Skip to main content

Alas Kaki

Sore ini begitu macet, setelah nyaris dua jam perjalanan menggunakan ojek online dan Trans Jakarta, akhirnya beberapa menit lagi aku sampai rumah. Belum juga sampai, aku sudah memikirkan, sajian untuk berbuka puasa nanti. Apakah cukup hanya satu jam? Untuk memenuhi semua keinginanku.

Alas kaki


Di pinggir jalan aku melihat kaki yang melangkah tanpa alas, tentu terlihat begitu kotor namun juga kuat. Pikiranku melayang, barang kali bertelanjang kaki adalah kenyamanan, atau tak memiliki pilihan untuk dapat menggunakannya. Sedangkan aku, dengan segala kemacetan di hari Senin ini, terselip rasa penasaran dan suka cita menyambut sendal yang barangkali hari ini sampai di kontrakan kami. Padahal Sepatu yang saat ini aku gunakan, belum genap dua bulan aku beli.

Alas kaki berganti-ganti, sesuai suasana kegiatan atau keinginan hati. Bisa memilih, atau menabung sebentar untuk membeli yang baru. Sedang aku pun paham, bahwa nilai sesuatu itu baru “aktif” saat iya digunakan atau memberikan manfaat.

Hai! Salam kenal dariku ya. Rumi yang secara acak terkadang menulis, entah saat luang ataupun sibuk.

Comments