Monday, 21 August 2017

Pilihanku

Monday, August 21, 2017 0 Comments
Kalian tau, rasanya mencinta tanpa alasan? Bisa kalian bayangkan? Terus mengagumi tanpa pernah tersanjung. Rasa ini begitu kuat meski kenangan lambat laun tersamar, hati begitu tulus meski jalan tak pernah mulus. Terkadang, ada banyak hal yang harus diuraikan. Detik itu juga, kala hati terenyuh. Saat, mata menunjukkan lukanya.
Tapi, hidup ini pilihan.          
Pilihan itu selalu memilih untuk kuat.
Untuk memaknai berbeda, tangisan.  
Untuk mencinta lebih serius lagi. 
Cinta, memang tak harus nyata logikanya. Tapi, terkadang hati mengemis untuk melihat keagungannya. Waktu selalu menjadi uji dan air mata adalah saksi. Terkadang, bicara pada diri. Bertanya, sehebat apa masa depan. Bagaimana dia bisa membayar semua kepedihan. Kapan dia membersamai, menemani ketulusan. Meraih jerih, usaha dan doanya.
Sabarlah kawan setia.
Kelak kau raih penuh ceritanya.
Kau boleh, selalu boleh untuk menangis.
Berpedih sendiri, sangatlah hebat.    
Bagilah hanya cinta, agar lupa semua derita.
Berjalanlah, agar kering semua luka.
Bermanfaatlah, agar kelak kau layak menjadi sumber cinta.  

Rumi, 21/08 20:25

Tuesday, 1 August 2017

Berpendam Rindu

Tuesday, August 01, 2017 0 Comments
Jika teringat tentang dikau, jauh dimata dekat dihati...
Tiba-tiba air mata jatuh saat baca seorang pelajar yang meninggal tenggelam, selama ini di sekolah di bully. Rasanya piluuu sekali, satu kehidupan usai. Ribuan kebaikan putus, impian terbengkalai. Tapi, yang terjadi adalah yang terbaik bukan? We need to face it all. 
Hari ini juga salah satu ayahanda dari salah satu temen kampus berpulang kesisi Allah, ya Allah semoga Engkau kuatkan teman kami, Engkau berikan tempat terbaikmu untuk Alm. Ayahnya.
Sejauh kehidupanku, ditinggal alm. Kakek dan Almh. Nenek saja terasa sedih, pilunya sering datang menghampiri. Air mata kerap membasahi lembaran-lembaran kerinduanku.. Sepi sering merasuki.
Tapi hidup harus terus ditati.
Mereka adalah orang-orang yang sangattttt aku sayang, aku cinta. Dengan segala kasihnya aku tumbuh, dengan seluruh perhatiannya aku dirawat. Maka, jika aku hanya menjadi biasa. Tidak bermanfaat, aku telah memutuskan semua kebaikan itu.
Terkadang.. semuanya terasa berat karena tak ada makhluk yang kubagi perih hidupku.
Terkadang.. kesedihan itu teramat kelam, karena semua hanya tertata di relungku.
Tapi.. doa adalah perisai.
Doa adalah perisai.
Setiap hal yang terjadi adalah yang terbaik. Syukurku, karena dari semua hal Allah mengizinkanku meilihat semuanya dari dimensi yang tepat.
Akuu menahan sendiri lukaku, hanya kubagi dengan Nya. Aku hanya berani menangis dikesepian. Lalu, kutulis. Agar kelak, saat bahagia menjelang. Aku selalu bersyukur, bahwa perjuanganku memang tak akan berkhianat.
Melalui hari dengan ribuan rindu...
Pada setiap hal yang indah..
Bahagiaku, hanya kan mekar saat semua cinta-citaku teraih.. 
Waktu berpindah, lalu luka menebarkan cinta.
Cinta, selalu memberikan makna yang berbeda.

Tulisan ini random aja.
Sambil nangis karena abis baca berita tenggelemnya pelajar SMA di Riau. Lalu aku rindu semuanyaaaa.