Saturday, 27 January 2018

Surat Cinta Untuk Anakku

Sebagai perempuan.
Sebagai anak.
Sebagai calon Ibu.
di akhir zaman.
Assalammualaikum anakku.
Tiba-tiba Ibu ingin menulis sesuatu yang kelak bisa kau baca dengan baik. Tiba-tiba Ibu ingin memberitahumu banyak hal. Tentang cinta, hidup dan kehidupan. Nak, ini Ibu tulis di Minggu pagi saat Ibu (mungkin) belum bertemu dengan Ayahmu. Ibu menulis ini dengan penuh kasih dan harapan.
Nak, kau harus tau bahwa kehadiranmu sangat diharapkan. Bahwa tentangmu telah terapal dengan baik disetiap doa Ibu. Jauh sebelum Ibu bertemu dengan Ayahmu. Jika kelak dunia ini menawarkan racun yang nikmat, kau harus tau bahwa hadirmu sudah diharapkan dan diusahakan dengan baik oleh perempuan akhir zaman yang masih sendiri dan menunggu hari bahagia itu datang dengan istimewa.
Nak.. kau harus tau. Dunia ini memiliki batas, kau boleh tebas segalanya untuk merasa bebas dan bahagia. Tapi ingat, semua berbatas. Saat dunia membuatmu terlena, ingatlah bahwa saat Ibu masih sendiri, hadirmu mulai Ibu jaga dengan doa. Agar kelak kau soleh/soleha. Agar kelak kau tau, apa yang harus kau raih dan apa saja yang wajib kau tinggalkan. Kau harus tau betapa cinta itu tidak mungkin membawamu ke hal-hal buruk dan keji. Ingatlah nak, kau Ibu cinta jauh sebelum semua ini Ibu tulis. Semoga kau selalu mampu menjaga kehormatan dari setiap doa Ibu. Menjaga kemuliaanmu sebagai dirimu. Sebagai seorang muslim/muslimah.
Nak, Ibu ingin kau memilih jalanmu sendiri kelak. Ibu ingin kau meraih semua yang kau inginkan. Ibu ingin kau bahagia. Tapi, apa-apa yang ada di dunia ini fana. Sementara. Kelak raihlah nak semua cinta dan citamu. Ingatlah semua itu harus dengan cara baik dan untuk kebaikan. Kau harus tumbuh cerdas dan kuat. Hadirmu harus memberikan makna bagi sekitar.
Nak, kelak dunia ini akan memberikanmu pilihan-pilihan aneh. Pilihan-pilihan menyakitkan. Akan ada saatnya Ibu tidak bisa membantu, kau hanya perlu mengingat bahwa kau tumbuh dengan segala kebaikan yang diusahakan, bahwa tidak satu detik pun terlewat doa-doa yang tulus Ibu lantunkan. Ibu tak pernah berharap memilki anak yang hebat dengan cara yang salah.
Nak,  mungkin kelak dunia ini bagaikan berada digenggamanmu. Ingatlah bahwa itu tak terlalu penting jika tak kau bagi manfaatnya. Kau harus tau tetnggamu yang kelaparan, kau harus tau anak-anak yang putus sekolah, kau harus tau orang tua yang masih harus bekerja. Kau harus bijaksana dalam bersikap.
Nak... semoga kelak caramu melewati waktu di dunia ini jauh lebih baik dari Ibu. Semoga kelak masa mudamu penuh dengan kisah-kasih yang di ridhoi-Nya. Semoga kelak kau tau bahwa Ibumu sudah menjagamu jauh sebelum kau dilahirkan. Agar kau ingat cara mencinta yang benar. Agar kau bertindak dengan semua kecerdasan yang bijak. Agar kelak harapan-harapan yang akan kita bangun adalah keabadian di syurga.
Anakku, semoga doa yang mulai Ibu ukir, cinta yang mulai Ibu rawat dan kasih yang akan menemani tumbuh kembangmu kelak menjadikanmu seseorang yang penuh cinta. Seseorang dengan kecerdasan dan kesederhanaan. Seseorang yang kuat dan lembut. Seseorang yang selalu merasa puas atas ketetapan Allah dan selalu berusaha dijalan-Nya.
Wassalammualaikum.

Minggu, 28 Januari 2018

No comments:

Post a Comment