Monday, 8 April 2019

5 Alasan Kamu Sulit Menangis

Hallo!! Assalammualaikum pembaca setia hehe

Kali ini Rumiiii mau nulis tentang menangissss, iya, menangis.

Salah satu "kegiatan" yang sangat ampuh melegakan hati. Terkadang kesibukan dunia sering membuat kita tidak ada waktu untuk menangis. Padahal manfaatnya sangat besar, menurutku loh yaaa.

Menjadi orang yang paling gak mau nangis didepan makhluk hidup, bukan karena gak mau terlihat lemah tapi yaaa emang gak boleh terlihat lemah didepan makhluk kan ya? Menangis selalu nikmat saat sendiri, tersedu dengan pemilik hati.

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ » . فَقَالَ بِهِ هَكَذَ
“Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang”. (HR. At-Tirmidzi, no. 2497) (sumber)
Ibadah yang selama ini wajib sering sekali dilaksanakan dengan waktu sisa dari kesibukan dunia, mengambil sela diantara urusan dunia yang fana. Meraih khusyuk seakan ingin memeluk bulan. Iya, karena dunia masih memenuhi relung hati. 
Beberapa hal yang membuat hati keras dan sulit menangis, diantaranya:

1. Banyak Bicara

Semakin dewasa, salah deng, semakin bertambahnya usia, angka dalam hitungan dan kompleksnya kehidupan yang dihadapi, menjadi pribadi yang bicara seperlunya sangat baik. Bukan berarti diem melulu ya, kalo memang dibutuhkan untuk bicara, menjelaskan ya harus dan yang paling penting kata-kata yang keluar dari diri tidak menyakiti orang lain. Buat apa kesehariannya pendiam tapi sekali bicara menyakiti orang lain, ya kan?

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berimana kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam,” (HR. Muslim, Baihaqi dan lainnya) (Link)
Menurutku komunikasi itu nomor satu dalam menjalin hubungan sesama manusia, pun sama Allah SWT. Bagaimana bisa kita menuntut sesuatu tanpa pernah menyampaikannya? 

2. Banyak Tertawa



Dunia panggung sandiwara. Gelak tawa, sering lepas tanpa mengingat bahwa diri berlumur dosa. Padahal banyak tertawa itu mematikan hati. Banyak hal lucu, konyol atau yang sering kita sebut receh, pengundang tawa namun juga mematikan hati.


(( وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَفَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ.))

Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.” (sumber)

3. Banyak Makan

Yang ini beneran berasa banget sih!!! Salah satu hal yang terjadi sangat signifikan dalam hidupku. Banyak makan menyebabkan pola tidur berantakan, sering mengantuk, saat waktu tidur tidak bisa tidur, susah bangun sebelum subuh, ibadah seadanya. 

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan,

لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة

“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”. (Link)

Seorang teman pernah mengingatkan,

"Barang siapa yang ingin sehat secara fisik dan mental maka dia harus berlatih mengurangi makan dan minum. Jika kamu ingin memiliki jiwa yang kuat, lembut, terkendali dan menjadi yang paling tenang maka kamu harus mengurangi tidur. Jika kamu ingin menjadi manusia yang mulia dihadapan tuhan dan semua makhluk baik di dunia maupun akhirat, maka kamu harus mengendalikan nafsu seksual. Kegagalan mengendalikan hasrat seksual adalah jalan paling mudah untuk membuat seorang menjadi hina. Pengendalian seksual dimulai dari mengendalikan makan dan tidur."

Makan dan tidur ini sepele banget ya? Padahal dampaknya cukup signifikan, sedih banget karena sering dan masih suka banyak makan. Apalah diri ini tanpa ilmu dan hidayah dari Allah.

4. Dosa

Sejatinya perbuatan kita, hanya diri kita sendirilah yang benar-benar tahu dan hanya Allah yang berhak memberi penilaian. Tanpa terasa, ibadah hanya sekadarnya saja, yaaa karena tumpukan maksiat dan dosa yang kita lakukan. Perlahan tapi pasti, kualitas ibadah berkurang.

Kita menginginkan surga dan seisinya, tapi menjalani kehidupan dengan hina. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka kami laknat mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. [al-Mâ-idah/5:13] (read more)

5. Lingkungan

Rasulullah saw bersabda:
” المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل “
“Seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya,” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud, dihasankan oleh Al-Albani) (read more)

Berasa banget gak sih, kalo ibadah jadi lebih mudah kalo kita berada di lingkungan yang juga menjalankannya? Saling mengingatkan, memberi contoh bahkan memberikan motivasi untuk terus meningkatkan ibadah. Kualitas ibadah.

Selesai marah, nangis. Merasa ketinggalan dan gagal dalam urusan duniawi, nangis. Rindu orang tua dan seluruh orang yang berjasa, nangis. Tapi, yang paling nimat kalo nangis minta disempatkan kelak ada hidayah untuk bertaubatan nasuha, diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Minta semoga bisa banggain orang tua, jadi jembatan bagi orang tua menuju surga, bisa ngelindungin adek atau dapet jodoh yang super duper keren! Apalagi kalo inget sering melakukan dosa dengan sadar. 

Semakin bertambah usia, dunia semakin sulit. Tempat singgah, jangan sampai terjebak kenikmatan sesaat.

Dunia mungkin berjalan diluar ekspektasi kita, dunia nyatanya tak bisa bersih layaknya dongeng pengantar tidur. Tapi, ingatlah. 

"Doa adalah perisai dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa."

Mari belajar agama, perbanyak membaca, mendengarkan dan datang ke kajian!

Wassalammualaikum...









No comments:

Post a Comment