Serta foto jalur KRL.

Jam 10 WIB kami berdua berpisah. Aku menuju ruang tunggu damri, Kak Shihab check in. Menunggu damri dengan rasa lelah dan gelisah. Dari bandara menuju terminal lebak bulus yang dengan normal cukup satu jam ini harus dilalui dua jam lebih. Aku beberapa kali tertidur dan masih saja belum sampai. Duduk mulai lelah dan aku mulai meghitung... apakah aku bisa sampai tepat waktu.

To be continued..