Thursday, 31 May 2018

Pemilihan Duta Bahasa 2018

Thursday, May 31, 2018 3 Comments

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah – Pramoedya Ananta Toer, House of Glass.”

Hallooo! Assalammualaikum ^^

Mungkin gak sih tulisanku ini ada manfaatnya? Mungkin gak sih aku juga akan abadi kayak Eyang Pram? Mungkin gak sih setiap artikel yang aku post menambah panjang umur Harumi Paramaiswari ini? Aku tuh... aku tuh sebenernya pengen punya tulisan yang penuh makna dan menginspirasi gitu. Oke skip~ Maafkan Rumi ya teman-teman.

Mengikuti pemilihan Duta Bahasa Sumatra Selatan

Wah! Apa? Duta Bahasa? Hehe. Orang yang kenal dan deket, pasti tahu banget Rumi itu bukan orang yang tampil. Bukan sekali. Suka bersembunyi, tempat kesukaan sih tetep, dibelakang badan kakak yang tinggi itu loh kak! Ckck.



Awalnya aku ingin daftar disalah satu program Kemenpora, Kapal Pemuda Nusantara. Tahun ini syarat administrasinya harus mengirimkan 2 buah esai, sampai dengan tanggal penutupan aku belum sempat menyelesaikan satu esai kebaharian. Karena memang belum banyak ilmu tentang itu alias malas. Jangan ditiru ya teman-teman. Iseng, aku nyari-nyari kegiatan apa yang bisa aku ikutin dalam waktu dekat. Ketemulah akun ig @dubassumsel, akunnya dikunci tapi langsung diterima untuk mengikuti. Yup, ternyata lagi buka pendaftaran untuk Pemilihan Duta Bahasa 2018. Seperti berjodoh, semua berkas yang diperlukan dengan lancar dipersiapkan dan diunggah ke google form.

Pengumuman tahap administari, aku lolos. Kemudian test kebahasaan yang terdiri dari UKBI dan UKBA.

Apa sih UKBI?

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia, test yang dilakukan untuk mengetahui kemampuan berbahasa seseorang dalam berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia, baik Penutur Indonesia atau Penutur Asing. Seperti toefl-lah teman-teman. Ternyata Bahasa Indonesia kita juga ada, namanya UKBI, diingat ya.

Sebenarnya UKBI sudah dikembangkan oleh Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional sejak 1997 tapi baru diresmikan penggunaanya tahun 2006. Sayangnya, aku saja baru tahu test ini tahun lalu. 2017. Saat kebetulan lagi di Jakarta dan ada UKBI gratis dari Badan Bahasa tapi karena sesuatu dan lain hal gak bisa ikut.

UKBA

Uji Kemahiran Bahasa Asing. TOEFL dong? Bukan loh! Alhamdulillah bukan. Hehe. Di sesi UKBA ini kita diminta menulis esai dengan tema yang sudah ditentukan pihak panitia atau balai bahasa. Alhamdulillah, tema yang diberikan ada yang aku kuasai. Kalo dipiki-pikir, aku lumayan malu sama yang memeriksa esaiku, karena salah penulisan dan grammar yang ala kadarnya. You know my english lah ya.

Wawancara 

Ditahap ini, para peserta pemilihan Duta Bahasa Sumsel 2018 harus mengikuti 3 rangkaian test. Yang pertama kepribadian, ditahap ini Ibu pewawancaraku lemah lembut dan singkat sekali menanyaiku. Beliau bertanya, “sudah berapa banyak teman yang kamu kenal selama mengikuti tahapan test ini?” Karena kebetulan aku sudah kenal banyak orang, jadi berasa seneng aja. Hehe. Aku jawab 10! Padahal kan baru Kak Benny, Kak Tomi, Agus sama satu lagi. Singkatnya Ibu bertanya lagi mengenai Bahasa Indonesia saat ini.

Bagiku, Bahasa Indonesia memiliki tempat tersendiri. Apalagi setelah mengikuti serangkaian test dan menjadi salah satu finalis. Tapi, jauh sebelum itu, aku sudah menjadi penikmat cuitan penuh ilmunya Ivan Lanin, aku menerapkan ilmu-ilmu kecil seperti mengurangi menyingkat kata, menggunakan tanda baca yang baik dan benar. Untuk dua hal yang berharga ini aku mau berterima kasih dengan Ibu C. Ngatirah selaku wali kelas VI-ku dan Ibu Ida Yulia, guru Bahasa Indonesia semasa SMA yang penuh prestasi dan inspirasi.

Selanjutnya, sesi kebahasaan. Di sesi ini esai yang kita tulis akan dibahas dan tentunya mengenai kemampuan berbahasa daerah. Karena aku berasal dari Palembang, diminta untuk berbahasa Palembang alus alias bebaso. Malangnya, sekian lama belajar kearifan lokal aku baru pertama kali mendengar bebaso hari itu. Jadi keinget waktu ngobrol sama temen dari Kalimantan Tengah, yang menanyakan Bahasa Palembang. Teman nanyain, apa ada bahasa alusnya dan aku jawab penuh keyakinan. Gak ada.

Kak, ada loh! Bebaso! Kakak nak Rumi ajari dak?”

Karena tidak bisa bebaso, ditanyalah mengenai makanan khas Palembang kesukaanku. Langsung tanpa basa-basi, serikayo! Diminta menjelaskan tentang serikayo. Hm!!! Tiba-tiba aku merasa hobi masakku benar-benar membantu.

Minat dan Bakat

Tahapan yang membuatku tak berdaya. Lemah. Karena bingung dan lupa kalo aku ada bakat jadi penulis! Wkwk, jadi saat mengisi form aku cuma nulis bakatku mengajar? Apa ngajar itu bakat ya Rum? Ya Allah Rum.... sepertinya Kak Ivana, Kak Nandya dan para panitia pun bisa mengajar ya Rum. Sudahlah. Hehe. Bakat satu lagi yang aku tampilin adalah.... baca puisi, ini beneran dadakan tanpa persiapan. Karena memang suka baca puisi dan sering baca puisi walau via telpon dan cuma didengerin Bibah dan Suzy, aku tahu aku berbakat.

Aku membacakan puisi Wiji Thukul, Tembok dan Bunga! Satu-satunya puisi yang terpikir saat menunggu antrian test bakat ini. Puisi yang aku suka dan tidak melulu tentang cinta.

Selesailah serangkaian test hari itu, melihat peserta lain dan berkenalan langsung. Aduh, aku siapa banget. Mereka semua berbakat dan jauh lebih baik.

Satu-satunya yang buat aku berharap ya karena ini Duta Bahasa, jauh sekali orang seperti Rumi ini mau cari popularitas apalagi samir. I just love this country and all about it. Belajar mengenai negara ini selalu membuatku tertantang, begitulah kiranya. Harapan lainnya aku bisa tahu dan berperan lebih tentang literasi.


Cerita pra-pembekalan dan pembekalan di post selanjutnya ya! Selamat dan semangat meraih kemenangan di Bulan Suci Ramadan, wassalammualaikum.

Monday, 21 May 2018

[Review] X2 Bio Glaze, Softlens Pertamaku!

Monday, May 21, 2018 1 Comments
Heiiiiii, hallo semuanya. 

Gimana nih puasanya? Lancar, aman, sentosa kan? 

Kali ini aku mau bagiin pengalaman pertama aku menggunakan softlens! Apa? Gimana-gimana? Harumi pake softlens? Wkwkwk. Kalo teman deketku pasti tau banget, kalo aku beneran gak mau pake softlens selama ini. 

Banyak sekali hal yang aku khawatirkan kalo benda mungil itu harus masuk ke mataku, tapi keindahan yang nampak saat mengenakannya tak bisa kita pungkiri kan ya. Selama kuliah teman-temanku sering sekali gonta-ganti softlens, tapi akuuuu. Tidak tergoda!!!!! 

Alasanku simpel dan klasik. Takut. 

Sampai akhirnya aku tahu salah satu brand softlens yang buatku tergoda dan terus mencari tahu tentang keamanan menggunakan softlens. Ini nih beberapa hal yang perlu kita ketahui sebagai pemula dalam dunia per-softlens-an. 

1. Pilihan Warna 

Tips ini penting banget nih untuk pemula, softlens menawarkan bergai warna-warni yang indah. Dari yang bening, abu-abu, pink, biru dll. Fungsi utama softlens

Add caption
kan sebenernya untuk menggantikan fungsi kacamata, saran Rumi sih teman-teman pemula pilih yang bening atau warna kalem dulu deh! Softlens yang Rumi pake diatas itu Nu Quarto dari X2 Bio Glaze. Warnanya yang soft tapi cantik banget, bisa bedain kan mata Rumi sama mata Devi yang gak pake softlens

2. Diameter Softlens / Power Range 

Ini penting banget loh..... Awalnya aku bingung saat ditanya power range softlens. Duh apaan yak itu. wkwk. Biar teman-teman pemula gak bingung dan jangan sampe salah beli. Jadi, power range itu ukuran dari softlens. Softlens memiliki beberapa ukuran diameter, kita tinggal pilih sesuai dengan bentuk mata kita. 
  • 14 mm, ukuran ini cocok untuk orang yang matanya kecil seperti mataku. Mata-mata sipit sayu gitu. 
  • 14.2 mm, kalo kalian mau matanya keliatan sedikit belok, bisa pilih ukuran ini. 
  • 15 mm, ini diameter untuk si mata besar. 
Pemilihan ini sangat penting ya teman-teman, karena kalo salah pilih bakalan susah waktu pemasangan dan pasti kurang nyaman saat pemakaian. 

3. Sesuaikan Kadar Air 

Kadar air dalam softlens penting nih kita samain sama kondisi mata kita, kadar softlens yang paling baik itu yang 45%. Softlens dari X2 softlens ini menggunakan teknologi terbaru yang membuat pengguna softlens nyaman dan jauh dari mata yang kering. Goodbye contact lens dryness!

4. Sesuaikan dengan Minus Mata 

Kalo pertama kali beli softlens pasti ditanya, “matanya normal atau minus nih mbak?” Nah kita harus beneran tahu kondisi mata kita saat ini, minusnya berapa. Karena kalo terakhir periksa mata tahun lalu minus 2, saat ini belum tentu. Baiknya teman-teman periksa lagi kondisi matanya ya! 

5. Perhatikan Masa Kadaluwarsa

Tidak seperti kacamata yang awet sepanjang minus mata tidak bertambah, softlens memiliki jangka pakai tersendiri. Seperti produk dari X2 softlens memiliki waktu pakai selama 6 bulan. Jadi per 6 bulan kita bisa beli model terbaru deh dengan warna pilihan lain lagi. Hehe.

6. Pilihlah Softlens dengan Teknologi Terbaru dan Terpercaya 

Kita menaggalkan kacamata pasti dengan berbagai pertimbangan kan ya? Kita menggunakan softlens pasti dengan pemikiran yang panjang. Hehe. Pilihlah brand softlens terbaik dan terpercaya. 


X2 Bio Glaze, Softlens dengan SDD Technology 


Kemasan X2 softlens lucu banget.
Pilihan Rumi jatuh ke X2 Softlens, salah satunya karena desain terbaru X2 softlens menggunakan SDD Technology. Teknologi ini membuat zona optik pada bagian tengah lensa kontak tidak menjadi 2 lapis, sehingga mengurangi ketebalan pada titik tengah (center thickness) softlens. Tipisnya titik ini akan membuat penggunaan lebih nyaman.  

Cast Moulding & Sandwich Technology 
Rumi menggunakan Nu Azul dar X2 softlens
Lensa kontak X2 Bio Glaze diproduksi dengan menggunakan teknologi cast moulding & sandwich dyeing sehingga memberikan kenyamanan maksimum untuk digunakan dan mempertahankan warna pada lensa untuk tahan lama atau tidak luntur. Teknologi sandwich dyeing akan membuat pengunaan softlens aman dan nyaman. Teknologi ini juga membuat softlens produksi X2 jauh lebih tipis dan nyaman. Berasa gak pake softlens loh!!! 


Clean & Clear View 


Lensa kontak X2 Bio Glaze didesain dengan teknologi Aspheric yang dapat mengurangi aberasi (distorsi) yang terdapat pada lensa minus spheric. Lensa Aspheric jauh lebih jernih dan membuat kejernian luar biasa sehingga penglihatan berkualitas HD. Cihuyy. Ngeliat kayak orang normal nih bakalan. 

Setelah rentetan tekhnologi terbaru yang ditawarkan oleh X2 Bio Glaze, Brand Ambassador X2 Softlens juga membuat Rumi semakin percaya. Iya BA-nya Pevita Pearce dan yang paling penting dalam proses pembelian adalah pelayanan yang prima. Admin X2 Bio Glaze di @x2softlens (instagram) baik dan ramah! Yuk tunggu apalagi, dapatkan softlens kamu di X2 Bio Glaze untuk melengkapi hari kemenangan yang tinggal 26 hari lagi! 

Wassalammualaikum