Sunday, 16 September 2012

Perempuan Yang berdoa

"Tuhan, aku tahu kecantikan bukanlah tentang apa yang orang-orang lihat dari diriku, tetapi tentang kebaikan yang mereka rasakan dari sikap-hidupku, maka buatlah mereka selalu merasa bahagia atas kehadiranku dan merindukan saat-saat kepergianku. Getar rasa dalam dada, getar cinta dalam kata, maka biarlah hanya cinta yang terucap dari bibirku... lalu bila mereka bahagia mendengar kisah-kisahku, dan bila kisah itu melapangkan hidup mereka dan meringankan bebannya, sesungguhnya aku hanya perempuan biasa yang ingin berbagi kebaikan.

"Tuhan, Aku tak ingin meminta agar kau menambahkan rejeki kepadaku karena aku ingin membeli sejumlah barang-barang mewah untuk mempercantik diriku. sungguh. tetapi jika kau tak keberatan, percikanlah cahaya-Mu agar kebaikan selalu terpancar dari diriku untuk membahagiakan orang-orang disekelilingku. sisanya, bila mereka merasa bahagia atas kehadiranku dalam hidup mereka, lalu mereka ingin memberiku sejumlah hadiah, aku pikir Kau tak akan begitu keberatan

untuk mengabulkannya, kan ?"

"Kaulah kecintaanku, Tuhan, sumber kebahagiaan hidupku, lalu mengapa aku harus mendatangi-MU dengan perasaan yang sedih ? Sungguh, kini kau mengherani diriku sendiri mengapa selama ini aku justru mendatangi-MU di saat-saat sedih dalam hidupku? Maka, Terimalah doaku, Tuhan, Betapa aku mencintai-MU dalam kebahagiaan yang tak sanggup ditampung gerakan apapun dalam tarianku! terimalah keseluruhan diriku, inilah aku yang bahagia menjadi bagian mahakecil dari keseluruhan diri-MU!

"Tuhan, aku bukanlah perempuan yang baik, tetapi apabila ada satu-dua kebaikan yang pernah kau kerjakan, dan jika itu memang pantas diberi pahala, ambillah pahalaku! jika boleh, aku ingin menukarnya dengan kebahagiaan lain untuk kedua orang tuaku, keluargaku, dan orang-orang yang selama ini menyayangi maupun membenciku. Sayangilah mereka, bahagiakanlah meraka. tak perlu lagi Kau memberiku apapun dan aku memang tak ingin meminta apapun untuk hidupku sendiri, Cukuplah bagiku mencintai-MU tanpa keinginan-keinginan yang merantai ketulusan ku dalam mencintai-MU. sisanya, bila Kau memang memaksaku dalam ruang-ruang permohonan yang ingin kau kabulkan ; bahagiakanlah orang tua dan keluargaku, orang-orang yang menyayangi dan membenci ku."

"Tuhan aku mencintai Ibuku, maka bila aku memang boleh menyayangi dan membahagiakannya, berilah kau kemampuan untuk menyanyangi dan membahagiakannya. Bila kecukupan harta bisa membantuku membahagiakannya, sesungguhnya bukan harta yang kuminta. tetapi bila cara itu memang bekerja, apa boleh buat, kenapa tidak jika aku memang harus menjadi orang yang kaya? Sungguh sebenarnya bukan kekayaan yang kuinginkan, tetapi bila itu bisa menjadi sebab bagi terwujudnya sesuatu yang kuharapkan, dan Kau mengizinkannya, aku sesungguhnya hanyalah perempuan biasa yang tak sanggup menolaknya.

"Tuhan, aku menyayangi ayahku, maka bila aku memang boleh membalas kebaikan hatinya yang telah menumbuhkan hidupku sampai ke titik ini, izinkanlah aku melakukannya. Bila prestasi-prestasi, Ketinggian pangkat dan derajat, posisi tawarku di hadapan masyarakat, dan apapun saja yang membanggakannya bisa menjadi perantara bagiku untuk membahagiakannya, sesungguhnya aku tak pernah meminta gemerlap dunia. Tetapi bila Kau memang memperbolehkanku membals kebaikan ayahku, dan bila memang cara itu bekerja untuk mereaksikan senyawa kebahagiaan ke hatinya, maka apa boleh buat, Tuhan , aku tak akan macam-macam kepada-MU dengan lancang menolaknya.

"Tuhan Aku menyayangi adik-adikku, Kakak-kakakku, keluargaku. aku juga tahu betapa mereka mencintai dan menyayangiku. sia-sia hidupku jika tak pernah sanggup membahagiakan mereka, Tuhanku. Maka tumbuhkanlah dari diriku sayap-sayap kebaikan yang bisa membantu mereka menerbangkan doa-doa dan harapannya kepada-MU. Kabulkanlah doa-doa mereka. ini bukan tentang menjadi seseorang, ini soal menjadi bagian dari rencana indah-Mu tentang hidup yang menghidupi dan yang menghidupkan!

"Tuhan, aku tak ingin menjadi orang yang sia-sia menjalani hidup didunia. maka bila keluasan akal dan kemanfaatan tindakanku bisa menjadi sumbangan kecil bagi kebaikan semesta, sesungguhnya aku hanya meminta bantuan-MU agar aku mampu menjadi wakil-MU di dunia. Ini bukan tentang diriku, ini tugas berat dari-MU untuk menjadi kasih-bagi-semesta.

"Tuhan itulah doaku bagi semesta. Tentang diriku, Cukuplah aku mencintai-MU dan Kau Mencintaiku. Bila berkenaan aku dan Kau punya waktu, biarlah kelak kita bertemu. Aku sangat ingin menuntaskan rasa cinta dan rinduku pada-MU dalam pertemuan itu. bila ternyata Kau juga ingin, maka akulah perempuan yang paling bahagia itu!"

No comments:

Post a Comment