Sunday, 24 April 2016

Nenek Kesayangan....

Assalammualaikum....
Hari ini gagal ketemu dedek-dedek gemesh di Sukawinatan, cuma karena nggak sanggup harus jalan kaki kesana *lebay. Apalah dayaku sebagai nebengers. Rasanya kecewa banget karena gagal ngerecharge untuk satu minggu kedepan. Gagal ngeliat muka-muka lucu Ica, Aurelie, Rafika dan yuppp satu lagi aku lupa siapa namanya. Padahal sudah pernah nulis nama mereka satu-satu tapi apalah daya.  Padahal jadwalnya mereka nulis huruf D-E-F hari ini, ngoreksi PR berhitung yang minggu lalu dikasih.
But, here we go!
Jumat kemarin, aku nyempetin melipir ke rumah nenek di Pelabuhan Dalam. Ada yang nggak tau dimana itu Pelabuhan Dalam? Pelabuhan Dalam adalah salah satu desa yang ada di Kecematan Pemulutan. Iya, yang itu loh! Yang gerbangnya ada patung buaya hihihi
Karena selepas kumpul sama temen, jadi baru sampe di simpang Pemulutan itu kira-kira 7:30 pm. Sebenernya takut, tapi harus berani dong naik ojek dimalem hari yang notabene ojeknya ndak dikenal. Sepanjang jalan kenangan, eh jalan menuju rumah nenek sih. Jalannya bergelombang banget, baru sedikit bagian jalan yang sudah di aspal itupun sudah rusak. Yang mirisnya lagi nggak ada lampu jalan!!!!!! What a fact. Sepanjang jalan, kira-kira 2KM yang kiri-kanan jalan cuma pohon pisang, sawah, sungai, peternakan ayam itu bener-bener nggak ada penerangan selain lampu motor. Jalan sepi, cuma aku dan mamang ojek yang amanah itu.
Tapi, Allah Maha Adil. Malam itu langit sungguh indah meski tak berbintang. Langit dipenuhi sinar terang sang bulan yang purnama. Terasa dekat, mungkin karena pencahayaan yang kurang dan air sungai yang sedang pasang. Ini logikanya kemana ya... wkwkw
Sampailah di rumah nenek tercinta. Rumah yang dulu tegak dengan gagah kini terlihat ringkih. Yang dulu didalamnya kami bisa hulu-hilir kini tinggal sepetak. Dalam hidup, semuanya silih berganti tapi yang paling penting bagaimana kita menikmati dan belajar dari setiap prosesnya. Asik. Setelah masuk, ternyata nenek lagi bermalam dirumah Bik Kopek (adeknya papa). Fyi, nenek tinggal bersama Bik Nir (adik papa), suaminya dan anaknya. Disambut dengan hangat oleh Bik Nir, terus diantar ke rumah Bik Kopek and met her. My lovely one, nenek kesayangan. Sudah beberapa hari Bik Kopek sakit dan dirawat oleh nenek.
Kenapa aku suka sekali meluangkan waktu hanya untuk bermalam disini?
Karena aku butuh keluarga yang lebih dari sekedar ikatan darah.
Lagi, aku ingin belajar untuk bersyukur. Aku ingin mengukur diri, jikalau aku terlalu jauh kufur nikmat. Bermain bersama sepupu, tertawa, marah, menonton dan terlelap bersama. Dimana lagi bisa didapat?
Karena jadwal les di sabtu malam, baliklah diriku ini di sabtu sore dan selalu tiga adik sepupu bilang “ayuk, agek kesini lagi yo yuk”.
Dimana lagi kehadiran diharapkan?
Sebagaimana kekagumanku pada papa, sebesar itulah aku kagum pada keluarga papa terutama alm. Kakek dan nenek. Hal-hal kecil yang selalu mereka berikan, tak ternilai. Menjadi bagian dari keluarga ini adalah hal yang selalu aku syukuri.
Oke.... selesai sudah cerita Jumat yang berharga. Can’t wait for next Sunday. Rindu ke Sukawinatan.
Tugas sismin belum kelar, proposal Alarm Panas masih jauh, laporan Pak Destra baru ngegaris pinggirin A4, catetan Buk Yurni belum disentuh dan belum solat magrib.
Bye.
Wassalammualaikum.

No comments:

Post a Comment