Monday, 26 March 2012

Cita-citaku

Monday, March 26, 2012 0 Comments
              Dari semalem gue nanya-nanya sendiri sama hati gue. Kalo nantinya mau jadi apa? Ya Allah, masakk udah kelas sebelas belom punya cita-cita? gaswatt dong ya. Gue ikutan galau karena sekarang yang kelas duabelas pasti lagi bener-bener galau. Gue ketularan kak, tapi gak tau dari siape.
                Fokus!! Harumi mau jadi apa nantinya? Hati gue sih simple, gue cuma mau kerja yang bener-bener bermanfaat bagi banyak orang. Terutama orang yang bener-bener berhak. Gue pengen ilmu gue bermanfaat banget. Gue pengen ngajar di daerah perbatasaan gitu. Ngajarin mereka anak suku pedalaman, ngajarin anak-anak jalanan yang belom ngerti pentingnya ilmu. Gue pengen gak ada lagi yang Buta huruf di Bumi Pertiwi ini. Gue pengen banget mereka bisa baca, gue pengen mereka nikmatin dunia ini dengan ilmu.
Gue juga pengen jadi politisi gitu, orang yang didenger pendapatnya. Gue pengen Indonesia selangkah lebih maju di zamannya kami nanti. Gue pengen berantas korupsi, gue pengen para koruptor pintu hatinya terketuk sadar dan taubat. Gue pengen berantas kemiskinan rakyak Indonesia. Indonesia ini kaya banget loh!! Amerika itu kita yang menghidupinya tapi kok di pinggir-pinggir jalan negri masyur ini masih banyak anak yang dibawah umur menadah tangan demi sesuap nasi? Dimana Pemerintah? Dimana hati dan fikir mereka? Gue cuma terus berharap, Indonesia bakal maju. Kemiskinan akan berakhir dan gue lebih berharap lagi 6/7 tahun kedepan gue bisa berbuat sesuatu untuk Indonesia. Tapi, gue takut masuk dalam bidang politik. Gue takut sama permainan politik yang menurut gue penuh dengan kebohongan dan keapatisan. Setiap hari Ayah pasti nonton TV ONE, Ayah itu cinta banget sama Indonesia. Setiap Ayah nonton entah debat antar partailah, debat antar pengacara, debat debat debat dan debat. Menurut gue debat yang kayak gitu gak bermanfaat. Rakyat Miskin itu butuh bantuan yang real Pak, bukan dusta yang gak berkesudahan. Gak ada yang mau ngalah, gak ada yang mau mendengarkan. Untuk apa terus berbicara? Gengsi!! Ya Tuhan, kapan kita bersatu lagi untuk sepercik cahaya terang bagi cicit-cicit bangsa ini.
Hmmm, kok malah jadi pengkritis. Dulu waktu kecilnya, gue pengen banget jadi dokter. Sampe dengan gue SMA juga masih ada ingin itu tapi gue sadar kemampuan. Padahal Ayah pengen banget gue jadi dokter, nerusin cita-cita Ayah yang gak kesampean itu. Apa daya Biologi gue hancur, Kimia, Matematika itu terlalu sulit bagi gue. Sekarang si gue pengennya kuliah di Hukum UI atau Tekhnik Pertambangan Ui. Ya Allah, pengennya gue itu susah banget. Gue pengen kerja di perusahaan pertambangan yang di Papua itu loh. Lupa namanya, hehe. Gue si bakalan ngikutin nurani gue dulu, setelah kuliah bakal kerja apa biar Tuhan yang ngerencanain.
Ada sedikit sesal si kenapa gue lebih milih Ilmu Alam daripada Ilmu Sosial. Kalo sekarang diliat dari minat gue, gue minat banget kuliah yang perdalaman ilmunya ada di kelas Sosial. Yaudahlah gak ada guna nyesel gak karuan.Semoga bisa lulus di Hukum UI. Amin ya Allah, Amin ya Rabb.

Dewasa~

Monday, March 26, 2012 0 Comments
                DEWASA? Apa si definisi dewasa yang sesungguhnya? Gimana si seseorang itu bisa dikatakan dewasa? Umur mempengaruhi kah? sebagai penentukah?
                Menurut saya, seseorang tidak bisa dikatakan dewasa hanya karena penampilannya yang simple dan kelihatan anggun. Tidak dari apa yang mereka pakai. Tidak dari apa yang mereka genggam. Tidak juga dari dimana mereka sedang berada.
                Umur sebagai tolak ukur kedewasaan? Tidak!! banyak orang yang umurnya sudah 17tahun tapi masih kekanak-kanakan. Dewasa itu bukan tampilan. Dewasa itu bukan penilaian.Dewasa itu bukan cara bicara yang baik. Dewasa enam huruf yang maknanya ada pada diri kita masing-masing.
                Berbeda mata, maka berbeda pula pendapat. Menurut saya dewasa itu adalah cara kita menyikapi dan menempatkan diri dalam keadaan apa pun dengan cerdas. Dewasa itu cara hebat mengungkapkan perasaan tanpa mengucilkan hati orang lain dan tidak pula mengeyampingkan ingin jiwa kita. Dewasa itu memahami apa yang kita bicarakan dengan baik. Dewasa itu melakukan dengan cekat apa yang kita tuturkan. Dewasa itu pemaknaan dari orang disekitar kita akan hadir diri kita. Dewasa itu saat kita berusaha secepat mungkin menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru. Dewasa itu mengayomi tidak terbawa arus. Dewasa itu jiwa yang bijak.
                Biasanya orang memiliki kedewasaan itu, penampilannya rapi. Lebih banyak ingin mendengarkan daripada didengarkan. Berbicara jika memang benar-benar perlu. Berfikir selangkah lebih baik dari orang ceroboh. Selalu ingat akan waktu dan keadaan. Selalu bisa merasa baik dalam keadaan apapun.
Kedewasaan mengajarkan kita melihat dari berbagai sudut pandang. Kedewasaan tidak pernah ingin tahu masalah tapi mencari tahu apa penyebab dari masalah. Kedewasaan selalu menempatkan kita untuk merasakan dan memaknai berbagai posisi. Kedewasaan hanya milik orang yang sering berada pada keadaan yang menyakitkan. Kedewasaan selalu bersama mereka yang dibesarkan perih. Kedewasaan itu ada dalam jiwa. Kedewasaan itu cara berfikir. Kedewasaan itu tak tampak namun dapat dimaknai hadirnya. Kedewasaan itu buah dari ketegaran.
Yah itu hanya pendapat saya. Saya berniat mengulik tentang ‘Dewasa atau Kedewasaan’ karena teman-teman saya sedang gencar melontarkan kata-kata itu. Apakah anda sudah merasa dewasa?

Monday, 12 March 2012

Bukan karena rasa sakit ini

Monday, March 12, 2012 0 Comments
Ketika sadari tubuh ini mulai melemah, jiwa ini mulai jauh akan sosok Ter-Agung. Ya Allah, benci kah Engkau terhadap ku? Kini aku menangis, aku bersimpuh setelah ku rasa sesaaaak di dada ku. ;( sakit apa ini Tuhan? Hukuman untukku kah?
Sesak, sakit, susah saat ingin bernafas ;( Tuhan, aku menangis bukan karena rasa sakit ini, tapi akan takutku jika harus pergi sebelum sempat bahagiakan Ayah Ibu dan kedua Adikku.
Tuhan, aku sadar dari dulu bahwa aku tak sesehat mereka tapi setidaknya berikan aku kesempatan untuk bahagiakan Ayah dan Ibu dulu ;(( Apa ini Tuhan? Hatiku lagi kah yang bermasalah? Aku tak sanggup keluhkan pada Ibu agar membawaku ke Dokter ;( aku tak mampu adukan pada Ayah, Ayah lagi sakit. Aku tak mau menjadi beban bagi merekaa. Semoga Tuhan, ini bukan penyakit apa-apa. Amin.
          Ayah, Ayah harus sembuh Yah. Harus sehat, rumi maunya Ayah yang nganter ke sekolah. Ayah pasti kelelahan kan? Kerja terus cari uang buat rumi. Sabar ya Yah, rumi janji rumi bakalan gantiin posisi Ayah sesegera mungkin, tapi Ayah harus sehat biar rumi semangat. Ayah doain rumi terus ya, Ayah mau rumi jadi dokter kan? “InsyaAllah Yah rumi bakalan usaha buat Ayah” Ayaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, rumi sayang AYAH ({})
‘’ Tuhan, jangan pernah mengambil orang yang belum bisa aku cintai. Lindungi Ayahku Tuhan, sehatkan beliau, sembuhkan segala penyakitnya, izinkan beliau benar-benar menjadi imam bagiku. Tuhan, bukankah kami belum Engkau pertemukan? Mohon jangan pisahkan kami. Tuhan, narasiku aksaraku mungkin sulit di mengerti tapi hatiku aku yakin Engkau memahaminya ‘’
          Ayah, Ibu, Adek. MAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAFFFFFFFFFFFFFFINN AKU L
Aku gak ppernah bisa jadi seperti yang kalian harapkan. Jangan BENCI aku ya. Tetep doain aku, biar Tuhaaan aja yang hukum aku kalian harus tetep sayang sama aku.
          Tuhan, percepat waktu. Aku ingin cepat berhasil dan bahagiakan mereka. Lalu menebus semua kecewa Mu.

Tuesday, 6 March 2012

Hanya Mampu Merindu :'

Tuesday, March 06, 2012 0 Comments
Kau sederhana, begitu singkat
Kau mempesona, begitu cepat
Kau baik, dengan detik kau pergi
Kau berarti, tinggalkanku sendiri
              
Kau sederhana,
Sesederhana kau hadir di hidupku
Menyapaku, menemaniku
Kau mempesona,
Membuay manja aku dengan sayang Mu
Hadir sembuhkan luka

Kau baik,
Buatku tegar ketika aku menangis
Selalu ada ketika aku butuh
Kau berarti,
Berharga di hati ini
Bermakna di hidupku

Semua hanya kilas
Semua kan terbahas
Seiring berjalannya waktu
Seirama derap lagkah Mu jauhkan aku
Penantian kan semu, senyumkan sembuh
Luka kan membekas , hati kan tinggalkan rapuh

Kini, saatnya wanita lain menjadi penting bagi Mu
Biarlah, hanya masalah waktu
Kini, saatnya tak ada sedikit pun kabar dari Mu
Biarlah, ini masa ku

Tuhan. Lindungi orang yang sederhana, mempesona, baik dan berarti itu ya. :))
Saya akan kembali nanti, ketika saya benar-benar sadar. Bahwa kami terlahir sebagai sahabat ;;)
I’ll Miss you ({})