Sunday, 29 April 2018

Ekspedisi Nusantara Jaya 2017


Salah satu senja terbaik, di Ujung Pandaran..
Senja yang disadari memikat saat terlepas
Senja yang indah karena makna ringkas
Rindu tidak berat
Hanya rumit

Halooooo...
Assalammualaikum^^
Hari itu aku mendapatkan whatsapp dari salah satu temen volunteer yang sudah dewa dalam menata kata dan perasaan. Hahaha. Info mengenai Ekspedisi Nusantara Jaya 2017 didapat dari Kak Dikaa!!! Idola sesegadis di Palembang. Aku yang polos dan malas ini, sampai dengan H-1 penutupan pendaftaran  belum juga sempat mendaftar dan melengkapi berkas. Pikirku seperti biasa, yasudahlah mungkin lain kali.
Sampai akhirnya pengumuman dari ENJ yang pertama keluar, ada beberapa teman yang lulus dan ada yang belum lulus. Mendapat kabar jika akan dibuka lagi sampai beberapa hari kedepannya. Mungkinnn, ini takdirku. Buru-buru mengurus beberapa berkas yang dibutuhkan. Sampai akhirnya masih juga... mengurus surat keterangan dokter, ngerprint surat pernyataan di Hari Minggu. Hari terakhir pendaftaraan dan ditutup pukul 4 Sore. The power of kepepet. Untuk essay memang sudah dipersiapkan.
Awalnya aku tertarik untuk ke Aceh, tapi... Aku rasa belum saatnya. Terus ke Sulawesi, tiketnya lumayannnn. Karena sudah tau dari temen kalo program ini hanya memberikan uang saku dan makan selama di penempatan (berasa pm) Haha. Ada ajakan ke Bali, but I still remember.. the last time I was there. Gak ada makanan yang bisa masuk ke mulut. Gak ada air yang bisa diteguk sempurna. Aku mau aman.
Jadilah, Kalimantan Tengah. Iya, Palangkaraya.
Pilihan yang tepat menurutku. Lumayan.
Pengumuman tau dari temen. Aku lulus. Alhamdulillah.
Setelah pengumuman, kami team Ekspedisi Nusantara Jaya Kalimantan Tengah membuat grup WA. Digrup ini kami menentukan Ketua Team. Aku lupa gimana prosesnya karena waktu itu cuma ikut-ikutan dan aku tidak terlalu peduli. Sampai akhirnya, kami mulai menentukan hari keberangkatan. Awalnya minggu kedua September, lalu dipercepat menjadi awal September. Ini sebenernya jadi salah satu kekesalanku. Karena hasil diskusi yang sudah final, diubah karena salah dua orang. Tapi seperti itulah....
Jadwal keberangkatanku sudah disusun rapi, sampai akhirnya ada kabar bahwa wisuda akan diundur. Awalnya, cuek dan gak mau percaya. Masa sih acara seakbar wisuda bisa diundur? H-7? Gak masuk akal. Tapi, itu nyata. Terjadi. Dari tanggal 27 Agustus jadi 10 September. Sedangkan ENJ 1-10 September. My pretty heels... Serangkaian acara wisuda, seperti malam pelepasan dan pemandian calon alumni harus ditinggal. Panitia yang gagal dateng, kan lucu. Setelah dipikirkan dan memikirkannya. Aku memutuskan untuk pulang ekpedisi duluan.
Singkat cerita, karena tidak akan ada waktu liburan setelah ekspedisi. Aku buru-buru membeli tiket ke Bandung, untuk sejanak rehat dari urusan kampus. Seharusnya langsung ke Jogja, karena temen di Jogja lagi sibuk jadilah Bandung yang kupilih. Dua hari di Bandung, menuju Jogja menggunakan kereta api. For the first time naik kereta api untuk rute jauh. Sendirian. Kena macet lagi. Sampe stasiun 10 menit sebelum jadwal keberangkatan, ngeprint tiket terus lari-lari menuju gerbong. Alhamdulillah gak telat, kereta baru jalan setelah telat 4 menit dari jadwal keberangkatan.
Tiba di Jogja tengah malem, dijemput sama si Akbar. Awalnya aku kira si Akbar ini anak Jogja. Bakalan diajak ke rumahnya, ketemu Ibunya. Wkwk. Ternyata kita nginep di Wisma Anak Sulawesi Selatan deket Fave Hotel. Di Jogja janjian ketemu dengan Anita dan Pras juga, kita team acaranya ENJ Kalteng. Keluar tengah malem nyari makan di jalanan Jogja. Dua hari di Jogja keliling-keliling bentar, do the best thing in the world. Yakk, shopping. HAHAHA. Jogja kali itu beneran cuma singgah, padahal kalo emang diinget-inget banyak banget tempat yang pengen dikunjungi. Mungkin lain kali.
Udah sepanjang ini, belom ada bahas ENJnya. Aku tipikal curhaterss banget yak. No more secret.
Via Lempuyangan menuju Surabaya. Surabaya menyambut dengan ramah, kami menumpang dengan anak pramuka UIN Sunan Ampel yang super duper baik banget. Ini serius. Mereka keren banget dalam memuliakan tamu! Semoga bisa balik ke Surabaya lagi. Jalan-jalan ke taman kota dan tugu Hiu dan Buaya itu loh. Ah... harus balik lagi ini.
Flight to Palangkaraya...
Sampe siang hari, panas, gak ada yang jemput (manja) terus kotanya sepi sekaliiii. Singkatnya kita berempat sampe di meet point. Ketemu Kak Shihab dan Anggie. Mencicipi penganan khas Kalimantan Barat. Lalu Albert, Fenta dan Chris dateng ke sanggar pramuka UPR. Yang lain mulai dateng sampe akhirnya kita kumpul semua lepas magrib. Perkenalan singkat, kita mulai membahas mengenai persiapan keberangkaatan dari setiap divisi. Kesiapan program. Jadi dari keseluruhan anggota ENJ KalTeng 2017, kita terbagi ke beberapa divisi untuk masing-masing memiliki program kerja. 
Hari pertama di Palangkaraya dan Diskusi pertama ENJ Kaltteng 2017.
Divisi Pendidikan dengan Kelas Inspirasi dan Outbond, divisi kesehatan dengan pengecekan kesehatan gratis dan divisi fundrising dengan membagikan donasi ke warga Desa Ujung Pandaran. Setelah berdiskusi, besoknya kita langsung berangkat menuju Desa untuk Ekspedisi. Sampai di desa dini hari, iya dini, gelap gulita, dingin tapi berhambur bintang di langit. Bahagia~
Kami awali hari raya idul adha dengan menyeduh mie dan berbagi, pengalaman pertama hari raya dengan penuh kesederhanaan dan rasa lapar. Setelah itu kami berkunjung ke kantor desa untuk menyampaikan maksud dan tujuan kami. Seperti biasa sambutan orang-orang yang jauh dari riuh kota selalu ramah, ajaibnya kami pun dipersilahkan menginap di kantor desa. Karena kebetulan, kantor sedang libur untuk beberapa hari kedepan.
Foto setelah Pembukaan resmi ENJ Kalteng 2017, bersama stakeholder Desa Ujung Pandaran
Suasana Kantor, tempat bernaung selama di Desa Ujung Pandaran
Hari pertama kami mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga Desa Ujung Pandaran, sekaligus menyalurkan donasi pakaian. Pemeriksaan yang dilakukan oleh Team Kesehatan berupa pengecekan tensi, denyut nadi dan berat badan. Banyak sekali Ibu-ibu yang mengeluhkan kondisi kesehatannya. Karena saat itu satu hari setelah idul adha, banyak warga tensi darahnya cukup tinggi. Keluhannya, pusing-pusing. Pakaian yang adapun menjadi rebutan warga.
Pemeriksaan Tensi oleh Team Kesehatan ENJ Kalteng 2017
Asisten Kesehatan, dengan tugas mencatat Sistole-diastole dan denyutan nadi
Bersama warga Desa Ujung Pandaran

Perempuan-perempuan desa ini memakai sejenis bedak, entah apa sebutan untuk bedak ini, aku sudah searching tetep gak nemu. Dari pengamatan singkatku bedak ini berfungsi melindungi wajah dari sinar UVA dan UVB. Biar muka adem dan cantik ya. Perempuanlah yah.. Karakter Ibu-ibunya juga, Ibu yang suka investasi dengan membeli emas.
Hari berikutnya dimulai dengan Kelas Inspirasi di SDN 1 Ujung Pandaran, aku, Hariyandi dan Anita menjadi satu team untuk menginspirasi (gaya amat). Menceritakan tentang cita-citaku lalu macam-macam cita yang ada di dunia dan Indonesia khususnya. Bercerita tentang impian selalu menyadarkan kembali jalan yang sudah jauh ditapaki ini...
Berbincang bersama Kepala Sekolah
Team Kelas Inspirasi bersama siswa SDN 1 Ujung Pandaran
Selagi team Kelas Inspirasi mengenalkan cita serta cinta (cielah) di SDN 1 Ujung Pandaran team kesehatan melakukan penyuluhan pada siswa SMP. Penyuluhan megenai pentingnya perilaku hidup sehat, diawali dengan menjaga kebersihan tubuh. 
Kak Fazrul menyampaikan penyuluhan PHBS

Kegiatan Penyuluhan PHBS di SDN 1 Ujung Pandaran dan SMP Satu Atap-1 Teluk Sampit
Foto Bersama para Guru
Saat di desa kami sering sekali berkeliling desa atau keluar desa untuk membeli kebutuhan dengan menaiki mobil pick-up, pengalaman baru, asik, disini jadi sering ngobrol ngarul sama Kak Shihab! Berbelanja keluar desa, singgah di masjid, berniaga dengan orang Kalimantan. Tau kalo telur disini, gak dijual per-kg. Tak pernah membayangkan sebelumnya, akan ada hari yang penuh rindu saat diingat kembali. 
Harumi naik Pick-up di Ekspedisi Nusantara Jaya 2017
Setiap malam hari setelah makan, kami melakukan evaluasi dan briefing singkat untuk kegiatan besoknya. Mungkin makan dengan membentuk lingkaran, makan sebungkus berbagi dengan Muna, dengan segala seadanya. Kegiatan ini yang mungkin paling sering aku rindu, saat terbatas dan kita bersyukur, nikmat Allah sungguh bertambah. Walau ada kecewa dalam hatiku, jauh sekali ke pesisir pantai tapi gak makan seafood, jujur saat itu hatiku jadi rapuh sekali (drama).
Kegiatan selanjutnya adalah pembersihan daerah pesisir pantai bersama dengan para warga desa dan pembuatan plang nama disetiap jalan yang ada di Desa Ujung Pandaran. Proses pengerjaan plang ini, bener-bener menghabiskan waktu dan tenaga, serta memperlihatkan kuatnya pemuda-pemuda Indonesia. Haha. Selain kerja keras, kerja sama sangat dibutuhkan.
Proses pemotongan kayu untuk tiang.
Diperhalus oleh Fenta
Pengerjaan untuk mencetak Huruf di plang
Pemasangan plang nama jalan
Plang nama dari Team Ekspedisi Nusantara Jaya Kalimantan Tengah 2017
Karena harus wisuda, iya harus dateng wisuda, pelepasan, yudisium, aku aakhirnya harus pulang duluan. Pulang dari Desa Ujung Pandaran ke Palangkara, karena begitu tidak mengenakkannya perasaan malam itu, aku tak sanggup mengingatnya dan setelah dipikir-pikir singakat banget waktu di Palangkaraya ini, udah kayak orang kaya aja berkunjung singkat gini. Suka sedih kalo dipikirin. Someday I’ll be back Central Borneo!!
Kegiatan terus berlanjut... 
Bermain bersama anak-anak SDN 1 Ujung Pandaran
Memindahkan air dari gelas
Ini main apa ya???
Menyusun kata
Kegiatan bermain bersama selesai
Focus Group Discussion bersama para pemuda dan stake holder Desa Ujung Pandaran berjalan lancar dan membuahkan ide-ide cemerlang terutama dibidang pariwisata.
FGD

Beberapa point hasil FGD
Ekspedisi Nusantara Jaya adalah program pengabdian singkat ke daerah pesisir di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Kemenko Kemaritiman RI. Dari ENJ teman-temanku bertambah, ilmuku insyaallah, rinduku jangan ditanya. Untuk melakukan sesuatu, kita hanya perlu memulainya. Indahnya keberagaman, hanya omong kosong jika kau hanya diam di kamar. Eloknya negeri hanya khayalan jika kau takut berpergian. Keluarlah dari zona itu, zona nyaman atau zona rumit yang kau buat karena salah memperlakukan diri, kenali dirimu, kenali temanmu, kenali lingkunganmu, kenali negeri ini. Yok jadi bagian dari ujung-ujung tombak program-program pemerintah, awalnya tak apa jika tumpul, biar ketulusan dan waktu bersama mengasah kemampuanmu!
Akhirnya selesai juga!
Wassalammualaikum.

No comments:

Post a Comment