Thursday, 20 August 2015

[Curhat] Hidup Untuk Keabadian

Thursday, August 20, 2015 0 Comments
"Menulis adalah hidup untuk keabadian-seseorang."
Assalammualaikum. Hai! Hallo!
Banyak hal-hal baru dalam hidupku kini, alhamdulillah ya~ hihihi Akhirnya gadis kecil itu bisa keluar dari perangkap paradigma yang kian kelam. Membuka lembaran-lembaran yang jauh lebih berarti. Menorehkan sesuatu yang lebih apik dari sekedar tulisan tak berpembaca. Huhu.
Langkah yang selalu saja memiliki titik-titik jenuh.. manusia-manusia yang selalu saja sama.. tingkah, laku, aku sudah muak. Aku rindu suprise dari jiwa yang penuh ketulusan, yang bermuka seribu terlalu biasa di usiaku kini.... Aku harap jiwa ini tak pernah letih berbaik hati meski tak berbalas dihadapan. Selalu memaafkan tanpa pernah menyakiti. Aku harap aku tahan dengan dunia ini dan seisinya yang mengidamkannya.
For the first time in forever... aku yang cupu ini ikut sesuatu iya sesuatu.. insyaallah bermanfaat. Mungkin dari postingan terdahulu aku sering bilang aku punya cita-cita kepengen jadi Pengajar Muda. Iya. Sekarang sih belum sejauh itu tapi yaa alhamdulillah.
Gini. Entah kapan aku pertama kali tau tentang Indonesia Mengajar, sangat mungkin sekali sejak sma dan aku langsung "aku harus nih, kapan lagi bisa habis-habisan berbagi dan belajar" tapi we knows perjalanan setelah lulus sma tidak bisa disebut perjalanan melaikan perangkakan. Aku milih buat untuk mengulang belajar lagi. Ikut test lagi di tahun 2014 dan entahlah memang sudah takdir dan rezeki untuk jadi mahasiswi polsri meski yaaaa... aku gila saat itu tapi aku harus yakin ini pilihan terbaik. Lupakan, no regret. Aku sempet patah semangat kebingungan karena yang aku tau untuk jadi PM minimal harus strata 1, lah aku cuma bakalan dapet diploma 3 tahun lagi. Kalo mau nyambung, itu ribetttt dan waktu waktu waktu. Sempet gila. Hampir gila. Mau nyoba sbm15 tapi aku gila. Cukup. Sampailah suatu hari aku nemu akun KIPalembang di twitter berkat rajin ngestalk akun PM hehe bener-bener aku tungguin kapan OR hehe dan akhirnya ada bukaan untuk jadi panlok aku isi formulirnya, aku tunggu, aku dapet sms, aku dateng ke KIF, abis kumpul aku langsung pulang(maklum aku pemalu di awal dan for the first time tcoy hehe) pas kumpul kedua aku gak ikut(aku nyesel karena gak bisa ketemu orang-orang keren KIP kedatengan kakak PM tcoy) terus ada kumpul 3 yeayy aku dateng and i feel something that i never feel before haha asikkk banget.
Yang keempat aku dateng ke KIF meski harus ngalamin peristiwa menyebalkan di angkot tapi aku seneng. Abis pulang diskusi aku gak langsung pulang, nyempetin makan bareng dulu sampe ngobrol ngakak-ngakak. Hari itu pecah dan buat aku feelin alive haha. Aku bersyukur karena bisa kenal sama mereka.
Yang kelima kumpul di rumah Kak Adi disini aku mulaiii ngilmu dan tau banyak hal. Aku gak malu nanya kalo emang gak tau. Kak Adi bilang kalo lulusan D3 bisa daftar jadi PM aku bersyukurrr setidaknya aku punya kesempatan untuk mencoba. Yippiiii. Terus aku belajar dari cerita Kak Yuri yang ngajar di Sibolga(semoga gak tyoo) cerita hidup Kak Yuri elaah hehe. Menginspirasi. Aku merasa aku mah apa atuh, selama ini aku baru dan cuma niat dan orang-orang sudah jauh merealisasikan janji jiwa untuk berarti bagi sesama. Ternyata Kak Adi juga relawan gerakan turun tangan! wah! dan Kak Adi bilang kalo nanti bakalan ada kunjungan ke SD di mana para PM ditempatkan, aku beneran gak sabaaaar. Bertemu orang yang keren. Bertemu orang dengan impian sederhana untuk membantu "mencerdaskan kehidupan bangsa".
Aku jadi sadar kalo diluar sana ada ribuan orang yang jauh lebih baik.lagi dan lebih usaha buat jadi PM dan seleksinya emang mantep hehe Aku bersyukur meski kecil aku sudah jadi bagian dari Kelas Inspirasi Palembang.
Belajar, belajar, belajar.
Berbagi, berbagi, berbagi.
Semoga kegiatan-kegiatan kedepan lancar dan penuh ridho dari-Nya.
Apa kabar kuliah(?) Apa kabar semester 3(?) hehe
Besok kunjungan pertama ke SD 4 Tunggal OPI. SD itu bakalan jadi tempat pertama aku belajar untuk berbagi, melihat dan bersyukur atas banyak hal. Hari Sabtu tanggal 22 bakalan jadi hari yang menyenangkan!
Wassalammualikum.

Tuesday, 4 August 2015

[Curhat] Lah, Ngapain Kuliah?

Tuesday, August 04, 2015 0 Comments
Assalammualikum. Wr. Wb.
Maka, nikmat Tuhan-mu yang manakah yang bisa engkau dustakan?

Aku mungkin bukan orang dengan penerapan islam yang baik, tapi bukankah kita sesama muslim wajib saling mengingatkan. Ya meski aku tau tulisan ini tulisan tak berpembaca. 

Seiring berjalannya waktu dan bumi yang tak pernah henti berputar.. semakin banyak pula ilmu-ilmu yang mampu dikembangkan. Disatu sisi membawa kemudahan di sisi lain mengundang murka.
Aku sebagai wanita, yang benar-benar dihargai oleh Agamaku. Aku pun tak luput.. aku pun berkeinginan.. aku pun sangat ingin. Tapi, selalu aku ingat lagi kodratku. Aturan agamaku, itu mutlak. Allah bukan penjual, Allah itu pencipta. Aku ingin tampil lebih menarik, aku ingin “showing up” tapi semakin banyak mata memandang maka semakin menumpuk pula dosa-dosa itu dibuku amalan burukku. Semakin besar pula pertanggungan Ayah dan Saudara laki-lakiku kelak.
Aku ingin... yah punya alis yang rapi. Tapi aku sadar bahwa mencabut satu helai rambut alis itu dosa. Merubah bentuk ciptaan-Nya itu mengundang murka.
Aku bahkan sangat tertarik untuk menyulam bibir. Biar tak perluuu lipstik dan more natural. Tapi itu dilarang. Aku bosan dengan rambut hitamku, tapi apakah solatku diterima dengan pewarna yang entah berbahan apa. Aku bahkan takut saat tubuhku memiliki aroma yang menjadikan seseorang mengingatku. Aku mungkin baru bisa menjalankan hal-hal kecil..
Aku berjilbab untuk menutupi aurat, dan seluruh tubuh wanita itu aurat kecuali wajah, telapak dan punggung tangan. Jadi saat berjilbab tapi masih menggunakan lengan baju yang dilipat.. Ukhti itu belum menutup auratmu.
Dan aku paling benci.. saat ada yang bertanya nanti mau jadi apa? “Ibu Rumah Tangga, full time mother” terus ada yang bilang “Lah ngapain kuliah?” Sungguh Allah menyebar ilmu dimana pun maka bukalah mata hati.(ini apa sih haha) Emaang aku kuliah mau kerja aja? Bagi aku tujuan utama kuliah itu nyari ilmu! Bukan cuma ilmu Matematika Terapan, Fisika, dll. Mengenal orang dengan berbagai karakter, bukankah itu pelajaran yang lebih menarik? Bertemu bahkan berkenalan dan dekat dengan orang-orang hebat.
Jadi istri.. jadi Ibu.. aku rasa itu hal yang paling membahagiakan. Aku yakin, jodohku adalah cerminan diriku. Ketika aku baik maka aku akan mendapatkan yang baik. Aku selalu inget salah satu tweet Ust. Yusuf Mansyur yang aku Fav. Beliau bilang “Mintalah dengan Allah serinci-rincinya, jangan malu karena kita minta langsung sama Pemilik Jagad Raya.” Ya Fattaah. Ya razaaq. Pengen yang soleh? Yang cakep? Yang baik? Yang bertanggung jawab? Yang pinter? Yang kaya raya? Yang bakal sayang sama Mama Papa? Yang cuek-cuek keren gitu? Mintalah sama Allah. Jodoh itu ditangan Allah, tinggal kita usaha. Bukan pacaran sana-sini tapi memperbaiki diri. Kalo kita lebih cinta sama manusia dari Sang Ahad? Wajaar dong kita selalu bahkan mudah risau.
Tapi.. aku menyakini bahwa hidayah itu benar-benar di tangan Allah. Allah akan memberikannya kepada siapapun yang Dia kehendaki dan tidak akan memberikannya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Walau niat tapi no action? Apa bener Allah belum kasih hidayah? Apa mungkin kita sendiri yang menghalang-halangi kebaikan itu dengan alasan yang bahkan tak logis. Bener. Itu rum. Kenapa kamu belum juga mensyar’i???????
Curhatanku. Aku bingung, tau yang baik tapi sulit sekali beranjak.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt.
Oh iya tadi aku iseng mau ngelamar kerjaan, eh malah dimana-mana gak ada lowongan. Cari kerja sangat susah bro! Syukuri hidup dengan tidak mengeluh dan terus berbagi...
Oh iya aku juga sudah jadi a part of Panlok Kelas Inspirasi Palembang, semoga 3-4 tahun lagi bisa jadi salah satu Pengajar Muda di Indonesia Mengajar. Aamiin.
Wassalammualikum. Wr. Wb.