Sunday, 24 November 2019

Neurosains dan Tumbuh Kembang Anak

Pekan lalu, seorang teman di dunia relawan tiba-tiba mengajakku untuk menjadi dokumentator sebuah kegiatan. 

"Kak, mau jadi dokumentator gak?"
"Kapan nih, kegiatan apa?"
"Senin sampai Rabu, Kak. Kegiatannya tentang neurosains, yang waktu itu pernah aku ceritain."

Ajakan via Whatshapp itu membuatku penasaran sekali, apa sih neurosains? Ohhh, pasti nih menyangkut saraf. Aku menerima tawaran temanku, karena sudah tahu kegiatan itu pesertanya adalah anak-anak. Lumayankan bisa belajar hal baru, terutama neurosains. 

Apa itu Neurosains? 

Aku pun semakin penasaran apa sih neurosains? Sampai akhirnya mengajak diskusi salah satu temanku yang sedang S-2 jurusan Psikologi Profesi Klinis. Yha, aku kira neurosains adalah salah satu cabang ilmu kalo gak Kedokteran mungkin Psikologi. Dari temanku, aku mendapat gambaran mengenai neurosains, tentang ilmu yang sedang gandrungnya di era industri 4.0.

"Ambil aja foto candid, yang natural" ujar temanku berpesan melalui chat whatsapp. 

Neurosains merupakan cabang ilmu pendidikan yang mempelajari otak dan sistem saraf atau ilmu yang mengkaji mengenai kesadaran dan kepekaan otak dari segi biologi, persepsi, ingatan dan kaitannya dengan pembelajaran. Itulah kesimpulan yang aku dapatkan setelah membaca beberapa jurnal.

Jujur saja, sejak bekerja sebagai program officer untuk pendampingan psikososial di Sulawesi Tengah, aku memiliki ketertarikan dengan anak dan segala hal yang membentuk mereka. Tentang haknya, tentang pola asuh seharusnya dan sampai ketemu dengan neurosains ini.

Anak-anak adalah generasi penerus, dari Ayah dan Ibu. Terlebih lagi bagi nusa dan bangsa. Untuk dunia yang kian pesat kemajuannya, dari segi ilmu dan teknologi. Keinginan memiliki anak, bukan hanya sekadar keinginan yang begitu saja. Namun suatu pilihan yang harus diiringi ilmu-ilmu dan usaha yang maksimal. Agar kelak anak-anak mendapatkan haknya, tumbuh dengan baik dan siap menjadi manusia cerdas yang berakhlak. Tentu dong.. Untuk itu kita perlu ilmunya.

Neurosains dan Tumbuh Kembang Anak

Budaya dan cara kita mengajari otak kita untuk berperilaku, memainkan peran besar dalam membentuk otak kita. - Louann Brizendine. 

Setiap anak memiliki kebiasaan yang berbeda, dalam sifat dan sikap. Salah satu hal yang mempengaruhinya adalah ingatan. Ingatan merupakan hal yang dapat tersensor oleh seluruh sensor tubuh yang kemudian memiliki daya tarik, dirasa berguna dan berulang-ulang prosesnya. Hal ini tertanam di otak bagian hipocampus yang disebut long term memory. Untuk lebih detailnya gambar di bawah ini akan menjelaskan proses terbentuknya ingatan atau memori.

Vigor Holiday Program

Kebanyakan orang tua mungkin masih bingung untuk memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang anak bukan hanya tentang asupan gizi namun juga tentang tumbuh kembang otak yang dipengaruhi dari faktor lingkungan. Banyak hal memang yang harus dipersiapkan, dilihat lebih teliti oleh para ahlinya.

Saat ini Vigor Hub memiliki banyak program untuk membantu para orang tua melihat tumbuh kembang si anak. Baik secara fisik ataupun psikologis. Program yang disusun secara details dan juga fun.

Salah satunya adalah vigor Holiday Program. Program yang dilaksanakan saat liburan sekolah, bukan hanya sekadar mengisi waktu luang namun juga belajar banyak hal baru.

Hari pertama, anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan usia. Anak-anak akan diberikan tugasnya masing-masing untuk membuat sandwich dan minuman. Sebelum melakukan kegiatan, anak-anak diberikan contoh langsung proses pembuatan makanan dan minumannya. Setiap kelompoknya saling berkaitan dan setiap orang dalam kelompok saling bekerja sama.

Kegiatan berlangsung penuh antusias, anak-anak memperhatikan demo lalu menjalankan urutan intruksi membuat makanan dan minumannya. Anak-anak juga belajar menggunakan pisau, menyelaraskan mata dan gerakan tangan, belajar untuk fokus. Anak-anak belajar untuk saling mengingatkan. Selain itu, anak-anak juga diajarkan melipat tisu dan menggunakan alat makan dengan baik dan benar.

Setelah melakukan kegiatan kelompok, pada hari kedua anak-anak melakukan lebih banyak gerakan.

Neurosains

Gerakan yang dilakukan untuk melatih keseimbangan tubuh dan kepatuhan untuk mengikuti instruksi.

Neurosains

Banyak sekali media yang digunakan untuk melatih motorik anak-anak, pun kegiatan yang dilakukan secara fun.

Neurosains


Neurosains

Anak-anak juga dilatih untuk memainkan stick drum dan bermain disk jokey. Dari kegiatan ini kita dapat melihat kemampuan anak-anak dalam mengkoordinasikan gerakan tangan dengan otak.  Musik juga sangat baik untuk perkembangan emosi dan ingatan.

Neurosains

Hari terakhir, kegiatan dilakukan di dalam air. Wah bisa kebayang kan, betapa senangnya anak-anak melalukan kegiatan di dalam air. Mulai dari latihan  pernapasan, senam dan bermain stick drum di dalam air sesuai dengan irama musik dan instruksi dari dr. Anne. 

Rasanya, gelas kosongku sedikit terisi. Walau masih banyak tanda tanya. Yang pasti, menjadi orang tua memerlukan persiapan, banyak persiapan. Dari ilmu, mental dan juga material. Karena kita bukan hanya sekadar melahirkan anak, namun juga satu generasi baru, yang akan menjadi manusia, yang memimpin, yang peduli dan bersaing secara sehat. 

4 comments:

  1. Kapan ya, ada yg nawarin aku (lagi): Mas, yok jadi dokumentator.. :D
    Selain bisa ngelatih motret2 yg masih ala kadarnya, juga bisa menambah wawasan tentang apa yg didokumentasikan. :)

    ReplyDelete
  2. Kegiatan seperti vigor holiday program ini bagus banget untuk perkembangan anak ya, bisa nambah teman juga

    ReplyDelete
  3. Mungkin seru ya, jika acara begini digandeng dengan outbound. Jadi setelah outbound selesai anak gak hanya fresh saja, tapi juga bisa muncul silabusnya.

    ReplyDelete
  4. Wah.. kegiatan Vigor Holiday Program ini seru banget ya. Anak-anak bisa bermain bersama dengan bahagia. Dan bisa melatihan perkembangan anak.

    Terus yang jadi dokumentator juga asyik nih. Melihat keseruan mereka juga bisa sambil menyerap ilmunya.

    ReplyDelete