Tuesday, 29 November 2016

Bad November

Assalammualaikum warrohmatullahi wabarakallahu.
Dear my favorite November... I’m sorry for being so bad. I’m sorry for everything.
Kemarin, hari ini, bulan ini adalah yang terburuk. Terlalu hedon, sampai lupa makna dari pertambahaan usia. Tidak ada tempat yang buruk rum, yang ada hanya tidak bisa menempatkan diri dengan baik. Hidup sederhana itu mudah, tidak pernah sulit. Menolak hedonisme itu mudah rum. Yasudahlah, jangan diulangi lagi ya rum.
Semakin berkurang waktu ini, semakin banyak kesadaran yang seharusnya tepatri dalam jiwa. Seharusnya, semakin banyak buku yang dibaca, pengetahuan yang diamalkan, tulisan yang bermanfaat. Seharusnya, semakin dikurangi bicara tidak penting, tertawa melupakan dosa, seharusnya... seharusnya, nikmati saja semuanya.
Terima kasih ya Rabb, karena dengan segala dosa Kau masih izinkan air mengalir melalui mata ini, pertanda bahwa hatiku masih sadar akan hakikatku.
Terima kasih, karena setiap detiknya Kau masih izinkan aku melihat segalanya, kebesaranMu.
Terima kasih, karena Kau selalu tak pernah bosan ikut menjaga niat-niat baik, impian-impianku.
Terima kasih, karena Orang Tua ku adalah yang terbaik.
Terima kasih, karena Kau hadirkan mereka yang memberi makna setiap jalannya. Mereka yang menginspirasi, mereka yang memberi semangat untuk belajar lagi dan lagi. Mereka yang mengajari bagaimana bertutur kata, bertindak dan bersabar.
Terima kasih...
Karena aku selalu merasa cukup.
Atas cintaku padaMu dan cintaMu yang sangt nyata untukku.
Semoga kelak, aku akan melahirkan putra-putri yang akan mengangungkanMu tanpa cela.
Wassalammualaikum warrohmatullahi wabarakallahu.

No comments:

Post a Comment