Sunday, 4 February 2018

[Review Film] Midnight Runners

Assalammualaikum. Helloo. ^^
Vas happenin guys? Tetiba kangen aa zayn. How are you my fav vas happenin boy?
Aku barusan nonton film Korea nich. (Who’s care rum?) Haha.
MIDNIGHT RUNNERS (7.6/8)
Kang Hae Nul dan Park Seo Joon
Filmnya udah lama ada di HDD aku tapi baru mood nontonnya tadi siang dan deabak!!! I love this movie, jadi ngayal kalo nontonnya di bioskop kan bakalan lebih asik.
Film yang dibintangi oleh duo ganteng Park Seo Joon dan Kang Ha Neul, siapa sih yang gak tau mereka berdua? Film ini sendiri liris tahun lalu di Korea tepatnya 9 Agustus 2017. Mereka berdua adalah taruna akademi kepolisian di Universitas Kepolisian Nasional Korea. Awal film kau dibuat bingung, kok ya yang jadi taruna ada yang pake kacamata? Apa peraturan di Korea sana beda ya sama di Indonesia?
Berawal dari Ki-Joon (Park Seo Joon) yang meminta potongan sosis yang ditinggalkan oleh Hee-Yeol (Kang Ha Neul) dipiring makannya. Hee-Yeol adalah taruna yang sangat menjaga kebersihan dan pinter bangeeeeet, seharusnya masuk kedokteran kali yak tapi karena doi pengen beda sendiri dari temen-temen SMA nya jadilah Hee-Yeol memutuskan untuk jadi polisi.
Pada saat latihan fisik, para taruna diminta untuk lari menuju ke sebuah lapangan, saat diperjalanan Hee-Yeol tersandung dan jatuh. Kaki kirinya terkilir dan menyebabkan si Hee-Yeol tidak bisa berjalan apalagi lari sis. Jangan harap. Banyak taruna yang hanya lalu lalang tidak memperdulikannya. Tibalah saat Ki-Joon yang melintas, Hee-Yoel langsung merengek meminta tolong dengan sedikit mengungkit dua potong sosis yang diberikannya ke Ki-Joon. Hahaha. Ki-Joon sempat menolak, karena memang mereka diberikan limit waktu untuk sampai di tempat kumpul. Dengan kecerdasannya, Hee-Yoel menawarkan akan mentraktir Ki-Joon makanan Daging Sapi Korea dan binggo! Berhasil. Ki-Joon mendukung Hee-Yoel dengan tertatih-tatih hingga sampai di lapangan kumpul. Karena mereka telat dari waktu yang sudah disepakati, Hee-Yoel meminta agar Ki-Joon untuk tetap diterima. Aku gak nyangka ternyata si cerdas dan steril ini tau diri juga. Haha.
Tampang taruna gini ya..
Selama pendidikan mereka menjadi teman dekat. Hee-Yoel terkenal cerdas dan Ki-Joon selalu menang di kelas Judo. Biasalah yaa, cowok gak lepas dari gimana caranya ngedapetin cewek. Mereka berdua izin untuk keluar asrama, perihal asmara. Mengunjungi salah satu club besar di Seoul tak memberikan perubahan yang signifikan untuk duo taruna ini.
Saat perjalanan pulang mereka berdua melihat cewek yang diidam-idamkan. Berjalanlah mengikuti si cewek sampa akhirnya sepakat untuk meminta nomer si cewek tapi sayang mereka terlambat. Si cewek yang ditaksir keburu diculik. Jiwa menolong mereka langsung keluar dan bereaksi, Hee-Yoel dan Ki-Joon berlari mengejar mobil penculik namun gagal. Mereka melapor polisi pun, tidak ada tindakan yang sigap.
Mereka menghabiskan malam dengan berupaya menyelamatkan si gadis idaman. Setelah ditelusuri ternyata si gadis dijual untuk kemudia diambil sel telurnya. Serem amat yak. Tapi, malam itu mereka gagal dan kecewa dengan sistem yang ada. Awalnya aku ngira film ini akan habis ceritanya dalam satu malam. Kayak perjalanan duo sekawan yang semalaman suntuk berusaha menolong si gadis idaman gitu. Tapi salah.

Mereka enggak putus asa.
Mereka semakin giat melatih fisik agar bisa melawan banyak preman lagi. Mereka meminta salah satu instruktur diawal pendidikan mereka untuk menemukan keberadaan mobil penculik dengan janji mereka akan bertindak setelah keberadaan mobil sudah diketahui.
Ternyata, perdagangan sel telur sudah sangat sistematis dan rapi sekali. Aku jadi penasaran apa sih ya yang dipkirin dokter yang ngelakuin operasi pengangkatan sel telurnya? Lupakah sama sumpah dokternya?
Perjuangan duo sekawan ini tidaklah mudah, klinik yang melakukan tindakan ilegal ini dijaga oleh baanyak preman dan akhirnya berbuah manis. Mereka bukan hanya menyelamatkan si gadis idaman tapi juga 20 gadis lainnya yang sudah dalam keadaan tidak sadar terbius untuk giliiran diambil sel telurnya.
Hee-Yoel dan Ki-Joon adalah dua individu dengan sifat dan latar belakang yang berbeda namun memiliki ketulusan. Penasaran? Yok nonton.
Korea Selatan selalu punya ide yang unik dalam dunia sinema, baik drama ataupun film. Ah, jadi pengen nonton film Indonesia yang keren-keren dengan mengangkat sisi lain dunia ini.
Wassalammualaikum. ^^

5 comments:

  1. wah kayaknya keren ya filmnya yang semangat untuk terus menulis dan rewiew ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah dibaca oleh pembaca buku sekelas Frediii, terima kasih ^^

      Delete
  2. Hmm... Aku udah lama pensiun nonton pelem Korea, tapi kalau baca review ini jadi pengin nonton lagiiiiiii

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayok mbak nonton lagi kalo ada waktu luang sejam dua jam bisa nonton film korea

      Delete
  3. Sebenernya lumayan suka sama ni film, filmnya enjoyable kok. Ga ada yang di skip adegan2nya. Tapi ya gitu agak nanggung kalo mau crime harusnya bener2 ditonjolin the power of effort yg dilakuin 2 calon polisi ini dengan nunjukin bahwa mereka tu emang kuat dengan usaha mereka sendiri. Tp di satu sisi filmnya kaya mau ke arah komedi juga tapi banyak punchline yg agak kurang gigit. And then, kurang ada something memorable juga dari film ini, jadi itu yg bikin makin keliatan generik nya. :') 7/10 for this movie ^•^

    ReplyDelete