Monday, 11 December 2017

HIV dan AIDS itu Beda Loh!

Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS Sedunia. Kenapa sih hari AIDS harus diperingati? Sejak tahun 1988, 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Hal ini penting untuk mengkampanyekan agar setiap orang menjauhi hal-hal yang dapat menyebarkan virus penyebab AIDS. Memerangi bersama Human Immunodeficiency Virus. Virus yang hanya ada pada manusia ini menyerang langsung kekebalan tubuh atau sistem imunitas. Hal ini jika tak terdeteksi dalam kurun waktu tertentu dapat meyebabkan AIDS. 
Pita Merah sebagai lambang memerangi HIV dan AIDS

Gimana? Bingung ya? 

Jadii gini, HIV dan AIDS itu berbeda ya teman-teman. HIV merupakan virus yang penularannya bisa terjadi melalui hubungan seks yang tidak baik. Dalam hal ini, pasangan suami istri sudah seharusnya setia dan tidak melakukan hal-hal yang sebenarnya sudah bertentangan dengan ajaran agama. Yang belom nikah, sudah pasti no free sex ya. Penggunaan jarum suntik bekas, jarum suntik adalah alat untuk memasukkan zat kimia kedalam tubuh dan hanya sekali pakai. Penggunaan jarum suntik biasanya disalahgunakan oleh oknum yang kurang paham mengenai bahaya laten dari penularan-penularan virus melalui jarum suntik. Donor darah dan organ, penerima donor darah atau organ dapat tertular HIV apabila pendonor terinfeksi HIV. Ibu dengan HIV, anak kemungkinan HIV. Hal ini tidak menutup kemungkinan bayi lahir tanpa HIV. Ibu dengan HIV bisa memiliki anak tanpa HIV dengan menjalani serangkaian program kehamilan untuk Ibu dengan HIV. Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali kelahiran bayi tanpa HIV dari Ibu dengan HIV.

HIV sudah, sekarang AIDS. Apasih sebenernya AIDS? 

Oke, AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndromesekumpulan gejala dan infeksi akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh. AIDS merupakan dampak terparah dari infeksi HIV. Orang dengan HIV belum tentu orang dengan AIDS. AIDS terjadi apabila jumlah sel T CD4+ di dalam darah menyusut hingga 200 per mikroliter serta adanya infeksi tertentu.

Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) adalah korban dari kurangnya pengetahuan mengenai HIV dan AIDS hingga akhirnya terinfeksi HIV dan AIDS. Padahal hal-hal ini bisa untuk dicegah dengan menjauhi penularan-penularan HIV dan menjalani hidup sehat, seperti:

  1.   Melakukan olahraga setiap harinya minimal 30 menit. Olahraga sebenarnya bukan kegiatan yang wah, bisa disempat-sempatkan. Seperti jalan kaki setiap hari, ikut menyapu atau bersih-bersih rumah atau meluangkan waktu dengan lari pagi/sore.
  2. Setiap hari makan buah dan sayur. Konsumsi serat sangat penting untuk metabolisme tubuh. Yok budayakan makan sayur dan buah dengan baik.
  3. Deteksi dini penyakit. Kalo udah ngerasa kurang fit, segerakan periksa ke dokter. Saya berani memeriksakan kondisi tubuh, penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin, saya sehat.
  4. Jangan merokok. Merokok dapat menyebabkan banyak penyakit dan sangat tidak baik bagi lingkungan sekitar.
  5. Menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman dan ketenangan. Selain baik untuk kesehatan tubuh juga kesehatan psikis.
  6. Menjaga kebersihan toilet. Toilet salag satu tempat berkembang biaknya bakteri, kebersihan sebagian dari iman ya teman-teman jadi wajib bersih.
  7. Yang paling penting nih, Ibu yang punya bayi harus memberikan ASI Esklusif agar debay memiliki sistem imun yang prima. ASI yang diberikan pada 1000 hari awal kehidupan bayi, sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi saat masa selanjutnya.
Hidup sehat adalah salah satu cara memerangi berbagai macam penyebab penyakit. Membudayakan gerakan masyarakat hidup sehat demi tercapainya Individu, Keluarga, Lingkungan dan Indonesia Sehat.

Apa yang harus dilakuin kalo udah terinfeksi HIV? AIDS

Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) adalah sebutan untuk mereka yang terinfeksi HIV AIDS. Kita harus paham dengan sebutan ODHA, setidaknya mulai saat ini. Habis baca ini, siapa sih yang mau terinfeksi? Gak ada.

Untuk ODHA hal pertama yang dirasakan mungkin hancur dan putus asa. Tapi, dunia selalu membentangkan pilihan-pilihan untuk kuat. Boleh merasa sedih, tapi setelah itu wajib bangkit untuk melawan HIV AIDS. Bisa dengan melakukan terapi antrivirus atau ARV. ARV bisa menekan HIV sehingga tidak terdeteksi oleh tubuh, banyak ODHA yang bisa bertahan tahunan melawan HIV AIDS dengan ARV. Mereka terlihat sama produktifnya, malah karyanya keren-keren. Salah satunya Mbak Ayu asal Bandung, yang berhasil melewati masa awal shock menerima kenyataan bahwa beliau HIV, tertular langsung oleh alm. Suami. Mbak Ayu, membagikan kisahnya melawan HIV melalui tulisan di blog pribadinya. Bagaimana kekuatan keluarga yang selalu mendampingi Mbak Ayu dan keinginan pribadinya untuk terus berkarya. Kehidupan normal dimilikinya, suami tanpa HIV AIDS dan pernah melahirkan bayi tanpa HIV AIDS. Mbak Ayuuuu, kali Mbak membaca tulisan ini.
Mbak Ayu salah satu ODHA dan Emak-emak Blogger 

"Hari itu Rumi benar-benar terpesona mendengar perjalanan istimewa yang Allah takdirkan dengan Mbak. Semangat Mbak."

Untuk KITA, sebagai masyarakat. Ketahuilah yang perlu dijauhi hanya virusnya saja dengan menjauhi cara-cara penularannya. ODHA yang ada disekeliling kita, tidak perlu dijauhi apalagi dihujami stigma-stigma yang tidak ada kebenarannya.

Blogger Palembang pada Acara Saya Berani Saya Sehat memperingati Hari AIDS Sedunia.

Perangi HIV dengan sadar akan hidup sehat dan berani memeriksakan diri sedini mungkin.

HIV AIDS hanya bisa diketahui melalui test kesehatan, tidak bisa dilihat melalui tampilan pipi orang yang peyot atau tampilan yang seksi. So, be brave to do a HIV Test.

#sayaberanisayasehat
#gerakanmasyaraka

4 comments:

  1. Stigma masyarakat selama ini ODHA harus dijauhi ternyata virusnya ya yg mesti dijauhi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bu, mari kita infokan bu sama masyarakat kalo HIV nya yg harus dijauhin bukan ODHA :)

      Delete
  2. Waktu hamil anak kedua saya diminta untuk tes PMTCT (Prevention of Mother-to-Child Transmission of HIV) di rumah sakit oleh bidan saya. Karena saat itu termasuk dalam program pemerintah dalam mendeteksi penyakit menular yang dapat ditularkan dari ibu ke janin.
    Tapi saya tidak tau apa itu hanya program di Tabanan - Bali atau seluruh Bali atau bahakan seIndonesia. Kan bagus untuk mendeteksi dini penularan penyakit secara vertikal dari ibu ke janin, supaya dapat segera ditangani dan melahirkan generasi yang sehat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak bener sekali, sebenarnya pemerintah sudah punya banyak program untuk mencegah penularan virus dll. Semangat ya mbak menikmati peran Ibu.:)

      Delete