Saturday, 16 December 2017

Suatu Hari di Kalimantan

Saturday, December 16, 2017 0 Comments
Tak pernah terfikir olehku kembali menginjakkan kaki di bandara Tjilik Riwut, hari itu setelah melalui perjalanan yang aku sengaja perpanjang, melalui Palembang singgah di Bandung, lalu 2 hari bermalam di Yogyakarta kemudian singgah di Surabaya untuk sampai Juanda menuju Palangkaraya.

Bandara yang sunyi, jadi terbayang keadaan belasan tahun silam. Disambut dengan etalase penuh hasil alam khas Borneo. Siang yang terik, diadu dengan kebingungan kami tentang zona waktu. Apakah masih sama dengan Surabaya atau sudah masuk WITA.

Keluar dari bandara menuju Universitas Palangkaraya, jalan yang sepi, panjang, kiri-kanan hanya lahan kosong tanah kuning. Ibukota Provinsi yang sunyi. Aku bertanya-tanya, dimana para pemudanya. Masuk areal kampus, masih disambut sunyi.

Singkat cerita, aku harus pergi ke salah satu desa yang berjarak 7 jam waktu tempuh dari Palangkaraya. Perjalanan malam yang entahlah, terasa biasa saja. Sampai di Desa Ujung Pandaran sesaat sebelum fajar, hari itu tepat Hari Raya Idul Adha. Karena dini hari, tidak ada yang menerima secara langsung. Aku dan teman-teman mengistirahatkan tubuh di bagunan yang ternyata adalah pasar. Kami menumpuk menjadi satu bagian, aku lelah sekali. Takut serta kedinginan.

Tapi, malam itu langit sangat indah.
Angin yang langsung dari laut, mengaburkan semuanya.
Sebagai pengagum langit dan penikmat hamparan bintang, aku bahagia.

Menunggu pagi dengan keanehan. Mandi di kamar mandi masyarakat sekitar dengan air laut yang tak jernih, alhamdulillahhh seluruh tubuhku bisa diajak negoisasi. Berkumpul diruang yang dipinjami pihak desa untuk kami tempati selama beberapa hari kedepan, aku merenung. Kenapa orang-orang ini menyetujui keberangtan H-1 Hari Raya, apakah mereka tidak ingin merajut kisah di Hari Raya dengan keluarga besar? Aku terheran-heran.

Hari Raya yang dilalui dengan duduk manis, melingkar sambil beradu kata-kata yang mungkin lucu. Entahlah, biasanya makanan terhidang sangat banyak. Hari itu, aku tak bisa menceritakannya.

Pantai Ujung Pandaran, Kalimantan Tengah

Orang asing, tempat asing, keadaan asing, ini yang kamu inginkan?

Menjelang siang kami pergi ke kantor kepala desa, dengan maksud menyampaikan tujuan kedatangan kami. Perkenalan singkat, lalu setelah modus-modus para lelaki, kami bisa menempati kantor kades selama melakukan Ekspedisi di Desa Ujung Pandaran. Selain itu, kami juga dipinjami pick up untuk memindahkan barang-barang.

Tiba-tiba perutku sakit sekali, hal ini jarang terjadi dan aku tau itu bukan karena lagi menstruasi. Aku sudah berkhayal ini pasti karena kurang minum dan kurang buah selama seminggu kebelakang. Aku mulai lebay dan minta obat penghilang sakit. Karena memang sakit sekali. Usut punya usut, setelah makan mie sakitnya hilang. Ternyata sakit tadi adalah bentuk terparah dari telat makan. Haha.

Hari-hari berlalu cepat, singkat.

Sesekali aku kagum kepada semuanya. Setiap orang dari kelompok ini. Kenyataan yang pahit, sejak awal bahwa bersama mereka aku tidak bisa merasa muda.
Drama dalam kelompok pasti ada, tapi aku tak pernah peduli.

Sesekali aku mendapati hal yang lucu.
Sangat lucu dengan orang yang tak kalah lucu.
Beberapa kali aku mendapati sepasang mata yang mengekor.
Jauh sebelum perjalanan dimulai, hanya saja aku tak akan peduli.

Banyak hal baru yang aku pelajari, bertemu dengan belasan orang dengan perbedaan. Aku bersyukur bertemu dengan semuanya. Terbentur dengan keadaan dan waktu yang ajaib. Aku tak ingin mengulanginya, karena beberapa hari itu. Walau singkat, seperti itulah seharusnya. Itu sudah sempurna, dengan beberapa hal yang aku bawa pulang.

Akhirnya aku harus pulang, di Sore yang kuharap tak pernah datang. Aku sedih harus meninggalkan, karena aku biasanya ditinggalkan. (WKWKWK)

Perjalanan menutup senja di dalam Avanza. Menebas rimbunnya sawit. Entahlah apa yang dituju. Di Pulau dengan bahasa yang beda, seorang diri menuju kosan teman yang baru dikenal seminggu lalu. Ajaib hidup ini.

Aku enggan terpejam.
Lalu, aku enggan menatap.

Delay pesawat menuju Jakarta ditambah delay lagi di Soetta, dari jadwal, bada magrib sudah di SMB jam 10 baru sampe. Alhamdulillah...

Padahal aku ingin mengelilingi Kuala Kapuas tempat adikku lahir, berziarah ke makan Kak Shan. Padahal, aku ingin mengenang Kalimantan dengan banyak objek. Mungkin nanti... Perjalanan kali itu sudah sempurna.

Btw, ini perjalanan aku saat ikut ENJ 2017. Untuk cerita Ekspedisinya mungkin bentar lagi aku post. Ini curhatan doang, sebenernya aku mau pointin ke sore menuju malem saat pulang ke Palangkaraya sendirian. Tapi, ternyata perasaan saat itu tidak bisa dideskripsikan. Ambigu.

Wednesday, 13 December 2017

IRT Paling Banyak Mengidap HIV, Kenapa?

Wednesday, December 13, 2017 0 Comments
Tau gak? Dari sekian juta pengidap HIV AIDS itu paling banyak adalah Ibu Rumah Tangga, loh. Bukan mereka yang bergelut dengan dunia malam yang bebas dan remang-remang. 

Kenapa sih? Kok bisa?
Ibu yang di rumah, ngurusin suami, anak dan rumah dengan baik. Keluar rumah dengan izin suami dan jelas arahnya. Kenapa bisa menjadi ODHA? Beberapa point udah aku bahas dipostingan sebelumnya ya. Gimana HIV bisa menular dan cara mencegahnya.
Hal ini karena kurangnya pengetahuan IRT akan HIV. Kebetulan sekali aku habis bincang-bincang faedah dengan salah satu temen favoriteku wkwk, dia beneran tau banyak tentang HIV AIDS dan masyarakat. Mungkin bagiku, meskipun awam dan kurang membaca artikel-artikel kesehatan, HIV AIDS tetap jadi salah satu hal yang aku tau (sebelum ikut acara Memperingati Hari AIDS Sedunia dengan Kemenkes RI) tapi, beneran ada loh Ibu dengan "Apa sih HIV? Kenapa tiba-tiba aku positif HIV? Gimana bisa? Selama ini aku setia dengan pasanganku."

Sungguh mengiris sembilu, medengar temanku dengan antusias bercerita. Hal yang benar-benar terjadi. Seorang Istri yang tanpa sadar telah mengidap HIV, tertular langsung oleh Suami yang memiliki masa lalu belum tercerahkan. Hal seperti ini tabu memang, melakukan test kesehatan, pergi ke dokter, disaat tubuh terlihat fit. Tapi lihatlah dampaknya. Nyata dan menyakitkan buatku. Aku langsung menanyakan. "Anaknya, anaknya gimana positif?" Rasanya sedih sekali, anak yang harus menerima HIV hanya karena ketidaksadaran Orang Tua. Harus meminum obat sejak dini.

Disini kita harus belajar, harus terus haus akan ilmu. Karena ilmu memberikan perlindungan yang lebih. Lakukan test HIV dan test kesehatan lainnya. Kalo kamu ODHA dan sadar hal itu, tolong jangan sembunyi dan menularkan HIV. Terbukalah, even itu bakalan berat serta sulit. Percayalah pasti ada yang mau menerima dan menemani. Jangan sampe persembunyian kamu (dengan alasan takut gak diterima) menyakiti orang yang kamu sayang apalagi itu anak. Yang seharusnya akan meneruskan estafet kehidupan, gen-gen terbaik milikmu. Jangan biarkan, seorang yang sabar menemanimu, tiba-tiba harus menangis dihadapan dokter dengan penuh kebingungan. 

Lakukan Test HIV sebelum menikah!
ODHA sangat bisa menjalani hidup senormal mungkin, memiliki hubungan sehat, pasangan tanpa HIV AIDS, anak yang tanpa HIV AIDS. Hal ini hanya bisa terjadi jika kita terbuka dan terus belajar. Melakukan serangkaian Test kesehatan sebelum menikah sepertinya masih belum dilakukan oleh keseluruhan pasangan akan menikah di Indonesia, padahal itu penting sekali. Hal ini sedang gencarnya dikampanyekan Pemerintah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan SAYA BERANI SAYA SEHAT. Jika kamu berani mendeteksi dini keadaan tubuh kamu, maka kondisi dari tubuh kamu akan segera diketahui dan akan cepat mendapatkan penanganan. Kembali sehat bukan hal yang sulit jika memang diusahakan. 

Sudah Menikah? Maka setialah! 
Jika selama ini kata setia hanya identik dengan persaan. Hanya memiliki respon dari hati. Tapi, setia itu sebuah keharusan yang perlu dijaga. Ketika kesetiaan rapuh bukan hanya menghancurkan hati dan kepercayaan, tapi juga membawa serta virus. Apa hal itu pantas dipersembahkan untuk orang yang kamu sayang? Perkuat Iman dan Takwa, dunia memang selalu menawarkan kenikmatan. Tapi selalu semu jika cara kita salah menjemputnya. Terbuka dan hargailah pasangan, bicaralah, bicarakanlah. Komunikasi adalah kunci dari sebuah kelanggengan. (Ini kok aku sok banget yak! Haha) 

Jauhi Virusnya bukan Orangnya!
HIV bukanlah virus yang mudah menular sebenarnya, selain melalui hubungan seks tanpa pengaman dan kontak darah baik melalui jarum suntik, donor darah dan organ. Kita gak akan tertular HIV melalui minum es dogan dengan cangkir yang sama dengan ODHA. Dogannya juga bakalan tetep enak dan seger kok diminum bareng ODHA, bahkan kita bisa mengambil banyak pelajaran berharga dari ODHA yang survive. Kita gak akan tertular melalui skinship atau air liur kok. Jadi ingat ya teman-teman, jauhi virusnya bukan orangnya.

Ingatlah Allah SWT dimana pun kita berada, jauhi larangannya. Hubungan yang tidak halal, konsumsi obat-obat haram dan hal-hal yang tidak sesuai SOP.

Kembalilah ke Allah SWT saat ujian datang merundung, sungguh Allah selalu ada untuk hambanya yang ingin terus berusaha memperbaiki diri. Jangan bersedih, semangat melawan semua rasa sakit dan penyakit. Bertahanlah, bersinarlah dengan karya bermanfaat.


Monday, 11 December 2017

HIV dan AIDS itu Beda Loh!

Monday, December 11, 2017 4 Comments
Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS Sedunia. Kenapa sih hari AIDS harus diperingati? Sejak tahun 1988, 1 Desember diperingati sebagai hari AIDS sedunia. Hal ini penting untuk mengkampanyekan agar setiap orang menjauhi hal-hal yang dapat menyebarkan virus penyebab AIDS. Memerangi bersama Human Immunodeficiency Virus. Virus yang hanya ada pada manusia ini menyerang langsung kekebalan tubuh atau sistem imunitas. Hal ini jika tak terdeteksi dalam kurun waktu tertentu dapat meyebabkan AIDS. 
Pita Merah sebagai lambang memerangi HIV dan AIDS

Gimana? Bingung ya? 

Jadii gini, HIV dan AIDS itu berbeda ya teman-teman. HIV merupakan virus yang penularannya bisa terjadi melalui hubungan seks yang tidak baik. Dalam hal ini, pasangan suami istri sudah seharusnya setia dan tidak melakukan hal-hal yang sebenarnya sudah bertentangan dengan ajaran agama. Yang belom nikah, sudah pasti no free sex ya. Penggunaan jarum suntik bekas, jarum suntik adalah alat untuk memasukkan zat kimia kedalam tubuh dan hanya sekali pakai. Penggunaan jarum suntik biasanya disalahgunakan oleh oknum yang kurang paham mengenai bahaya laten dari penularan-penularan virus melalui jarum suntik. Donor darah dan organ, penerima donor darah atau organ dapat tertular HIV apabila pendonor terinfeksi HIV. Ibu dengan HIV, anak kemungkinan HIV. Hal ini tidak menutup kemungkinan bayi lahir tanpa HIV. Ibu dengan HIV bisa memiliki anak tanpa HIV dengan menjalani serangkaian program kehamilan untuk Ibu dengan HIV. Di Indonesia sendiri sudah banyak sekali kelahiran bayi tanpa HIV dari Ibu dengan HIV.

HIV sudah, sekarang AIDS. Apasih sebenernya AIDS? 

Oke, AIDS adalah Acquired Immune Deficiency Syndromesekumpulan gejala dan infeksi akibat rusaknya sistem kekebalan tubuh. AIDS merupakan dampak terparah dari infeksi HIV. Orang dengan HIV belum tentu orang dengan AIDS. AIDS terjadi apabila jumlah sel T CD4+ di dalam darah menyusut hingga 200 per mikroliter serta adanya infeksi tertentu.

Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) adalah korban dari kurangnya pengetahuan mengenai HIV dan AIDS hingga akhirnya terinfeksi HIV dan AIDS. Padahal hal-hal ini bisa untuk dicegah dengan menjauhi penularan-penularan HIV dan menjalani hidup sehat, seperti:

  1.   Melakukan olahraga setiap harinya minimal 30 menit. Olahraga sebenarnya bukan kegiatan yang wah, bisa disempat-sempatkan. Seperti jalan kaki setiap hari, ikut menyapu atau bersih-bersih rumah atau meluangkan waktu dengan lari pagi/sore.
  2. Setiap hari makan buah dan sayur. Konsumsi serat sangat penting untuk metabolisme tubuh. Yok budayakan makan sayur dan buah dengan baik.
  3. Deteksi dini penyakit. Kalo udah ngerasa kurang fit, segerakan periksa ke dokter. Saya berani memeriksakan kondisi tubuh, penanganan bisa dilakukan sesegera mungkin, saya sehat.
  4. Jangan merokok. Merokok dapat menyebabkan banyak penyakit dan sangat tidak baik bagi lingkungan sekitar.
  5. Menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat. Lingkungan yang bersih akan memberikan rasa nyaman dan ketenangan. Selain baik untuk kesehatan tubuh juga kesehatan psikis.
  6. Menjaga kebersihan toilet. Toilet salag satu tempat berkembang biaknya bakteri, kebersihan sebagian dari iman ya teman-teman jadi wajib bersih.
  7. Yang paling penting nih, Ibu yang punya bayi harus memberikan ASI Esklusif agar debay memiliki sistem imun yang prima. ASI yang diberikan pada 1000 hari awal kehidupan bayi, sangat mempengaruhi tumbuh kembang bayi saat masa selanjutnya.
Hidup sehat adalah salah satu cara memerangi berbagai macam penyebab penyakit. Membudayakan gerakan masyarakat hidup sehat demi tercapainya Individu, Keluarga, Lingkungan dan Indonesia Sehat.

Apa yang harus dilakuin kalo udah terinfeksi HIV? AIDS

Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) adalah sebutan untuk mereka yang terinfeksi HIV AIDS. Kita harus paham dengan sebutan ODHA, setidaknya mulai saat ini. Habis baca ini, siapa sih yang mau terinfeksi? Gak ada.

Untuk ODHA hal pertama yang dirasakan mungkin hancur dan putus asa. Tapi, dunia selalu membentangkan pilihan-pilihan untuk kuat. Boleh merasa sedih, tapi setelah itu wajib bangkit untuk melawan HIV AIDS. Bisa dengan melakukan terapi antrivirus atau ARV. ARV bisa menekan HIV sehingga tidak terdeteksi oleh tubuh, banyak ODHA yang bisa bertahan tahunan melawan HIV AIDS dengan ARV. Mereka terlihat sama produktifnya, malah karyanya keren-keren. Salah satunya Mbak Ayu asal Bandung, yang berhasil melewati masa awal shock menerima kenyataan bahwa beliau HIV, tertular langsung oleh alm. Suami. Mbak Ayu, membagikan kisahnya melawan HIV melalui tulisan di blog pribadinya. Bagaimana kekuatan keluarga yang selalu mendampingi Mbak Ayu dan keinginan pribadinya untuk terus berkarya. Kehidupan normal dimilikinya, suami tanpa HIV AIDS dan pernah melahirkan bayi tanpa HIV AIDS. Mbak Ayuuuu, kali Mbak membaca tulisan ini.
Mbak Ayu salah satu ODHA dan Emak-emak Blogger 

"Hari itu Rumi benar-benar terpesona mendengar perjalanan istimewa yang Allah takdirkan dengan Mbak. Semangat Mbak."

Untuk KITA, sebagai masyarakat. Ketahuilah yang perlu dijauhi hanya virusnya saja dengan menjauhi cara-cara penularannya. ODHA yang ada disekeliling kita, tidak perlu dijauhi apalagi dihujami stigma-stigma yang tidak ada kebenarannya.

Blogger Palembang pada Acara Saya Berani Saya Sehat memperingati Hari AIDS Sedunia.

Perangi HIV dengan sadar akan hidup sehat dan berani memeriksakan diri sedini mungkin.

HIV AIDS hanya bisa diketahui melalui test kesehatan, tidak bisa dilihat melalui tampilan pipi orang yang peyot atau tampilan yang seksi. So, be brave to do a HIV Test.

#sayaberanisayasehat
#gerakanmasyaraka

Friday, 8 December 2017

[Review] Kali Code Pesan-Pesan Api, Pemenang Persaingan Buku dan Gadget

Friday, December 08, 2017 2 Comments
Membayangkan Kali Code, membayangkan kehidupan yang keras dan hitam, rasanya tidak terlalu sulit. Kita tidak bisa mengubah gambaran realistis itu kepada suasana fiktif, tampaknya. Oleh sebab itu, novel ini tidak bisa lari dari kenyataan tersebut. Meski tak bermaksud mempermainkan jabatan walikota, siapa bilang tukang becak tak berani mencalonkan diri jadi gubernur? Dalam kehidupan bernegara yang demokratis, tak perlu heran bila Mustofa menceritakan seorang walikota berasal dari profesi penarik becak. Itulah yang terjadi pada tokoh cerita ini, dengan segala persoalannya, yang diceritakan dengan lugas. Cerita menarik, justru tak banyak pengarang mengambil rah tersebut. (Arwan Tuti Artha, wartawan)

Seperti kejatuhan durian runtuh, sore itu saat sedang menuju mushola untuk solat asar disalah satu mall sekitaran Bekasi. Aku melihat tumpukan majalah-majalah bobo yang dijual murah. Sekilas, hanya ada majalah-majalah yang usang isinya tapi tampilannya cukup baik. Setelah solat, untuk menunggu waktu magrib, aku dan temanku memutuskan untuk menjelajah toko buku tersebut. Kebetulan teman sangat butuh buku bacaan. Aku melihat, mencari, barangkali ada yang menarik. Saat itu aku sangat tertarik dengan buku yang membahas perjalanan seseorang keliling Eropa. Karena kondisi fisik yang sudah terbuka dan kotor, aku memutuskan untuk mengikhlaskan.

Sepertinya ada yang kurang jika tidak membeli buku. Setelah bertanya apakah ada buku-buku sastra, yang ringan namun penuh makna. Dalam deretan buku, aku melihat buku degan cover hitam, pria dan topinya, becak kokoh yang terjungkit, Kali Code Pesan-Pesan Api. Aku langsung tertarik dan membaca komentar para pembaca yang dituliskan dibelakang buku. Oke, sangat menarik. Harus dibaca dan di rumahkan.

Sekarang aku mulai kesulitan dalam membaca, selain waktu yang sepertinya sangat sulit luang. Lalu, persaingan buku dengan gadget yang terlalu sering dimenangkan oleh ngobrol-ngobrol lucu via WA. Kemudian, kelemahan yang kian kusadari. Disela akifitas yang banyak, menumpuknya hal yang harus dimengerti. Terkadang aku sulit sekali untuk diajak bercerita atau diskusi kembali mengenai buku-buku yang aku baca. Aku sulit mengingat dengan detail. Sedih sekali, saat seharusnya bahagia karena bisa berbagi sudut pandang. Aku malah berusaha keras meraba, cerita yang mana ya... Apakah kalian pernah diposisi seperti itu? Atau kalian punya tips agar semuanya tersimpan rapi?

Buku ini terlihat berbeda dan menarik. Terlebih setting tempatnya di Yogya. Aku selalu suka dengan buku yang setting tempatnya sangat kuat. Saat itu, aku berharap penulis menampilkan Yogya dengan apik.

Aku membeli dua buku penulis lokal yang namanya tak pernah kudengar. Buku terbitan 2005 dengan harga nyaman, dikala itu aku sebagai jobseeker yang ikhlas merantau.

Beberapa hari di Jakarta, aku membeli 6 buku dengan debat yang kumenangkan. "Rum, ini juga investasi. Daripada uangnya entah kemana. Buku tidak termasuk ke pemborosan kok."

Kali Code, Pesan-Pesan Api.

Gimana cerita sih, tukang becak jadi Walikota? Dari lembar pertama aku selalu penasaran.

Mustofa W Hasyim berhasil megemas kehidupan keluarga sederhana dengan begitu lugas.

Good Cover
Tris. Mas Tris, adalah walikota lulusan SMA. Tukang becak yang pernah mengenyam bangku perkuliahan. Harus ikhlas di Drop Out, alhamdulillah selamat dari eksekusi di Nusakambangan. Mas Tris adalah suami yang membantu istri berjualan lotek dan gado-gado siang hari kemudian mengayuh becak saat hari gelap. Caranya berteman luar biasa, kematian pelanggannya membuatnya mengayuh sepeda hingga ke desa sebelah untuk berziarah. 

Isterinya seorang pedagang rumahan. Khas sekali isteri-isteri perempuan Jawa. Yang sangat hati-hati. Yang sangat tahu diri tapi juga kuat untuk diajak melangkah lebih jauh. Penyeimbang yang sempurna untuk Mas Tris.

Dua anak terdidik, bahkan terkenal vokal dan kritis. Bukti Mas Tris dan Isteri adalah orang tua yang baik.

Kisahnya sangat nyata. Imajinasi yang langsung kudapat saat lembar-lembar awal berkembang dengan baik seiring cerita yang sarat pelajaran. Tukang becak lulusan SMA dengan beraninya mencalonkan diri sebagai walikota. Isteri dan anak yang selalu mendukung Ayah dengan akal sehat dan hati tulus. Cara berpolitik yang mungkin segar jika hadir saat ini. Pandangan baru di dunia yang sering terlihat keji. Partai yang naif, meloloskan tukang becak menjadi bakal calon anggota DPR. Lalu melenggang menjadi orang nomer satu, walikota. 

Setelah kesusahan ada kemudahan. Setelah kemalangan hadirlah keajaiban dengan jawaban-jawaban atas kemalangan selama ini. 

Buku ini menyajikan kehidupan bahagia keluarga tukang becak yang penuh syukur. Tukang becak yang meminjamkan uang pada teman, tukang becak yang berlibur, tukang becak yang berbelanja, tukang becak yang mendidik anak dengan baik sampai keperguruan tinggi, tukang becak dengan kemampuan sosialisasi yang membumi, tukang becak yang terpilih menjadi anggota dewan dan mulus menuju kursi walikota.

Karena beberapa percakapan menggunakan Bahasa Jawa, sedangkan terjemahannya ada dihalaman akhir. Aku cukup sulit untuk membolak-balik.

Kepercayaan diri itu mahal. Terlebih dukungan dari orang sekitar. Keluarga adalah harta yang sebenarnya dan kerendahan hati telah membuktikan kelanggengan nikmat Allah. 

#KaliCodePesanPesanApi
#bokkreview
#penulisIndonesia
#akucintabuku
#KaliCode
#Yogyakarta

Wednesday, 6 December 2017

Beat The Movement: Palembang Siap Menyambut 25000 Atlet

Wednesday, December 06, 2017 9 Comments
Assalammualaikuim^^
Minggu pagi yang cerah kali itu aku ingin menjadi bagian acara Beat The Movement di depan Rumah Dinas Walikota. Ketika sampai, sisi kanan Kambang Iwak sudah padat oleh para pemuda dan banyak juga kaula yang tak lagi muda sudah pada posisi siap ikut senam bersama. Sungguh bersemangat mengikuti serangkaian acara Beat The Movement dari awal. Senam selesai setelah beberapa kali diulang karena semangat yang semakin menggebu-gebu dari setiap peserta.
Serangkaian acara dilangsungkan untuk terus dan tetap menjaga semangat serta rasa tanggung jawab akan kesuksesan Asian Games 2018. Salah satunya Beat The Movement yang mengajak lebih dari 500 pemuda untuk mendukung kesuksesan Asian Games 2018 melalui konten digital yang positif. Beat The Movement, menyalurkan semangat nasionalisme dikalangan pemuda dengan menghadirkan beberapa Komunitas Positif di Palembang, diantaranya:
1. Palembang Runners
2. Lelarian Sana-sini
3. Ampera Running Club
4. PMR Palembang
5. Kompasiana Palembang
6. Cosplay Ankamen
7. UKMK Seni & Budaya Teater Arafah
8. Violicius Palembang
9. Karnaval Palembang
10. Charity Community
Pelepasan Ratusan Balon oleh seluruh peserta
Acara Beat The Movement dibuka secara simbolis dengan menerbangkan balon bermacam-macam warna ke udara secara serentak. Sekilas langit Kota Palembang menjadi penuh warna, melambangkan semangat dan suka cita menyambut Asian Games 2018. Palembang akan menjadi salah satu tuan rumah dari perhelatan akbar ini setalah 62 tahun lalu pernah menjadi tuan rumah. Asian Games 2018 akan diikuti oleh 25.000 atlet yang berasal dari 40 negara di Asia. Hal ini menjadi salah satu kehormatan bagi masyarakat Palembang untuk menerima dan menyambut para tamu Asian Games 2018 dengan penuh suka cita.
Dilanjutkan dengan penampilan marching band  yang diikuti langsung oleh parade busana dari seluruh komunitas yang hadir. 
Penampilan Marching Band yang menambah semangat semua peserta. Beat The Movement!
Parade Busana
Makin siang makin semangat!!!
Lebih dari puluhan parade cosplay menampilkan busana dan karakter terbaik mereka. Para runners Palembang juga mengikuti parade dengan pakaian lari masing-masing.
Kemudian Minggu yang terik itu dilalui dengan melihat penampilan para dancer cantik, Arash Buana yang imut dan suaranya enak bangettttt, semakin terik aliran musik yang ditampilkan makin oke. Penampilan Midnight Quickie dan Dipha Barus berhasil membuat semua peserta Beat The Movement ikut bergoyang dengan semanagat.
Palembang siap menjadi tuan rumah untuk Asian Games 2018 mulai dari hari ini hingga terlaksananya perhelatan akbar Asian Games 2018 ditahun depan. Kaula muda yang aktif sebagai pengguna media sosial diharapkan dapat membangun serta menjaga semangat menyambut Asian Games 2018 melalui konten positif. Menyatukan Energi untuk Indonesia Juara.
Ambil bagianmu, dukung Asian Games 2018 untuk Indonesia Juara.
Wassalammualaikum.

#BeatTheMovement
#RoadToAsianGames2018
#AsianGames2018
#DukungBersama
#SatukanEnergiIndonesiaJuara