Tuesday, 4 August 2015

[Curhat] Lah, Ngapain Kuliah?

Assalammualikum. Wr. Wb.
Maka, nikmat Tuhan-mu yang manakah yang bisa engkau dustakan?

Aku mungkin bukan orang dengan penerapan islam yang baik, tapi bukankah kita sesama muslim wajib saling mengingatkan. Ya meski aku tau tulisan ini tulisan tak berpembaca. 

Seiring berjalannya waktu dan bumi yang tak pernah henti berputar.. semakin banyak pula ilmu-ilmu yang mampu dikembangkan. Disatu sisi membawa kemudahan di sisi lain mengundang murka.
Aku sebagai wanita, yang benar-benar dihargai oleh Agamaku. Aku pun tak luput.. aku pun berkeinginan.. aku pun sangat ingin. Tapi, selalu aku ingat lagi kodratku. Aturan agamaku, itu mutlak. Allah bukan penjual, Allah itu pencipta. Aku ingin tampil lebih menarik, aku ingin “showing up” tapi semakin banyak mata memandang maka semakin menumpuk pula dosa-dosa itu dibuku amalan burukku. Semakin besar pula pertanggungan Ayah dan Saudara laki-lakiku kelak.
Aku ingin... yah punya alis yang rapi. Tapi aku sadar bahwa mencabut satu helai rambut alis itu dosa. Merubah bentuk ciptaan-Nya itu mengundang murka.
Aku bahkan sangat tertarik untuk menyulam bibir. Biar tak perluuu lipstik dan more natural. Tapi itu dilarang. Aku bosan dengan rambut hitamku, tapi apakah solatku diterima dengan pewarna yang entah berbahan apa. Aku bahkan takut saat tubuhku memiliki aroma yang menjadikan seseorang mengingatku. Aku mungkin baru bisa menjalankan hal-hal kecil..
Aku berjilbab untuk menutupi aurat, dan seluruh tubuh wanita itu aurat kecuali wajah, telapak dan punggung tangan. Jadi saat berjilbab tapi masih menggunakan lengan baju yang dilipat.. Ukhti itu belum menutup auratmu.
Dan aku paling benci.. saat ada yang bertanya nanti mau jadi apa? “Ibu Rumah Tangga, full time mother” terus ada yang bilang “Lah ngapain kuliah?” Sungguh Allah menyebar ilmu dimana pun maka bukalah mata hati.(ini apa sih haha) Emaang aku kuliah mau kerja aja? Bagi aku tujuan utama kuliah itu nyari ilmu! Bukan cuma ilmu Matematika Terapan, Fisika, dll. Mengenal orang dengan berbagai karakter, bukankah itu pelajaran yang lebih menarik? Bertemu bahkan berkenalan dan dekat dengan orang-orang hebat.
Jadi istri.. jadi Ibu.. aku rasa itu hal yang paling membahagiakan. Aku yakin, jodohku adalah cerminan diriku. Ketika aku baik maka aku akan mendapatkan yang baik. Aku selalu inget salah satu tweet Ust. Yusuf Mansyur yang aku Fav. Beliau bilang “Mintalah dengan Allah serinci-rincinya, jangan malu karena kita minta langsung sama Pemilik Jagad Raya.” Ya Fattaah. Ya razaaq. Pengen yang soleh? Yang cakep? Yang baik? Yang bertanggung jawab? Yang pinter? Yang kaya raya? Yang bakal sayang sama Mama Papa? Yang cuek-cuek keren gitu? Mintalah sama Allah. Jodoh itu ditangan Allah, tinggal kita usaha. Bukan pacaran sana-sini tapi memperbaiki diri. Kalo kita lebih cinta sama manusia dari Sang Ahad? Wajaar dong kita selalu bahkan mudah risau.
Tapi.. aku menyakini bahwa hidayah itu benar-benar di tangan Allah. Allah akan memberikannya kepada siapapun yang Dia kehendaki dan tidak akan memberikannya kepada siapapun yang Dia kehendaki. Walau niat tapi no action? Apa bener Allah belum kasih hidayah? Apa mungkin kita sendiri yang menghalang-halangi kebaikan itu dengan alasan yang bahkan tak logis. Bener. Itu rum. Kenapa kamu belum juga mensyar’i???????
Curhatanku. Aku bingung, tau yang baik tapi sulit sekali beranjak.
Semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt.
Oh iya tadi aku iseng mau ngelamar kerjaan, eh malah dimana-mana gak ada lowongan. Cari kerja sangat susah bro! Syukuri hidup dengan tidak mengeluh dan terus berbagi...
Oh iya aku juga sudah jadi a part of Panlok Kelas Inspirasi Palembang, semoga 3-4 tahun lagi bisa jadi salah satu Pengajar Muda di Indonesia Mengajar. Aamiin.
Wassalammualikum. Wr. Wb.

No comments:

Post a Comment