Monday, 12 March 2012

Bukan karena rasa sakit ini

Ketika sadari tubuh ini mulai melemah, jiwa ini mulai jauh akan sosok Ter-Agung. Ya Allah, benci kah Engkau terhadap ku? Kini aku menangis, aku bersimpuh setelah ku rasa sesaaaak di dada ku. ;( sakit apa ini Tuhan? Hukuman untukku kah?
Sesak, sakit, susah saat ingin bernafas ;( Tuhan, aku menangis bukan karena rasa sakit ini, tapi akan takutku jika harus pergi sebelum sempat bahagiakan Ayah Ibu dan kedua Adikku.
Tuhan, aku sadar dari dulu bahwa aku tak sesehat mereka tapi setidaknya berikan aku kesempatan untuk bahagiakan Ayah dan Ibu dulu ;(( Apa ini Tuhan? Hatiku lagi kah yang bermasalah? Aku tak sanggup keluhkan pada Ibu agar membawaku ke Dokter ;( aku tak mampu adukan pada Ayah, Ayah lagi sakit. Aku tak mau menjadi beban bagi merekaa. Semoga Tuhan, ini bukan penyakit apa-apa. Amin.
          Ayah, Ayah harus sembuh Yah. Harus sehat, rumi maunya Ayah yang nganter ke sekolah. Ayah pasti kelelahan kan? Kerja terus cari uang buat rumi. Sabar ya Yah, rumi janji rumi bakalan gantiin posisi Ayah sesegera mungkin, tapi Ayah harus sehat biar rumi semangat. Ayah doain rumi terus ya, Ayah mau rumi jadi dokter kan? “InsyaAllah Yah rumi bakalan usaha buat Ayah” Ayaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh, rumi sayang AYAH ({})
‘’ Tuhan, jangan pernah mengambil orang yang belum bisa aku cintai. Lindungi Ayahku Tuhan, sehatkan beliau, sembuhkan segala penyakitnya, izinkan beliau benar-benar menjadi imam bagiku. Tuhan, bukankah kami belum Engkau pertemukan? Mohon jangan pisahkan kami. Tuhan, narasiku aksaraku mungkin sulit di mengerti tapi hatiku aku yakin Engkau memahaminya ‘’
          Ayah, Ibu, Adek. MAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAFFFFFFFFFFFFFFINN AKU L
Aku gak ppernah bisa jadi seperti yang kalian harapkan. Jangan BENCI aku ya. Tetep doain aku, biar Tuhaaan aja yang hukum aku kalian harus tetep sayang sama aku.
          Tuhan, percepat waktu. Aku ingin cepat berhasil dan bahagiakan mereka. Lalu menebus semua kecewa Mu.

No comments:

Post a Comment