Sunday, 26 August 2012

Pendewasan dari Tuhan.


Terasa menang, tapi semua belum berakhir. Pendewasan yang special dari Tuhan. Terlewati masa sulit sangat buruk dalam hidup. Ditinggalkan, Merindukan, Menangisi, seperti lucu jika aku ingat. Sekarang pun aku masih merindukanmu, hanya saja sekarang aku lebih anggun memeluk rasa rindu ini. Tak pelak kadang air mata pun terjatuh. Dimanakah kamu sekarang? Siapa yang kamu panggil sayang sekarang. Ah, hati ini hanya ingin tahu satu “bahagiakah kamu?”
            Aku masih sendiri, entah masih inginkanmu atau tidak. Mungkin aku sangat tidak baik, hingga kau mudah sekali untuk berganti dan aku juga sangat baik karena aku tak mudah berganti. Melihatmu akrab dengan berbagai jenis wanita diluar sana, terasa sedikit teriris. Terkadang kita sepapasan walau hanya lewat kata tapi
kau selalu acuh. Terasa tak pernah terjadi, jika ‘dulu’ kau utamakan aku. Dengan mudah kau berganti menyukasi si R lalu N lalu si F lalu siapa? Berjalan lah, tak apa aku ditinggal tapi biarkan aku melihat kebahagiaanmu itu. Sedangkan aku, harus berpura pura bahwa kau telah lenyap dari hati ini.
            Enam Bulan mungkin, aku sudah kembali kuat meski hanya dari luar. Hari ini, besok entah sampai kapan aku akan selalu sama seperti ini. Aku yang selalu tau tentang kamu, tapi kini aku harus mecari tau sendiri. Kadang MUAK tapi seperti telah mendarah. Aku rindu. 

No comments:

Post a Comment