Friday, 26 April 2019

Scooter Elegan: Wong Kito Pilih Honda Scoopy atau Yamaha Fino 125?

Friday, April 26, 2019 9 Comments
Hidup di kota dengan lalu lintas yang padat membuatku memilih untuk bisa mandiri menggunakan motor, menerobos jalanan demi datang tepat waktu di setiap kegiatan. Yuhuu, tepat waktu harus dibiasakan dan diusahakan ya.

Saat ini sudah banyak pilihan motor dengan spesifikasinya. Dari awal kemunculannya, aku sangat suka sekali dengan Honda Scoopy eSP. Tampilan yang lucu dan terlihat dinamis, motor ini digandrungi oleh banyak kaum hawa karena tampilan yang fashionable. Yamaha juga meluncurkan Yamaha Fino 125 Blue Core dengan tampilan stylish dan klasik elegan, sangat cocok digunakan untuk anak muda.
Dok: Honda Scoopy

Dok: Yamaha Fino 125
Kedua motor ini memiliki spesifikasi serta keunggulannya masing-masing, yukkk kita bedah!

Pilihan Warna dan Tampilan

Untuk pilihan warna, Honda Scoopy memiliki 7 varian warna banyak sedangkan Yamaha Fino 125 hadir dengan dua warna andalannya, yaitu luxury red dan royal blue.

Dua scooter ini memiliki tampilan yang sangat stylish, Yamaha Fino 125 memiliki tampilan retro yang menarik.

Lampu Depan Honda Scoopy 

Lampu Depan Yamaha Fino 125

Selain tampilannya yang elegan Yamaha Fino 125 hadir dengan Diamond Cut Lens, desain ini memberikan kesan anggun pada lampu depan dengan sinar yang lebih fokus dan tajam, sangat membantu saat berkendara pada malam hari.

Mesin Motor

Honda Scoopy esp memiliki mesin 108.2 cc dan Yamaha Fino memiliki kapasitas mesin 125 cc. Eits, tunggu dulu, kapasitas mesin tinggi tidak menandakan motornya boros loh ya!  Mesin Yamaha Fino 125 dijamin lebih irit karena sudah dibekali dengan teknologi BlueCore dan Start & Stop System (SSS) yang menjamin efisiensi BBM.

Dengan mesin 125 cc, Yamaha Fino 125 lebih bertenaga dan sangat cocok untuk menyalip jalanan Ibukota yang macet seperti Palembang. Selain itu suara mesin Yamaha Fino 125 sangat halus.

Kapasitas tangki BBM pada Honda Scoopy esp sebesar 3.7 L dan Yamaha Fino 125 memiliki kapasitas tangki sebesar 4.1 L. Keduanya juga memiliki kapasitas bagasi yang luas, sangat penting karena bisa menempatkan barang-barang berharga agar aman dan nyaman saat berkendara.

Harga

Setelah tampilan dan spesifikasi motor, harga gak kalah penting dong untuk menentukan.. Motor mana yang akan terparkir dibagasi rumah. Hehe.





Kesimpulan

Scooter milik Honda dan Yamaha memiliki spesifikasi tersendiri dengan tampilan yang sangat stylish. Untuk mendukung mobilitas yang tinggi dengan padatnya jalanan Kota Palembang, Yamaha Fino 125 cc sangat cocok untuk menemani hilir-mudik saat menghadiri berbagai kegiatan blogger.

Cerita Pendampingan Psikososial: Desa Karawana

Friday, April 26, 2019 0 Comments
Hallo! Assalammualaikum teman-temanku! Hehe

Mari kita lahirkan sesuatu hari ini! Yha, belum bisa melahirkan bayi yang lucu, hangat dan menggemaskan, kita lahirin karya yuk! Cuzzzz!

Kali ini aku mau cerita tentang Desa Karawana! Yup, salah satu desa dampinganku saat melaksanakan pendampingan psikososial bersama Yayasan IBU. 

Desa Karawana terletak di Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Desa Karawana berjarak sekitar 23 km dari Ibukota Provinsi, yaitu Kota Palu, jarak tersebut bisa ditempuh sekitar 50 menit menggunakan mobil atau motor. Karawana adalah salah satu desa yang terdampak oleh gempa yang terjadi pada 28 September 2018. Banyak rumah yang rusak berat, serta rusak ringan di desa ini.

Masih teringat hari pertama berkunjung ke Desa Karawana, disambut dengan cerita hangat oleh Sekertaris desa. Mulai dari karakter masyarakat yang sangat agamis, pemuda yang aktif serta betapa besarnya Kuasa Tuhan karena Desa Karawana masih berdiri dan kuat untuk bangkit setelah bencana yang menimpa. 

"Nak, tidak jauh dari kantor desa sementara ini. Dibelakang sana, ada satu desa yang hancur. Ada satu rumah ibadah yang bergerak jauh karena likuifaksi. Alhamdulillah kami semua selamat." cerita Pak Hasan didepan kami.

Setelah menyampaikan maksud dan tujuan, kami berjalan mengelilingi desa untuk lebih mengenal desa yang akan kami dampingi beberapa bulan kedepan. Baru beberapa langkah, terdengar seorang Ibu yang memanggil. "Istirahat disini Nak, makanlah dulu di dapur umum ini." ajak beliau. 

Kaledo
Bersama dengan temanku, kami menikmati makanan khas daerah Sulawesi Tengah. Kaledo namanya, lumayan mirip dengan pindang tulang, salah satu makanan favorite dari Sumatra Selatan. Yang berbeda, kaledo kuahnya cukup bening dan rasa asamnya yang lumayan kuat serta disajikan juga dengan ubi rebus atau singkong rebus. 

"Ibu.. di Palembang ada juga makanan yang tebuat dari daging-daging dengan tulang seperti ini. Pindang tulang namanya." aku bercerita tentang salah satu makanan kesukaanku.

Mata pencahariaan masyarakat Karawana adalah bertani. Sepanjang desa terlihat, hamparan luas pohon kelapa yang indah. 

"Mbak, di desa ini matahari itu satu orang satu." ujar salah satu pemuda pecinta alam Desa Karawana.

Gaes, aseli Karawana ini hot sekali. Panase pol. Ternyata Allah adil, di desa ini, berdasarkan info dan pengalaman, matahari dibagi satu persatu untuk setiap warga dan pengunjungnya. Haha.

Selama berkegiatan kami dibantu oleh Komunitas Pecinta Alam dan Karang Taruna Desa Karawana.

Banyak hal yang berubah, bertumbuh, berkembang. Rasanya, aku tak pernah melihat ada sekumpulan pemuda atau pemudi di tempat tinggalku, yang masih berkumpul di sore hari untuk merencanakan suatu kegiatan. Yha.. Sesuatu yang baru bagiku.

Before
After
Selain melakukan pendampingan psikososial yang terfokus pada remaja, Yayasan IBU juga membangun RUMAH KENCANA (Ruang Ramah Anak Pasca Bencana) untuk memfasilitasi kegiatan dan seterusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat desa.

Proses mendirikan Rumah Kencana di Desa Karawana ini cukup lancar, luncur, melalui Ridho-Nya. Dari penentuan titik, lalu urusan surat-menyurat dan pembangunan venue yang aman terkendali. 


Pemandangan dari Rumah Kencana
Selama lima bulan melaksanakan kegiatan pendampingan, banyak sekali memori yang terajut. Beberapa terekam rapi menjadi ribuan gambar di handphone, beberapa masih lekat diingatan. Agar abadi, mari menulis! 

Mulai dari mengenalkan diri serta program, lalu sosialisasi dengan masyarakat desa, seperti pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh pemuda. Bersama kami berusaha untuk kembali memiliki semangat seperti dulu, saat kegiatan-kegiatan selalu rutin diadakan di desa.

Lomba Makan Kerupuk
Pengenalan Makanan Sehat
Proses Menghias Rumah Kencana
Malam Puisi
Dari berbagai kegiatan yang dilakukan untuk mengembalikan rutinitas masyarakat, remaja khususnya. Kami melakukan banyak kegiatan, seperti perlombaan, sosialisasi, kerja bakti dan yang paling berkesan adalah Malam Puisi. Akhirnya bisa mengadakan kegiatan yang akuuu banget hehe, yang pasti semua kegiatan memiliki nilai tersendiri.

Malam Puisi menjadi wadah bagi masyarakat untuk berekspresi, mengeksplorasi perasaan melalui rangkaian aksara yang dibacakan. Banyak yang terpingkal, tertawa mendengar puisi jenaka dan terdiam bahkan menangis saat ada yang membacakan puisi tentang orang tua.


Anak-anak bermain di Rumah Kencana
Desa Karawana sangat khas dengan kudapannya, pisang goreng dengan sambal yang gurih. Nyaris setiap berkunjung kemi menyempatkan diri membeli pisang goreng.

Desa Karawana..
Kami bukan sekadar membangun Rumah Kencana
tapi kami menanam bibit semangat
untuk kembali bangkit

Kami tidak hanya meninggalkan untaian kenangan
harapannya setiap kebaikan akan terus berlanjut

Kelak perjalanan singkat ini, akan begitu manis ku kenang. Tempat belajar banyak hal, tempat bertemu banyak muka. Tempat melihat banyak keindahan. Tulisan ini hanya mewakili sedikit sekali dari ratusan hari yang aku lalui di Karawana, keindahan dan rasa syukur yang semestinya tidak akan bisa digambarkan dengan kata-kata.

Sampai jumpa!

Monday, 8 April 2019

5 Alasan Kamu Sulit Menangis

Monday, April 08, 2019 0 Comments
Hallo!! Assalammualaikum pembaca setia hehe

Kali ini Rumiiii mau nulis tentang menangissss, iya, menangis.

Salah satu "kegiatan" yang sangat ampuh melegakan hati. Terkadang kesibukan dunia sering membuat kita tidak ada waktu untuk menangis. Padahal manfaatnya sangat besar, menurutku loh yaaa.

Menjadi orang yang paling gak mau nangis didepan makhluk hidup, bukan karena gak mau terlihat lemah tapi yaaa emang gak boleh terlihat lemah didepan makhluk kan ya? Menangis selalu nikmat saat sendiri, tersedu dengan pemilik hati.

إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَأَنَّهُ قَاعِدٌ تَحْتَ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوبَهُ كَذُبَابٍ مَرَّ عَلَى أَنْفِهِ » . فَقَالَ بِهِ هَكَذَ
“Sesungguhnya seorang Mukmin itu melihat dosa-dosanya seolah-olah dia berada di kaki sebuah gunung, dia khawatir gunung itu akan menimpanya. Sebaliknya, orang yang durhaka melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang hinggap di atas hidungnya, dia mengusirnya dengan tangannya –begini–, maka lalat itu terbang”. (HR. At-Tirmidzi, no. 2497) (sumber)
Ibadah yang selama ini wajib sering sekali dilaksanakan dengan waktu sisa dari kesibukan dunia, mengambil sela diantara urusan dunia yang fana. Meraih khusyuk seakan ingin memeluk bulan. Iya, karena dunia masih memenuhi relung hati. 
Beberapa hal yang membuat hati keras dan sulit menangis, diantaranya:

1. Banyak Bicara

Semakin dewasa, salah deng, semakin bertambahnya usia, angka dalam hitungan dan kompleksnya kehidupan yang dihadapi, menjadi pribadi yang bicara seperlunya sangat baik. Bukan berarti diem melulu ya, kalo memang dibutuhkan untuk bicara, menjelaskan ya harus dan yang paling penting kata-kata yang keluar dari diri tidak menyakiti orang lain. Buat apa kesehariannya pendiam tapi sekali bicara menyakiti orang lain, ya kan?

Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa yang berimana kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata benar atau diam,” (HR. Muslim, Baihaqi dan lainnya) (Link)
Menurutku komunikasi itu nomor satu dalam menjalin hubungan sesama manusia, pun sama Allah SWT. Bagaimana bisa kita menuntut sesuatu tanpa pernah menyampaikannya? 

2. Banyak Tertawa



Dunia panggung sandiwara. Gelak tawa, sering lepas tanpa mengingat bahwa diri berlumur dosa. Padahal banyak tertawa itu mematikan hati. Banyak hal lucu, konyol atau yang sering kita sebut receh, pengundang tawa namun juga mematikan hati.


(( وَلاَ تُكْثِرِ الضَّحِكَفَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ.))

Janganlah banyak tertawa! Sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hati.” (sumber)

3. Banyak Makan

Yang ini beneran berasa banget sih!!! Salah satu hal yang terjadi sangat signifikan dalam hidupku. Banyak makan menyebabkan pola tidur berantakan, sering mengantuk, saat waktu tidur tidak bisa tidur, susah bangun sebelum subuh, ibadah seadanya. 

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan,

لان الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة

“Karena kekenyangan membuat badan menjadi berat, hati menjadi keras, menghilangkan kecerdasan, membuat sering tidur dan lemah untuk beribadah”. (Link)

Seorang teman pernah mengingatkan,

"Barang siapa yang ingin sehat secara fisik dan mental maka dia harus berlatih mengurangi makan dan minum. Jika kamu ingin memiliki jiwa yang kuat, lembut, terkendali dan menjadi yang paling tenang maka kamu harus mengurangi tidur. Jika kamu ingin menjadi manusia yang mulia dihadapan tuhan dan semua makhluk baik di dunia maupun akhirat, maka kamu harus mengendalikan nafsu seksual. Kegagalan mengendalikan hasrat seksual adalah jalan paling mudah untuk membuat seorang menjadi hina. Pengendalian seksual dimulai dari mengendalikan makan dan tidur."

Makan dan tidur ini sepele banget ya? Padahal dampaknya cukup signifikan, sedih banget karena sering dan masih suka banyak makan. Apalah diri ini tanpa ilmu dan hidayah dari Allah.

4. Dosa

Sejatinya perbuatan kita, hanya diri kita sendirilah yang benar-benar tahu dan hanya Allah yang berhak memberi penilaian. Tanpa terasa, ibadah hanya sekadarnya saja, yaaa karena tumpukan maksiat dan dosa yang kita lakukan. Perlahan tapi pasti, kualitas ibadah berkurang.

Kita menginginkan surga dan seisinya, tapi menjalani kehidupan dengan hina. Allâh Azza wa Jalla berfirman:

فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً
(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, maka kami laknat mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. [al-Mâ-idah/5:13] (read more)

5. Lingkungan

Rasulullah saw bersabda:
” المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل “
“Seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya. Maka hendaklah seseorang melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya,” (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Daud, dihasankan oleh Al-Albani) (read more)

Berasa banget gak sih, kalo ibadah jadi lebih mudah kalo kita berada di lingkungan yang juga menjalankannya? Saling mengingatkan, memberi contoh bahkan memberikan motivasi untuk terus meningkatkan ibadah. Kualitas ibadah.

Selesai marah, nangis. Merasa ketinggalan dan gagal dalam urusan duniawi, nangis. Rindu orang tua dan seluruh orang yang berjasa, nangis. Tapi, yang paling nimat kalo nangis minta disempatkan kelak ada hidayah untuk bertaubatan nasuha, diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah. Minta semoga bisa banggain orang tua, jadi jembatan bagi orang tua menuju surga, bisa ngelindungin adek atau dapet jodoh yang super duper keren! Apalagi kalo inget sering melakukan dosa dengan sadar. 

Semakin bertambah usia, dunia semakin sulit. Tempat singgah, jangan sampai terjebak kenikmatan sesaat.

Dunia mungkin berjalan diluar ekspektasi kita, dunia nyatanya tak bisa bersih layaknya dongeng pengantar tidur. Tapi, ingatlah. 

"Doa adalah perisai dan aku tidak pernah kecewa dalam berdoa."

Mari belajar agama, perbanyak membaca, mendengarkan dan datang ke kajian!

Wassalammualaikum...