Wednesday, 2 March 2016

RINDU

Tiba-tiba keinget kenangan main banjir di Tanjung Putus dengan temen-temen SMA. What a great moment, can’t replay even just for a minute. Waktu SMA itu kita punya mamang beben gitu (Mamang Bentor) yang setia mengantar kemana pun jam berapa pun. Dari awal sampe akhir manggilnya ya itu mamang beben.. It means I never really know his name wkwk.
Dulu... kalo gak salah pulang sekolah dan punya ide main ke rumah kalo gak Eva yaa rumah Bibah yang mengarah ke Pasar. Waktu itu musim hujan dan kebetulan rute favorit kami ya harus ngelewatin Tanjung Putus, biar lama biar lama biar bisa ngerempong lama-lama. Eh sampe di Tanjung Putus malah banjir dan karena kebiasaan kami yang selalu naik bentor overload wkwk jadi Mang Ben mengintruksikan kami untuk turun, terus terjadilah main-main air dan foto-foto.
Rasanya indah...
Bisa mengenang sesuatu di masa lalu, dengan rasa rindu yang memuncak.
Jika rindu bisa mempererat, mungkinkah ada waktu untukku?
Jika jarak bisa membuktikan, mungkinkah ada luang untukku?
Apakah teman-pertemanan itu hanya berlaku di kurun waktu tertentu? Di dimensi ruang lingkup tertentu? Aku mungkin tergilas, tapi tidak dengan kalian. Kadang, sering terasa perih saat sangat sulit ku dapat waktu kalian. Saat aku hanya menjadi second choice sometime last choice.
Tapi... aku rindu.
Dengan candaan.
Dengan khayalan.
Dengan kenakalan.
Dengan meja makan.
Dengan tugas.
Dengan drama.
Dengan keegoisan.
Jika jarak dan waktu jauh lebih hebat dari kita. Jika jarak dan waktu mampu memisahkan dan menyulitkan. Maka biarkan doa yang mengalir mengiringi hari-hari kalian. Hal-hal yang tidak aku suka masih sama dan kalian masih melakukannya. Semoga dipercepat pertemuan dengan pintu penutupan dosa, karena kekeliruan yang terus dijalani. Semoga hidayah itu datang dan tertanam.. semoga kuat, karena dunia lebih kejam. disela tugas yang mengejar, dini hari yang sepi.. mungkin aku benar-benar rindu.

No comments:

Post a Comment