Monday, 13 February 2017

Aksi Tanam Pohon Pinus di Taman Wisata Alam Punti Kayu

Assalammualaikum readers…
Kali ini aku mau cerita tentang kegiatanku yang sudah lama sekaliiii, karena kemalesan menulis (niat udah ada dari hari h loh ya, believe in me hehe) jadilah baru malem ini nulis dan merampungkan semua yang ingin ditulis dan langsung terbit tiga artikel sekaligus di blogku! Sebenernya, aku beneran beruntung dalam kesukaanku ngeblog, karena aku punya temen yang selalu mendukung, menyemangati dan dengan lugas memberi saran. Sebut mereka Niken dan Lutfi, Niken udah aku anggep kayak kakakku sendiri hehe. Tapi dalam menulis bahkan dalam hal apapun aku gak bisa melakukan yang berlawanan dari keinginanku, dari hatiku, apapun tujuannya. Itu sulit sekali… Mari kita sudahi sesi curhat ini…
Lookin back to 28th January, setelah sekian tahun, belasan tahun. Finally, aku balik lagi untuk mengunjungi salah satu tempat wisata di Palembang yaitu Taman Wisata Alam Punti Kayu. Sabtu itu aku hadir sebagai tamu dari acara Aksi Tanam Pohon Pinus Bersama Komunitas di TWA Punti Kayu, mewakili Save Street Child Palembang.
Foto Bersama Komunitas dan Pihak TWA Punti Kayu
Jadi gini, salah satu gerakan di Palembang yaitu Gerakan Cinta Pinus bekerja sama dengan pihak TWA Punti Kayu mengajak teman-teman Komunitas dan Media di Palembang untuk ikut serta dalam menanam kembali Pohon Pinus sebagai wisata utama di TWA Punti Kayu. What a great program! Pohon pinus yang bukan tanaman asli Palembang, sangat beruntung sekali bisa hidup subur dan panjang di Punti Kayu sebagai Taman Wisata Alam satu-satunya di kota metropolitan kita ini. Pohon-pohon pinus yang menjadi wisata utama di Punti Kayu ini, melihat fisik dan waktu tanam, mereka terlihat rapuh dan tua. Pohon pinus perlu penanaman kembali untuk melestarikannya.
Proses penanaman Pohon Pinus
Dalam praktiknya, setiap komunitas diberikan satu buah bibit pohon pinus yang sudah setinggi kra-kira 60 cm untuk ditanam. Sebelum proses penanaman kami mendapatkan penyuluhan singkat cara menanam pohon pinus yang benar sesuai dengan kondisi tanah yang sudah ada. Tanam-menaman sebenernya adalah salah satu hobiku dari dulu yang memiliki gen papa sebagai sarjana pertanian dan pecinta tanam-menanam (ngeinfoin doing kok, thankyou daddy for your best gen). Pihak Punti Kayu sudah menyiapkan segala-galanya dengan maksimal sekali hari itu. Kami hanya perlu “menanam” pohon pinus yang ada. Memindahkan pohon pinus yang ada dalam polybag ke dalam lubang galian yang sudah diberi tanda per komunitas. Dengan umur pohon pinus yang ada dalam polybag dan keadaan tanah, maka kami tidak dianjurkan untuk membuka polybag secara keseluruhan. Melaikan  hanya membuka bagian bawah polybag saja. Hal ini dikarenakan kondisi tanah yang tidak lagi gembur dan berakar tua. Apabila polybag dibuka kesluruhan ditakutkan tanah  bawaan polybag tidak akan padat lagi dan pohon pinus akan layu. Dengan hanya perobekan polybag bagian bawah maka bagian akar dari pohon pinus diharapkan dapat tubuh kuat kedalam tanah dan pohon akan tumbuh menjulang dengan kehijauan yang akan menghiasi dan memberikan oksigen.  
Karena terlalu exited, saat penanaman aku dan Kak Novi tanpa pikir panjang langsung merobek bagian bawah polybag dan memindahkannya kedalam galian tanah yang sudah tesedia lalu… meguburnya dengan tanah menggunakan kedua tangan kami. Kotor itu baik kan ya? Hehe. Hari itu, aku belajar satu hal lagi yang berharga langsung dengan prakteknya! Alhamdulillah.
Setelah proses penanaman. semoga Pinusku tumbuh menjulang!
Aku dan Kak Novi.
Me at Punti Kayu.
Setelah proses penanaman dan sesi foto-foto kami diajak main ke dalam salah satu area wisata Punti Kayu yang hits banget. Dengan mengusung tema 7 Keajaiban Dunia, di TWA Punti Kayu ini ada area dimana terdapat 7 replika keajaiban dunia. Dari replika Menara Eiffel, Menara Pisa, Candi Borobudur, Piramida Mesir, Patung Liberty, Big Ben, Red Telephone Box. Karena hari itu weekend, jadi banyak sekali pengunjung baik keluarga, kunjungan dari lembaga ataupun calon pengantin yang mau foto prawedd. Untuk masuk ke area ini pengunjung diwajibkan membayar 10.000,-
Sebenernya sedikit terkejut karena dapet info dari temen kalo hewan-hewan di Punti Kayu sudah banyak dipindahkan ke hutan lain sejak beberapa tahun yang lalu, betapa kurang informasi sekali diriku. Padahal waktu dapet undangan dan sangat semangat untuk dateng, ya karena kepengen liat Gajah, Buaya dll. Tapi apa daya, mereka sudah pindah rumah ketempat yang lebih ramah dan baik. Sedihhhh.
Harapanku sih, semoga management Punti Kayu dan lembaga yang terkait terus berbenah berusaha menjalankan amanah sebaik mungkin meski sulit. Sekarang udah bagus kok Pak, tapi menurutku Punti Kayu tanpa hewan-hewannya itu seperi kalo masak sayur bening gak pake garem Pak. Gak enak. Satu lagi, yang selalu aku perhatiin dimanapun itu. Seharusnya ditempat yang rame, kotak sampah harus ada dimana-mana biar ndak ada yang buang sampah sembarang lagi. Karena masyarakat kita banyak yang belum terbiasa ngekeep sementara sampah mereka sampe ketemu kotak sampah. Kotak sampah jangan disudut yang susah dijangkau Pak, seperti yang ada di area BKB. Orang kita masih males Pak harus jalan 100 meteran buat buang sampah pada tempatnya. Semoga ya Pak…
Punti Kayu menjadi salah satu tempat wisata yang cukup baik untuk membuat moment tak terlupakan bareng keluarga ataupun temen. Hutan Pinus yang asri beneran melegakan, tempat yang asik untuk melepas penat. Seperti buku yang pernah aku baca, bukan save the earth atau jaga lingkungan, tapi jaga sikap kita, tingkah kita biar bumi atau lingkungan kita tetap ramah dan lestari. Bumi tidak butuh kita, kita yang butuh bumi. So, be smart human!
Wassalammualaikum.

No comments:

Post a Comment