Friday, 16 December 2011

Waktu-waktu Mustajab Berdoa

Friday, December 16, 2011 0 Comments

Waktu-waktu Mustajab Berdoa

Waktu-waktu Mustajab Berdoa
Menurut Ibn `Atha (ini saya perkirakan Ibn ‘Athailah, pengarang al Hikam, koreksi jika salah), doa itu mempunyai beberapa rukun yang kuat menyebabkan naik ke langit untuk diterima Allah s.w.t . Rukun yang paling utma ialah hadir hati dan memohon dengan tawaduk. Sayap-sayap doa itu adalah berdoa dengan penuh keikhlasan dari hati dan bertepatan dengan waktu yang dimakbulkan doa , iaitu :


Ketika hendak solat

Pada waktu tengah malam terutama sepertiga akhir malam
 . Sabda Nabi s.a.w
“ Allah s.w.t turun ke langit dunia apabila tinggal sepertiga malam yang terakhir dan berkata : Ada sesiapa yang memohon kepada-Ku untuk Kumakbulkan , ada sesiapa yang meminta kepada-Ku untuk Kuberikan , ada sesiapa yang beristighfar memohon keampunan untuk Kuampunkan?”  ( HR Bukhari dan Muslim )
Waktu diantara azan dan iqamah . Sabda Nabi s.a.w
“ Tidaklah ditolak doa diantara azan dan iqamah .” ( HR Al-Tirmizi)
Ketika sujud dalam solat . Sabda Nabi s.a.w
“ Sehampir-hampir hamba kepada Tuhannya ialah ketika waktu sujud , maka perbanyakkanlah berdoa .” ( HR Muslim )
Selesai solat fardu. Sabda Nabi s.a.w ketika ditanya tentang waktu mustajab doa :
“ Doa itu mustajab pada waktu malam dan selesai solat fardu .”  (HR Al-Tirmizi)
Ketika berpuasa . Sabda Nabi s.a.w
“ Tiga bentuk doa yang dimustajabkan Allah , doa ibu bapa terhadap anak , doa orang yang berpuasa dan doa orang bermusafir .” (HR Al-Baihaqi)
Malam Lailatu Al-Qadar . Malam Al-Qadar berlaku pada bulan Ramadhan . Kemungkinan besar ia berlaku pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan kepada beberapa hadis yang menggesa para sahabat mencari malam Al-Qadar pada sepuluh malam terakhir .
Aisyah r.a bertanya kepada Rasulullah s.a.w “ Sekiranya saya bertemu dengan Lailatul Qadar , apakah yang perlu say abaca? Jawab Rasulullah s.a.w sebutlah olehmu Ya Allah, sesungguhnya Kamu Maha Pemaaf lagi Maha Mulia . Kamu sukakan kemaafan . Jesteru , maafkanlah aku .” (HR Al-Tirmizi, Ibn Majah & Al-Nasa’ie , lihat sahih Al-Tirmizi )

Ketika khatam 30 juzuk Al-Quran . Allah s.w.t berfirman dalam surah Fatir ayat ke-29 maksudnya :
“ Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan tetap mendirikan sembahyang serta mendermakan daripada apa yang kami kurniakan kepada mereka secara tertutup atau terbuka , mereka ( dengan amalan yang demikian ) mengharapkan sejenis perniagaan yang tidak akan mengalami kerugian , supaya Allah menyempurnakan pahala mereka dan menambahkan mereka daripada limpah kurnia-Nya . Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi sentiasa membalas dengan sebaik-baiknya ( akan orang-orang yang bersyukur kepada-Nya )
Sepanjang hari Jumaat dengan harapan bersua dengan waktu mustajab doa . Sabda Nabi s.a.w
“ Pada hari Jumaat itu , ada satu waktu yang apabila seseorang hamba memohon sesuatu kepada Allah , maka akan diberikannya .” (HR Bukhari & Muslim )

Sepanjang perjalanan semasa bermusafir . Sabda Nabi s.a.w
“ Tiga bentuk doa yang dimustajabkan Allah , tidak syak padanya iaitu : Doa orang yang teraniaya , Doa orang yang bermusafir dan Doa ibu bapa terhadap anaknya.” ( HR Abu Dawud)

Ketika berjihad dan sewaktu melaksanakan ibadah haji atau umrah . Hal ini berdasarkan sebuah hadis :
“ Orang yang berjihad pada jalah Allah dan orang yang mengerjakan haji serta umrah merupakan tetamu Allah , mereka berdoa kepada Allah lalu diterimanya.” (HR Ibn Majah)

Ketika iman meningkat kerana mentaati Allah
 . Sabda Nabi s.a.w.
“ …dan adalah hamba-Ku mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan ibadah yang sunat sehingga aku mencintainya. Jika aku sudah mencintainya , aku akan menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar dan penglihatannya yang dengannya dia melihat dan tangannya yang dengannya dia menyentuh dan kakinya yang dengannya dia melangkah, dan jika dia meminta akan ku berikan , dan jika dia meminta perlindungan nescaya akan kulindungi …”  (HR al-Bukhari ) .
Hadis ini menjadi bukti jaminan mustajabnya doa hamba tatkala keimannya memuncak . Ini boleh berlaku dengan beriltizam dengan ketaatan mengerjakan amal ibadah kepada Allah . (Fiqhud Du’a , Bab siapa yang Mustajab Doanya )
Waktu menerima ujian . Allah s.w.t berfirman dalam surah al-Naml ayat 62 , yang bermaksud
“ Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang menderita apabila ia berdoa kepada-Nya , dan yang menghapuskan kesusahan , serta menjadikan kamu pengganti (umat-umat yang telah lalu ) mendiami dan menguasai bumi ? Adakah sebarang tuhan yang lain bersama-sama Allah ? Amat sedikit antara kamu yang mengingati (nikmat Allah itu ).”
Menurut pandangan ulama , dijamin penerimaan doa orang yang menghadapi bebanan ujian kerana biasanya bala yang berlaku menyebabkan timbulnya pasrah dan ikhlas berdoa meminta diselamatkan . (Tafsir al-Qurtubi ,tafsir ayat 62 surah al-Naml)
Ketika tentara Islam berhadapan dengan tentera musuh . Dalilnya ialah Nabi s.a.w bersabda
“ Dua jenis doa yang tidak akan ditolak oleh Allah s.w.t atau jarang sekali ditolak : doa sewaktu azan dan doa ketika berlakunya peperangan.” (HR Abu Dawud,hadis hasan )
Ketika ayam berkokok . Nabi s.a.w. bersabda
“ Apabila kamu mendengar ayam berkokok, maka mohonlah anugerah-Nya kerana ayam itu melihat malaikat .” (HR al-Bukhari , Muslim )
Tambahan,
Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa
Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahawa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ketika saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”. (Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17)
Ketika Saat Sedang Hujan
Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahawasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.
“Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa ketika waktu adzan dan doa ketika waktu hujan”. (Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114).
Imam An-Nawawi berkata bahawa penyebab doa pada waktu hujan tidak ditolak atau jarang ditolak ialah kerana pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Fathul Qadir 3/340).

Doa Ketika Hari Arafah
Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari datuknya bahawasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”. (Sunan At-Tirmidzi, bab
Jamiud Da’waat 13/83)
.
Wallahu a’lam
Ya Allah .. berilah kami ridlo-Mu selalu
Permudahkanlah jalanku
Amin

Thursday, 15 December 2011

Presiden Terbaik di Indonesia Sepanjang Sejarah

Thursday, December 15, 2011 0 Comments

Bila Abraham Lincoln adalah presiden terbaik di Amerika siapa presiden terbaik di Indonesia selama ini ? Berbagai pergantian di kepemimpinan bangsa ini mencerminkan berbagai karakter dan kemampuan yang harus diteladani bangsa ini sebagai pelajaran sejarah yang sangat berharga.

Untuk menunjuk siapa presiden Indonesia terbaik di jamannya sangat sulit sekali. Semua presiden RI adalah sosok pilihan rakyat yang berprestasi dan menyumbangkan kontribusi yang sangat besar bagi bangsa ini. Kalaupun akan tersusun urutan siapa presiden terbaik tersebut pasti akan menjadi sumber kontroversi yang sangat besar bagi setiap orang, karena berbagai kelebihan dan kelemahan seorang presiden dan dari sudut mana memandang.
Koran Anak Indonesia mencoba menyusun siapa presiden RI yang terbaik di jamannya demi penghargaan bangsa besar ini terhadap prestasi presidennya Prestasi presiden terbaik disusun berdasarkan perjuangan beratnya berhasil membawa bangsa ini terhindar dari kehancuran dan menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat adil dan makmur. Presiden terbaik disusun berdasarkan sosk presiden yang dapat keluar dari berbagai tantangan berat membawa bangsa ini menjadi lebih maju. Presiden terbaik adalah presiden yang diakui oleh bangsa Internasional di dunia dengan prestasi dan peranannya dalam berkontribusi baik regional ataupun internasional. Presiden yang terbaik adalah presiden yang mempunyai konsep pemikiran dan tindakan dalam pembangunan bangsa yang dapat dijadikan acuan dalam pembangunan di masa depan.
Lembaga survei Indo Barometer mengungkapkan Soeharto merupakan Presiden yang paling disukai publik, mengalahkan lima presiden lain termasuk Susilo Bambang Yudhoyono. Kemudian, 40,9 persen dari 1.200 responden juga berpendapat, Orde Baru lebih baik dibanding sejumlah orde lain termasuk Orde Reformasi ini. Uniknya, Indo Barometer juga menemukan, mayoritas masyarakat perkotaan justru menilai masa Orde Baru lebih baik dibanding masa Reformasi ini. Secara persentase publik perkotaan menyatakan Orde Baru lebih baik, lebih tinggi, yakni 47,7 persen dibandingkan pedesaan yakni 35,7 persen.
Presiden terbaik Indonesia menurut KORAN ANAK INDONESIA
  1. SoehartoSoeharto. Soeharto termasuk presiden yang paling lama menjabat dan paling banyak berjasa dalam pembangunan bangsa ini. Prestasi Jenderal Besar dalam membawa bangsa ini dalam kedaan bersatu, aman dan berdaulat telah dilakukan dengan sangat baik. Menurut hasil survey Indobarometer dan survey Setara Institute menunjukkan Soeharto presiden terbaik di Indonesia. Soeharto adalah pemimpin besar yang banyak dipuja dan tetapi sebaliknya banyak dicerca. Tetapi saat ini angin sedang bertiup kencang mendorong sisi baik dan kehebatan Jenderal Besar Soeharto. Survey Indobarometer menunjukkan kerinduan akan kepemimpinan Suharto.  Tuduhan Korupsi Kolusi dan Nepotisme yang sangat besar dalam pemerintahannya selama ini adalah kelemahannya yang membuat Soeharto tidak bisa berada pada puncak presiden terbaik di Indonesia. Keamanan dan persatuan NKRI sangat dijaga teguh di jamannya meski harus mengorbankan demokrasi dan HAM. Tetapi saat jamannya kondisi itu masih bisa dimaklumi karena latar beakang bangsa ini yang demikian rumit yang kadang memerlukan tangan besi atau kediktatoran.Soeharto lahir di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Bantul, Yogyakarta, 8 Juni 1921 dan meninggal di Jakarta, 27 Januari 2008 pada umur 86 tahun, Dia adalah  Presiden Indonesia yang kedua (1967-1998), menggantikan Soekarno. Di dunia internasional, terutama di Dunia Barat, Soeharto sering dirujuk dengan sebutan populer “The Smiling General“  karena raut mukanya yang selalu tersenyum di muka persdalam setiap acara resmi kenegaraan.Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Setelah Gerakan 30 September, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. Operasi ini menewaskan lebih dari 500.000 jiwa.Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968. Ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. Pada tahun 1998, masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Ia merupakan orang Indonesia terlama dalam jabatannya sebagai presiden. Soeharto digantikan oleh B.J. Habibie.Peninggalan Soeharto masih diperdebatkan sampai saat ini. Dalam masa kekuasaannya, yang disebut Orde Baru, Soeharto membangun negara yang stabil dan mencapai kemajuan ekonomi dan infrastruktur. Suharto juga membatasi kebebasan warganegara Indonesia keturunan Tionghoa, menduduki Timor Timur, dan dianggap sebagai rezim paling korupsi sepanjang masa dengan jumlah $AS 15 miliar sampai $AS 35 miliar. Usaha untuk mengadili Soeharto gagal karena kesehatannya yang memburuk. Setelah menderita sakit berkepanjangan, ia meninggal karena kegagalan organ multifungsi di Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008.
  2. Susilo Bambang Yudhoyono. Susilo Bambang YudhoyonoSosok cerdas, cermat dan konsisten adalah kelebihan SBY dalam membangun bangsa besar ini. Dalam meneruskan reformasi SBY telah menoreh prestasi yang diakui dunia dalam bidang demokrasi, penegakan HAM, korupsi dan pembangunan ekonomi. Bahkan SBY dianggap tokoh yang berpengaruh di dunia oleh majalah Times.  Karena kehebatannya dia dipilih sebagai salah satu 100 tokoh Berpengaruh Dunia 2009 kategori Pemimpin & Revolusioner Majalah TIME, 2009, oleh TIME.  Tahun 2005 dia dinobatkan sebagai Bintang Asia (Star of Asia) olehBusinessWeek. Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah dicalonkan untuk menjadi penerima penghargaan Nobel perdamaian 2006 bersama dengan Gerakan Aceh Merdeka dan Martti Ahtisaari atas inisiatif mereka untuk perdamaian di Aceh.  Dijamannyalah penegakan korupsi temasuk yang paling besar dilakukan. Meski tingkat korupsi masih besar tetapi dengan sistem hukum dan kondisi penegakan hukum yang belum sempurna itu telah dapat memenjarakan banyak pejabat termasuk pejabat tinggi yang ada. Hal ini tidak pernah terjadi dalam pemerintahan presiden sebelumnya. Kehidupan penegakan HAM , demokrasi dan keamananpun sangat stabil dan terkendali di jamannya, Ancaman kesatuan NKRI dan perpecahan antar suku seperti konflik Aceh, Maluku dan Irian diselesaikan dengan baik sesuai aturan hukum dan demokrasi. Pembangunan ekonomipun berjalan dengan pasti sehingga saat terjadi resesi ekonomi Indonesia masih dianggap negara yang paling kuat ekonominya setelah Cina dan India. Kelebihan SBY dalam membuat kebijaksanaan yang sangat cermat dan sangat matang perhitungannya ternyata juga salah satu kelemahannya yang sering dikritik para penentangnya. Perilaku tersebut dianggap bahwa SBY tidak bisa cepat dan sangat lambat dalam menentukan keputusan.SBY lahir di Tremas, Arjosari, Pacitan, Jawa Timur, Indonesia, 9 September 1949; umur 61 tahun. Dia adalah Presiden Indonesia ke-6 yang menjabat sejak 20 Oktober 2004. Ia, bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, terpilih dalam Pemilu Presiden 2004. SBY berhasil melanjutkan pemerintahannya untuk periode kedua dengan kembali memenangkan Pemilu Presiden 2009, kali ini bersama Wakil Presiden Boediono. Sehingga, sejak era reformasi dimulai, Susilo Bambang Yudhoyono merupakan Presiden Indonesia pertama yang menyelesaikan masa kepresidenan selama 5 tahun dan berhasil terpilih kembali untuk periode kedua.Yudhoyono yang dipanggil “Sus” oleh orang tuanya dan populer dengan panggilan “SBY”[3], melewatkan sebagian masa kecil dan remajanya di Pacitan. Ia merupakan seorang pensiunan militer. Selama di militer ia lebih dikenal sebagai Bambang Yudhoyono. Karier militernya terhenti ketika ia diangkat Presiden Abdurrahman Wahid sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada tahun 1999 dan tampil sebagai salah seorang pendiri Partai Demokrat. Pangkat terakhir Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jenderal TNI sebelum pensiun pada 25 September 2000. Pada Pemilu Presiden 2004, keunggulan suaranya dari Presiden Megawati Soekarnoputri membuatnya menjadi presiden pertama yang terpilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat Indonesia. Hal ini dimungkinkan setelah melalui amandemen UUD 1945.Dalam kehidupan pribadinya, Ia menikah dengan Kristiani Herrawati yang merupakan anak perempuan ketiga Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo (alm), komandan RPKAD (kini Kopassus) yang turut membantu menumpas Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun 1965
  3. SoekarnoSoekarno. Soekarno mungkin dianggap sebagai presiden terbaik karena sosok fenomenalnya dalam membawa bangsa ini melangkah mulai dari awal kemerdekaan. Dengan berbekal keterpurukan dalam penjajahan dan keberagaman aliran Soekarno berhasil membawa bangsa ini keluar dari berbagai tantangan yang ada. Dengan keberanian dan pesonanya Soekarno menjadi presiden yang sangat diperhitungkan di dunia Internasional. Kelemahan bung Karno saat itu yang membuatnya jatuh adalah konsep NASAKOM yang cenderung membela pihak komunis yang justru membuat perpecahan besar bangsa ini.Sukarno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 6 Juni 1901 dan meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun. Dia adalah Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945–1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Soekarno adalah penggali Pancasila karena ia yang pertama kali mencetuskan konsep mengenai dasar negara Indonesia itu dan ia sendiri yang menamainya Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945.Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya – berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat – menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia
  4. BJ HabibieBacharuddin Jusuf Habibie. Sosok BJ Habibie adalah presiden jenius yang datang dalam waktu yang sangat sulit. Dengan bayang-bayang sosok Soeharto, Habibie dicurigai sebagai boneka Soeharto. Ternyata Habibie membuktikan ha lain. Dengan kejenisuannya saat itu membawa bangsa ini keluar dari pertupahan darah yang lebih besar. Pada saatnyalah reformasi bergulir sangat cepat baik berupa kebebsan persd, demokrasi dan kemajuan ekonomi. Dalam waktu singkat dia membawa perekonomian Indonesia selamat dari kehancuran. Saat nilai rupiah terhadap dolar Amerika terpuruk pada angka paling rendah. Dengan cepat mengangkat menjadi baik. Kebijaksanaan melepas Timor Timur dari Indonesia, di satu sisi dianggap kelemahannya ternyata merupakan kekuatannya dalam mengeluarkan beban Indonesia dari terhindar tekanan untuk menjadi pelanggar HAM terbesar di dunia.
  5. Abdurrahman WahidAbdurrahman Wahid. Presiden yang pluralis, demokratis dan humanis ini membawa warna pemerintahan Gus Dur menjadi kelebihannya. Kelebihan lain adalah gus Dur membawa bangsa ini menjadi bangsa yang belajar untuk menjadi sosok yang mengedepankan pluralisme. Justru berbagai karakteristik semua itulah adalah konsep bangsa modern di masa depan. Kelemahan Gus Dur adalah ketidakkonsistensinya dan perilaku dalam memelihara berbagai konflik menjadi berkepanjangan.  Beberapa langkah kontroversialnnya juga menyulut ketidakstabilan keamanan yang mengancam NKRI seperti pernyataannya memilehkan mengibarkan bendera kejora di samping merah putih. Sehingga saat itu suasana politik sangat buruk dan mengganggu pembangunan bangsa. Situasi sangat buruk tersebut adalah upaya Gus Dur mengggantikan hampir sebagian besar menterinya, membubarlan DPR, membuata suasana darurat dan membekukan Golkar yang mencoba menentangnya.
  6. MegawatiMegawati Soekarnoputri. Megawati adalah sosok pendobrak saat terjadi reformasi di negeri ini. Karisma sebagai penerus Soekarno itulah yang menjadi alat atau modal bangsa ini untuk menuju reformasi atau perlawanan terhadap kediktatoran pemerintah saat itu. Dibalik sosok wanita yang kalem dan pendiam itulah kadang menjadi kelemahannya. Diamnya Megawati dalam berbagai persoalan bangsa dianggap sebagai ketidak mampuan dalam menyelesaikan persoalan bangsa.
Penyusunan daftar presiden terbaik di Indonesia yang paling penting bukan pada urutan posisinya. Paling penting adalah memahami substansi keberhasilan dan keteladanan para pemimpin negeri ini. Penghormatan dan penghargaan rakyat terhadap para pemimpinnya adalah tujuan utama dalam penyusunan tersebut. Sedangkan kelemahan para pemimpin bukan untuk dijadikan upaya penghukuman tetapi sebagai sarana untuk contoh dan pengalaman sejarah untuk tidak terulang lagi.

Wednesday, 14 December 2011

Wednesday, December 14, 2011 0 Comments
6 Karakter Wanita Yang Menginspirasi 


Sebagian wanita akan menjawab "Ibu" ketika ditanya siapa wanita yang menginspirasi mereka. Namun ada juga yang menyebut karakter-karakter wanita dari berbagai film dan drama series yang mampu menginspirasi dirinya. Di antaranya adalah 6 karakter wanita ini yang tidak hanya cerdas, tegar, dan selalu bekerja keras, tetapi mereka juga mengalami berbagai masalah layaknya kehidupan wanita biasa.

Alicia Florrick (THE GOOD WIFE)




Alicia Florrick berusaha mengembalikan keutuhan keluarga dan karir pasca suaminya terlibat skandal seks dan korupsi. Wanita tegar ini mencoba bangkit dari keterpurukan dan menafkahi kedua anaknya dengan kembali bekerja sebagai pengacara. Walaupun sebelumnya Alicia hanyalah seorang ibu rumah tangga selama 13 tahun, nyatanya ia berhasil diangkat menjadi Associate di sebuah firma hukum. Bisa ditebak, melihat kegigihan Alicia, suaminya yang terlibat skandal seks tersebut memperlakukannya dengan lebih baik. Ladies, Alicia adalah contoh wanita kuat yang rela berjuang dari nol demi menyelamatkan keutuhan dan ekonomi keluarga. Benar-benar istri yang good!

Kate Reddy (I DON'T KNOW HOW SHE DOES IT)

Kate Reddy adalah seorang wanita karier yang berusaha keras menyeimbangkan kehidupannya. Ia memilih bekerja tapi juga berusaha keras membagi waktu untuk kedua anaknya juga kehidupan cintanya. Kate Reddy bisa jadi tipe wanita yang ajaib dan memang serba bisa. Saking sibuknya, orang-orang sampai bingung bagaimana Kate melakukan segalanya sendiri. Kate yang diperankan oleh Sarah Jessica Parker ini memang sosok wanita karir merangkap ibu rumah tangga idaman!

Dana Scully (X-Files)

Boleh dibilang, Dana Scully adalah agen FBI wanita yang kepopulerannya membuat banyak masyarakat ingin bekerja di FBI. Sebagai ikon wanita cerdas, tak berarti Dana juga memiliki sifat angkuh berhati keras seperti layaknya karakter cerdas lainnya. Bahkan, dia berhubungan baik dengan partner kerjanya Fox Mulder. Karakter yang diperankan Gillian Anderson ini memang memotivasi kita untuk bersaing dengan lelaki mengandalkan kecerdasan otak.

Sydney Bristow (ALIAS)

Sydney Bristow merepresentasikan sosok feminis di dunia post-modern. Sangat cerdas, berjiwa sosial tinggi, kuat secara fisik dan emosi, mandiri dengan menguasai bela diri Krav Maga (pertahanan diri ala militer Israel), dan ia yang memiliki gelar Master Degree ini juga seorang polyglot alias menguasai berbagai macam bahasa dari Ibrani hingga Bahasa Indonesia.

Meski terkesan sempurna, Sydney yang merupakan agen ganda ini harus mengalami banyak trauma selama bertahun-tahun. Mulai dari kematian tunangannya, sahabatnya, rahasia Ibunya, hingga tekanan emosional karena harus hidup dengan berbagai topeng sebagai mata-mata. Meski begitu, kemampuannya bertahan dari segala tekanan dan tuntutan kerja layak menjadi teladan kita. 

Erin Brockovich (ERIN BROCKOVICH)

Erin yang diperankan Julia Roberts adalah sosok i
bu luar biasa. Ketika Ia memenangkan tuntutan pengadilan melawan perusahaan minyak besar, Erin hanyalah seorang wanita pengangguran dengan tiga orang anak yang berjuang sendirian menuntut keadilan tanpa latar belakang pendidikan di bidang hukum. Hal paling luar biasa dari sosok Erin adalah tokoh ini diangkat dari kisah nyata. Erin mengajarkan wanita untuk mandiri dan berjuang walaupun kemungkinan untuk berhasil sangatlah kecil. Erin tak pantang menyerah dan membuktikan bahwa usaha yang sungguh-sungguh pasti menuai hasil yang memuaskan.

Elle Woods (LEGALLY BLONDE)

Penampilan Elle yang serba pink dan rambutnya yang pirang terkadang membuat orang menghakimi Elle sebagai gadis bodoh yang suka pesta. Namun, Elle yang diperankan Reese Witherspoon ini berhasil masuk ke salah satu universitas Ivy League dan memecahkan kasus rumit. Pelajaran bagus bagi para wanita yang tidak ingin dinilai dari penampilannya! Elle juga kemudian menjadi inspirasi para gadis berambut pirang yang lekat dengan stigma bodoh untuk tetap percaya diri mengejar pendidikan namun tetap fashionable. Ladies, tak harus mengenakan blazer hitam dan berkacamata untuk tampil cerdas! Elle dengan blazer merah mudanya memberi wanita kekuatan untuk tetap jadi diri sendiri dalam meraih tujuan.

Tegar seperti Erin, cerdas layaknya Sydney, namun tetap fashionable seperti Elle...hmm mungkin itu baru sosok wanita sempurna. Well, selama Ladies bisa mengambil sisi positif dari karakter-karakter di atas tanpa kehilangan jati diri Anda sesungguhnya, maka tokoh-tokoh ini bisa jadi inspirasi Anda dalam hidup sehari-hari.(kpl/ICH)

KEUTAMAAN BULAN RAJAB

Wednesday, December 14, 2011 0 Comments
KEUTAMAAN BULAN RAJAB : Di sana ada hari-hari tertentu (khusus) di bulan Rajab yang ditunaikan padanya puasa sunnah, apakah hari-hari tersebut jatuh pada awal bulan, pertengahan, ataukah di akhirnya?
Bukan Termasuk Petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
Mengkhususkan Ritual Ibadah Tertentu di Bulan Rajab
Bulan Rajab adalah salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan. Namun tidak sedikit kaum muslimin yang masih jauh dari bimbingan Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam dalam menyambut datangnya bulan ini, yaitu mengkhususkan ritual-ritual ibadah tertentu seperti puasa, shalat Raghaib, peringatan malam 27, dan lain sebagainya.
Fatwa Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah Wal Ifta’
Penjelasan Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah
Penjelasan Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaiminrahimahullah
Penjelasan Fadhilatul ‘Allamah Dr. Shalih bin Sa’d As Suhaimi hafizhahullah





Berikut penjelasan para ulama tentang pengkhususan ritual ibadah tertentu pada bulan Rajab. Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya.
Ada sebuah pertanyaan yang diajukan:
Di sana ada hari-hari tertentu (khusus) di bulan Rajab yang ditunaikan padanya puasa sunnah, apakah hari-hari tersebut jatuh pada awal bulan, pertengahan, ataukah di akhirnya?
Jawab:
Tidak ada hadits-hadits khusus yang tetap (shahih) tentang keutamaan puasa pada bulan Rajab selain hadits yang diriwayatkan An-Nasa’i dan Abu Dawud, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dari shahabat Usamah, bahwa dia berkata:
“Aku berkata: Wahai Rasulullah, aku tidak melihat engkau berpuasa pada bulan tertentu sebagaimana puasa engkau pada bulan Sya’ban.”
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ذلك شهر يغفل عنه الناس بين رجب ورمضان، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم
“Itu adalah bulan yang orang-orang lalai darinya, bulan yang terletak antara Rajab dan Ramadhan, dan itu adalah bulan yang mana seluruh amalan diangkat ke hadapan Rabbul ‘Alamin, maka aku senang jika amalanku diangkat dalam keadaan aku sedang berpuasa.” [HR. Ahmad, An-Nasa’i, Ibnu Abi Syaibah, Abu Ya’la, Ibnu Zanjuyah, Ibnu Abi ‘Ashim, Al-Barudi, Sa’id bin Manshur]
Hadits-hadits yang ada menunjukkan keumuman tentang dorongan untuk berpuasa tiga hari di setiap bulan, dan dorongan untuk berpuasa pada hari-hariBidh di setiap bulan, yaitu tanggal 13, 14, dan 15, dorongan untuk berpuasa pada bulan-bulan haram, puasa pada hari Senin dan Kamis. Dan bulan Rajab masuk ke dalam keumuman dari itu semua.
Jika engkau bersemangat untuk memilih hari-hari tertentu pada setiap bulannya, maka pilihlah hari-hari Bidh yang tiga tersebut, atau hari Senin dan Kamis, kalau tidak maka terserah karena perkaranya sangat mudah.
Adapun pengkhususan puasa pada hari-hari tertentu di bulan Rajab, maka kami tidak mengetahui dasarnya dalam syari’at ini. Wabillahit Taufiq.
Al-Lajnah Ad-Da-imah Lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah Wal Ifta’
Ketua               : ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz
Wakil Ketua     : ‘Abdurrazzaq ‘Afifi
Anggota           : ‘Abdullah bin Ghudayyan
Anggota           : ‘Abdullah bin Qu’ud
Sumber: Fatawa Al-Lajnah Ad-Da-imah Lil Buhuts Al-‘Ilmiyyah Wal Ifta’[III/176]
Pertanyaan pertama dari fatwa no. 2608
Beliau ditanya:
Sebagian orang mengkhususkan bulan Rajab dengan melakukan berbagai bentuk ibadah tertentu seperti shalat Raghaib[1] dan menghidupkan malam ke-27. Apakah yang demikian itu ada dasarnya di dalam syari’at ini? Jazakumullahu khairan.
Beliau menjawab:
Pengkhususan bulan Rajab dengan ibadah shalat raghaib atau peringatan malam 27 dengan keyakinan bahwa malam tersebut adalah malam Isra’ Mi’raj, maka ini semua adalah bid’ah dan tidak boleh untuk dilaksanakan, amaliyah seperti itu tidak ada dasaranya dalam syari’at ini.
Para ulama juga telah memperingatkan tentang permasalahan ini, dan kami pun juga sudah pernah menulis tentangnya lebih dari sekali, dan kami telah jelaskan kepada orang-orang bahwa shalat raghaib adalah bid’ah, yaitu sebuah ritual yang dilakukan oleh sebagian orang di malam Jum’at pertama bulan Rajab.
Demikian pula peringatan malam 27 dengan keyakinan bahwa itu adalah malam Isra’ Mi’raj, itu semua adalah bid’ah yang tidak ada dasarnya dalam syari’at.
Malam Isra’Mi’raj tidak diketahui secara pasti kapan terjadinya. Kalaupun diketahui, tetap tidak diperbolehkan untuk mengadakan peringatan malam tersebut, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah memperingatinya, demikian pula para Al-Khulafa’ Ar-Rasyidun dan para shahabat yang lain radhiyallahu ‘anhum. Kalau seandainya peringatan seperti itu termasuk sunnah, maka niscaya mereka akan mendahului kita untuk memperingatinya.
Segala kebaikan itu ada pada sikap mengikuti mereka dan berjalan di atas manhaj mereka sebagaimana Allah ‘azza wajalla firmankan:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” [At-Taubah: 100]
Dan telah shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:
من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد
“Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru dalam urusan (agama) kami ini yang pada dasaranya bukan berasal dari agama tersebut, maka dia tertolak.”[HR. Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad]
Dan beliau ‘alaihish shalatu wassalam juga bersabda:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد
“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang bukan termasuk urusan (tuntunan syari’at) kami, maka amalannya tersebut tertolak.” [HR. Muslim, Ahmad]
Dan makna ‘maka amalannya tersebut tertolak‘ adalah ‘tertolak kepada pelakunya‘.
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda dalam khuthbahnya:
أما بعد فإن خير الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمد – صلى الله عليه وسلم – ، وشر الأمور محدثاتها ، وكل بدعة ضلالة
“Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan sejelek-jelek perkara adalah perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam agama ini, dan setiap bid’ah adalah sesat.” [HR. Muslim, An-Nasa’i]
Maka yang wajib atas segenap kaum muslimin adalah untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan istiqamah di atasnya, saling mewasiati untuk itu dan waspada dari segala bentuk kebid’ahan sebagai realisasi dari pengamalan firman Allah ‘azza wajalla:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa.”[Al-Maidah: 2]
Dan firman-Nya subhanahu wata’ala:
وَالْعَصْرِ سورة العصر الآية إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ سورة العصر الآية إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” [Al-‘Ashr: 1-3]
Dan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
الدين النصيحة ، قيل : لمن يا رسول الله ؟ قال : لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم.
“Agama itu adalah nasehat. Ditanyakan kepada beliau: untuk siapa wahai Rasulullah? Beliau bersabda: untuk Allah, untuk kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan segenap umat Islam.” [HR. Muslim]
Adapun umrah, maka tidaklah mengapa untuk ditunaikan pada bulan Rajab, karena telah shahih di dalam Ash-Shahihain dari shahabat Ibnu ‘Umarradhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menunaikan umrah pada bulan Rajab. Dahulu para salaf juga menunaikan umrah pada bulan Rajab, sebagaimana yang disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah di dalam kitabnya ‘Al-Latha-if‘ dari shahabat ‘Umar, anaknya (Ibnu ‘Umar), dan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhum. Dan dinukilkan dari Ibnu Sirin bahwa para salaf dahulu juga melakukan yang demikian. Wallahu Waliyyut Taufiq.
Sumber: Majmu’ Fatawa Ibn Baz [XI/476-477]
الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له شهادة أرجو بها النجاة يوم نلاقيه وأشهد أن محمداً عبده ورسوله أرسله بالهدى ودين الحق فبلغ الرسالة وأدى الأمانة ونصح الأمة فصلوات الله وسلامه عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد.
Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla telah berfirman:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ
“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.” [Al-Baqarah: 189].
Dan Allah ‘azza wajalla juga berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” [At-Taubah: 36]
Sesungguhnya bulan-bulan Hilaliyah ini merupakan bulan-bulan yang Allah tetapkan untuk hamba-hamba-Nya sebagai waktu-waktu bagi manusia dalam bermu’amalah dan beribadah.
قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ
Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.” [Al-Baqarah: 189].
Di antara bulan-bulan tersebut adalah empat bulan yang diharamkan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram yang merupakan tiga bulan yang berurutan, dan Rajab secara sendiri yang terletak antara bulan Jumadal Tsaniyah dan Sya’ban.
Dan sebentar lagi, bulan ini (yakni Rajab, pent) akan tiba mendatangi kalian. Bulan ini merupakan salah satu dari empat bulan-bulan haram yang memiliki keutamaan. Sudah semestinya pada bulan tersebut untuk menjauhi berbagai bentuk maksiat sebagaimana pada tiga bulan yang lain, namun tidak pernah disebutkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa beliau mengkhususkan pada bulan itu dengan menambah ibadah shalat maupun puasa. Semua hadits yang menyebutkan tentang permasalahan ini adalah hadits-hadits yang lemah dan tidak bisa dijadikan hujjah.
Sebagian orang beribadah kepada Allah ‘azza wajalla dengan berpuasa pada tiga bulan: Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan, namun tidak dibenarkan untuk mengkhususkan puasa pada bulan Rajab.
Adapun Sya’ban, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memperbanyak puasa pada bulan tersebut sampai pernah beliau berpuasa sebulan penuh ataupun mayoritasnya, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ummul Mu’minin ‘Aisyahradhiyallahu ‘anha.[2]
Wahai saudara-saudaraku,
Sesungguhnya sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammadshallallahu ‘alaihi wasallam, dan sejelek-jelek perkara adalah suatu perkara yang diada-adakan dalam agama ini. Sesungguhnya seluruh amalan yang dengannya engkau beribadah kepada Allah, namun amalan tersebut tidak pernah disyari’atkan di dalam Kitabullah maupun sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sesungguhnya itu adalah kebid’ahan yang tidaklah menambah bagi engkau kecuali semakin jauh dari Allah ‘azza wajallaKarena setiap orang yang berbuat bid’ah, berarti kebid’ahannya itu akan memberikan makna bahwa agama ini belum sempurna semasa hidup Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal Allah ta’ala telah berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِيناً
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”[Al-Maidah: 3]
Allah berfirman yang demikian itu dalam sebuah ayat yang Dia turunkan kepada Rasul-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pada hari Jum’at, di hari ‘Arafah ketika haji wada’.
Sehingga agama ini telah sempurna, tidak butuh kepada penyempurnaan, dan tidak pula butuh kepada sesuatu yang diada-adakan. Setiap manusia yang beribadah kepada Allah dengan menjalankan suatu amalan yang tidak disyari’atkan di dalam Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya, maka amalannya tersebut tertolak dan dia tersesat disebabkan amalannya itu. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam rangka memberikan peringatan kepada umatnya:
إياكم ومحدثات الأمور فإن كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة
“Hati-hatilah kalian dari perkara-perkara baru yang diada-adakan dalam agama ini, karena sesungguhnya setiap perkara baru yang diada-adakan dalam agama ini adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.”
Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
من عمل عملاً ليس عليه أمرنا فهو رد
“Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang bukan termasuk urusan (tuntunan syari’at) kami, maka amalannya tersebut tertolak.” [HR. Muslim]
Ambillah prinsip ini wahai saudaraku muslim, ambillah petunjuk ini, bahwa setiap amalan yang dengannya seseorang beribadah (kepada Allah), baik itu amalan hati seperti aqidah/keyakinan, atau amalan lisan seperti dzikir-dzikir bid’ah, atau amalan anggota badan seperti amaliyah bid’ah, jika tidak memiliki saksi (berupa dalil/hujjah, pent) dari Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, maka tidaklah didapatkan kecuali kerugian di dunia dan akhirat.
أسأل الله تعالى أن يبصرني وإياكم بدينه وأن يرزقنا علماً نافعاً وعملاً صالحاً يُقربنا إليه وأعوذ به من الجهل والبدع
Saya memohon kepada Allah ta’ala agar Dia memberikan bashirah (ilmu pengetahuan) kepadaku dan kepada kalian semua tentang agama-Nya, dan agar Dia memberikan rizki kepada kita semua berupa ilmu yang bermanfaat dan amalan shalih yang bisa mendekatkan diri kita kepada-Nya. Dan saya memohon perlindungan kepada-Nya dari kebodohan dan kebid’ahan.
اللهم إنا نسألك يقيناً لا شك معه وإيماناً لا كفر معه واتباع لا ابتداع معه وإخلاصاً لا شرك معه يا ذا الجلال والإكرام يا حي يا قيوم
Ya Allah, kami memohon kepada Engkau keyakinan yang tidak ada keraguan bersamanya, keimanan yang tidak ada unsur kekufuran bersamanya, sikap ittiba’ (mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) yang tidak ada sikap ibtida’ (mengada-adakan perkara baru dalam agama) bersamanya, ikhlas yang tidak ada kesyirikan bersamanya, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat yang maha hidup lagi terus-menerus dalam mengurus makhluk-Nya.
Wahai saudara-saudara kaum muslimin, sesungguhnya Allah ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang agung:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzab: 56]
سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
“Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Rabb kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.”[Al-Baqarah: 285]
اللهم صلِّ وسلم على عبدك ورسولك اللهم صلِّ وسلم على عبدك ورسولك محمد اللهم صلِّ وسلم على عبدك ورسولك محمد اللهم ارزقنا محبته واتباعه ظاهراً وباطنا اللهم احشرنا في زمرته اللهم اسقنا من حوضه اللهم أدخلنا في شفاعته اللهم اجمعنا به وبمن أنعمت عليهم في جنات النعيم إنك على كل شيء قدير
Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada hamba dan rasul Engkau, Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada hamba dan rasul Engkau Muhammad, Ya Allah, curahkanlah shalawat dan salam kepada hamba dan rasul Engkau Muhammad.
Ya Allah, limpahkanlah rizki kepada kami untuk bisa mencintai beliau, mengikuti sunnah beliau, zhahir maupun batin.
Ya Allah, kumpulkanlah kami dalam barisan beliau, ya Allah, berilah kami kesempatan untuk minum dari telaga beliau (nanti pada hari Qiyamat, pent), ya Allah, masukkanlah kami ke dalam jajaran orang-orang yang mendapatkan syafa’at beliau.
Ya Allah, kumpulkanlah kami bersama beliau dan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat di surga yang penuh kenikmatan.
Sesungguhnya Engkau maha mampu atas segala sesuatu.
اللهم ارض عن خلفائه الراشدين وعن الصحابة أجمعين وعن التابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين اللهم ارض عنا كما رضيت عنهم اللهم أصلح أحوالنا كما أصلحت أحوالهم
Ya Allah, ridhailah para Al-Khulafa’ Ar-Rasyidun, para shahabat, dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik sampai datangnya hari pembalasan. Ya Allah, ridhailah kami sebagaimana Engkau telah meridhai mereka.
Ya Allah, perbaikilah keadaan kami sebagaimana Engkau telah memperbaiki keadaan mereka.
اللهم اجمع قلوبنا على الحق يا رب العالمين اللهم آلف بين قلوبنا اللهم اهدنا سبل السلام اللهم ألق بيننا المودة والمحبة يا رب العالمين اللهم أبعد عنا اختلاف القلوب والعداوة والبغضاء إنك على كل شيء قدير.
Ya Allah, kumpulkanlah hati-hati kami di atas al-haq, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, satukanlah hati hati kami, ya Allah, berilah kami petunjuk kepada jalan keselamatan, ya Allah, tanamkan kecintaan dan kasih saying di antara kami, wahai Rabb semesta alam. Ya Allah, jauhkanlah dari kami segala bentuk perselisihan hati, permusuhan, dan kebencian, sesungguhnya Engkau maha mampu atas segala sesuatu.
Wahai hamba-hamba Allah,
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” [An-Nahl: 90]
Dan termasuk kebid’ahan yang tersebar pada masa ini adalah apa yang diyakini oleh orang-orang (kaum muslimin, pent) berupa pengkhususan bulan Rajab untuk melakukan ibadah tertentu seperti puasa atau menentukan hari tertentu (seperti malam 27 Rajab, pent) untuk menyelenggarakan ritual perayaan dan ibadah-ibadah tertentu dengan anggapan bahwa pada bulan tersebut adalah malam terjadinya peristiwa Isra’ dan Mi’raj.
Penentuan semacam ini tidak ada dalilnya dari Kitabullah ta’alamaupun dari sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam.
Tidak ragu lagi bahwasanya peristiwa Isra’ dan Mi’raj adalah benar adanya, dan beriman terhadapnya apa hukumnya?! Wajib, dan seorang muslim tidak ragu dalam perkara ini.
Bahkan beriman dengan (Isra’ Mi’raj) merupakan perkara yang sudah diwajibkan oleh Allah tabaraka wata’ala di dalam kitab-Nya:
سُبْحَانَ الَذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ المَسْجِدِ الحَرَامِ إلَى المَسْجِدِ الأَقْصَا الَذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ
“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya.” [Al Isra’: 1]
Dan beliau telah diisra’kan dengan ruh dan jasadnya, tidak dengan ruhnya saja, dan bukan pula kejadian dalam mimpi saja, bahkan beliau diisra’kan dengan ruh dan jasadnya shallallahu ‘alaihi wasallam -hingga beliau sampai di sidratul muntaha- shalawatullahi wasalamuhu ‘alaihi.
Ini merupakan kedudukan yang tidak dicapai oleh seorang nabi pun sebelumnya, dan ini merupakan kekhususan yang Allah berikan kepadanyashalawatullahi wasalamuhu ‘alaihi.
Dan walaupun Isra’ dan Mi’raj adalah peristiwa yang tsabit (tetap dalam syari’at ini) dan beriman dengannya adalah wajib dan telah diwajibkan pula ketika itu shalat lima waktu, akan tetapi kita tidak memiliki dalil yang pasti bahwa itu terjadi di bulan Rajab.
Kemudian di sana ada perkara lainnya, yaitu bahwasanya walaupun kita mendapatkan dalil bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj itu terjadi pada bulan Rajab, apakah kita disyaria’tkan untuk melakukan ritual ibadah tertentu pada bulan tersebut?
Jawabannya adalah: tidak, karena segala bentuk ibadah itu sifatnya adalahtauqifiyyah (tetap dan paten sesuai dengan tuntunan Allah ta’ala dan Rasul-Nyashallallahu ‘alaihi wasallam) yang harus diketahui (dalil dan landasannya, pent) dari syari’at ini. Dan setelah mengalami peristiwa Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam hidup selama sekitar 13 tahun, dan beliau tidak pernah mengadakan acara-acara tertentu untuk memperingati peristiwa tersebut.
Apakah kita yang lebih bersemangat mengikuti al-haq ataukah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam? Tentunya beliau, ini tentunya tidak ragu lagi.
Sesungguhnya perbuatan mengada-adakan ibadah tertentu untuk memperingati Isra’ dan Mi’raj pada tanggal 12 atau 27 Rajab itu terjadi pada abad ke-4 Hijriyyah, setelah banyak bermunculannya sikap taqlid kepada orang-orang Yahudi dan Nashara dalam memperingati hari-hari ‘ied (hari raya-hari raya), seperti peringatan-peringatan hari-hari kelahiran atau yang lainnya dari bentuk peringatan-peringatan (hari raya) jahiliyyah yang Allah tidak menurunkan satu hujjahpun, maka itu semua adalah peringatan-peringatan jahiliyyah dan bid’ah yang diada-adakan.
Hari-hari ‘ied dalam Islam, ada berapa hari ‘ied kita? Aku katakan: hari ‘ied Islam ada tiga, apa saja itu? ‘Iedul Fithri, ‘Iedul Adh-ha, dan ‘Iedul Usbu’ yang itu merupakan hari Jum’at. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam telah menamakan itu semua dengan ‘ied dan tidak ada ‘ied yang keempat dari hari-hari ‘ied tersebut. Tidak ada ‘ied (hari ulang tahun) kelahiran, ataupun i’ed (hari raya) nasional, ‘ied perayaan Isra’ dan Mi’raj, ………..
Itu semua adalah ‘ied (perayaan/hari raya) jahiliyyah, semuanya adalah ‘ied jahiliyyah, tidak diketahu (dikenal) kecuali setelah wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kecuali setelah empat abad kemudian.
Kita mengajukan pertanyaan di sini:
Siapakah yang berada di atas al-haq?
Mereka generasi pertama yang hidup pada masa-masa generasi terbaik dan diutamakan? Ataukah Al-Fathimiyyun Al-’Ubaidiyyun yang menisbahkan kepada Fathimah radhiyyallahu ‘anha secara palsu dan dusta setelah empat abad (dari wafatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, pent)?! Siapa yang berada di atas al-haq?! Siapa yang lebih benar jalannya?!
Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamlebih daripada kecintaan mereka kepada beliau. Mereka (para shahabat tersebut) datang membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan ruh dan jiwa-jiwa mereka, mereka menghadapi panah-panah dan tombak-tombak dengan dada-dada mereka yang suci dalam rangka menebus dirinya untuk (membela) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Walaupun demikian, mereka tidak pernah mengadakan peringatan-peringatan semacam ini. Apakah kemudian kita mengatakan bahwa mereka tidak mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? Maha sempurna Allah, seorang muslim tidak akan mengatakan seprti itu, bahkan mereka (para shahabat) adalah orang-orang yang paling mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Beriman terhadap Isra’ dan Mi’raj adalah wajib, akan tetapi anggapan bahwa itu terjadi pada malam 27 Rajab adalah tidak benar bahkan itu merupakan kedustaan.
Riwayat-riwayat dalam sejarah menyebutkan bahwa Isra’ Mi’raj terjadi pada bulan Rajab, ada yang menyebutkan pada bulan Sya’ban, ada yang menyebutkan pula pada bulan Ramadhan, ada yang menyebutkan pada bulan Syawwal, dan ada pula yang menyebutkan pada bulan Dzulhijjah, Wallahu A’lam.
Tidak terlalu penting bagi kita (mengetahui) tarikh dalam masalah ini, dan yang (lebih) penting bagi kita adalah hakikat keimanan terhadap benarnya peristiwa Isra’ dan Mi’raj tersebut.
Demikian pula mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa tertentu adalah tidak benar, tidak benar, tidak ada pada bulan Rajab itu puasa tertentu yang dikhususkan[3], dan barangsiapa yang mengkhususkan puasa pada bulan Rajab, maka tidak ragu lagi bahwa mereka telah melakukan salah satu bentuk kebid’ahan di antara kebid’ahan-kebid’ahan yang diada-adakan manusia. Tidak ada dalil shahih yang tetap dalam pengkhususan bulan Rajab dengan puasa tertentu, shalat tertentu, maupun ritual ibadah khusus, akan tetapi (bulan Rajab) adalah sebagaimana bulan-bulan yang lainnya.
Diterjemahkan secara ringkas dan diberi catatan kaki oleh Abu ‘Abdillah Kediri.
[1] Shalat Raghaib atau biasa juga disebut dengan Shalat Rajab adalah shalat yang dilakukan pada malam Jum’at pertama bulan Rajab antara shalat Maghrib dan ‘Isya. Pada siang harinya sebelum pelaksanaan shalat Raghaib ini (yakni hari Kamis pertama bulan Rajab) dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah.

Adapun tata cara dan keutamannya adalah sebagaimana yang disebutkan dalamhadits maudhu’ (palsu) yang berbunyi:
وما من أحد يصوم يوم الخميس أول خميس في رجب، ثم يصلى فيما بين العشاء والعتمة، يعنى ليلة الجمعة، ثنتى عشرة ركعة، يقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب مرة، وإنا أنزلناه في ليلة القدر ثلاث مرات، وقل هو الله أحد اثنتى عشرة مرة، يفصل بين كل ركعتين بتسليمة، فإذا فرغ من صلاته صلى على سبعين مرة، ثم يقول: اللهم صل على محمد النبي الامي وعلى آله، ثم يسجد فيقول في سجوده:سبوح قدوس رب الملائكة والروح سبعين مرة، ثم يرفع رأسه فيقول: رب اغفر لي وارحم وتجاوز عما تعلم إنك أنت العزيز الاعظم سبعين مرة، ثم يسجد الثانية فيقول مثل ما قال في السجدة الاولى، ثم يسأل الله تعالى حاجته، فإنها تقضى. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: والذى نفسي بيده ما من عبد ولا أمة صلى هذه الصلاة إلا غفر الله تعالى له جميع ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر وعدد ورق الاشجار، وشفع يوم القيامة في سبعمائة من أهل بيته، فإذا كان في أول ليلة في قبره جاءه بواب هذه الصلاة، فيجيبه بوجه طلق ولسان ذلق، فيقول له: حبيبي أبشر فقد نجوت من كل شدة، فيقول: من أنت فوالله ما رأيت وجها أحسن من وجهك، ولا سمعت كلاما أحلى من كلامك، ولا شممت رائحة أطيب من رائحتك، فيقول له: يا حبيبي أنا ثواب الصلاة التى صليتها في ليلة كذا في شهر كذا، جئت الليلة لاقضى حقك، وأونس وحدتك، وأرفع عنك وحشتك، فإذا نفخ في الصور أظللت في عرصة القيامة على رأسك، وأبشر فلن تعدم الخير من مولاك أبدا
“Dan tidaklah ada seorang yang berpuasa di awal Kamis bulan Rajab, kemudian shalat di,antara Maghrib dan ‘Atamah (Isya)- yaitu malam Jum’at- dua belas rakaat, membaca pada setiap rakaatnya surat Al-Fatihah sekali dan surat Al-Qadr tiga kali serta surat Al-Ikhlas dua belas kali, setiap dua rakaat dengan satu kali salam, jika telah selesai dari shalat tersebut maka ia bershalawat kepadaku tujuh puluh kali, kemudian mengatakan ‘Allahhumma Shalli ‘Ala Muhammadin An-Nabi Al-Ummiyyi Wa ‘Ala Alihi’, kemudian sujud lalu mengatakan dalam sujudnya: ‘Subuhun qudusun Rabbul Malaikati War Ruh’ tujuh puluh kali, lalu mengangkat kepalanya dan mengucapkan: ‘Rabbighfirli warham wa tajaawaz ‘amma ta’lam Inaka  anta Al-Aziz Al-A’zham‘ tujuh puluh kali, kemudian sujud kedua dan mengucapkan seperti ucapan pada sujud yang pertama, lalu memohon kepada Allah hajatnya, kecuali pasti hajatnya tadi akan dikabulkan.
Rasulullah bersabda: ‘Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak ada seorang hamba laki-laki maupun perempuan yang melakukan shalat ini kecuali akan Allah ampuni seluruh dosanya walaupun seperti buih di lautan dan seperti sejumlah daun di pepohonan, serta bisa memberi syafaat di hari kiamat kepada tujuh ratus keluarganya. Ketika berada di malam pertama di kuburnya, akan datang kepadanya pahala shalat ini. Ia menemuinya dengan wajah yang berseri dan lisan yang indah, lalu menyatakan: ‘Kekasihku, berbahagialah! Kamu telah selamat dari kesulitan. Lalu (orang yang melakukan shalat ini) berkata: ‘Siapa kamu? Sungguh demi Allah, aku belum pernah melihat wajah seindah wajahmu dan tidak pernah mendegar perkataan semanis perkataanmu serta tidak pernah mencium bau wewangian sewangi bau wangi kamu’. Lalu ia berkata: ‘Wahai kekasihku! Aku adalah pahala shalat yang telah kamu lakukan di malam itu pada bulan itu. Malam ini aku datang untuk menunaikan hakmu, menemani kesendirianmu dan menghilangkan darimu kegundahgulanaanmu. Ketika ditiup sangkakala, maka aku akan menaungimu di tanah lapang kiamat. Maka berbahagialah karena kamu tidak akan kehilangan kebaikan dari maula-Mu (Allah) selama-lamanya.”
Haidts ini adalah hadits maudhu’ (palsu), disebutkan oleh Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah di dalam kitabnya Al-Maudhu’at (II/124)
Dari hadits tersebut, dapat diketahui secara ringkas tata cara Shalat Raghaib, yaitu:
1.        Dikerjakan antara Maghrib dan ‘Isya’, jumlah rakaatnya dua belas, setiap dua rakaat satu salam.
2.        Pada setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah sekali, surat Al-Qadr tiga kali, dan surat Al-Ikhlash dua belas kali.
3.        Setelah shalat mengucapkan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tujuh puluh kali dengan lafazh:
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ
4.        Kemudian sujud dengan membaca tujuh puluh kali:
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْح
5.        Kemudian bangun dan duduk dengan mengucapkan tujuh puluh kali:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ اْلأَعْظَمُ
6.        Lalu sujud lagi dan mengucapkan ucapan yang sama dengan sujud yang pertama
7.        Kemudian berdo’a kepada Allah sesuai dengan hajat dan kebutuhannya.
[2] HR. Ahmad, Al-Bukhari, dan Muslim dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha.
[3] Sebagaimana bulan yang lain, seperti tanggal 9 dan 10 Muharram, 6 hari di bulan Syawwal, dan 9 Dzulhijjah.